Sifat
Dasar Senyawa (Sesquiterpene Biklik, C15H24)
- Mudah
diserap tubuh melalui minum atau hirup (penyerapan hingga 70%), dan diubah
menjadi bentuk aktif untuk efek cepat.
- Bekerja
pada sistem kekebalan tanpa memengaruhi pikiran, sehingga aman untuk penggunaan
harian.
Anti-inflamasi
- Menghentikan
sinyal peradangan utama di tubuh, mirip obat anti-bengkak tapi lebih alami
(dosis 10-50 mg/kg).
Antimikroba
- Membunuh
bakteri dan jamur penyebab infeksi, seperti S. aureus (infeksi kulit) atau C.
albicans (jamur), dengan jumlah kecil saja (10-50 µL/mL); bisa dikombinasikan
dengan obat lain untuk efek lebih kuat.
Antioksidan
& Neuroprotektif
- Meningkatkan
zat pelindung sel alami (seperti GSH dan SOD) untuk melawan kerusakan
oksidatif; melindungi sel otak dari kematian dini (dosis 20 mg/kg).
- Menghilangkan
kecemasan dan depresi dengan memengaruhi zat BDNF di otak; juga membantu tidur
lebih baik (dosis 50-100 mg/kg).
Analgesik
& Antikanker
- Meredakan nyeri kronis seperti sakit saraf, melalui modulasi reseptor nyeri alami.
- Mengurangi
pertumbuhan sel kanker (seperti kanker payudara atau hati) dengan menghambat
proliferasi; potensial sebagai pendukung pengobatan kanker.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
- A standardized black pepper seed extract containing β-caryophyllene improves cognitive function in scopolamine-induced amnesia model mice via regulation of brain-derived neurotrophic factor and MAPK proteins ─ PubMed
- Isolation and Antifungal Activity of Caryophyllene from Clove Leaf Oil (Syzygium aromaticum L.) – Science and Community Pharmacy Journal
- Plant Natural Sources of the Endocannabinoid (E)-β-Caryophyllene: A Systematic Quantitative Analysis of Published Literature ─ MDPI
- β-Caryophyllene ─ Chemical Book
- Thermal decomposition and oxidation of β-caryophyllene in black pepper during subcritical water extraction ─ PubMed
- The Study on Extraction Process and Analysis of Components in Essential Oils of Black Pepper (Piper nigrum L.) Seeds Harvested in Gia Lai Province, Vietnam - MDPI
- Modeling the Potential Geographic Distribution of Black Pepper (Piper nigrum) in Asia Using GIS Tools ─ ScienceDirect
- Clove (Syzygium aromaticum): a precious spice - PubMed
- Medicinal Spices and Vegetables from Africa - ScienceDirect
- Morphological characterization of black pepper (Piper nigrum L) accessions from Kerala ─ Research Gate
- β-Caryophyllene: A Sesquiterpene with Countless Biological Properties - MDPI
- Plant Natural Sources of the Endocannabinoid (E)-β-Caryophyllene: A Systematic Quantitative Analysis of Published Literature - PubMed
- The chemical composition and biological activity of clove essential oil, Eugenia caryophyllata (Syzigium aromaticum L. Myrtaceae): a short review - PubMed
- Beta-caryophyllene is a dietary cannabinoid - PubMed
- β‐caryophyllene and β‐caryophyllene oxide—natural compounds of anticancer and analgesic properties - PubMed
- The Potential Therapeutic Role of Beta-Caryophyllene as a Chemosensitizer and an Inhibitor of Angiogenesis in Cancer - MDPI
- Anxiety Therapeutic Interventions of β-Caryophyllene: A Laboratory-Based Study - SageJournals
- β-Caryophyllene, A Natural Dietary CB2 Receptor Selective Cannabinoid can be a Candidate to Target the Trinity of Infection, Immunity, and Inflammation in COVID-19 - Frontiers
- β-caryophyllene and β-caryophyllene oxide—natural compounds of anticancer and analgesic properties – Cancer Medicine
- Topical β-Caryophyllene for Dermatologic Disorders: Mechanisms, Human Evidence, and Clinical Translation - MDPI
- Beta-caryophyllene in psychiatric and neurological diseases: Role of blood-brain barrier – Research Gate
- Beta-caryophyllene is a dietary cannabinoid - PNAS
- Plant Natural Sources of the Endocannabinoid (E)-β-Caryophyllene: A Systematic Quantitative Analysis of Published Literature - MDPI
- The cannabinoid beta-caryophyllene (BCP) induces neuritogenesis in PC12 cells by a cannabinoid-receptor-independent mechanism - ScienceDirect
IDE
FORMULASI:
Serum
Anti-Inflamasi Kulit (30 mL)
Bahan:
- Beta-Caryophyllene Natural Isolate Oil – 1.5 mL (5%)
- Minyak Jojoba – 18 mL (60%)
- Minyak Rosehip – 9 mL (30%)
- Vitamin E – 0.3 mL (1%)
- Air Suling – 1.2 mL (4%)
Cara
membuat:
- Campur fase minyak dalam gelas ukur.
