Sabun cair merupakan salah satu produk kebersihan yang kini semakin banyak diminati karena penggunaannya yang praktis dan higienis. Banyak orang memilih sabun cair dibanding sabun batang karena lebih mudah digunakan, terutama untuk mencuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh sehari-hari. Namun, sebagian besar sabun cair komersial di pasaran mengandung bahan kimia sintetis yang dapat menimbulkan iritasi bagi kulit sensitif.
Sebagai solusi, pembuatan sabun cair alami dari bahan-bahan nabati menjadi pilihan yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Kali ini, kita akan membahas cara membuat sabun cair alami dengan minyak atsiri kayu putih. Resep ini diadaptasi dari formula sabun cair daun sirih, namun air rebusan daun sirih diganti dengan minyak atsiri kayu putih (5 gram). Dengan tambahan minyak kayu putih, sabun cair tidak hanya membersihkan, tetapi juga memberikan manfaat antiseptik, menyegarkan, sekaligus memberi aroma khas yang menenangkan.
Mengapa Minyak Atsiri Kayu Putih?
Minyak atsiri kayu putih dikenal luas di Indonesia sebagai bahan alami dengan berbagai manfaat. Kandungan utama seperti 1,8-cineole (eucalyptol) memberikan sifat:
-
Antiseptik alami, membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit.
-
Aroma segar dan menenangkan, cocok digunakan dalam sabun cair untuk relaksasi.
-
Menghangatkan kulit, sehingga baik digunakan pada saat cuaca dingin.
-
Aman digunakan, selama takarannya tepat dan pH sabun dijaga dalam kisaran 8–11.
Dengan menambahkan minyak kayu putih ke dalam sabun cair, Anda mendapatkan produk kebersihan sekaligus perawatan kulit yang lebih alami.
Bahan-Bahan Pembuatan Sabun Cair Minyak Kayu Putih
Berikut komposisi bahan yang digunakan:
-
Minyak Kelapa = 700 gram
-
Minyak Sawit = 300 gram
-
Minyak Atsiri Kayu Putih = 5 gram
-
KOH (Kalium Hidroksida) = 208,7 gram
-
NaOH (Natrium Hidroksida) = 33,5 gram
-
Gliserin = 484,4 gram
-
Gula pasir = 50 gram
-
Air pelarut = 1500 gram
Tahapan Pembuatan Sabun Cair Minyak Kayu Putih
Agar hasil sabun cair berkualitas, penting mengikuti langkah pembuatan secara teliti:
-
Timbang semua bahan dengan tepat sesuai komposisi.
-
Campurkan gliserin dengan minyak atsiri kayu putih hingga homogen. Campuran ini akan membantu melarutkan minyak atsiri agar lebih merata dalam sabun.
-
Campurkan minyak kelapa dan minyak sawit ke dalam ember plastik.
-
Masukkan KOH dan NaOH ke dalam campuran gliserin dan minyak atsiri kayu putih, aduk hingga larut.
-
Selagi panas, campurkan larutan tersebut ke dalam minyak sambil diaduk perlahan.
-
Gunakan stik blender/mixer selama 5 menit untuk mempercepat proses saponifikasi.
-
Tambahkan gula pasir sebagai bahan pelembut dan pengikat busa alami.
-
Blend kembali adonan hingga tekstur mulai berubah menjadi lebih kental.
-
Rebus air hingga mendidih untuk digunakan sebagai pelarut.
-
Masukkan air pelarut ke dalam adonan sabun kental sambil terus diaduk perlahan.
-
Diamkan sabun hingga busa menghilang secara alami.
-
Cek pH sabun cair (pH ideal antara 8–11). Jika pH sudah sesuai, sabun siap dikemas.
✅ Kelebihan Sabun Cair Minyak Kayu Putih
-
Alami dan ramah lingkungan
Menggunakan bahan nabati dan minyak atsiri tanpa tambahan pewangi sintetis. -
Aman untuk kulit
Mengandung gliserin alami yang melembapkan kulit, serta minyak kayu putih yang bersifat antiseptik. -
Aroma segar khas kayu putih
Memberikan sensasi relaksasi dan menyegarkan setiap kali digunakan. -
Fungsi ganda
Selain sebagai sabun mandi, dapat juga digunakan sebagai sabun cuci tangan untuk mencegah penyebaran bakteri. -
Ekonomis dan bernilai tambah
Bisa dibuat sendiri di rumah atau dikembangkan menjadi produk UMKM dengan branding yang menarik.
Tips Sukses Membuat Sabun Cair Kayu Putih
-
Gunakan minyak atsiri kayu putih murni dari sumber terpercaya seperti DDistillers untuk kualitas terbaik.
-
Pastikan proses pencampuran KOH dan NaOH dilakukan dengan hati-hati, karena bersifat korosif.
-
Selalu gunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan kacamata).
-
Cek pH sebelum dikemas, agar sabun aman digunakan dan tidak terlalu basa.
-
Simpan sabun cair dalam botol tertutup rapat agar lebih awet.
Kesimpulan
Membuat sabun cair alami dengan minyak atsiri kayu putih adalah cara cerdas untuk menghasilkan produk kebersihan yang sehat, aman, dan bernilai tinggi. Dibandingkan sabun cair biasa, sabun ini memiliki keunggulan tambahan berupa efek antiseptik, aroma segar, dan manfaat menenangkan dari kayu putih.
Resep ini juga cocok bagi Anda yang ingin berkreasi di rumah atau bahkan mengembangkannya menjadi produk usaha kecil menengah (UMKM). Dengan bahan sederhana, teknik yang mudah dipelajari, dan tambahan minyak kayu putih berkualitas, sabun cair ini bisa menjadi pilihan higienis sekaligus alami untuk keluarga.
Djoru, M. R. B., & Neonufa, G. F. (2023). Pelatihan pembuatan sabun cair dan sabun padat berbasis minyak atsiri pada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang.SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat,2(5), 510-515.https://doi.org/10.55681/swarna.v2i5.519.
Leave Your Comment