Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Manual of Cultivated Plants – Archive.org
- Analysis of Variation of Water Quality in Kelani River – IJEAB
- DNA Amounts of Roses – PubMed
- Conventional Taxonomy (Wild Roses) – ResearchGate
- Rosa damascena as Holy Ancient Herb – ScienceDirect
- Rose Oil and Hydrosol Production in Bulgaria – MDPI
- Extraction of Rose Hydrosol – Frontiers in Sustainable Food Systems
- Volatile Profile of Garden Rose Hydrosol – MDPI
- Hydrosols as Natural Antimicrobial Agents – PMC
- Guideline for Safety Assessment of Cosmetic Products – NPRA
- ASEAN Cosmetic GMP Guidelines – ASEAN Cosmetics Association
- Effect of Distillation Time on Rosa damascena Hydrosol – ScienceDirect
- Handbook of Essential Oils – Google Books
- Rosa damascena Hydrosol in Diabetic Rats – MDPI
- Volatile Profile of Rose Hydrosol – MDPI
- Hydrosols and Microbial Growth – PubMed
- Comparative Study of Rose Oils and Hydrosols – MDPI
- Chemical Composition of Rose Water – PubMed
- Rose Hydrosol Extraction & Antioxidant Activity – Frontiers
MANFAAT
TERAPEUTIK:
5.1. Efek
Antiinflamasi dan Antioksidan
Berbagai studi ilmiah
menunjukkan bahwa senyawa volatil dalam hydrosol mawar memiliki kemampuan
antioksidan yang signifikan, terutama karena kandungan phenylethyl
alcohol dan citronellol. Studi Jakubczyk et al. (2021)
menunjukkan bahwa ekstrak dan hydrosol mawar mampu menetralkan radikal bebas
(DPPH dan ABTS assay) serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan
endogen.
Efek ini membantu mengurangi stres oksidatif pada kulit, mencegah
penuaan dini, serta mempercepat proses regenerasi jaringan epitel.
Selain itu, penelitian Mahboubi
(2016) melaporkan bahwa senyawa geraniol dan nerol dalam
hydrosol mawar menurunkan produksi mediator inflamasi seperti TNF-α dan IL-6,
yang menjelaskan efek antiinflamasi topikal dan sistemik. Karena itu,
hydrosol mawar sering digunakan sebagai bahan soothing agent pada kulit
sensitif, dermatitis ringan, luka bakar, atau iritasi akibat sinar UV.
5.2. Efek
Antimikroba dan Antiseptik Alami
Hydrosol mawar memiliki
aktivitas antimikroba ringan, baik terhadap bakteri Gram positif maupun
Gram negatif. Studi oleh Uysal et al. (2016) dan Boskabady et al.
(2011) menunjukkan bahwa hydrosol dari Rosa damascena mampu menghambat
pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans, dan
Pseudomonas aeruginosa.
Efek ini disebabkan
oleh adanya citronellol dan geraniol, yang dapat merusak membran
sel mikroba serta menghambat metabolisme energi bakteri.
Manfaat antimikroba
tersebut menjadikan hydrosol mawar sangat berguna dalam:
- perawatan luka superfisial dan
kulit berjerawat,
- pembersih kulit alami,
- serta pengganti alkohol
ringan dalam produk facial toner dan cleansing mist.
5.3. Efek
Psikoterapeutik dan Neurofisiologis
Dari sisi aromaterapi
dan psikofisiologi, hydrosol mawar memiliki efek anxiolytic (penenang
kecemasan), antidepresan ringan, dan sedatif. Mekanisme kerja
utamanya melibatkan aktivasi sistem limbik dan penurunan aktivitas simpatis,
yang menghasilkan sensasi tenang dan relaksasi emosional (Boskabady et al.,
2011).
Penelitian klinis oleh Mahboubi
(2016) melaporkan bahwa inhalasi aroma mawar menurunkan tekanan darah,
frekuensi napas, dan kadar kortisol serum pada individu dengan stres akut.
Efek ini juga diamati dalam terapi non-farmakologis untuk pasien insomnia,
kecemasan pra-operasi, dan kelelahan kronis.
