Sertifikat halal: 15240067741220
Dokumen ekspor: COO, COA, GCMS, MSDS,
Phitosanitary, CITES
LINK PUSTAKA:
[1]https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0254629923002958
[2]https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10412905.1995.9698462
[3]https://www.scribd.com/document/341434522/MAKALAH-KIMIA-TERAPAN
[4]http://repo.unand.ac.id/2016/1/IMG.pdf
[6]https://www.scribd.com/doc/98076640/Buku-Pengenalan-Pohon-Sulawesi
[7]https://powo.science.kew.org/results?q=Cinnamomum%20parthenoxylon
[8]https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/3699/
[9]https://www.mdpi.com/1999-4907/15/9/1621
[12]https://pdfs.semanticscholar.org/8748/c1aa72880d4018aba54fd9f726b22fa0b886.pdf
[13]https://www.mdpi.com/1420-3049/29/6/1206
[14]https://www.frontiersin.org/journals/pharmacology/articles/10.3389/fphar.2021.600139/full
[15]https://www.thepharmajournal.com/archives/2023/vol12issue6/PartAL/12-6-276-382.pdf
[17]https://www.mdpi.com/1999-4907/12/5/648
DISCLAIMER:
Informasi ini hanya untuk keperluan pemakaian di luar/ topikal dan tidak
dimaksudkan untuk menggantikan obat yang diresepkan atau nasihat medis
profesional atau untuk mendiagnosis segala jenis kondisi kesehatan.
Jangan pernah menelan minyak atsiri dan
ingat untuk mengencerkannya dengan minyak pembawa yang sesuai seperti minyak olive
atau minyak kelapa. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa minyak atsiri organik
dan murni adalah cairan yang sangat pekat dan penggunaan langsung minyak atsiri
pada kulit dapat menyebabkan reaksi alergi. Kehati-hatian harus diambil jika
Anda seorang ibu menyusui atau mengandung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Bicaralah dengan praktisi kesehatan Anda
sebelum memilih minyak atsiri yang sesuai untuk keadaan kesehatan Anda dan
konstitusi individu yang unik.
MANFAAT THERAPEUTIC:
· Minyak dari Cinnamomum parthenoxylon menunjukkan berbagai manfaat dalam studi ilmiah, terutama aktivitas antimikroba dan antioksidannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak esensial dari spesies ini memiliki komponen bioaktif yang efektif melawan sejumlah bakteri dan jamur patogen.
· Selain itu, minyak esensial dari keluarga Cinnamomum secara umum juga dikenal karena mengandung senyawa seperti eugenol dan cinnamaldehyde, yang berpotensi memberikan efek anti-inflamasi, antioksidan, dan penghambat enzim pada tingkat molekuler. Komponen-komponen ini dapat membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mendukung kesehatan kulit serta saluran pernapasan jika digunakan dalam aromaterapi atau topikal dengan dosis yang sesuai[16,17,18].
KEGUNAAN DAN MANFAAT:
·
Penelitian
menunjukkan bahwa minyak ini efektif untuk menghambat pertumbuhan beberapa
bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella enterica,
menjadikannya bermanfaat sebagai antibakteri dalam pengobatan alami dan
pengobatan infeksi saluran pencernaan.
·
minyak
pakanangi memiliki potensi sebagai anti-inflamasi, yang bisa membantu
mengurangi peradangan, dan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari
kerusakan oksidatif.
· Dalam pengobatan tradisional, minyak ini juga digunakan untuk masalah pernapasan dan pencernaan.
· Minyak pakanangi memiliki potensi dalam terapi gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, meskipun studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya manfaat dari minyak ini[11,12,13,14,15].
PAKANANGI OIL
Merk: DDistillers
Nama produk: Pakanangi essential oil
Kategori Produk: Single essential oil, purity: 100%
INCI Name: Cinnamomum Parthenoxylon Oil
HS Code: 33019090
CAS#: -
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi Uap
DESKRIPSI:
Minyak
pakanangi kami diperoleh dari hasil ekstraksi kayu bagian dalam tanaman Cinnamomum Parthenoxylon
(Pakanangi/Telasihan/Palio) dengan metode penyulingan uap. Minyak yang dihasilkan
berupa cairan kecoklatan dengan aroma khas pakanangi yang harum. Ekstrak daun,
kulit kayu, kayu, dan akar C. parthenoxylon mempunyai efek antioksidan dan
antibakteri yang menunjukkan potensi untuk pengobatan. Terkadang minyak ini disamakan dengan
sassafras oil yang disuling dari tanaman, hal ini dikarenakan secara aroma memiliki
kesamaan akibat kandungan safrol pada minyak pakanangi yang cukup tinggi[1,2,3].
