Zero-Waste di Balik Minyak Sereh Wangi DDistillers: Komitmen Hijau PT Syailendra Bumi Investama

Di era di mana isu lingkungan semakin mendesak, industri minyak atsiri Indonesia menunjukkan potensi besar untuk berkontribusi pada keberlanjutan. PT Syailendra Bumi Investama, melalui brand DDistillers, telah menjadi pionir dalam menerapkan prinsip zero-waste dalam produksi minyak sereh wangi (citronella oil). Didirikan pada 2014 dan resmi beroperasi sejak 2018, perusahaan ini berbasis di Karanganyar, Jawa Tengah, dan fokus pada pertanian terintegrasi ramah lingkungan. Sebagai social enterprise, DDistillers tidak hanya menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi dari tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus dan Cymbopogon winterianus), tetapi juga memastikan setiap proses produksi minim dampak negatif terhadap alam. Komitmen hijau ini tercermin dalam pengolahan limbah penyulingan yang inovatif, penggunaan teknologi canggih, kolaborasi dengan petani lokal, dan dukungan dari Pertamina melalui program UMKM. Artikel ini akan mengupas bagaimana DDistillers mewujudkan visi zero-waste, sambil berkontribusi pada target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Prinsip Zero-Waste dalam Proses Penyulingan

Zero-waste bukan sekadar slogan bagi DDistillers; ini adalah fondasi operasional mereka. Dalam proses penyulingan minyak sereh wangi, perusahaan ini memastikan tidak ada limbah yang terbuang sia-sia. Setelah daun sereh wangi dipanen dari pertanian keluarga di Sumedang, Jawa Barat, daun tersebut disuling untuk mengekstrak minyak atsiri. Limbah utama dari proses ini adalah residu daun sereh yang telah kehilangan minyaknya, serta air hydrosol (air sisa penyulingan yang mengandung senyawa aromatik). DDistillers mengolah residu daun ini menjadi pupuk organik atau biomassa. Misalnya, daun bekas penyulingan difermentasi menjadi pakan ternak yang kaya nutrisi atau pupuk kompos bernama "Srinthil Wangi," yang terbuat dari campuran kotoran ternak dan residu organik. Pupuk ini kemudian dikembalikan ke petani untuk meningkatkan kesuburan tanah, menciptakan siklus tertutup yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Selain itu, hydrosol tidak dibuang; ia dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk sampingan seperti toner kulit alami atau pengharum ruangan. Pendekatan ini mengurangi limbah padat hingga hampir nol, dengan limbah cair diolah melalui sistem pengolahan air yang ramah lingkungan. Hasilnya, DDistillers berhasil mengurangi emisi karbon dari limbah dekomposisi dan mencegah pencemaran air, yang sering menjadi masalah di industri penyulingan tradisional. Proses ini tidak hanya hemat biaya—menghemat hingga 20-30% biaya produksi melalui daur ulang—tetapi juga mendukung ekonomi sirkular, di mana setiap output menjadi input baru.

Teknologi Steam Distillation dan Vacuum Distillation untuk Kemurnian dan Reduksi Dampak Lingkungan

Untuk menjaga kemurnian minyak sereh wangi sambil meminimalkan dampak lingkungan, DDistillers menggunakan dua teknologi utama: steam distillation dan vacuum distillation. Steam distillation adalah metode konvensional yang ditingkatkan: daun sereh segar dimasukkan ke ketel stainless steel, di mana uap panas (100-120°C) dialirkan untuk melepaskan senyawa volatil seperti citronellal dan geraniol. Uap kemudian dikondensasi, memisahkan minyak dari air. Teknologi ini efisien karena menggunakan uap dari sumber energi terbarukan, seperti biomassa dari limbah sebelumnya, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar fosil hingga 40%.