- Tambahkan air sambil aduk hingga emulsi ringan.
- Masukkan ke botol dropper.
Catatan:
Dioleskan ada malam hari, disimpan di tempat sejuk, umur simpan 3 bulan.
Krim
Analgesik untuk Nyeri Sendi (50 g)
Bahan:
- Beta-Caryophyllene Natural Isolate Oil – 0.5 g (1%)
- Shea Butter – 5 g (10%)
- Emulsifier (Glyceryl Stearate) – 2 g (4%)
- Air Suling – 40 g (80%)
- Gliserin – 2.5 g (5%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak hingga 70°C. Panaskan fase air h
- ingga 70°C.
- Campur sambil aduk; dinginkan dan kemas.
Catatan:
Gunakan 2x/hari pada sendi; hindari luka terbuka.
Blend
Minyak Aromaterapi Relaksasi (50 mL)
Bahan:
- Beta-Caryophyllene Natural Isolate Oil – 5 mL (10%
- Minyak Esensial Lavender – 2.5 mL (5%)
- Minyak MCT – 42.5 mL (85%)
Cara
membuat:
- Campur beta-caryophyllene dan lavender.
- Tambahkan MCT; aduk rata.
- Gunakan untuk diffuser atau pijat.
Catatan:
Hirup 20 menit/hari; aman untuk dewasa.
Nanoemulsi
Antioksidan Oral (100 mL)
Bahan:
- Beta-Caryophyllene Natural Isolate Oil – 2 g (2%)
- Tween 80 – 20 g (20%)
- PEG-400 – 10 g (10%)
- Air Suling – 67 g (67%)
- Ekstrak Teh Hijau – 1 g (1%)
Cara
membuat:
- Campur beta-caryophyllene dengan emulsifier.
- Tambahkan air; homogenisasi ultrasonik.
- Semprotkan atau minum 1 sdt/hari.
Catatan:
Butuh alat homogenizer; konsultasi dokter untuk oral.
Krim
Polyherbal Anti-Kanker Pendukung (100 g)
Bahan:
- Beta-Caryophyllene Natural Isolate Oil – 1 g (1%)
- Clove Oil – 1 g (1%)
- Shea Butter – 8 g (8%)
- Emulsifier – 4 g (4%)
- Air Suling – 75 g (75%)
- Gliserin – 3 g (3%)
- Pengawet – 1 g (1%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak.
- Panaskan fase air.
- Campur, dinginkan, tambah pengawet.
- Kemas ke jar.
Catatan:
Gunakan sebagai pendukung; bukan pengganti terapi medis.
Perawatan
kulit umum
- Meredakan
iritasi dan kemerahan kulit, seperti pada eksim atau dermatitis, dengan
mengurangi peradangan dan melindungi sel kulit dari kerusakan.
- Meningkatkan
kelembapan kulit dan mengurangi gatal, berkat sifatnya yang menenangkan dan
melawan radikal bebas.
Anti-aging
& regenerasi kulit
- Mengurangi
tanda penuaan seperti kerutan dan kulit kendur, dengan melindungi kolagen alami
kulit dari kerusakan oksidatif.
