1. Essential oil eugenol: sources, extraction techniques and nutraceutical perspectives – RSC
  2. Extraction of Eugenol from Cloves – Lesson Plan for Chemistry Educators – Thermo Fisher Scientific
  3. Clove essential oil and eugenol: A review of their significance and uses – Science Direct
  4. Extraction and Analysis of Eugenol from Cloves - J Forensic Sci Educ
  5. Clove Essential Oil (Syzygium aromaticum L. Myrtaceae): Extraction, Chemical Composition, Food Applications, and Essential Bioactivity for Human Health - MDPI
  6. Extraction, Purification and Equipment Designing for Eugenol - IJERT
  7. Extraction of eugenol, a natural product, and the preparation of eugenol benzoate – Research Gate
  8. Enhanced Eugenol Composition in Clove Essential Oil by Deep Eutectic Solvent-Based Ultrasonic Extraction and Microwave-Assisted Hydrodistillation - MDPI
  9. Quantitative Analysis of Eugenol Content in Clove Oil (Eugenia caryophyllus) Extracted from Flower, Stem, and Leaf using GC-MS Instrument - NST
  10. Isolation and extraction of eugenol from cloves - a review – Wisdom Library
  11. Clove (Syzygium aromaticum): a precious spice - APJTB
  12. Historical story of Clove essential oil – PT Mitra Ayu
  13. Eugenolβ€”From the Remote Maluku Islands to the International Market Place: A Review of a Remarkable and Versatile Molecule - MDPI
  14. Eugenol (Clove Oil) – National Library of Medicine
  15. Eugenol – Science Direct
  16. Role of Clove in Human Medical History – Research Gate
  17. Eugenol as a Promising Molecule for the Treatment of Dermatitis: Antioxidant and Anti-inflammatory Activities and Its Nanoformulation - PubMed
  18. Pharmacological Properties and Health Benefits of Eugenol: A Comprehensive Review - PubMed
  19. Tailoring biomaterials for skin anti-aging – Science Direct
  20. Development and Sequential Analysis of a New Multi-Agent, Anti-Acne Formulation Based on Plant-Derived Antimicrobial and Anti-Inflammatory Compounds - MDPI
  21. Antibacterial and Preservative Potential of Eugenol and Isoeugenol in Cosmetics: A Natural Solution for Product Stability - MDPI
  22. Eugenol Nanoparticles in Dental Composites: Literature Review of Antimicrobial, Anti-Inflammatory, and Clinical Applications - MDPI
  23. Eugenol’s anti-cancer properties, its modulation of signalling pathways, and cascades across various cancers: A review – Sciennce Direct
  24. Eugenol: A Natural Compound with Versatile Pharmacological Actions – Semantic Scholar
  25. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Fisik Deodoran Spray Minyak Atsiri Daun Cengkeh – Selfi Ade Fitriani
  26. Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri sediaan Pasta Gigi Kombinasi Cangkang Telur Ayam dan Ekstrak Buga Cengkeh – PAPS Journal
  27. Formulasi Sediaan Sabun Padat Dari Ekstrak Minyak Daun Cengkeh (Syzigium aromaticum) – Research Gate
  28. Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Emulgel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh menggunakan metode (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) DPPH – Puspa Callista

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Senyawa fenolik (C10H12O2)

  • Mudah larut dalam alkohol dan minyak esensial, sehingga cepat diserap melalui kulit, dapat mematikan saraf nyeri sementara.
  • Membantu meredakan nyeri akut seperti sakit gigi atau otot.

Anti-inflamasi

  • Menghentikan peradangan dan mengurangi pembengkakan sendi atau dermatitis (dosis 10-50 mg/kg pada model hewan).

Antimikroba

  • Dapat membunuh bakteri Gram-positif/negatif (seperti S. aureus dan E. coli), jamur (C. albicans), serta virus (herpes simplex), juga dapat menjadi antibiotik untuk mengatasi resistensi.

Antioksidan & Neuroprotektif

  • Meningkatkan enzim antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan oksidatif, serta mencegah apoptosis sel otak.
  • Mengurangi kecemasan dan depresi di otak, serta mempercepat onset tidur.

