IDE FORMULASI:

Obat Tetes Sakit Gigi (Dental Relief Drops) (30 mL)

Bahan:

  • Eugenol SP Natural Isolate Oil – 2 mL (7%) – untuk efek analgesik dan antiseptik lokal
  • Minyak Wijen atau Minyak Zaitun (carrier oil) – 28 mL (93%) – untuk pengenceran dan melembabkan gusi

Cara membuat:

  1. Siapkan botol kaca gelap 30 mL untuk melindungi dari cahaya dan oksidasi.
  2. Tuang minyak wijen ke dalam botol.
  3. Tambahkan Eugenol SP secara perlahan, aduk atau kocok hingga rata, biarkan istirahat 24 jam di tempat sejuk.

Catatan: Teteskan 1-2 tetes langsung ke gusi atau gigi sakit, pijat lembut 1-2 menit, 2-3 kali sehari untuk meredakan nyeri sementara. Hindari menelan atau penggunaan berlebih untuk mencegah iritasi; buang jika rasa terbakar berlebih. Aman untuk dewasa, hindari pada anak di bawah 12 tahun atau ibu hamil; lakukan patch test di pergelangan tangan. Dosis maksimal 5-10% untuk aplikasi mulut.


Krim Anti-Inflamasi untuk Kulit (Soothing Skin Cream) (50 g)

Bahan:

  • Eugenol SP Natural Isolate Oil – 1 mL (2%) – untuk sifat antiinflamasi dan antioksidan pada kulit
  • Lilin Lebah (beeswax) – 20 g (40%) – untuk tekstur kental dan pelindung kulit
  • Minyak Kelapa Murni – 20 g (40%) – untuk melembabkan dan meresap cepat
  • Air Mawar (rose water) – 9 g (18%) – untuk efek soothing dan hidrasi ringan

Cara membuat:

  1. Siapkan toples kaca steril 50 g untuk penyimpanan.
  2. Lelehkan lilin lebah dan minyak kelapa di panci ganda pada suhu rendah (di bawah 60Β°C).
  3. Tambahkan Eugenol SP, aduk hingga rata, dinginkan sedikit lalu campur air mawar sambil kocok hingga kental.
  4. Tuang ke toples dan dinginkan hingga padat, simpan di kulkas.

Catatan: Oleskan tipis pada area meradang seperti jerawat atau iritasi kulit 1-2 kali sehari, biarkan meresap 10 menit. Cocok untuk kulit kering; gunakan hingga 1 bulan. Hindari penggunaan berlebih untuk mencegah iritasi; aman untuk dewasa, hindari pada anak di bawah 6 tahun atau kulit sensitif; lakukan patch test. Dosis maksimal 1-2% untuk aplikasi kulit.


Minyak Pijat Relaksasi (Relaxation Massage Oil) (100 mL)

Bahan:

  • Eugenol SP Natural Isolate Oil – 3 mL (3%) – untuk aroma pedas hangat dan efek calming
  • Minyak Almond Manis atau Jojoba Oil (carrier oil) – 97 mL (97%) – untuk pengenceran dan nutrisi kulit

Cara membuat:

  1. Siapkan botol kaca gelap 100 mL untuk kestabilan aroma.
  2. Tuang minyak almond ke dalam botol.
  3. Tambahkan Eugenol SP, kocok kuat selama 1 menit hingga tercampur sempurna, biarkan istirahat 24 jam di tempat sejuk.

Catatan: Hangatkan sedikit di telapak tangan, pijat ke bahu atau leher 10-15 menit sebelum tidur untuk relaksasi dan pengurangan stres. Gunakan 1-2 kali seminggu; aroma pedasnya membantu fokus mental. Hindari pada kulit sensitif atau luka; aman untuk dewasa, hindari pada anak di bawah 12 tahun atau ibu hamil; lakukan patch test. Dosis maksimal 3% untuk pijat.