- Membantu
memperbarui kulit rusak akibat sinar matahari atau polusi, sehingga kulit
terlihat lebih sehat dan elastis.
Penyembuhan
luka & bekas luka
- Mempercepat
penyembuhan luka kecil atau goresan, serta memudarkan bekas luka, melalui
kemampuan melawan kuman dan mengurangi bengkak.
- Bermanfaat
untuk luka kronis seperti pada diabetes, dengan mendukung pemulihan jaringan
kulit.
Anti
jerawat & inflamasi
- Mengatasi
jerawat dengan menghambat bakteri penyebabnya dan mengurangi peradangan,
sehingga kulit lebih bersih.
- Meredakan
radang kulit seperti psoriasis atau sendi sakit (arthritis), dengan menekan
sinyal peradangan di tubuh.
Perawatan
rambut & kulit kepala
- Melawan
jamur dan kuman penyebab ketombe, sambil memberikan aroma segar alami.
- Meningkatkan
aliran darah di kulit kepala untuk mendukung rambut tumbuh lebih kuat dan sehat.
Aromaterapi
& kesehatan mental
- Mengurangi
rasa cemas dan stres saat dihirup, memberikan efek tenang seperti meditasi
alami.
- Membantu
tidur lebih nyenyak dengan memengaruhi otak untuk relaksasi yang lebih baik.
Kesehatan
pernapasan
- Meredakan gejala asma atau batuk dengan membuka saluran napas dan mengurangi peradangan di paru-paru.
- Digunakan
dalam campuran aromaterapi untuk infeksi saluran napas ringan, seperti pilek.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
BETA
CARYOPHYLLENE NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI name: Beta-Caryophyllene
Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%
HS
Code: 33019090
CAS#:
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Fractional Distillation.
DESKRIPSI
PRODUK:
Beta
Caryophyllene Natural Isolate Oil adalah isolat sesquiterpene alami yang
diekstrak dari minyak esensial black pepper (Piper nigrum) dan clove (Syzygium
aromaticum) melalui fractional distillation, metode fraksinasi distilasi yang
memisahkan komponen berdasarkan titik didih berbeda untuk menghasilkan
kemurnian tinggi tanpa degradasi termal. Proses ini dimulai dengan distilasi
uap pada biji black pepper atau bunga cloves untuk mendapatkan minyak esensial
mentah, kemudian difraksinasi secara presisi untuk mengisolasi
beta-caryophyllene murni dengan konsentrasi hingga 99%.
Secara
organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:
- Warna:
tak berwarna hingga kuning pucat, jernih dan stabil terhadap oksidasi.
- Aroma:
woody-spicy, peppery dengan sentuhan earthy dan clove-like yang hangat dan
menenangkan.
- Tekstur:
cair kental, volatilitas sedang, dengan evaporasi lambat untuk efek aroma
berkelanjutan.
Dari
segi komposisi, beta-caryophyllene adalah hydrocarbon sesquiterpene utama
(hingga 35% dalam black pepper oil dan 10-20% dalam clove oil), yang
berinteraksi dengan CB2R untuk modulasi imun dan pengurangan sitokin inflamasi.
Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan
neuroprotektif, mendukung penggunaan tradisionalnya dalam pengobatan rempah. Isolat
ini ideal untuk aromaterapi inhalasi, parfum alami, dan formulasi seperti krim
anti-nyeri atau suplemen anti-kanker, di mana ia meningkatkan bioavailabilitas
dan memberikan efek grounding jangka panjang.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Beta-caryophyllene
terutama berasal dari tanaman famili Piperaceae seperti Piper nigrum (sumber
utama dari biji black pepper di wilayah tropis Asia Selatan dan Tenggara),
serta famili Myrtaceae seperti Syzygium aromaticum (sumber pendukung dari
kuncup bunga cloves di Kepulauan Maluku). Piper nigrum adalah tanaman merambat
abadi (perennial climber) dengan distribusi luas di iklim tropis basah Asia
Tenggara dan Selatan, termasuk India, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, yang
dibudidayakan secara intensif di perkebunan. Tanaman ini tumbuh di iklim tropis
lembab (suhu 25-30°C, curah hujan 2.000-4.000 mm/tahun), sering di tanah subur,
gembur, dan berdrainase baik dengan ketinggian 0-500 m dpl. Syzygium aromaticum
adalah pohon hijau abadi (evergreen tree) dengan distribusi asli di hutan
tropis Indonesia (Kepulauan Maluku), kini dibudidayakan di negara tropis
seperti India, Madagaskar, Tanzania, dan Brasil. Tanaman ini tumbuh di iklim
tropis hangat (suhu rata-rata 25°C, curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun), di tanah
vulkanik atau lempung yang subur dengan ketinggian 0-1.000 m dpl.