Senyawa bioaktif tambahan (derivatif)

  • Isoeugenol β†’ Meningkatkan efek anticancer dengan menghambat proliferasi sel tumor (seperti kanker payudara).
  • Acetyl eugenol β†’ Memberikan perlindungan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah dan mencegah trombosis.

Perawatan kulit umum

  • Meredakan iritasi dan kemerahan kulit akibat gigitan serangga atau ruam, dengan sifat antiseptik eugenol yang melawan bakteri penyebab infeksi dan mengurangi peradangan.
  • Meningkatkan kelembapan kulit kering, berkat kemampuan antioksidan yang melawan radikal bebas dari polusi dan paparan sinar matahari.

Anti-aging & regenerasi kulit

  • Mengurangi tanda penuaan seperti keriput halus, dengan menghambat kerusakan kolagen akibat stres oksidatif dan memperkuat barier alami kulit.
  • Membantu regenerasi sel kulit baru melalui aktivitas anti-inflamasi yang melindungi dari penuaan dini akibat lingkungan.

Penyembuhan luka & bekas luka

  • Mempercepat penyembuhan luka ringan seperti goresan atau lecet, dengan sifat antimikroba yang mencegah infeksi dan mengurangi pembengkakan.
  • Memudarkan bekas luka lama melalui efek antioksidan yang merangsang produksi kolagen dan mengurangi jaringan parut.

Anti jerawat & inflamasi

  • Mengatasi jerawat dan komedo dengan menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes serta mengurangi minyak berlebih di kulit.
  • Meredakan radang kulit seperti dermatitis atau eksim, dengan menekan enzim peradangan COX-2 untuk efek anti-inflamasi yang cepat.

Kesehatan gigi & mulut

  • Meredakan sakit gigi dan sariawan secara alami sebagai anestetik lokal, dengan eugenol yang mematikan saraf nyeri sementara.
  • Melawan infeksi mulut seperti gingivitis, berkat sifat antiseptik yang membersihkan plak dan mencegah bau mulut.

Kesehatan pencernaan

  • Mengurangi mual, diare, dan kram perut akibat gangguan pencernaan, dengan efek antispasmodik yang menenangkan otot usus.
  • Membantu mengatasi infeksi saluran cerna ringan melalui aktivitas antimikroba terhadap patogen seperti E. coli.

Aromaterapi & kesehatan mental

  • Mengurangi stres dan kecemasan melalui aroma hangat yang menenangkan, memengaruhi reseptor otak untuk efek relaksasi mirip meditasi.
  • Meningkatkan kualitas tidur dengan menghambat sinyal stres di sistem saraf, ideal untuk aromaterapi malam hari.

Kesehatan pernapasan

  • Meredakan batuk dan radang tenggorokan sebagai ekspektoran alami, dengan eugenol yang melonggarkan lendir dan mengurangi iritasi.
  • Membantu mengatasi infeksi saluran napas seperti bronkitis, melalui sifat antiviral dan anti-inflamasi yang mendukung pernapasan lancar.

Deodoran Spray Anti-Bakteri (Kosmetik) (100 mL)

Bahan:

  • Crude Eugenol Natural Isolate Oil – 2 mL (2%)
  • Alkohol etanol 70% – 60 mL
  • Air suling – 35 mL
  • Gliserin – 3 mL (5%)
  • Vitamin E (sebagai pengawet) – 2-3 tetes (Opsional: tambah ekstrak teh hijau untuk aroma segar)

Cara membuat:

  1. Tuang alkohol etanol ke botol semprot kaca gelap.
  2. Tambahkan crude eugenol dan vitamin E, aduk hingga larut.
  3. Campur gliserin dan air suling, kocok perlahan hingga rata, biarkan istirahat 24 jam di tempat sejuk.

Catatan: Semprotkan 2-3 kali ke ketiak setelah mandi; ulangi sepanjang hari. Hindari kontak mata; tes patch kulit terlebih dahulu untuk sensitivitas.