Untuk varian minyak yang lebih sensitif terhadap panas, DDistillers menerapkan vacuum distillation, di mana tekanan dikurangi untuk menurunkan titik didih, sehingga penyulingan bisa dilakukan pada suhu lebih rendah (sekitar 50-80°C). Hal ini mencegah degradasi senyawa aktif, menghasilkan minyak dengan kemurnian hingga 100%—dibuktikan melalui pengujian GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Vacuum distillation juga menghemat energi hingga 30% dan mengurangi emisi gas rumah kaca, karena prosesnya lebih cepat dan tidak memerlukan panas berlebih. Kedua teknologi ini dirancang untuk integrasi zero-waste: panas sisa dari steam distillation digunakan untuk memanaskan vacuum chamber, sementara limbah panas diubah menjadi energi untuk pengeringan residu daun. Hasilnya, emisi CO2 per ton minyak sereh wangi turun signifikan, mendukung transisi energi hijau.

Kolaborasi dengan Petani Lokal dan Dukungan Pertamina

Keberhasilan zero-waste DDistillers tak lepas dari kolaborasi erat dengan petani lokal. Perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 2.000 petani di berbagai desa, termasuk Sumedang, melalui "Paguyuban Emas Hijau"—sebuah forum pemberdayaan yang memberikan pelatihan budidaya organik dan penyulingan skala kecil. Petani ini menanam sereh wangi di lahan kritis yang sebelumnya tandus, mengubahnya menjadi lahan produktif yang menghasilkan minyak atsiri berkualitas ekspor. Kolaborasi ini menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani hingga 50%, dan memastikan pasokan bahan baku organik tanpa pestisida.

Dukungan dari Pertamina melalui program UMKM menjadi katalisator utama. Sejak akhir 2020, DDistillers menjadi mitra binaan Pertamina, menerima bantuan pendanaan, pelatihan, dan akses pasar. Program ini membantu perusahaan mencapai status Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang memungkinkan ekspansi bisnis dan ekspor ke 12 negara, seperti Jerman dan Jepang. Pada 2025, DDistillers masuk 20 besar UMKM terpilih di Pertamina SMEXPO, menunjukkan lompatan signifikan dalam skala operasional. Kolaborasi ini selaras dengan visi Pertamina untuk mendukung UMKM hijau, termasuk revitalisasi lahan kritis menjadi pusat produksi minyak atsiri.

Kontribusi terhadap Net Zero Emission 2060 dan SDGs

DDistillers berkontribusi langsung pada target NZE 2060 Indonesia, di mana emisi net-zero dicapai melalui transisi energi berkelanjutan. Melalui zero-waste dan teknologi rendah emisi, perusahaan mengurangi emisi CO2 hingga 50% per proses penyulingan, mendukung komitmen Pertamina sebagai pemimpin transisi energi. Data internal menunjukkan bahwa produksi minyak sereh wangi mereka setara dengan pengurangan 1.000 ton CO2 setahun melalui daur ulang limbah dan penggunaan biomassa, sejalan dengan target NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia untuk mengurangi emisi 29% pada 2030 dan mencapai NZE 2060. Selain itu, revitalisasi lahan kritis membantu penyerapan karbon melalui penanaman sereh wangi, yang bertindak sebagai carbon sink.

Terkait SDGs, DDistillers mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui reduksi emisi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menciptakan lapangan kerja bagi 2.000 petani, dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) via zero-waste. Perusahaan juga berkontribusi pada SDG 15 (Life on Land) dengan mengubah lahan tandus menjadi ekosistem produktif, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dengan Pertamina dan petani. Secara keseluruhan, inisiatif ini mendukung target nasional untuk mencapai 23% energi terbarukan pada 2025, dengan minyak atsiri sebagai bagian dari bioekonomi.

Kesimpulan

Komitmen hijau PT Syailendra Bumi Investama melalui DDistillers membuktikan bahwa industri minyak sereh wangi bisa menjadi model keberlanjutan. Dengan zero-waste yang inovatif, teknologi canggih, kolaborasi petani, dan dukungan Pertamina, perusahaan ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas ekspor tetapi juga berkontribusi pada NZE 2060 dan SDGs. Di tengah tantangan iklim global, cerita DDistillers menginspirasi: setiap tetes minyak sereh wangi adalah langkah menuju planet yang lebih hijau. Bagi konsumen, memilih DDistillers berarti mendukung masa depan berkelanjutan Indonesia.


Website Shopee Tokopedia Lazada BliBli 

Leave Your Comment