Ciri-ciri
botani Piper nigrum
- Habitus:
Tanaman merambat abadi hingga 4-10 meter panjang, membutuhkan penyangga
seperti pohon atau tiang; batang berkayu di dasar, dengan akar udara
pendek untuk menempel; tajuk lebat dan merambat.
- Batang & kulit
kayu: Batang ramping (diameter 2-5 cm),
kulit tipis berwarna hijau kekuningan hingga coklat, dengan nodi
bergantian; getah lateks ringan yang mengandung senyawa fenolik dan
sesquiterpene seperti beta-caryophyllene.
- Daun:
Tunggal, berselang-seling, berbentuk jantung atau lonjong (panjang 8-20
cm, lebar 5-12 cm), permukaan hijau mengkilap dengan urat pinnate;
mengandung kelenjar minyak esensial yang memproduksi terpen sebagai
pertahanan kimia.
- Bunga:
Dioecious (jantan dan betina terpisah), tersusun dalam malai panjang 5-15
cm; bunga kecil berwarna hijau kekuningan, tanpa kelopak; penyerbukan oleh
serangga atau angin pada musim hujan.
- Buah:
Drupa bulat kecil (diameter 4-6 mm), hijau saat muda berubah menjadi
kuning, merah, lalu hitam saat matang; mengandung biji tunggal kaya
beta-caryophyllene (hingga 35% dalam minyak esensial).
Ciri-ciri
botani Syzygium aromaticum
- Habitus:
Pohon hijau abadi setinggi 8-12 meter (bisa mencapai 20 m), batang lurus
dengan tajuk bulat lebar; cabang rendah dan lebat, sering dibentuk untuk
panen mudah.
- Batang & kulit
kayu: Batang berdiameter hingga 30 cm,
kulit abu-abu kecoklatan yang mengelupas dalam pelat tipis; getah resinous
yang mengandung eugenol dan sesquiterpene seperti beta-caryophyllene.
- Daun:
Tunggal, berhadapan, berbentuk elips lonjong (panjang 8-18 cm, lebar 4-7
cm), hijau mengkilap di atas dan lebih pucat di bawah; mengandung kelenjar
minyak yang memproduksi terpen untuk aroma khas.
- Bunga:
Hermafrodit, tersusun dalam malai terminal panjang 5-15 cm; kuncup bunga
berbentuk paku (nail-shaped), berwarna hijau muda berubah merah muda;
penyerbukan oleh lebah pada musim kering.
- Buah:
Beri bulat (diameter 1-2 cm), merah hingga ungu saat matang, tapi dipanen
sebagai kuncup bunga muda yang mengandung beta-caryophyllene (10-20% dalam
minyak esensial).
Ekologi
& distribusi
Piper
nigrum tumbuh di hutan tropis basah campuran atau perkebunan agroforestry,
toleran terhadap naungan parsial dan kelembaban tinggi, berperan dalam
diversifikasi pertanian dan pencegahan erosi tanah di lereng bukit.
Beta-caryophyllene berfungsi sebagai pertahanan tanaman terhadap herbivora dan
patogen (antibakteri alami), serta menarik penyerbuk serangga melalui aroma
volatile. Syzygium aromaticum tumbuh di hutan hujan tropis rendah atau
perkebunan, toleran terhadap tanah asam dan kekeringan ringan, berperan dalam
ekosistem hutan Maluku sebagai pohon peneduh dan habitat burung.