Senyawa phenylethyl
alcohol diyakini memiliki efek neuroaktif yang memicu perasaan
bahagia dan meningkatkan aktivitas neurotransmiter serotonin, menjelaskan
mengapa aroma mawar digunakan dalam terapi depresi ringan atau kelelahan
emosional (Jakubczyk et al., 2021).
5.4. Efek
Gastrointestinal dan Antispasmodik
Dalam pengobatan
tradisional Persia dan Unani, air mawar digunakan sebagai antispasmodik
ringan, carminative (pengurang gas), dan stomachic (penguat lambung). Studi
eksperimental menunjukkan bahwa komponen volatil pada hydrosol mawar dapat mengendurkan
otot polos saluran cerna dan menghambat kontraksi yang disebabkan oleh
asetilkolin (Boskabady et al., 2011).
Efek ini menjelaskan penggunaan tradisionalnya untuk mengurangi kembung,
nyeri perut ringan, dan gangguan pencernaan fungsional.
Selain itu, konsumsi
oral hydrosol mawar dalam dosis aman juga dikaitkan dengan peningkatan
kualitas tidur dan pencernaan, kemungkinan karena efek relaksasi sistem
saraf parasimpatis yang ditimbulkannya (Mahboubi, 2016).
5.5. Efek
Dermatologis dan Terapeutik Kulit
Hydrosol mawar
merupakan bahan penting dalam dermokosmetika alami berkat efek
sinergisnya sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan humektan
alami.
Beberapa penelitian melaporkan manfaatnya dalam:
- Meningkatkan hidrasi kulit dan
memperkuat skin barrier,
- Mengurangi eritema dan
kemerahan setelah ekspos sinar UV,
- Meningkatkan penyembuhan luka
superfisial dan luka bakar ringan,
- Menghambat enzim tirosinase
(pencerah kulit alami),
serta
- Meningkatkan produksi kolagen
fibroblas dermal
(Jakubczyk et al., 2021; Dobreva et al., 2023).
Dengan demikian, rose
hydrosol dianggap sebagai fitokosmetika aktif yang berpotensi tinggi
untuk aplikasi dalam anti-aging, perawatan kulit sensitif, dan terapi
pasca-laser atau peeling kimia ringan.
5.6. Potensi
Imunomodulator dan Antikanker (Data Eksperimental Awal)
Beberapa studi in
vitro dan in vivo awal menunjukkan bahwa ekstrak dan hydrosol mawar
memiliki efek imunomodulator dan sitotoksik selektif terhadap sel kanker
tertentu. Studi oleh Boskabady et al. (2011) mencatat bahwa fraksi air
mawar dapat menekan proliferasi sel HeLa (kanker serviks) dan MCF-7 (kanker
payudara) melalui mekanisme apoptosis yang melibatkan caspase-3 activation.
Namun, data ini masih bersifat eksperimental dan belum divalidasi secara
klinis, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar klaim pengobatan kanker.
7.1. Formulasi 1 — Natural Facial
Toner (Soothing & Balancing Toner)
Tujuan:
Menenangkan kulit, menghidrasi ringan, dan menyeimbangkan pH kulit setelah
pembersihan.
Formula:
|
Bahan |
Konsentrasi (%) |
Fungsi |
|
Hydrosol Rose (Rosa hybrida) |
85.0 |
Fase air utama, memberikan aroma,
efek soothing & toning |
|
Glycerin (vegetal origin) |
3.0 |
Humektan alami |
|
Sodium Hyaluronate (0.1% soln) |
1.0 |
Humektan, pengikat air dermal |
|
Aloe vera extract |
2.0 |
Anti-inflamasi, menenangkan |
|
Panthenol (Vitamin B5) |
0.5 |
Regenerasi kulit |
|
Phenoxyethanol &
Ethylhexylglycerin |
0.8 |
Pengawet broad-spectrum |
|
pH adjusted (citric acid/sodium
citrate) |
— |
Menyesuaikan pH ke 4.5–5.5 |
Metode Pembuatan:
Campurkan bahan fase air secara steril, aduk hingga homogen, saring (0.22 µm
filter), lalu kemas dalam botol kaca atau PET gelap.
Aplikasi: semprotkan ke wajah setelah mencuci muka, sebelum serum atau
pelembap.
7.2. Formulasi 2 — Rose
Aromatherapy Mist / Room & Linen Spray
Tujuan:
Memberikan aroma relaksasi dan meningkatkan mood dengan efek anxiolytic.