Semprot Antiseptik untuk Luka Kecil (Wound Antiseptic Spray) (50 mL)

Bahan:

  • Eugenol SP Natural Isolate Oil – 1,5 mL (3%) – untuk sifat antimikroba dan pencegahan infeksi
  • Air Suling (distilled water) – 48,5 mL (97%) – sebagai basis semprot yang ringan
  • Gliserin – 0,5 mL (1%) – untuk melembabkan dan mencegah kekeringan kulit

Cara membuat:

  1. Siapkan botol semprot kaca 50 mL untuk aplikasi mudah.
  2. Campur gliserin dan Eugenol SP di dalam botol.
  3. Tambahkan air suling, kocok hingga rata, biarkan istirahat 24 jam agar stabil.

Catatan: Semprotkan 2-3 kali pada luka gores atau gigitan serangga, biarkan kering alami 1-2 kali sehari untuk pencegahan infeksi. Jangan gunakan pada luka dalam; buang setelah 2 minggu. Hindari inhalasi berlebih; aman untuk dewasa, hindari pada anak di bawah 6 tahun atau kulit rusak; lakukan patch test. Dosis maksimal 3% untuk semprot topikal.

 

Masker Wajah Antioksidan (Antioxidant Face Mask) (50 g, 1 aplikasi)

Bahan:

  • Eugenol SP Natural Isolate Oil – 0,5 mL (1%) – untuk perlindungan radikal bebas dan glowing kulit
  • Madu Mentah – 20 g (40%) – untuk hidrasi alami dan antibakteri
  • Yogurt Plain – 20 g (40%) – untuk eksfoliasi lembut dan pH seimbang
  • Tepung Oatmeal – 9,5 g (19%) – untuk tekstur pasta dan soothing iritasi

Cara membuat:

  1. Siapkan mangkuk kaca steril untuk pencampuran.
  2. Campur madu dan yogurt hingga rata.
  3. Tambahkan Eugenol SP dan tepung oatmeal, aduk hingga pasta halus, gunakan segera atau simpan dingin hingga 1 hari.

Catatan: Oleskan merata ke wajah bersih, diamkan 10-15 menit, bilas dengan air hangat 2 kali seminggu untuk kulit glowing. Hindari jika alergi madu; cuci tangan setelahnya. Aman untuk dewasa, hindari pada anak atau kulit berjerawat parah; lakukan patch test. Dosis maksimal 1% untuk masker wajah.

Perawatan Kulit dan Kosmetik

  • Digunakan dalam lotion, krim, atau sabun sebagai agen antioksidan untuk melindungi kulit dari iritasi ringan dan penuaan dini akibat radikal bebas.
  • Pengawet alami yang menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada formula produk.
  • Membantu menjaga kestabilan dan keamanan kosmetik tanpa bahan sintetis.

Pereda Nyeri dan Inflamasi Topikal

  • Diterapkan secara lokal pada area nyeri seperti gusi atau kulit untuk efek mati rasa sementara dan pengurangan pembengkakan ringan.
  • Dalam bentuk tetes atau gel untuk meredakan ketidaknyamanan harian seperti iritasi kulit atau gigitan serangga.

Aromaterapi dan Relaksasi

  • Dicampur dengan carrier oil untuk pijat atau diffuser, memberikan aroma pedas hangat yang menenangkan.
  • Mendukung relaksasi mental dan pengurangan stres melalui inhalasi atau aplikasi topikal pada pergelangan tangan.

