Resep
1 — Face Mist Antimikroba & Penyegar (100 ml)
Bahan:
- Clove Bud Hydrosol — 85 ml
- Aloe vera juice — 10 ml
- Gliserin (pelembap) — 3 ml
- Pengawet alami* (misalnya sodium
benzoate + potassium sorbate) — 2 ml
Cara
membuat:
- Campurkan Clove Bud Hydrosol, aloe
vera, dan gliserin dalam wadah bersih.
- Aduk perlahan hingga homogen.
- Tambahkan pengawet, lalu aduk
kembali.
- Tuang ke botol spray steril.
Cocok
dipakai sebagai penyegar wajah harian, sekaligus membantu menekan pertumbuhan
bakteri penyebab jerawat ringan.
Resep
2 — Mouthwash Herbal (100 ml)
Bahan:
- Clove Bud Hydrosol — 90 ml
- Ekstrak peppermint atau hydrosol
peppermint — 8 ml
- Xylitol (pemanis alami, antibakteri
mulut) — 2 g
Cara
membuat:
- Larutkan xylitol dalam Clove Bud
Hydrosol.
- Tambahkan peppermint
hydrosol/ekstrak, aduk hingga rata.
- Simpan dalam botol kaca gelap.
Gunakan
untuk berkumur, jangan ditelan. Membantu menyegarkan napas dan mendukung
kebersihan mulut.
Resep
3 — Deodorant Spray Herbal (100 ml)
Bahan:
- Clove Bud Hydrosol — 70 ml
- Alkohol 70% food/cosmetic grade — 20
ml
- Gliserin — 5 ml
- Tea tree essential oil — 5 tetes
(~0,5 ml, opsional)
Cara
membuat:
- Campurkan alkohol dan Clove Bud
Hydrosol.
- Tambahkan gliserin dan aduk rata.
- Jika ingin aroma lebih kompleks,
tambahkan tea tree oil.
- Tuang ke botol spray dan kocok
sebelum digunakan.
Efektif
untuk area lembap tubuh berkat sifat antimikroba cengkeh.
Resep
4 — Sabun Cair Antiseptik Lembut (250 ml)
Bahan:
- Clove Bud Hydrosol — 150 ml
- Sabun cair dasar (castile soap) — 90
ml
- Minyak kelapa fraksinasi — 5 ml
- Pengawet alami — sesuai kebutuhan
Cara
membuat:
- Campur sabun cair dasar dengan Clove
Bud Hydrosol.
- Tambahkan minyak kelapa fraksinasi
sebagai emolien.
- Masukkan pengawet.
- Simpan dalam botol pompa.
Cocok
untuk sabun tangan/mandi herbal yang lembut namun higienis.
Antimikroba
alami
Membantu
menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab infeksi ringan (misalnya Staphylococcus
aureus, Candida albicans) berkat kandungan eugenol larut-air.
Antiseptik
lembut
Dapat
diaplikasikan untuk membersihkan luka ringan atau kulit lembap yang rawan
iritasi tanpa meninggalkan sensasi panas berlebihan seperti minyak atsiri.
Anti-inflamasi
& analgesik ringan
Senyawa
fenolik seperti eugenol memiliki efek menenangkan rasa nyeri ringan serta
meredakan inflamasi kulit.
Antioksidan
Fraksi
polifenol dalam hidrosol mendukung perlindungan kulit dari stres oksidatif dan
penuaan dini.
Pendukung
kesehatan mulut
Dapat
diformulasikan sebagai mouthwash alami untuk menyegarkan napas dan mengurangi
pertumbuhan bakteri mulut.
Aromaterapi
relaksasi
Aroma
hangat-spicy dari hidrosol cengkeh memberi efek stimulasi lembut, membantu
meningkatkan fokus, energi mental, dan mengurangi stres ringan.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Toner
wajah alami
Membersihkan
pori, mengurangi minyak berlebih, serta membantu menjaga keseimbangan pH kulit
berkat kandungan senyawa fenolik.
Face
mist / body mist
Memberi
sensasi segar dengan aroma hangat-spicy yang khas, sekaligus membantu menekan
pertumbuhan bakteri penyebab bau badan ringan.
Deodorant
spray herbal
Sifat
antimikroba cengkeh mendukung efektivitas dalam mengurangi bau tidak sedap pada
area lembap tubuh.
Bahan
kosmetik alami
Dapat
diformulasikan ke dalam sabun cair herbal, pasta gigi alami, mouthwash, atau
hand sanitizer berbasis alami.
Room
spray / linen spray
Memberikan
aroma rempah hangat sekaligus mendukung kebersihan udara berkat sifat
antibakteri dan antifungal.
