Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

MANFAAT TERAPEUTIK:

5.1. Efek Antiinflamasi dan Antioksidan

Berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa senyawa volatil dalam hydrosol mawar memiliki kemampuan antioksidan yang signifikan, terutama karena kandungan phenylethyl alcohol dan citronellol. Studi Jakubczyk et al. (2021) menunjukkan bahwa ekstrak dan hydrosol mawar mampu menetralkan radikal bebas (DPPH dan ABTS assay) serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen.
Efek ini membantu mengurangi stres oksidatif pada kulit, mencegah penuaan dini, serta mempercepat proses regenerasi jaringan epitel.

Selain itu, penelitian Mahboubi (2016) melaporkan bahwa senyawa geraniol dan nerol dalam hydrosol mawar menurunkan produksi mediator inflamasi seperti TNF-α dan IL-6, yang menjelaskan efek antiinflamasi topikal dan sistemik. Karena itu, hydrosol mawar sering digunakan sebagai bahan soothing agent pada kulit sensitif, dermatitis ringan, luka bakar, atau iritasi akibat sinar UV.


5.2. Efek Antimikroba dan Antiseptik Alami

Hydrosol mawar memiliki aktivitas antimikroba ringan, baik terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Studi oleh Uysal et al. (2016) dan Boskabady et al. (2011) menunjukkan bahwa hydrosol dari Rosa damascena mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa.

Efek ini disebabkan oleh adanya citronellol dan geraniol, yang dapat merusak membran sel mikroba serta menghambat metabolisme energi bakteri.

Manfaat antimikroba tersebut menjadikan hydrosol mawar sangat berguna dalam:

  • perawatan luka superfisial dan kulit berjerawat,
  • pembersih kulit alami,
  • serta pengganti alkohol ringan dalam produk facial toner dan cleansing mist.

5.3. Efek Psikoterapeutik dan Neurofisiologis

Dari sisi aromaterapi dan psikofisiologi, hydrosol mawar memiliki efek anxiolytic (penenang kecemasan), antidepresan ringan, dan sedatif. Mekanisme kerja utamanya melibatkan aktivasi sistem limbik dan penurunan aktivitas simpatis, yang menghasilkan sensasi tenang dan relaksasi emosional (Boskabady et al., 2011).

Penelitian klinis oleh Mahboubi (2016) melaporkan bahwa inhalasi aroma mawar menurunkan tekanan darah, frekuensi napas, dan kadar kortisol serum pada individu dengan stres akut. Efek ini juga diamati dalam terapi non-farmakologis untuk pasien insomnia, kecemasan pra-operasi, dan kelelahan kronis.

Senyawa phenylethyl alcohol diyakini memiliki efek neuroaktif yang memicu perasaan bahagia dan meningkatkan aktivitas neurotransmiter serotonin, menjelaskan mengapa aroma mawar digunakan dalam terapi depresi ringan atau kelelahan emosional (Jakubczyk et al., 2021).


5.4. Efek Gastrointestinal dan Antispasmodik

Dalam pengobatan tradisional Persia dan Unani, air mawar digunakan sebagai antispasmodik ringan, carminative (pengurang gas), dan stomachic (penguat lambung). Studi eksperimental menunjukkan bahwa komponen volatil pada hydrosol mawar dapat mengendurkan otot polos saluran cerna dan menghambat kontraksi yang disebabkan oleh asetilkolin (Boskabady et al., 2011).
Efek ini menjelaskan penggunaan tradisionalnya untuk mengurangi kembung, nyeri perut ringan, dan gangguan pencernaan fungsional.

Selain itu, konsumsi oral hydrosol mawar dalam dosis aman juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur dan pencernaan, kemungkinan karena efek relaksasi sistem saraf parasimpatis yang ditimbulkannya (Mahboubi, 2016).