Pengendalian Hama dan Pengawetan Non-Kosmetik

  • Sebagai insektisida alami ringan untuk semprotan topikal pada tanaman atau permukaan rumah tangga.
  • Efektif melawan jamur dan bakteri tanpa residu berbahaya.
  • Sebagai pewangi dalam produk rumah tangga seperti lilin atau pembersih
  1. Essential oil eugenol: sources, extraction techniques and nutraceutical perspectives – RSC Advances
  2. Biological Properties and Prospects for the Application of Eugenolβ€”A Review - MDPI
  3. Essential oils: Advances in extraction techniques, chemical composition, bioactivities, and emerging applications – Science Direct
  4. Extraction, Purification and Equipment Designing for Eugenol - IJERT
  5. A Comprehensive Review on Advanced Extraction Techniques for Retrieving Bioactive Components from Natural Sources – ACS Publications
  6. Research Progress on Extraction, Separation, and Purification Methods of Plant Essential Oils - MDPI
  7. Optimization of Eugenol Extraction from Clove Oil using Response Surface Methodology - CCSENET
  8. Use of eugenol-lean clove extract as a flavoring agent and natural antioxidant in mayonnaise: product characterization and storage study - PubMed
  9. Extraction and Analysis of Eugenol from Cloves – Research Gate
  10. Eugenolβ€”From the Remote Maluku Islands to the International Market Place: A Review of a Remarkable and Versatile Molecule - MDPI
  11. Plant Monoterpenoids (Prospective Pesticides) – Science Direct
  12. Eugenol (Clove Oil) - NIH
  13. Penggunaan Methyl Eugenol Terhadap Serangan Lalat Buah (Bactrocera Sp.) Pada Tanaman Cabai Keriting (Capsicum Annum L.) Di Kota Tomohon - COCOS
  14. Kombinasikan Insektisida dan Metil Eugenol, Periset BRIN Tawarkan Solusi Menjanjikan - BRIN
  15. Pengaruh Konsentrasi Penambahan Eugenol Daun Cengkeh Terhadap Kecernaan Nutrien Ransum Pada Ayam Pedaging – Research Gate
  16. Biological Properties and Prospects for the Application of Eugenolβ€”A Review - MDPI
  17. Eugenol: A Natural Compound with Versatile Pharmacological Actions – Sage Journals
  18. Pharmacological Properties and Health Benefits of Eugenol: A Comprehensive Review - PubMed
  19. The Benefits and Role of Eugenol - Oxidants and Antioxidants in Medical Science
  20. Eugenol: An Insight Into the Anticancer Perspective and Pharmacological Aspects - PubMed
  21. Neuroprotective Properties of Clove (Syzygium aromaticum): State of the Art and Future Pharmaceutical Applications for Alzheimer’s Disease - MDPI
  22. Eugenol: A novel therapeutic agent for the inhibition of Candida species infection - PubMed
  23. Eugenol attenuates inflammatory response and enhances barrier function during lipopolysaccharide-induced inflammation in the porcine intestinal epithelial cells - PubMed
  24. Protective role of Eugenol against the destructive effects of lead on conditioned fear memory in male rats with post-traumatic stress disorder-related behavioral traits - ELSEVIER
  25. Eugenol as a Promising Molecule for the Treatment of Dermatitis: Antioxidant and Anti-inflammatory Activities and Its Nanoformulation - PubMed
  26. Eugenol-rich Fraction of Syzygium aromaticum (Clove) Reverses Biochemical and Histopathological Changes in Liver Cirrhosis and Inhibits Hepatic Cell Proliferation - JCP
  27. 25 Manfaat Tanaman Cengkeh, Rahasia Obat Gigi - E-Jurnal

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Analgesik dan Anestesi Lokal untuk Nyeri Gigi/Mulut

  • Meredakan pulpitis akut dan nyeri pasca-ekstraksi hingga 70% melalui blokade kanal ion (Na+ dan Ca2+).
  • Digunakan dalam semen sementara (ZOE cement) atau obat tetes
  • Efektif melawan infeksi mulut seperti kandidiasis pada pasien HIV/AIDS.

Anti-inflamasi untuk Gangguan Sendi dan Saluran Pencernaan

  • Menekan mediator seperti COX-2, NF-ΞΊB, TNF-Ξ±, dan IL-8 untuk mengurangi peradangan pada arthritis atau ulkus lambung.
  • Melindungi mukosa usus dari lipopolysaccharide (LPS)-induced inflammation.

Neuroprotektif untuk Gangguan Kognitif

  • Meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi akumulasi AΞ² pada model Alzheimer (seperti 5Γ—FAD mouse).
  • Melindungi neuron dari necroptosis serta stres oksidati.
  • Potensial untuk terapi memori dan neuropati.

Antidiabetik dan Hipolipidemik

  • Menghambat Ξ±-glukosidase untuk menurunkan glukosa darah hingga 70%, serta mengurangi LDL dan trigliserida hingga 80% melalui inhibisi HMG-CoA reductase.
  • Bermanfaat untuk pencegahan diabetes dan hiperkolesterolemia.

Antikanker dan Antimutagenik

  • Menginduksi apoptosis pada sel kanker (seperti MCF-7 payudara dan HT-29 kolon) tanpa toksisitas pada sel sehat, melalui inhibisi survivin dan MMP-9.
  • Mengurangi risiko mutasi DNA.