Perawatan
rambut & kulit kepala
Membantu
mengurangi ketombe ringan dan menjaga kesehatan kulit kepala karena aktivitas
antijamurnya.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- The chemical composition and biological activity of clove oil (Chaieb et al., 2007)
- Evaluation of antibacterial activity and chemical analysis of clove aqueous extract
- Antioxidant and Antimicrobial Activity of Plant Hydrosol
- Formulator’s Guide to Hydrosols (Formula Botanica)
- Hydrosols and their therapeutic potentials
- Hydrosols in aromatherapy and cosmetic applications
- The chemical composition and biological activity of clove oil (duplicate link)
- Clove (Syzygium aromaticum): a precious spice
- Clove Essential Oil: Extraction, Composition, Applications
- Syzygium aromaticum: Pharmacological review
- Recent advances in nutritional composition and biological properties of clove
- Eugenol: history and applications
- Bioaktivitas Hidrosol Serai Wangi dan Cengkeh (Skripsi UB)
- Clove Essential Oil study (MDPI Molecules)
CLOVE
BUD HYDROSOL / HIDROSOL BUNGA CENGKEH By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Syzygium aromaticum
INCI
name: Syzygium aromaticum (Clove) Water
Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%
HS
Code: 33019010
CAS#:
8000-34-8
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi uap
DESKRIPSI
PRODUK:
Clove
Bud Hydrosol (Hidrosol Bunga Cengkeh) adalah produk samping
bernilai tinggi dari proses penyulingan uap kuncup bunga Syzygium aromaticum
(cengkeh). Pada tahap distilasi, uap panas mengekstraksi senyawa volatil dari
kuncup bunga, lalu mengembun menjadi destilat yang terdiri dari dua fraksi:
minyak atsiri (fase minyak) dan hidrosol (fase air). Hidrosol inilah yang
mengandung molekul volatil larut air dalam konsentrasi rendah, termasuk
eugenol, eugenil asetat, dan β-kariofilena, yang memberikan sifat khas cengkeh
tetapi dengan aroma lebih ringan, lembut, dan aman digunakan langsung pada
kulit maupun diformulasikan dalam produk perawatan. Hidrosol berbeda dengan
minyak atsiri karena kandungan senyawa aktifnya jauh lebih rendah, sehingga
lebih sesuai untuk aplikasi sehari-hari dalam kosmetik, aromaterapi, maupun
produk wellness.
Secara
teknis, Clove Bud Hydrosol berbentuk cairan jernih hingga agak kekuningan
pucat. pH biasanya berada pada rentang asam ringan (3–6), yang sekaligus
mendukung sifat antimikroba alami. Hidrosol larut sepenuhnya dalam air dan
alkohol, tetapi tidak larut dalam minyak, sehingga cocok dijadikan fase air
dalam formulasi kosmetik berbasis emulsi maupun spray. Kandungan volatil utama
yang teridentifikasi dalam hidrosol meliputi eugenol (fenilpropanoid dengan
aktivitas antimikroba dan analgesik), eugenil asetat, serta β-kariofilena,
meskipun dalam kadar jauh lebih rendah dibanding minyak atsiri murni.
Secara
organoleptik, hidrosol bunga cengkeh menampilkan aroma hangat, pedas, dan manis
khas cengkeh, namun lebih lembut dibanding minyak atsirinya yang pekat.
Aromanya dapat digambarkan sebagai kombinasi antara herbal, balsamik, dan spicy
yang menenangkan. Dari sisi tampilan, hidrosol biasanya jernih, meskipun kadang
terlihat sedikit kekuningan atau kecokelatan ringan, tergantung kondisi
distilasi. Saat diaplikasikan pada kulit, ia memberikan sensasi segar sekaligus
hangat yang ringan, tanpa meninggalkan rasa berminyak. Keunikan karakter
aromatiknya membuat hidrosol ini populer sebagai bahan dalam face mist, body
spray, room spray, toner wajah, hingga bahan tambahan dalam sabun cair atau
lotion alami. Stabilitas produk ini relatif baik jika disimpan pada suhu
sejuk (10–25 °C) dan terlindung dari cahaya, dengan umur simpan 6–12 bulan;
penambahan pengawet alami dapat memperpanjang masa pakainya.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Cengkeh
adalah tanaman tropis penghasil kuncup bunga kering yang digunakan luas sebagai
rempah, obat tradisional, dan bahan industri. Nama ilmiahnya adalah Syzygium
aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry, berasal dari famili Myrtaceae.
Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis lembap dengan tanah subur, terutama di
Indonesia, Madagaskar, Tanzania, dan India. Bagi banyak masyarakat Nusantara,
cengkeh bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian penting dalam sejarah
perdagangan rempah global.