Gel Anti-Inflamasi untuk Kulit (Farmasi/Kosmetik) (50 g)

Bahan:

  • Crude Eugenol Natural Isolate Oil – 1,5 mL (3%)
  • Karbomer (pengental gel) – 0,5 g (1%)
  • Propilen glikol – 5 mL (10%)
  • Air suling – 42 mL
  • Trietanolamin – 0,5 mL (sebagai pengental)
  • Tea tree essential oil – 2 tetes (Opsional: untuk efek antimikroba ekstra)

Cara membuat:

  1. Larutkan crude eugenol dalam propilen glikol di wadah bersih.
  2. Campur dengan air suling dan karbomer hingga membentuk gel dasar.
  3. Tambahkan trietanolamin perlahan sambil aduk hingga kental, masukkan essential oil opsional, simpan di jar kaca 24 jam.

Catatan: Oleskan tipis pada area iritasi atau jerawat 2 kali sehari; cuci tangan setelah pakai. Konsultasikan dokter untuk kulit sensitif atau luka terbuka.


Pasta Gigi Rumahan Anti-Karies (Farmasi) (100 g)

Bahan:

  • Crude Eugenol Natural Isolate Oil – 1 mL (1%)
  • Kalsium karbonat (dari cangkang telur bubuk) – 40 g (40%)
  • Gliserin – 20 mL (20%)
  • Natrium bikarbonat – 10 g (10%)
  • Air suling – 28 mL
  • Peppermint essential oil – 3 tetes (Opsional: untuk rasa segar).

Cara membuat:

  1. Campur kalsium karbonat dengan gliserin hingga halus.
  2. Tambahkan crude eugenol dan natrium bikarbonat, aduk rata.
  3. Masukkan air suling perlahan hingga jadi pasta, tambah essential oil opsional, simpan di toples kaca.

Catatan: Gosok gigi 2 kali sehari seperti pasta biasa; jangan telan. Gunakan dalam 1 bulan; ganti jika berubah warna atau bau.


Sabun Padat Pelembap (Kosmetik) (200 g)

Bahan:

  • Crude Eugenol Natural Isolate Oil – 4 mL (2%)
  • Minyak kelapa murni – 60 mL (30%)
  • Natrium hidroksida (lye) – 20 g (10%)
  • Air suling – 100 mL
  • Ekstrak daun cengkeh – 5 mL (tambahan)
  • Lavender essential oil – 5 tetes (Opsional: untuk relaksasi).

Cara membuat:

  1. Larutkan natrium hidroksida dalam air suling (hati-hati, panas!), dinginkan hingga 40Β°C.
  2. Panaskan minyak kelapa hingga cair, campur dengan larutan lye sambil aduk (saponifikasi).
  3. Tambahkan crude eugenol dan ekstrak di akhir, tuang ke cetakan, keringkan 24 jam lalu potong.

Catatan: Gunakan sabun basah untuk mandi harian; biarkan kering setelah pakai. Hindari anak kecil; tes alergi pada kulit.

CRUDE EUGENOL NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Crude-Eugenol

Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%

HS Code: 33019090

CAS#:

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Fractional Distillation.


DESKRIPSI PRODUK:

Crude Eugenol Natural Isolate Oil adalah isolat fenolik alami yang diekstrak dari minyak esensial daun cengkeh (Syzygium aromaticum) melalui fractional distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksi berdasarkan titik didih berbeda di bawah tekanan rendah (vacuum distillation) untuk menghindari degradasi termal dan menjaga integritas senyawa bioaktif. Proses ini dimulai dengan destilasi uap pada daun segar cengkeh untuk menghasilkan minyak esensial tanaman yang kaya eugenol (hingga 80-90%), kemudian minyak tersebut diproses lebih lanjut melalui fraksionasi destilasi kontinu untuk mendapatkan crude eugenol dengan konsentrasi minimal 98% yang memberikan aroma pedas menyengat khas cengkeh serta sifat bioaktif analgesik, anti-inflamasi, dan antimikroba.

Secara organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:

  • Warna: cokelat gelap hingga merah kecokelatan, akibat impurities alami dari sumber botani.
  • Aroma: kuat seperti cengkeh, pedas menyengat dengan nuansa manis-herbal yang hangat.
  • Tekstur: Cair kental, sedikit viskos, dengan evaporasi lambat pada suhu kamar.