Beta-caryophyllene di cloves mendukung pertahanan terhadap infeksi jamur dan
serangga.
Peran
ekologis
Selain
sebagai penghasil minyak esensial dari biji dan kuncup bunga untuk isolasi
terpen berkelanjutan, kedua tanaman ini juga memiliki nilai ekologis tinggi:
- Menyediakan habitat
bagi satwa liar di hutan tropis, termasuk serangga penyerbuk dan burung
endemik.
- Akar merambat (P.
nigrum) dan sistem akar dalam (S. aromaticum) mencegah erosi di tanah
berbukit dan daerah rawan longsor.
- Daun dan getah
mendukung biodiversitas serangga serta mikroba tanah melalui senyawa
allelopatik yang mengatur kompetisi tanaman.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Beta-caryophyllene,
sebagai senyawa sesquiterpene dominan dalam minyak esensial rempah-rempah
seperti black pepper (Piper nigrum) dan cloves (Syzygium aromaticum), memiliki
rekam jejak panjang dalam praktik pengobatan tradisional di berbagai peradaban
tropis dan Mediterania. Sejak era kuno, masyarakat India dan Cina memanfaatkan
rempah-rempah kaya beta-caryophyllene untuk meredakan nyeri, mengurangi
peradangan, serta mengatasi gangguan pencernaan, baik melalui aplikasi topikal
berupa salep maupun konsumsi oral seperti infus atau teh.
Dalam
sistem pengobatan Ayurveda (sekitar 1500 SM), black pepper—dikenal sebagai
maricha dan mengandung hingga 25% beta-caryophyllene—direkomendasikan untuk
menyeimbangkan dosha vata dan kapha, serta mengobati kondisi seperti arthritis,
asma, dan infeksi, berkat sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang inheren.
Sementara itu, masyarakat adat di Amerika Tengah dan Karibia menggunakan cloves
untuk mengatasi sakit gigi dan luka, dan Hippocrates di Yunani Kuno (sekitar
400 SM) mendokumentasikan penggunaan oregano—juga kaya beta-caryophyllene—untuk
masalah pernapasan dan pencernaan.
Pada
masa Abad Pertengahan, beta-caryophyllene menjadi komponen esensial dalam
balsem dan ramuan di Eropa serta Timur Tengah, termasuk dalam formulasi
"theriac"—sebuah obat serbaguna yang dimaksudkan untuk detoksifikasi
dan relaksasi. Kemajuan penelitian modern dimulai pada dekade 1830-an, ketika
ahli kimia Prancis berhasil mengisolasi senyawa ini dari minyak esensial
cloves, diikuti oleh penentuan struktur molekulernya pada tahun 1960-an melalui
teknik spektroskopi. Pada 1970-an, penelitian farmakologi mengungkap
interaksinya dengan reseptor cannabinoid tipe 2 (CB2), yang membuka peluang
aplikasi sebagai "dietary cannabinoid" non-psikotropik—yaitu, zat
yang memodulasi sistem endokannabinoid tanpa efek euforia.
Di era pasca-2000, beta-caryophyllene diakui untuk penggunaan kosmetik, dengan aplikasi luas dalam aromaterapi untuk mengurangi kecemasan serta nutraceuticals untuk mengelola non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Saat ini, seiring tren pengobatan kanabis medis, beta-caryophyllene sedang diteliti lebih lanjut untuk efek "entourage"—sinergi yang memperkuat THC dan CBD—sehingga menjadikannya agen anti-kanker dan neuroprotektif yang didukung bukti ilmiah, menjembatani warisan tradisional dengan inovasi kontemporer.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Minyak esensial dari biji black pepper (Piper nigrum), bunga cloves (Syzygium aromaticum), oregano (Origanum vulgare), cinnamon (Cinnamomum verum), dan cannabis (Cannabis sativa). Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Sesquiterpene biklik (C15H24), isomer (E)-β-caryophyllene dengan struktur bicyclic. |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik. |
| Blend well | Bisa dicampur dengan terpen lain, minyak esensial rempah, atau carrier oil |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Simpan
di tempat sejuk (di bawah 25°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah
oksidasi dan evaporasi volatil. |
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|