Formula:
|
Bahan |
Konsentrasi (%) |
Fungsi |
|
Hydrosol Rose |
90.0 |
Fase air aromatik utama |
|
Ethanol 95% (food/cosmetic grade) |
5.0 |
Pelarut & antimikroba
tambahan |
|
Glycerin |
2.0 |
Humektan ringan untuk tekstil |
|
Essential oil lavender (opsional) |
0.3 |
Efek relaksasi tambahan |
|
Disodium EDTA |
0.1 |
Stabilizer ion logam |
|
Pengawet alami
(Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate) |
0.6 |
Pengawet alami, pencegah
kontaminasi mikroba |
Metode Pembuatan:
Campur ethanol dan essential oil (jika ada), tambahkan hydrosol dan bahan
lainnya, aduk homogen, kemudian saring dan isi ke dalam botol semprot kaca
amber.
Aplikasi: disemprotkan pada udara ruangan,
linen, atau bantal sebelum tidur.
7.3. Formulasi 3 — Rose Hydrosol
Moisturizing Gel
Tujuan:
Menghidrasi kulit dan memberikan sensasi segar tanpa rasa berminyak.
Formula:
|
Bahan |
Konsentrasi (%) |
Fungsi |
|
Hydrosol Rose |
70.0 |
Fase air utama, aroma &
antioksidan ringan |
|
Propanediol (natural glycol) |
5.0 |
Humektan & pelarut ringan |
|
Aloe vera extract |
3.0 |
Menenangkan & mempercepat
regenerasi kulit |
|
Hydroxyethylcellulose |
0.7 |
Pembentuk gel |
|
Panthenol |
1.0 |
Emollient & anti-inflamasi |
|
Niacinamide |
2.0 |
Pencerah kulit & barrier
strengthening |
|
Preservative (Phenoxyethanol) |
0.8 |
Pengawet |
|
Sodium citrate / citric acid |
— |
Menyesuaikan pH ke 5.0–5.5 |
|
Air deionisasi |
s.d. 100% |
Pelarut tambahan |
Metode Pembuatan:
Dispersikan hydroxyethylcellulose dalam hydrosol; tambahkan bahan lain satu per
satu sambil diaduk perlahan. Saring steril dan simpan dalam wadah air-tight.
7.4. Formulasi 4 — Herbal Beverage
/ Functional Drink (Food-grade Hydrosol)
Tujuan:
Minuman penyegar alami dengan aroma floral dan potensi efek relaksasi ringan.
Formula:
|
Bahan |
Konsentrasi (%) |
Fungsi |
|
Hydrosol Rose (food-grade) |
95.0 |
Fase utama aromatik |
|
Lemon juice (fresh) |
3.0 |
Penyeimbang rasa & pH |
|
Madu alami |
2.0 |
Pemanis alami & antioksidan |
|
Citric acid |
0.05 |
Penstabil pH (~3.5–4.0) |
Metode Pembuatan:
Campurkan semua bahan secara higienis, pasteurisasi ringan (70°C selama 10
menit), kemas dalam botol kaca steril.
Klaim edukatif: "Refreshing rose hydrosol drink for mild
relaxation and antioxidant support."
7.5. Catatan Formulasi &
Pengujian
- Uji
stabilitas
wajib dilakukan minimal 3 bulan (meliputi aroma, warna, pH, dan
mikrobiologi).
- Gunakan
pengawet yang sesuai regulasi kosmetik ASEAN/EU/Indonesia.
- pH
ideal produk kosmetik hydrosol rose: 4.5–5.5.
- Kemasan: botol kaca amber atau PET
opaque untuk mencegah degradasi senyawa volatil oleh cahaya UV.
- Untuk
produk aromaterapi dan minuman, pastikan hydrosol berkelas food-grade
dengan sertifikat COA dan analisis mikrobiologi.
KEGUNAAN
DAN MANFAAT:
4.1. Aplikasi dalam
Kosmetika dan Perawatan Kulit
Secara ilmiah, rose
hydrosol telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan
antimikroba ringan, sehingga menjadi bahan populer untuk produk kosmetik
alami seperti toner wajah, facial mist, lotion, masker, hingga cleansing
water. Komponen dominan seperti phenylethyl alcohol, citronellol,
geraniol, dan nerol berperan dalam menyeimbangkan flora mikro
kulit, menjaga hidrasi, serta membantu menenangkan kulit sensitif dan kemerahan
akibat iritasi ringan atau paparan sinar matahari.