Dari segi komposisi, eugenol adalah senyawa fenol utama (4-allyl-2-methoxyphenol, C10H12O2, hingga 98% dalam isolat crude), yang dikenal sebagai agen anestetik lokal, antioksidan kuat, dan inhibitor pertumbuhan bakteri seperti E. coli serta jamur Candida. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan perlindungan hepatoprotektif dari toksin lingkungan.

Crude eugenol telah digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat gigi alami dan pereda nyeri, sementara penelitian modern membuktikan potensinya dalam formulasi farmasi untuk infeksi mulut, kosmetik anti-jerawat, dan insektisida ramah lingkungan. Dengan stabilitasnya yang baik, isolat ini ideal untuk parfum oriental dan produk perawatan kulit seperti obat kumur atau krim anti-inflamasi, di mana ia meningkatkan daya tahan antimikroba dan memberikan efek hangat yang menenangkan jangka panjang.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Crude eugenol terutama berasal dari tanaman famili Myrtaceae seperti Syzygium aromaticum (sumber utama di Indonesia), serta dibudidayakan secara luas di wilayah tropis lembab lainnya seperti Madagaskar, Zanzibar, dan Sri Lanka sebagai penopang produksi minyak atsiri. Syzygium aromaticum adalah pohon evergreen tropis dengan distribusi asli di hutan hujan Kepulauan Maluku (atau Spice Islands) Indonesia, termasuk Maluku Utara dan Halmahera. Tanaman ini tumbuh di iklim tropis basah hangat (suhu 20-30Β°C, curah hujan tinggi 1.500-2.500 mm/tahun), sering di tanah vulkanik yang subur, liat, atau berdrainase baik dengan ketinggian 0-600 m dpl, dan memerlukan kelembaban tinggi serta perlindungan dari angin kencang.

Ciri-ciri botani

  • Habitus: Pohon sedang hingga tinggi 8–20 meter (umumnya 8-12 m di perkebunan), dengan tajuk padat berbentuk piramida atau oval lebar saat dewasa; kulit batang halus berwarna abu-abu kecoklatan yang menjadi kasar dan berkerut seiring usia, dengan aroma kuat saat digosok.
  • Batang & kulit kayu: Batang lurus berdiameter hingga 30-60 cm, kulit tipis (1-2 cm) berwarna coklat keabu-abuan dengan retakan longitudinal halus; kayu keras berwarna merah kecoklatan, mengandung resin dan senyawa aromatik, meskipun ekstraksi eugenol utama dari daun dan bunga.
  • Daun: Berpasangan (opposite), elips hingga lonjong (lanceolate), panjang 5–17 cm dan lebar 3–6 cm, tebal dan kulit (leathery), hijau mengkilap dengan titik-titik kelenjar minyak esensial yang menghasilkan eugenol (hingga 80-90% dalam minyak daun) sebagai pertahanan kimia terhadap hama.
  • Bunga: Bergerombol terminal (panikula) berwarna putih krem hingga merah muda, diameter 1-2 cm dengan 4 kelopak hijau tubular yang memanjang menjadi kuncup bunga merah (yang dikeringkan sebagai rempah cengkeh); benang sari filamen panjang putih, penyerbukan oleh serangga seperti lebah pada musim kemarau.
  • Buah: Drupa berbentuk oval atau pir (olive-shaped), panjang 2–3 cm, berwarna hijau muda berubah menjadi merah keunguan saat matang dalam 5-6 bulan, berisi 1 biji tunggal keras; buah jarang diekstrak, tetapi daun dan kuncup bunga adalah sumber utama eugenol.

Ekologi & distribusi

Syzygium aromaticum tumbuh di hutan hujan tropis primer atau sekunder, toleran terhadap naungan parsial dan banjir musiman, berperan dalam menjaga kesuburan tanah melalui daun yang membusuk kaya nutrisi dan habitat bagi serangga penyerbuk endemik. Distribusinya kini meluas ke perkebunan komersial di Asia Tenggara dan Afrika Timur, dengan eugenol berfungsi sebagai senyawa allelopatik yang menghambat pertumbuhan gulma dan patogen tanah (aktivitas antimikroba alami).