5.5. Efek Dermatologis dan Terapeutik Kulit

Hydrosol mawar merupakan bahan penting dalam dermokosmetika alami berkat efek sinergisnya sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan humektan alami.
Beberapa penelitian melaporkan manfaatnya dalam:

  • Meningkatkan hidrasi kulit dan memperkuat skin barrier,
  • Mengurangi eritema dan kemerahan setelah ekspos sinar UV,
  • Meningkatkan penyembuhan luka superfisial dan luka bakar ringan,
  • Menghambat enzim tirosinase (pencerah kulit alami), serta
  • Meningkatkan produksi kolagen fibroblas dermal (Jakubczyk et al., 2021; Dobreva et al., 2023).

Dengan demikian, rose hydrosol dianggap sebagai fitokosmetika aktif yang berpotensi tinggi untuk aplikasi dalam anti-aging, perawatan kulit sensitif, dan terapi pasca-laser atau peeling kimia ringan.


5.6. Potensi Imunomodulator dan Antikanker (Data Eksperimental Awal)

Beberapa studi in vitro dan in vivo awal menunjukkan bahwa ekstrak dan hydrosol mawar memiliki efek imunomodulator dan sitotoksik selektif terhadap sel kanker tertentu. Studi oleh Boskabady et al. (2011) mencatat bahwa fraksi air mawar dapat menekan proliferasi sel HeLa (kanker serviks) dan MCF-7 (kanker payudara) melalui mekanisme apoptosis yang melibatkan caspase-3 activation.
Namun, data ini masih bersifat eksperimental dan belum divalidasi secara klinis, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar klaim pengobatan kanker.

7.1. Formulasi 1 — Natural Facial Toner (Soothing & Balancing Toner)

Tujuan:
Menenangkan kulit, menghidrasi ringan, dan menyeimbangkan pH kulit setelah pembersihan.

Formula:

Bahan

Konsentrasi (%)

Fungsi

Hydrosol Rose (Rosa hybrida)

85.0

Fase air utama, memberikan aroma, efek soothing & toning

Glycerin (vegetal origin)

3.0

Humektan alami

Sodium Hyaluronate (0.1% soln)

1.0

Humektan, pengikat air dermal

Aloe vera extract

2.0

Anti-inflamasi, menenangkan

Panthenol (Vitamin B5)

0.5

Regenerasi kulit

Phenoxyethanol & Ethylhexylglycerin

0.8

Pengawet broad-spectrum

pH adjusted (citric acid/sodium citrate)

Menyesuaikan pH ke 4.5–5.5

Metode Pembuatan:
Campurkan bahan fase air secara steril, aduk hingga homogen, saring (0.22 µm filter), lalu kemas dalam botol kaca atau PET gelap.
Aplikasi: semprotkan ke wajah setelah mencuci muka, sebelum serum atau pelembap.


7.2. Formulasi 2 — Rose Aromatherapy Mist / Room & Linen Spray

Tujuan:
Memberikan aroma relaksasi dan meningkatkan mood dengan efek anxiolytic.

Formula:

Bahan

Konsentrasi (%)

Fungsi

Hydrosol Rose

90.0

Fase air aromatik utama

Ethanol 95% (food/cosmetic grade)

5.0

Pelarut & antimikroba tambahan

Glycerin

2.0

Humektan ringan untuk tekstil

Essential oil lavender (opsional)

0.3

Efek relaksasi tambahan

Disodium EDTA

0.1

Stabilizer ion logam

Pengawet alami (Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate)

0.6

Pengawet alami, pencegah kontaminasi mikroba

Metode Pembuatan:
Campur ethanol dan essential oil (jika ada), tambahkan hydrosol dan bahan lainnya, aduk homogen, kemudian saring dan isi ke dalam botol semprot kaca amber.

Aplikasi: disemprotkan pada udara ruangan, linen, atau bantal sebelum tidur.


7.3. Formulasi 3 — Rose Hydrosol Moisturizing Gel

Tujuan:
Menghidrasi kulit dan memberikan sensasi segar tanpa rasa berminyak.