Rose hydrosol juga
digunakan dalam produk anti-aging dan brightening karena kemampuan geraniol
dan citronellol dalam meningkatkan sirkulasi mikro kapiler kulit serta
membantu proses regenerasi sel.
4.2. Aplikasi
Aromaterapi dan Psikologis
Dari perspektif
aromaterapi, rose hydrosol dikenal memiliki efek anxiolytic (penenang
kecemasan), sedatif ringan, dan mood-enhancing. Beberapa studi klinis
membuktikan bahwa aroma mawar mampu menurunkan tekanan darah, detak jantung,
serta kadar kortisol plasma—indikator fisiologis dari stress.
Selain efek
psikoaromatik, hydrosol juga memberikan efek olfaktori yang mendukung
keseimbangan emosional, terutama untuk kondisi kecemasan ringan,
insomnia, kelelahan mental, dan stres kronis. Kombinasi phenylethyl
alcohol dan citronellol diketahui menstimulasi sistem limbik otak
yang berhubungan dengan rasa nyaman, tenang, dan kasih sayang.
4.3. Aplikasi dalam
Perawatan Rambut dan Kulit Kepala
Rose hydrosol juga
bermanfaat dalam perawatan rambut dan kulit kepala karena kemampuannya
menjaga kelembapan kulit, mengurangi ketombe ringan, dan memberikan aroma segar
tanpa meninggalkan residu berminyak.
4.4. Aplikasi Pangan
dan Kuliner Tradisional
Secara historis dan
budaya, hydrosol mawar digunakan secara luas sebagai bahan pangan aromatik
di Timur Tengah, India, dan Asia Selatan. Di Iran dan Turki, air mawar (golab
atau rose water) ditambahkan pada minuman tradisional seperti sharbat,
falooda, atau sütlaç (puding nasi manis).
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hydrosol mawar secara moderat dapat
memberikan efek antioksidan, penenang ringan, serta memperbaiki pencernaan.
Meskipun demikian, penggunaan dalam pangan harus memperhatikan standar keamanan
dan regulasi (contohnya izin GRAS dari FDA atau BPOM lokal), serta memastikan
bahwa hydrosol yang digunakan food grade dan bebas kontaminasi mikrobiologis.
4.5. Kegunaan
Fungsional dan Keberlanjutan Industri
Selain manfaat
fungsionalnya, hydrosol mawar memiliki nilai ekologis penting karena merupakan produk
samping bernilai tambah dari proses destilasi minyak atsiri mawar. Prinsip
ini mendukung konsep zero waste dan circular economy dalam industri
minyak atsiri modern. Dengan memanfaatkan fraksi air aromatik, produsen dapat
mengurangi limbah cair dan menghasilkan produk baru yang bermanfaat bagi
kosmetika, farmasi, maupun aromaterapi.
ROSE
HYDROSOL / HIDROSOL MAWAR By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Rose Hybrida
INCI
name: Rose Hybrida (Flower) Water
Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%
HS
Code: 33019010
CAS#:
84604-12-6
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi uap atau destilasi air
DESKRIPSI
PRODUK:
Rose
hydrosol dikenal sebagai rose hydrolate atau rose floral water yang
merupakan fraksi air aromatik, diperoleh dari proses destilasi uap atau
destilasi air kelopak bunga mawar (Rosa × hybrida) selama ekstraksi
minyak atsiri. Dalam proses ini, kelopak mawar segar ditempatkan pada bejana
destilasi bersama air murni, kemudian dipanaskan hingga menghasilkan uap yang
membawa senyawa volatil aromatik. Uap tersebut kemudian dikondensasikan menjadi
dua fase: minyak esensial mawar dan fraksi air yang dikenal sebagai hydrosol.
Fraksi air inilah yang mengandung molekul volatil terlarut air seperti phenylethyl
alcohol, citronellol, geraniol, nerol, dan linalool,
yang merupakan senyawa utama penyusun aroma khas mawar. Berbeda dengan minyak
esensial, konsentrasi senyawa ini dalam hydrosol sangat rendah (biasanya
<0,02%), sehingga aman digunakan langsung pada kulit tanpa pengenceran
tambahan.
