- Essential oil eugenol: sources, extraction techniques and nutraceutical perspectives β RSC
- Extraction of Eugenol from Cloves β Lesson Plan for Chemistry Educators β Thermo Fisher Scientific
- Clove essential oil and eugenol: A review of their significance and uses β Science Direct
- Extraction and Analysis of Eugenol from Cloves - J Forensic Sci Educ
- Clove Essential Oil (Syzygium aromaticum L. Myrtaceae): Extraction, Chemical Composition, Food Applications, and Essential Bioactivity for Human Health - MDPI
- Extraction, Purification and Equipment Designing for Eugenol - IJERT
- Extraction of eugenol, a natural product, and the preparation of eugenol benzoate β Research Gate
- Enhanced Eugenol Composition in Clove Essential Oil by Deep Eutectic Solvent-Based Ultrasonic Extraction and Microwave-Assisted Hydrodistillation - MDPI
- Quantitative Analysis of Eugenol Content in Clove Oil (Eugenia caryophyllus) Extracted from Flower, Stem, and Leaf using GC-MS Instrument - NST
- Isolation and extraction of eugenol from cloves - a review β Wisdom Library
- Clove (Syzygium aromaticum): a precious spice - APJTB
- Historical story of Clove essential oil β PT Mitra Ayu
- EugenolβFrom the Remote Maluku Islands to the International Market Place: A Review of a Remarkable and Versatile Molecule - MDPI
- Eugenol (Clove Oil) β National Library of Medicine
- Eugenol β Science Direct
- Role of Clove in Human Medical History β Research Gate
- Eugenol as a Promising Molecule for the Treatment of Dermatitis: Antioxidant and Anti-inflammatory Activities and Its Nanoformulation - PubMed
- Pharmacological Properties and Health Benefits of Eugenol: A Comprehensive Review - PubMed
- Tailoring biomaterials for skin anti-aging β Science Direct
- Development and Sequential Analysis of a New Multi-Agent, Anti-Acne Formulation Based on Plant-Derived Antimicrobial and Anti-Inflammatory Compounds - MDPI
- Antibacterial and Preservative Potential of Eugenol and Isoeugenol in Cosmetics: A Natural Solution for Product Stability - MDPI
- Eugenol Nanoparticles in Dental Composites: Literature Review of Antimicrobial, Anti-Inflammatory, and Clinical Applications - MDPI
- Eugenolβs anti-cancer properties, its modulation of signalling pathways, and cascades across various cancers: A review β Sciennce Direct
- Eugenol: A Natural Compound with Versatile Pharmacological Actions β Semantic Scholar
- Formulasi dan Evaluasi Sediaan Fisik Deodoran Spray Minyak Atsiri Daun Cengkeh β Selfi Ade Fitriani
- Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri sediaan Pasta Gigi Kombinasi Cangkang Telur Ayam dan Ekstrak Buga Cengkeh β PAPS Journal
- Formulasi Sediaan Sabun Padat Dari Ekstrak Minyak Daun Cengkeh (Syzigium aromaticum) β Research Gate
- Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Emulgel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh menggunakan metode (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) DPPH β Puspa Callista
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Senyawa
fenolik (C10H12O2)
- Mudah
larut dalam alkohol dan minyak esensial, sehingga cepat diserap melalui kulit,
dapat mematikan saraf nyeri sementara.
- Membantu
meredakan nyeri akut seperti sakit gigi atau otot.
Anti-inflamasi
- Menghentikan
peradangan dan mengurangi pembengkakan sendi atau dermatitis (dosis 10-50 mg/kg
pada model hewan).
Antimikroba
- Dapat
membunuh bakteri Gram-positif/negatif (seperti S. aureus dan E. coli), jamur
(C. albicans), serta virus (herpes simplex), juga dapat menjadi antibiotik
untuk mengatasi resistensi.
Antioksidan
& Neuroprotektif
- Meningkatkan
enzim antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan oksidatif, serta mencegah
apoptosis sel otak.
- Mengurangi
kecemasan dan depresi di otak, serta mempercepat onset tidur.