Klasifikasi
Taksonomi
- Kingdom:
Plantae
- Divisi:
Magnoliophyta
- Kelas:
Magnoliopsida
- Ordo:
Myrtales
- Famili:
Myrtaceae
- Genus:
Syzygium
- Spesies:
Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry
Morfologi
Tanaman
Ciri
morfologi cengkeh cukup khas dan dapat dikenali pada bagian vegetatif maupun
generatifnya:
- Pohon:
- Pohon
hijau abadi (evergreen).
- Tinggi
dapat mencapai 10–20 meter.
- Batang
tegak lurus dengan percabangan rimbun.
- Kulit
batang berwarna abu-abu, teksturnya halus.
- Daun:
- Tersusun
berhadapan (opposite).
- Bentuk
daun lanset sampai elips, panjang ± 5–15 cm.
- Warna
hijau tua, permukaan mengilap.
- Daun
tebal dan mengandung minyak atsiri, sehingga bila diremas mengeluarkan
aroma khas pedas-aromatik.
- Bunga:
- Bagian
yang paling bernilai ekonomi.
- Kuncup
bunga berbentuk kerucut kecil, panjang ± 1,5–2 cm.
- Pada
awalnya berwarna hijau, berubah menjadi merah muda, lalu dipanen sebelum
mekar untuk menghasilkan cengkeh kering.
- Mahkota
bunga kecil berwarna putih kekuningan, hanya terlihat bila bunga mekar
sempurna.
- Buah:
- Termasuk
tipe buah beri kecil berbentuk lonjong.
- Saat
matang berwarna ungu kehitaman.
- Jarang
dimanfaatkan, berbeda dengan kuncup bunganya yang menjadi produk utama.
- Akar:
- Akar
tunggang dengan percabangan luas, menopang pohon tinggi di tanah tropis
yang lembap.
Ciri
Khas
Hal
paling khas dari Syzygium aromaticum adalah kuncup bunganya yang kaya
minyak atsiri (15–20%), terutama eugenol, eugenil asetat, dan β-kariofilena.
Inilah yang memberi aroma kuat, pedas, sekaligus manfaat biologis seperti
antimikroba, antioksidan, dan analgesik. Karakter inilah yang juga menjadi
dasar pemanfaatan hidrosol bunga cengkeh, meskipun dengan kadar lebih ringan.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Cengkeh
(Syzygium aromaticum) merupakan salah satu rempah tertua yang telah
digunakan manusia selama lebih dari 2000 tahun. Bukti arkeologis menunjukkan
bahwa cengkeh sudah menjadi komoditas perdagangan sejak 1700 SM di Kepulauan
Maluku, Indonesia, yang dikenal sebagai “Spice Islands”. Bunga kering cengkeh
digunakan sebagai penyegar napas, bumbu masakan, dan komponen ritual dalam
masyarakat Tiongkok kuno, India, hingga Timur Tengah. Dalam catatan Dinasti Han
(sekitar 200 SM), pejabat istana diwajibkan mengunyah cengkeh sebelum berbicara
dengan kaisar untuk menjaga kesegaran napas dan kesehatan mulut.
Seiring
berkembangnya jalur perdagangan rempah, cengkeh menjadi salah satu rempah
bernilai tinggi yang menghubungkan Nusantara dengan dunia Arab, Eropa, hingga
Afrika. Minyak atsiri cengkeh, hasil penyulingan bunga kering, mulai digunakan
dalam pengobatan tradisional Ayurveda, Unani, dan kemudian kedokteran Eropa
pada abad pertengahan. Minyak ini terkenal karena sifat analgesik, antiseptik,
dan aromatiknya.
Dari
proses penyulingan minyak atsiri inilah lahir produk samping berupa Clove
Bud Hydrosol (Hidrosol Bunga Cengkeh). Pada awalnya, hidrosol dianggap
hanya sebagai “air sisa” dari penyulingan minyak atsiri. Namun, penelitian
modern menunjukkan bahwa hidrosol mengandung molekul volatil larut air, seperti
eugenol dalam kadar rendah, serta senyawa polar bioaktif yang tidak terambil
pada fase minyak. Hal ini menjadikannya bahan yang lebih lembut, aman, dan
praktis untuk digunakan.
Sejarah
penggunaan hidrosol cengkeh dalam bentuk modern mulai berkembang bersama tren aromaterapi
dan kosmetik alami di abad ke-20. Clove Bud Hydrosol kini digunakan sebagai
bahan alami untuk perawatan kulit, kebersihan mulut, penyegar udara, hingga
formulasi kosmetik herbal. Produk ini merepresentasikan transformasi dari
warisan rempah klasik Nusantara menuju aplikasi kontemporer yang berbasis
ilmiah.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga cengkeh Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak |
| Blend well | Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 12 bulan |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|