Secara
fisik dan kimia, rose hydrosol berbentuk cairan jernih, tidak berpigmen
atau sedikit kekuningan tergantung pada jenis mawar, kondisi bahan baku, dan
parameter destilasi seperti rasio kelopak terhadap air, waktu penyulingan,
serta suhu operasi. Hydrosol yang dihasilkan dari Rosa Hybrida memiliki
pH antara 3,5 hingga 5,5, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas
aroma sekaligus memberikan efek antimikroba alami ringan.
Dari
sisi organoleptik, rose hydrosol memiliki karakteristik yang sangat khas
dan menenangkan. Aromanya lembut, floral, manis-segar, dengan sentuhan sedikit
madu dan nuansa hijau ringan yang menimbulkan kesan alami dan elegan. Berbeda
dari minyak esensial mawar (rose oil) yang memiliki aroma intens dan pekat,
hydrosol memberikan sensasi yang lebih halus dan tidak menusuk, menjadikannya
ideal sebagai bahan dasar untuk produk perawatan kulit, kosmetik alami,
facial mist, toner wajah, hingga aromaterapi lembut. Dalam pengujian
sensorik, rose hydrosol dinilai memberikan efek refreshing dan soothing,
dengan sensasi kesejukan sesaat setelah diaplikasikan pada kulit, tanpa
meninggalkan rasa berminyak. Teksturnya ringan seperti air, mudah meresap, dan
meninggalkan aroma yang bertahan singkat namun menyenangkan.
Kelembutan
aroma dan pH asam ringan menjadikan rose hydrosol juga berfungsi sebagai toner
alami yang membantu menyeimbangkan pH kulit, mengurangi kemerahan ringan,
serta memberikan efek menenangkan terutama setelah paparan sinar matahari atau
perawatan kosmetik yang menyebabkan iritasi ringan. Di beberapa negara seperti
Iran dan Turki, air mawar (rose water) juga digunakan dalam pangan dan minuman
tradisional karena aroma khasnya yang menyegarkan, meskipun penggunaan tersebut
harus disesuaikan dengan standar keamanan pangan.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
A.
Taksonomi dan Klasifikasi Ilmiah
|
Tingkatan |
Klasifikasi |
|
Kingdom |
Plantae |
|
Divisi |
Magnoliophyta
(Angiospermae) |
|
Kelas |
Magnoliopsida (Dicotyledonae) |
|
Ordo |
Rosales |
|
Famili |
Rosaceae |
|
Genus |
Rosa L. |
|
Spesies |
Rosa hybrida Hort. ex Vilm. (umum digunakan
pada mawar hibrida modern) |
B. Deskripsi Umum
dan Asal Usul
Tanaman Rosa hybrida
merupakan kelompok mawar hasil hibridisasi kompleks dari beberapa
spesies mawar liar, terutama Rosa gallica, Rosa moschata, Rosa
chinensis, dan Rosa gigantea. Proses hibridisasi intensif ini
dimulai pada abad ke-18 di Eropa, khususnya di Prancis, Inggris, dan Belanda,
yang melahirkan ribuan varietas dengan karakteristik warna, bentuk bunga, dan
aroma yang beragam. Secara morfologis, mawar hibrida dipilih untuk menghasilkan
bunga besar, beraroma kuat, dan masa berbunga panjang, menjadikannya
sebagai salah satu tanaman hias paling populer di dunia.
Dalam konteks produksi
bahan aromatik, terutama minyak dan hydrosol mawar, varietas Rosa damascena
(Damask rose), Rosa centifolia (Cabbage rose), dan Rosa hybrida
tertentu yang dikembangkan untuk minyak wangi memiliki nilai ekonomis tinggi.
Kandungan senyawa volatil seperti phenylethyl alcohol, citronellol,
geraniol, dan nerol menjadikan bunga ini bahan baku utama dalam
industri parfum dan kosmetik alami.
C. Morfologi Tanaman
(Ciri Fisik dan Anatomi)
Secara morfologis,
tanaman Rosa hybrida memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies
mawar liar lainnya.