Senyawa
bioaktif tambahan (derivatif)
- Isoeugenol β Meningkatkan efek anticancer dengan menghambat proliferasi sel tumor (seperti kanker payudara).
- Acetyl
eugenol β Memberikan perlindungan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan
darah dan mencegah trombosis.
Perawatan
kulit umum
- Meredakan
iritasi dan kemerahan kulit akibat gigitan serangga atau ruam, dengan sifat
antiseptik eugenol yang melawan bakteri penyebab infeksi dan mengurangi
peradangan.
- Meningkatkan
kelembapan kulit kering, berkat kemampuan antioksidan yang melawan radikal
bebas dari polusi dan paparan sinar matahari.
Anti-aging
& regenerasi kulit
- Mengurangi
tanda penuaan seperti keriput halus, dengan menghambat kerusakan kolagen akibat
stres oksidatif dan memperkuat barier alami kulit.
- Membantu
regenerasi sel kulit baru melalui aktivitas anti-inflamasi yang melindungi dari
penuaan dini akibat lingkungan.
Penyembuhan
luka & bekas luka
- Mempercepat
penyembuhan luka ringan seperti goresan atau lecet, dengan sifat antimikroba
yang mencegah infeksi dan mengurangi pembengkakan.
- Memudarkan
bekas luka lama melalui efek antioksidan yang merangsang produksi kolagen dan
mengurangi jaringan parut.
Anti
jerawat & inflamasi
- Mengatasi
jerawat dan komedo dengan menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes serta mengurangi minyak berlebih di kulit.
- Meredakan
radang kulit seperti dermatitis atau eksim, dengan menekan enzim peradangan
COX-2 untuk efek anti-inflamasi yang cepat.
Kesehatan
gigi & mulut
- Meredakan
sakit gigi dan sariawan secara alami sebagai anestetik lokal, dengan eugenol
yang mematikan saraf nyeri sementara.
- Melawan
infeksi mulut seperti gingivitis, berkat sifat antiseptik yang membersihkan
plak dan mencegah bau mulut.
Kesehatan
pencernaan
- Mengurangi
mual, diare, dan kram perut akibat gangguan pencernaan, dengan efek
antispasmodik yang menenangkan otot usus.
- Membantu
mengatasi infeksi saluran cerna ringan melalui aktivitas antimikroba terhadap
patogen seperti E. coli.
Aromaterapi
& kesehatan mental
- Mengurangi
stres dan kecemasan melalui aroma hangat yang menenangkan, memengaruhi reseptor
otak untuk efek relaksasi mirip meditasi.
- Meningkatkan
kualitas tidur dengan menghambat sinyal stres di sistem saraf, ideal untuk
aromaterapi malam hari.
Kesehatan
pernapasan
- Meredakan batuk dan radang tenggorokan sebagai ekspektoran alami, dengan eugenol yang melonggarkan lendir dan mengurangi iritasi.
- Membantu
mengatasi infeksi saluran napas seperti bronkitis, melalui sifat antiviral dan
anti-inflamasi yang mendukung pernapasan lancar.
Deodoran
Spray Anti-Bakteri (Kosmetik) (100 mL)
Bahan:
- Crude
Eugenol Natural Isolate Oil β 2 mL (2%)
- Alkohol
etanol 70% β 60 mL
- Air
suling β 35 mL
- Gliserin
β 3 mL (5%)
- Vitamin
E (sebagai pengawet) β 2-3 tetes (Opsional: tambah ekstrak teh hijau untuk
aroma segar)
Cara
membuat:
- Tuang
alkohol etanol ke botol semprot kaca gelap.
- Tambahkan
crude eugenol dan vitamin E, aduk hingga larut.
- Campur
gliserin dan air suling, kocok perlahan hingga rata, biarkan istirahat 24 jam
di tempat sejuk.
Catatan: Semprotkan
2-3 kali ke ketiak setelah mandi; ulangi sepanjang hari. Hindari kontak mata;
tes patch kulit terlebih dahulu untuk sensitivitas.