Antifungal dan Antiviral untuk Infeksi

  • Menghambat virulence Candida albicans dan bakteri seperti MRSA dengan merusak membran sel
  • Menunjukkan efek antiviral dan anti-seizure untuk infeksi pernapasan atau epilepsi.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

EUGENOL USP NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Eugenol USP

Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%

HS Code: 33019090

CAS#:

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Fractional Distillation.


DESKRIPSI PRODUK:

Eugenol SP Natural Isolate Oil adalah isolat fenolik alami dengan kemurnian tinggi yang diekstrak dari minyak esensial Syzygium aromaticum (cengkeh) melalui fractional distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksi berdasarkan titik didih berbeda di bawah tekanan rendah (vacuum distillation) untuk menghindari degradasi termal dan menjaga integritas senyawa bioaktif. Proses ini dimulai dengan penyadapan cengkeh segar dari perkebunan tropis Indonesia dan India untuk menghasilkan minyak atsiri kaya eugenol (hingga 45-90% dalam clove buds), kemudian minyak tersebut diproses lebih lanjut melalui fraksionasi destilasi kontinu setelah hydrodistillation awal, diikuti isolasi dengan basa (seperti NaOH) dan pengasaman untuk mendapatkan isolat eugenol SP dengan konsentrasi minimal 99% yang memberikan aroma pedas-rempah khas serta sifat bioaktif antiseptik, antiinflamasi, dan analgesik.

Secara organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:

  • Warna: Kuning pucat hingga kecoklatan.
  • Aroma: pedas dan hangat seperti cengkeh segar, dengan nuansa manis-aromatik, earthy, dan rempah yang menyengat serta merangsang.
  • Tekstur: Cair berminyak dan viskos, dengan evaporasi lambat pada suhu kamar, ideal untuk formulasi yang memerlukan kestabilan aroma dan bioaktivitas jangka panjang.

Dari segi komposisi, eugenol adalah senyawa fenolik utama (4-allyl-2-methoxyphenol, C₁₀H₁₂Oβ‚‚, hingga 99% dalam isolat SP), yang dikenal sebagai agen antioksidan kuat (menghambat peroksidasi lipid hingga 97% dan scavenging radikal DPPH, antimikroba, serta antiinflamasi. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas antikanker, neuroprotektif (melindungi dari stres oksidatif dan neuropati dengan meningkatkan glutathione), antidiabetik (menghambat Ξ±-glukosidase dan menurunkan glukosa darah hingga 70%), serta hipokolesterolemik.

Eugenol SP telah digunakan dalam pengobatan tradisional dari ekstrak cengkeh sebagai obat sakit gigi, antiseptik luka, dan pereda batuk, sementara penelitian modern membuktikan potensinya dalam formulasi farmasi untuk dental cement, obat kumur antibakteri, dan terapi antiinflamasi untuk arthritis serta infeksi pernapasan, serta dalam kosmetik antioksidan dan insektisida alami. Dengan stabilitasnya yang baik terhadap oksidasi dan sensitivitas rendah terhadap cahaya, isolat ini ideal untuk parfum oriental-spicy, serta aromaterapi seperti minyak esensial untuk relaksasi dan pengurangan nyeri, di mana ia meningkatkan daya tahan antimikroba dan memberikan efek calming serta fokus sensorik yang berkelanjutan.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Eugenol SP terutama berasal dari tanaman famili Myrtaceae seperti Syzygium aromaticum (cengkeh, sumber utama di Indonesia), serta dibudidayakan secara luas di wilayah tropis dan subtropis lainnya seperti Madagascar, Tanzania, Sri Lanka, dan Zanzibar sebagai penopang produksi minyak atsiri kaya eugenol. Syzygium aromaticum adalah pohon hijau abadi asli dari hutan tropis Kepulauan Maluku (Moluccas) di Indonesia, dengan distribusi alami terpusat di pulau-pulau seperti Bacan, Makian, Moti, Ternate, dan Tidore, termasuk wilayah Sulawesi dan Sumatra. Tanaman ini tumbuh di iklim tropis lembab (suhu 20-30Β°C, curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun), sering di tanah vulkanik subur, liat, atau berpasir dengan drainase baik dan ketinggian 0-600 m dpl, serta memerlukan naungan parsial saat muda, sinar matahari penuh saat dewasa, dan toleransi tinggi terhadap kelembaban tinggi serta angin sedang.