- Akar (Radix):
- Sistem perakaran bersifat
tunggang dengan banyak akar lateral halus.
- Akar tumbuh kuat dan mampu
menembus tanah dalam untuk memperoleh air dan nutrien.
- Beberapa kultivar
dikembangbiakkan melalui okulasi atau grafting pada batang bawah Rosa
canina atau Rosa multiflora untuk meningkatkan ketahanan
terhadap penyakit akar.
- Batang (Caulis):
- Bersifat berkayu
semi-perenial, berduri (thorny), dengan duri melengkung ke bawah.
- Warna batang hijau muda saat
muda dan berubah menjadi cokelat keabu-abuan saat menua.
- Batang mengandung saluran
getah dan jaringan sekretori yang menghasilkan senyawa aromatik volatile.
- Daun (Folia):
- Daun majemuk menyirip
(pinnate) terdiri dari 3–7 anak daun berbentuk oval hingga lonjong,
dengan tepi bergerigi halus (serrate margins).
- Warna daun hijau tua mengilap
di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah.
- Permukaan daun mengandung
kelenjar minyak aromatik mikroskopis (trikoma glandular) yang berperan
dalam produksi senyawa volatile.
- Bunga (Flos):
- Merupakan bagian paling khas
dan bernilai ekonomi tinggi.
- Bunga majemuk besar, diameter
5–15 cm tergantung varietas.
- Warna bervariasi — dari
putih, merah muda, merah, kuning hingga ungu — akibat kombinasi pigmen anthocyanin
dan carotenoid.
- Aroma berasal dari kandungan
tinggi senyawa monoterpenoid dan phenylethyl alcohol,
terutama pada kelopak (petal).
- Bunga mekar sepanjang tahun
di daerah beriklim tropis dan subtropis.
- Struktur bunga lengkap dengan
kelopak (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen), dan putik
(pistil).
- Buah (Fructus):
- Buah mawar dikenal sebagai rose
hip, berbentuk bulat hingga oval, berwarna oranye kemerahan saat
matang.
- Mengandung biji kecil keras
dan kaya vitamin C, flavonoid, serta asam organik.
- Meskipun tidak digunakan
dalam destilasi hydrosol, rose hip dimanfaatkan sebagai bahan pangan
fungsional dan farmasi alami.
D. Habitat dan
Kondisi Tumbuh
Rosa hybrida tumbuh optimal pada iklim
subtropis hingga sedang, dengan suhu ideal antara 15–25°C, curah hujan
moderat, dan tanah lempung berpasir dengan drainase baik. pH tanah ideal
berkisar 6,0–6,5. Tanaman membutuhkan intensitas cahaya penuh untuk
pembungaan optimal, tetapi sensitif terhadap suhu ekstrem dan kelembaban tinggi
yang dapat memicu penyakit jamur seperti Botrytis cinerea.
Di beberapa wilayah
penghasil utama minyak mawar seperti Kazanlak (Bulgaria), Isparta (Turki),
dan Grasse (Prancis), kultivar mawar telah diadaptasi untuk penyulingan
minyak dan hydrosol berkualitas tinggi melalui seleksi genetik dan pemuliaan
tanaman berbasis volatil profile.
E. Nilai Ekonomi dan
Botani Terapan
Selain fungsi estetika,
Rosa hybrida memiliki nilai ekonomi tinggi dalam:
- Industri parfum dan kosmetik (sebagai sumber minyak mawar
dan hydrosol).
- Farmakognosi (sebagai tanaman obat
tradisional dengan efek antimikroba, antiinflamasi, dan relaksasi).
- Pertanian hortikultura (tanaman hias potong dan hias
taman).
- Produk pangan dan minuman
aromatik (air
mawar, teh bunga mawar, sirup mawar).