Gel
Anti-Inflamasi untuk Kulit (Farmasi/Kosmetik) (50 g)
Bahan:
- Crude
Eugenol Natural Isolate Oil β 1,5 mL (3%)
- Karbomer
(pengental gel) β 0,5 g (1%)
- Propilen
glikol β 5 mL (10%)
- Air
suling β 42 mL
- Trietanolamin
β 0,5 mL (sebagai pengental)
- Tea
tree essential oil β 2 tetes (Opsional: untuk efek antimikroba ekstra)
Cara
membuat:
- Larutkan
crude eugenol dalam propilen glikol di wadah bersih.
- Campur
dengan air suling dan karbomer hingga membentuk gel dasar.
- Tambahkan
trietanolamin perlahan sambil aduk hingga kental, masukkan essential oil
opsional, simpan di jar kaca 24 jam.
Catatan: Oleskan
tipis pada area iritasi atau jerawat 2 kali sehari; cuci tangan setelah pakai.
Konsultasikan dokter untuk kulit sensitif atau luka terbuka.
Pasta
Gigi Rumahan Anti-Karies (Farmasi) (100 g)
Bahan:
- Crude
Eugenol Natural Isolate Oil β 1 mL (1%)
- Kalsium
karbonat (dari cangkang telur bubuk) β 40 g (40%)
- Gliserin
β 20 mL (20%)
- Natrium
bikarbonat β 10 g (10%)
- Air
suling β 28 mL
- Peppermint
essential oil β 3 tetes (Opsional: untuk rasa segar).
Cara
membuat:
- Campur
kalsium karbonat dengan gliserin hingga halus.
- Tambahkan
crude eugenol dan natrium bikarbonat, aduk rata.
- Masukkan
air suling perlahan hingga jadi pasta, tambah essential oil opsional, simpan di
toples kaca.
Catatan: Gosok
gigi 2 kali sehari seperti pasta biasa; jangan telan. Gunakan dalam 1 bulan;
ganti jika berubah warna atau bau.
Sabun
Padat Pelembap (Kosmetik) (200 g)
Bahan:
- Crude
Eugenol Natural Isolate Oil β 4 mL (2%)
- Minyak
kelapa murni β 60 mL (30%)
- Natrium
hidroksida (lye) β 20 g (10%)
- Air
suling β 100 mL
- Ekstrak
daun cengkeh β 5 mL (tambahan)
- Lavender
essential oil β 5 tetes (Opsional: untuk relaksasi).
Cara
membuat:
- Larutkan
natrium hidroksida dalam air suling (hati-hati, panas!), dinginkan hingga 40Β°C.
- Panaskan
minyak kelapa hingga cair, campur dengan larutan lye sambil aduk
(saponifikasi).
- Tambahkan
crude eugenol dan ekstrak di akhir, tuang ke cetakan, keringkan 24 jam lalu
potong.
Catatan: Gunakan
sabun basah untuk mandi harian; biarkan kering setelah pakai. Hindari anak
kecil; tes alergi pada kulit.
CRUDE
EUGENOL NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI name: Crude-Eugenol
Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%
HS
Code: 33019090
CAS#:
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Fractional Distillation.
DESKRIPSI
PRODUK:
Crude
Eugenol Natural Isolate Oil adalah isolat fenolik alami yang diekstrak dari
minyak esensial daun cengkeh (Syzygium aromaticum) melalui fractional
distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksi berdasarkan titik didih
berbeda di bawah tekanan rendah (vacuum distillation) untuk menghindari
degradasi termal dan menjaga integritas senyawa bioaktif. Proses ini dimulai
dengan destilasi uap pada daun segar cengkeh untuk menghasilkan minyak esensial
tanaman yang kaya eugenol (hingga 80-90%), kemudian minyak tersebut diproses
lebih lanjut melalui fraksionasi destilasi kontinu untuk mendapatkan crude
eugenol dengan konsentrasi minimal 98% yang memberikan aroma pedas menyengat
khas cengkeh serta sifat bioaktif analgesik, anti-inflamasi, dan antimikroba.
Secara
organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:
- Warna: cokelat gelap hingga merah
kecokelatan, akibat impurities alami dari sumber botani.
- Aroma: kuat seperti cengkeh, pedas
menyengat dengan nuansa manis-herbal yang hangat.