SEKILAS BOTANICAL:
Cinnamomum parthenoxylon tumbuh di hutan tropis dan subtropis,
khususnya di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.
Pohon ini lebih menyukai daerah dengan iklim hangat, lembap, dan tanah yang
subur serta memiliki drainase yang baik. Cinnamomum Parthenoxylon adalah pohon
dengan aroma khas yang umum digunakan sebagai bahan bangunan, aromatik, dan
pengusir serangga.
Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini
dengan berbagai nama seperti Selasihan (Jawa), Huru Pedes (Sunda), Laso
(Minang), Pakanangi, Melana, Ki sereh, Rawali (Kalimantan Tenggara), Kepaleh
(Kalimantan Barat). Pohon selasihan atau pakanangi dengan nama ilmiah Cinnamomum
parthenoxylon merupakan jenis pohon dari famili Lauraceae, tanaman ini
memiliki akar tunggang yang kuat dan mendalam. Batang pohon Cinnamomum
parthenoxylon besar dan kokoh, berwarna abu-abu atau kecoklatan dengan
permukaan kasar dan retak-retak. Pohon ini bisa tumbuh hingga ketinggian 15-20
meter dan sering digunakan dalam berbagai keperluan konstruksi dan perkakas. Daunnya
berbentuk lonjong atau oval, dengan panjang antara 10-20 cm dan lebar sekitar
4-8 cm dengan bunga berukuran kecil, berwarna putih hingga kekuningan, dan
tumbuh dalam tandan di ujung cabang. Buah pohon ini berbentuk bulat kecil,
berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi hitam keunguan saat matang. [4,5,6,7,8,9].
SEJARAH:
Minyak Cinnamomum parthenoxylon, atau minyak pakanangi, memiliki sejarah
panjang dalam pengobatan tradisional dan telah diaplikasikan untuk berbagai
kegunaan khususnya di Asia Tenggara. Minyak dari kayu pakanangi terkenal karena
kandungan safrolnya yang tinggi, senyawa yang secara historis digunakan dalam
wewangian dan pengobatan tradisional. Penelitian pada awal abad ke-20 menyoroti
penggunaan minyak ini di Indonesia, di mana minyak tersebut disuling dan dipelajari
sifat fisiknya serta potensi manfaatnya. Komponen safrole, meskipun sekarang
diatur karena masalah keamanan, dulunya biasa digunakan dalam jumlah kecil
untuk keperluan wewangian dan pengobatan.
Secara tradisional, minyak pakanangi telah digunakan dalam praktik pengobatan lokal untuk mengobati berbagai penyakit, meskipun penggunaan modern masih terbatas dan sering kali digantikan oleh bentuk pengobatan lain yang berbahan dasar kapur barus. Dalam penelitian terbaru, bagian lain dari tanaman C. parthenoxylon, seperti daunnya, telah menunjukkan aktivitas melawan rayap dan hama lainnya, yang menunjukkan potensi penerapan pertanian di luar penggunaan obat[10,11].
VISIT OUR MARKETPLACE:
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bagian dalam kayu Asal minyak: Indonesia |
| Penanaman | Pakanangi / Telasihan / Palio dipanen secara konvensional dan ditanam secara berkelanjutan |
| Isi | Methyl Eugenol, Safrole |
| Organoleptik | Warna: Kecoklatan
Aroma: Khas pakanangi yang harum |
| Solubility | Larut
dalam alcohol dan minyak, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle to Base Note |
| Blend well | Cinnamon bark, nutmeg, cassiavera |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, dan lainnya |
| Umur Simpan | 5
tahun |
| Instruksi penyimpanan | Simpan minyak atsiri dalam botol amber
(berwarna gelap). Jika kemasan yang
digunakan adalah botol aluminium maka pindahkan minyak atsiri dari botol
aluminium ke botol kaca gelap amber.
Simpan di tempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari. |
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Kami menyarankan Anda untuk mengambil
tindakan pencegahan berikut: - Minyak atsiri Pakanangi terkonsentrasi
di alam sehingga disarankan untuk tidak menggunakan minyak tanpa
mengencerkannya dengan minyak pembawa yang sesuai. - Hindari penggunaan minyak atsiri Pakanangi
pada area sensitif, mata, dan selaput lendir.
- Ibu menyusui, anak-anak balita, dan
wanita hamil harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan
minyak yang luar biasa ini. |