Pemahaman botani dan
morfologi mawar menjadi dasar penting untuk menentukan teknik panen dan
destilasi yang efisien, karena komposisi kimia minyak dan hydrosol sangat
dipengaruhi oleh fase pembungaan, waktu panen, dan kondisi lingkungan tumbuh.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Sejarah
hydrosol mawar (rose hydrosol) atau yang juga dikenal sebagai rose
water merupakan salah satu catatan paling tua dalam sejarah destilasi
aromatik dunia. Jejak awal penggunaan air mawar telah ditemukan sejak lebih
dari 2.000 tahun lalu di kawasan Persia kuno (Iran modern), Mesir,
dan India, yang pada masa itu telah mengenal teknik ekstraksi bahan
aromatik untuk keperluan spiritual, pengobatan, dan kosmetik. Dalam catatan
sejarah, Avicenna (Ibn Sina, 980–1037 M), seorang ilmuwan dan dokter
besar dari Persia, disebut sebagai pelopor modernisasi metode destilasi uap
air (steam distillation). Avicenna mengembangkan alat penyulingan yang
memungkinkan pemisahan fase minyak atsiri (rose essential oil) dan air
aromatik (hydrosol), sehingga menghasilkan produk air mawar murni
dengan aroma lembut khas bunga mawar.
Pada
masa Dinasti Abbasiyah di Timur Tengah, air mawar telah menjadi komoditas
dagang bernilai tinggi, digunakan dalam ritual keagamaan, pengobatan,
dan kosmetik. Catatan dari Kitab al-Saydanah fi al-Tibb (sekitar
abad ke-11) menyebutkan bahwa air mawar digunakan untuk menenangkan kulit,
menyegarkan tubuh, serta menurunkan suhu dalam kondisi demam — efek terapeutik
yang kemudian dikonfirmasi dalam kajian farmakologi modern sebagai aktivitas antiinflamasi
ringan dan efek sedatif aroma mawar.
Memasuki
abad ke-13 hingga ke-15, industri destilasi mawar berkembang pesat di daerah
Kashan (Iran), Damaskus (Suriah), dan Anatolia (Turki). Kawasan ini menjadi
pusat produksi utama minyak dan hydrosol mawar (Rosa damascena Mill.),
dengan teknik destilasi air menggunakan bejana tembaga besar (deg) dan
pendingin air (serp). Proses destilasi tradisional menghasilkan dua
lapisan utama: minyak atsiri (attar-e-gol) di permukaan dan air aromatik
(golab atau rose hydrosol) sebagai hasil bawah. Air mawar dari
Damaskus dikenal dengan kualitas aromanya yang lembut, sehingga menjadi dasar
nama ilmiah “Rosa damascena”, yang hingga kini masih digunakan untuk
produksi hydrosol dan minyak mawar di Turki, Bulgaria, dan Prancis.
Pada
masa Kekaisaran Ottoman (abad ke-15–19), hydrosol mawar menjadi bagian
penting dari industri parfum dan farmasi istana. Kota Isparta (Turki
barat daya) muncul sebagai pusat produksi utama air mawar dan minyak mawar.
Dari sini, teknologi penyulingan menyebar ke Eropa Barat, terutama Prancis
(Grasse) dan Bulgaria (Kazanlak Valley). Bulgaria kemudian menjadi produsen
terbesar hydrosol mawar di dunia sejak abad ke-19, dengan budidaya varietas
unggul Rosa damascena Mill. dan Rosa centifolia L..
Dalam
tradisi Eropa, air mawar tidak hanya digunakan dalam kosmetika dan parfum,
tetapi juga dalam kuliner dan farmakopeus. Pharmacopoeia Londinensis
(1618) dan Pharmacopoeia Parisiensis (1637) mencatat Aqua Rosae
sebagai bahan resmi dengan indikasi “sedatif ringan, antiseptik kulit, dan
penyegar wajah.” Di dunia Timur, air mawar digunakan secara luas dalam kuliner
Timur Tengah dan India, misalnya dalam minuman tradisional seperti falooda,
kheer, dan gulab sharbat.
Masuknya
teknologi modern pada abad ke-19 membawa perubahan besar. Dengan penggunaan
alat destilasi baja tahan karat dan sistem pendinginan efisien, hydrosol
mawar mulai diproduksi secara massal sebagai produk utama, bukan lagi sekadar
hasil samping dari penyulingan minyak esensial. Kajian ilmiah menunjukkan
bahwa hydrosol mawar mengandung senyawa volatil polar dan semi-polar
seperti phenylethyl alcohol, citronellol, geraniol, nerol,
dan eugenol, yang memberikan efek antimikroba, antioksidan, dan pencerah
kulit.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga mawar segar Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak |
| Blend well | Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 12 bulan |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|
Login