- Tekstur: Cair kental, sedikit viskos,
dengan evaporasi lambat pada suhu kamar.
Dari
segi komposisi, eugenol adalah senyawa fenol utama (4-allyl-2-methoxyphenol,
C10H12O2, hingga 98% dalam isolat crude), yang dikenal sebagai agen anestetik
lokal, antioksidan kuat, dan inhibitor pertumbuhan bakteri seperti E. coli
serta jamur Candida. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan
perlindungan hepatoprotektif dari toksin lingkungan.
Crude
eugenol telah digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat gigi alami
dan pereda nyeri, sementara penelitian modern membuktikan potensinya dalam
formulasi farmasi untuk infeksi mulut, kosmetik anti-jerawat, dan insektisida
ramah lingkungan. Dengan stabilitasnya yang baik, isolat ini ideal untuk parfum
oriental dan produk perawatan kulit seperti obat kumur atau krim
anti-inflamasi, di mana ia meningkatkan daya tahan antimikroba dan memberikan
efek hangat yang menenangkan jangka panjang.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Crude
eugenol terutama berasal dari tanaman famili Myrtaceae seperti Syzygium
aromaticum (sumber utama di Indonesia), serta dibudidayakan secara luas di
wilayah tropis lembab lainnya seperti Madagaskar, Zanzibar, dan Sri Lanka
sebagai penopang produksi minyak atsiri. Syzygium aromaticum adalah pohon
evergreen tropis dengan distribusi asli di hutan hujan Kepulauan Maluku (atau
Spice Islands) Indonesia, termasuk Maluku Utara dan Halmahera. Tanaman ini
tumbuh di iklim tropis basah hangat (suhu 20-30Β°C, curah hujan tinggi
1.500-2.500 mm/tahun), sering di tanah vulkanik yang subur, liat, atau
berdrainase baik dengan ketinggian 0-600 m dpl, dan memerlukan kelembaban
tinggi serta perlindungan dari angin kencang.
Ciri-ciri
botani
- Habitus:
Pohon sedang hingga tinggi 8β20 meter (umumnya 8-12 m di perkebunan),
dengan tajuk padat berbentuk piramida atau oval lebar saat dewasa; kulit
batang halus berwarna abu-abu kecoklatan yang menjadi kasar dan berkerut
seiring usia, dengan aroma kuat saat digosok.
- Batang
& kulit kayu: Batang lurus berdiameter hingga
30-60 cm, kulit tipis (1-2 cm) berwarna coklat keabu-abuan dengan retakan
longitudinal halus; kayu keras berwarna merah kecoklatan, mengandung resin
dan senyawa aromatik, meskipun ekstraksi eugenol utama dari daun dan bunga.
- Daun:
Berpasangan (opposite), elips hingga lonjong (lanceolate), panjang 5β17 cm
dan lebar 3β6 cm, tebal dan kulit (leathery), hijau mengkilap dengan
titik-titik kelenjar minyak esensial yang menghasilkan eugenol (hingga
80-90% dalam minyak daun) sebagai pertahanan kimia terhadap hama.
- Bunga:
Bergerombol terminal (panikula) berwarna putih krem hingga merah muda,
diameter 1-2 cm dengan 4 kelopak hijau tubular yang memanjang menjadi
kuncup bunga merah (yang dikeringkan sebagai rempah cengkeh); benang sari
filamen panjang putih, penyerbukan oleh serangga seperti lebah pada musim
kemarau.
- Buah:
Drupa berbentuk oval atau pir (olive-shaped), panjang 2β3 cm, berwarna
hijau muda berubah menjadi merah keunguan saat matang dalam 5-6 bulan,
berisi 1 biji tunggal keras; buah jarang diekstrak, tetapi daun dan kuncup
bunga adalah sumber utama eugenol.
Ekologi
& distribusi
Syzygium
aromaticum tumbuh di hutan hujan tropis primer atau sekunder, toleran terhadap
naungan parsial dan banjir musiman, berperan dalam menjaga kesuburan tanah
melalui daun yang membusuk kaya nutrisi dan habitat bagi serangga penyerbuk
endemik. Distribusinya kini meluas ke perkebunan komersial di Asia Tenggara dan
Afrika Timur, dengan eugenol berfungsi sebagai senyawa allelopatik yang
menghambat pertumbuhan gulma dan patogen tanah (aktivitas antimikroba alami).