Peran ekologis

Selain sebagai penghasil minyak atsiri dari daun dan kuncupnya, Syzygium aromaticum juga memiliki nilai ekologis tinggi:

  • Menyediakan habitat bagi satwa liar di ekosistem hutan tropis, termasuk burung pemakan buah dan serangga polinator.
  • Akar fibrosa yang luas mencegah erosi tanah di lereng perbukitan dan daerah rawan banjir.
  • Daun dan getah mendukung biodiversitas mikroba tanah serta penyerbuk melalui senyawa volatile seperti eugenol yang menarik serangga bermanfaat sambil menolak hama.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Crude eugenol, senyawa fenolik utama dalam minyak atsiri cengkeh, memiliki sejarah panjang sebagai elemen pengobatan tradisional di berbagai budaya Asia Tenggara dan Timur Jauh. Sejak lebih dari 2.000 tahun lalu, masyarakat Maluku (Indonesia) menggunakan kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai obat alami untuk meredakan sakit gigi, infeksi mulut, dan gangguan pencernaan, sering dikunyah langsung atau direbus menjadi infus. Di Cina kuno (sekitar 200 SM), cengkeh yang kaya eugenol dicatat dalam teks medis seperti "Shennong Bencao Jing" sebagai ramuan antiseptik untuk membersihkan mulut sebelum bertemu kaisar, serta untuk mengobati mual dan batuk. Sementara itu, di India melalui pengobatan Ayurveda, cengkeh dioleskan sebagai pasta untuk mengurangi peradangan sendi dan sebagai afrodisiak, memanfaatkan sifat analgesik eugenol.

Di Yunani Kuno (sekitar 300 SM), meskipun perdagangan rempah belum meluas, catatan Hippocrates menyebutkan penggunaan rempah mirip cengkeh untuk perawatan gigi, yang kemudian menyebar ke Romawi melalui Jalur Sutra. Pada Abad Pertengahan, pedagang Portugis dan Belanda memperkenalkan cengkeh ke Eropa pada abad ke-16, di mana eugenol dari minyak cengkeh menjadi bahan utama dalam obat gigi rumahan dan parfum, seperti dalam campuran "clove water" untuk mengharumkan ruangan dan meredakan sakit kepala. Penelitian modern dimulai pada abad ke-19 ketika ahli kimia Prancis Auguste Cahours mengisolasi eugenol murni dari minyak cengkeh pada 1834, mengidentifikasi strukturnya sebagai 4-allyl-2-methoxyphenol. Pada 1920-an, studi farmakologi Jerman menunjukkan aktivitas antimikroba eugenol terhadap bakteri seperti Staphylococcus, membuka jalan untuk penggunaannya dalam obat kumur modern seperti Listerine (yang mengandung eugenol hingga 0,1%).

Di era pasca-Perang Dunia II, eugenol diakui sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) oleh FDA pada 1958 untuk aplikasi kosmetik, dengan dosis aman hingga 0,5% dalam produk oral. Kini, dengan tren bahan alami dalam farmasi, crude eugenol dipelajari untuk potensinya sebagai antiviral terhadap virus seperti herpes dan sebagai antioksidan dalam suplemen anti-penuaan, dari pengobatan tradisional menjadi agen antimikroba dan anti-inflamasi yang divalidasi secara ilmiah dalam formulasi gigi, insektisida ramah lingkungan.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak esensial dari cengkeh (Syzygium aromaticum).

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Eugenol (4-allyl-2-methoxyphenol, C10H12O2), dengan kandungan minimal 98% (isomer utama dari clove oil)

Organoleptik
  • Warna: Cokelat gelap hingga merah kecokelatan.
  • Aroma: Kuat seperti cengkeh, pedas menyengat dengan nuansa manis-herbal yang khas.
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik.

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial lain seperti vanila atau kayu manis, serta carrier oil untuk formulasi parfum atau farmasi.

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (di bawah 25Β°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah oksidasi dan evaporasi volatil. 

Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Uji patch pada kulit 24 jam sebelum penggunaan; dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi
  • Hindari kontak mata dan inhalasi berlebih (>100 ppm); bilas dengan air jika iritasi, hentikan pemakaian.
  • Flammable; jauhi api dan sumber panas.

Tulis ulasan