Ciri-ciri botani

  • Habitus: Pohon sedang hingga besar 8–30 meter (umumnya 10-15 m di perkebunan), dengan tajuk kerucut lebat atau payung lebar saat dewasa; kulit batang halus berwarna abu-abu kecoklatan saat muda yang menjadi kasar dan retak dalam saat tua, dengan aroma rempah kuat saat digosok, menghasilkan bunga kering kaya eugenol (hingga 70-90% dalam minyak atsiri) sebagai pertahanan kimia terhadap patogen dan herbivora.
  • Batang & kulit kayu: Batang lurus berdiameter hingga 30 cm, kulit tipis (hingga 2-3 cm) berwarna coklat keabu-abuan dengan retakan longitudinal dangkal dan sisik halus; kayu keras berwarna merah kecoklatan, mengandung resin dan senyawa fenolik, meskipun ekstraksi eugenol SP utama dari bunga kering melalui distilasi uap dan fraksionasi.
  • Daun: Berhadapan (opposite, decussate), berbentuk elips atau lonjong (elliptical-lanceolate) panjang 10–18 cm dan lebar 5–7 cm, tebal dan kulit (leathery), hijau gelap mengkilap dengan titik kelenjar minyak esensial yang menghasilkan aroma eugenol volatil untuk perlindungan dari serangga dan kekeringan, bertahan 2-3 tahun.
  • Bunga: Majemuk terminal berbentuk tanduk (panicle) berwarna merah muda hingga merah tua (crimson), panjang 3-6 cm dengan 20-50 tunas bunga; tunas bunga berbentuk kuku (nail-shaped) panjang 1,5–2 cm, terdiri dari hipantium panjang, 4 sepal menyebar, 4 kelopak belum terbuka membentuk bola kecil, dan banyak benang sari kuning keabu-abuan; penyerbukan oleh serangga (entomophilous) pada musim hujan, menghasilkan tunas bunga yang dipanen sebelum mekar untuk produksi eugenol.
  • Buah: Drupa ovoid atau bulat lonjong berwarna ungu gelap hingga hitam, panjang 2–2,5 cm dan diameter 1–1,5 cm, matang dalam 5-6 bulan berubah dari hijau menjadi ungu, berisi 1 biji tunggal berbentuk ginjal (reniform) panjang 1-1,5 cm; buah juicy dan edible meskipun rasa pedas, dengan dispersi oleh burung dan mamalia, meskipun bunga kering adalah sumber utama eugenol SP.

Ekologi & distribusi

Syzygium aromaticum tumbuh di hutan tropis primer/sekunder, perkebunan monokultur, atau sistem agroforestri, toleran terhadap naungan sedang, banjir musiman, dan tanah asam (pH 5,5-6,5), berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem melalui akar lateral yang luas menahan air dan habitat bagi flora/herbivora endemik. Distribusinya kini meluas ke perkebunan komersial di Afrika Timur dan Asia Selatan, dengan eugenol berfungsi sebagai senyawa allelopatik yang menghambat pertumbuhan gulma dan patogen tanah (aktivitas antimikroba serta antioksidan alami).

Peran ekologis

Selain sebagai penghasil minyak atsiri dari bunga keringnya yang kaya eugenol SP, Syzygium aromaticum juga memiliki nilai ekologis tinggi:

  • Menyediakan habitat bagi satwa liar di ekosistem tropis, termasuk burung pemakan buah seperti merpati dan kera, serta serangga polinator seperti lebah dan kupu-kupu yang tertarik pada bunga harum.
  • Akar fibrosa dan lateral yang dangkal hingga sedang mencegah erosi tanah di lereng perbukitan dan daerah rawan banjir akibat hujan monsun.
  • Daun dan bunga mendukung biodiversitas mikroba tanah serta penyerbuk melalui senyawa volatile seperti eugenol yang menarik serangga bermanfaat sambil menolak hama serta mempromosikan regenerasi hutan pasca-panen atau gangguan alam.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Eugenol SP, atau Eugenol Special Purity, merupakan isolat eugenol dengan kemurnian tinggi (minimal 99%) yang diekstrak dari minyak atsiri cengkeh (Syzygium aromaticum), dan merupakan bentuk olahan modern dari eugenol alami yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Asal-usul eugenol dapat ditelusuri ke Kepulauan Maluku (Moluccas), Indonesia, di mana pohon cengkeh asli tumbuh liar dan dibudidayakan oleh masyarakat lokal sejak abad ke-3 Masehi. Suku-suku di Maluku, seperti penduduk Ternate dan Tidore, menggunakan bunga kering cengkeh sebagai obat tradisional untuk meredakan sakit gigi, infeksi, dan gangguan pencernaan, berkat kandungan eugenol yang mencapai 70-90% dalam minyak atsirinya. Pada masa Perang Rempah-rempah (abad 16-17), cengkeh menjadi komoditas berharga yang dieksploitasi oleh Portugis, Belanda, dan Inggris, membawa eugenol ke Eropa sebagai bahan obat dan pewangi.

Secara ilmiah, eugenol pertama kali diidentifikasi pada tahun 1824 oleh ahli kimia Prancis, Joseph BienaimΓ© Caventou dan Pierre-Joseph Pelletier, meskipun isolasi murni baru dilakukan pada tahun 1929 dari Eugenia caryophyllata (nama lama cengkeh). Nama "eugenol" berasal dari genus Eugenia, mencerminkan sumber utamanya. Pada tahun 1837, eugenol dikombinasikan dengan magnesium oxide untuk menciptakan bahan pengisi gigi sementara, yang kemudian diganti dengan zinc oxide pada akhir abad ke-19, menjadi dasar ZOE (zinc oxide eugenol) cement yang masih digunakan hingga kini. Produksi komersial eugenol dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1940, didorong oleh permintaan industri farmasi dan makanan selama Perang Dunia II. Di Indonesia, sebagai produsen cengkeh terbesar dunia (sekitar 60% pasokan global), pengembangan eugenol SP muncul pada era pasca-kolonial (1950-an), dengan fraksionasi distilasi untuk kemurnian tinggi guna memenuhi standar ekspor farmasi dan kosmetik. Hingga 2025, eugenol SP diproduksi secara berkelanjutan di perkebunan Maluku dan Sulawesi, dengan inovasi seperti vakum distilasi untuk menjaga bioaktivitasnya.

Eugenol SP, sebagai isolat murni, memiliki aplikasi luas di berbagai industri berkat sifat antiseptik, analgesik, antiinflamasi, dan antioksidannya yang kuat. Eugenol SP digunakan sebagai insektisida alami ringan terhadap jamur dan bakteri tanah, serta dalam formulasi biopestisida untuk tanaman tropis. Penggunaan eugenol SP harus hati-hati karena potensi alergi atau toksisitas pada dosis tinggi (>2,5 g/kg berat badan), disarankan konsultasi profesional. Di Indonesia, produk seperti Eugenol SP Natural Isolate Oil (500 mL) tersedia untuk rumah tangga dan industri, mendukung ekonomi lokal dari perkebunan cengkeh.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak atsiri yang berasal dari pohon Syzygium aromaticum (cengkeh).

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Eugenol (C₁₀H₁₂Oβ‚‚), dengan kandungan 15-20% di clove buds dan mayoritas (hingga 70-90%) sebagai isomer utama dalam bentuk crude oil.

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kecoklatan.
  • Aroma: Pedas dan menyengat seperti cengkeh, dengan nuansa manis-aromatik, earthy, dan rempah yang khas.
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik.

Blend well

Pedas dan menyengat seperti cengkeh, dengan nuansa manis-aromatik, earthy, dan rempah yang khas.

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (di bawah 25Β°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah oksidasi dan evaporasi volatil. 

Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Uji patch pada kulit 24 jam sebelum penggunaan; dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi
  • Hindari kontak mata dan inhalasi berlebih (>100 ppm); bilas dengan air jika iritasi, hentikan pemakaian.
  • Flammable; jauhi api dan sumber panas.

Tulis ulasan