Peran
ekologis
Selain
sebagai penghasil minyak atsiri dari daun dan kuncupnya, Syzygium aromaticum
juga memiliki nilai ekologis tinggi:
- Menyediakan
habitat bagi satwa liar di ekosistem hutan tropis, termasuk burung pemakan
buah dan serangga polinator.
- Akar
fibrosa yang luas mencegah erosi tanah di lereng perbukitan dan daerah
rawan banjir.
- Daun
dan getah mendukung biodiversitas mikroba tanah serta penyerbuk melalui
senyawa volatile seperti eugenol yang menarik serangga bermanfaat sambil
menolak hama.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Crude
eugenol, senyawa fenolik utama dalam minyak atsiri cengkeh, memiliki sejarah
panjang sebagai elemen pengobatan tradisional di berbagai budaya Asia Tenggara
dan Timur Jauh. Sejak lebih dari 2.000 tahun lalu, masyarakat Maluku
(Indonesia) menggunakan kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai obat
alami untuk meredakan sakit gigi, infeksi mulut, dan gangguan pencernaan,
sering dikunyah langsung atau direbus menjadi infus. Di Cina kuno (sekitar 200
SM), cengkeh yang kaya eugenol dicatat dalam teks medis seperti "Shennong
Bencao Jing" sebagai ramuan antiseptik untuk membersihkan mulut sebelum
bertemu kaisar, serta untuk mengobati mual dan batuk. Sementara itu, di India
melalui pengobatan Ayurveda, cengkeh dioleskan sebagai pasta untuk mengurangi
peradangan sendi dan sebagai afrodisiak, memanfaatkan sifat analgesik eugenol.
Di
Yunani Kuno (sekitar 300 SM), meskipun perdagangan rempah belum meluas, catatan
Hippocrates menyebutkan penggunaan rempah mirip cengkeh untuk perawatan gigi,
yang kemudian menyebar ke Romawi melalui Jalur Sutra. Pada Abad Pertengahan,
pedagang Portugis dan Belanda memperkenalkan cengkeh ke Eropa pada abad ke-16,
di mana eugenol dari minyak cengkeh menjadi bahan utama dalam obat gigi rumahan
dan parfum, seperti dalam campuran "clove water" untuk mengharumkan
ruangan dan meredakan sakit kepala. Penelitian modern dimulai pada abad ke-19
ketika ahli kimia Prancis Auguste Cahours mengisolasi eugenol murni dari minyak
cengkeh pada 1834, mengidentifikasi strukturnya sebagai
4-allyl-2-methoxyphenol. Pada 1920-an, studi farmakologi Jerman menunjukkan
aktivitas antimikroba eugenol terhadap bakteri seperti Staphylococcus, membuka
jalan untuk penggunaannya dalam obat kumur modern seperti Listerine (yang
mengandung eugenol hingga 0,1%).
Di
era pasca-Perang Dunia II, eugenol diakui sebagai GRAS (Generally Recognized as
Safe) oleh FDA pada 1958 untuk aplikasi kosmetik, dengan dosis aman hingga 0,5%
dalam produk oral. Kini, dengan tren bahan alami dalam farmasi, crude eugenol
dipelajari untuk potensinya sebagai antiviral terhadap virus seperti herpes dan
sebagai antioksidan dalam suplemen anti-penuaan, dari pengobatan tradisional
menjadi agen antimikroba dan anti-inflamasi yang divalidasi secara ilmiah dalam
formulasi gigi, insektisida ramah lingkungan.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Minyak esensial dari cengkeh (Syzygium aromaticum). Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Eugenol (4-allyl-2-methoxyphenol, C10H12O2), dengan kandungan minimal 98% (isomer utama dari clove oil) |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik. |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial lain seperti vanila atau kayu manis, serta carrier oil untuk formulasi parfum atau farmasi. |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Simpan
di tempat sejuk (di bawah 25Β°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah
oksidasi dan evaporasi volatil. |
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|