Formula:

Bahan

Konsentrasi (%)

Fungsi

Hydrosol Rose

70.0

Fase air utama, aroma & antioksidan ringan

Propanediol (natural glycol)

5.0

Humektan & pelarut ringan

Aloe vera extract

3.0

Menenangkan & mempercepat regenerasi kulit

Hydroxyethylcellulose

0.7

Pembentuk gel

Panthenol

1.0

Emollient & anti-inflamasi

Niacinamide

2.0

Pencerah kulit & barrier strengthening

Preservative (Phenoxyethanol)

0.8

Pengawet

Sodium citrate / citric acid

Menyesuaikan pH ke 5.0–5.5

Air deionisasi

s.d. 100%

Pelarut tambahan

Metode Pembuatan:
Dispersikan hydroxyethylcellulose dalam hydrosol; tambahkan bahan lain satu per satu sambil diaduk perlahan. Saring steril dan simpan dalam wadah air-tight.


7.4. Formulasi 4 — Herbal Beverage / Functional Drink (Food-grade Hydrosol)

Tujuan:
Minuman penyegar alami dengan aroma floral dan potensi efek relaksasi ringan.

Formula:

Bahan

Konsentrasi (%)

Fungsi

Hydrosol Rose (food-grade)

95.0

Fase utama aromatik

Lemon juice (fresh)

3.0

Penyeimbang rasa & pH

Madu alami

2.0

Pemanis alami & antioksidan

Citric acid

0.05

Penstabil pH (~3.5–4.0)

Metode Pembuatan:
Campurkan semua bahan secara higienis, pasteurisasi ringan (70°C selama 10 menit), kemas dalam botol kaca steril.
Klaim edukatif: "Refreshing rose hydrosol drink for mild relaxation and antioxidant support."


7.5. Catatan Formulasi & Pengujian

  • Uji stabilitas wajib dilakukan minimal 3 bulan (meliputi aroma, warna, pH, dan mikrobiologi).
  • Gunakan pengawet yang sesuai regulasi kosmetik ASEAN/EU/Indonesia.
  • pH ideal produk kosmetik hydrosol rose: 4.5–5.5.
  • Kemasan: botol kaca amber atau PET opaque untuk mencegah degradasi senyawa volatil oleh cahaya UV.
  • Untuk produk aromaterapi dan minuman, pastikan hydrosol berkelas food-grade dengan sertifikat COA dan analisis mikrobiologi.

KEGUNAAN DAN MANFAAT:

4.1. Aplikasi dalam Kosmetika dan Perawatan Kulit

Secara ilmiah, rose hydrosol telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba ringan, sehingga menjadi bahan populer untuk produk kosmetik alami seperti toner wajah, facial mist, lotion, masker, hingga cleansing water. Komponen dominan seperti phenylethyl alcohol, citronellol, geraniol, dan nerol berperan dalam menyeimbangkan flora mikro kulit, menjaga hidrasi, serta membantu menenangkan kulit sensitif dan kemerahan akibat iritasi ringan atau paparan sinar matahari.

Rose hydrosol juga digunakan dalam produk anti-aging dan brightening karena kemampuan geraniol dan citronellol dalam meningkatkan sirkulasi mikro kapiler kulit serta membantu proses regenerasi sel.

4.2. Aplikasi Aromaterapi dan Psikologis

Dari perspektif aromaterapi, rose hydrosol dikenal memiliki efek anxiolytic (penenang kecemasan), sedatif ringan, dan mood-enhancing. Beberapa studi klinis membuktikan bahwa aroma mawar mampu menurunkan tekanan darah, detak jantung, serta kadar kortisol plasma—indikator fisiologis dari stress.

Selain efek psikoaromatik, hydrosol juga memberikan efek olfaktori yang mendukung keseimbangan emosional, terutama untuk kondisi kecemasan ringan, insomnia, kelelahan mental, dan stres kronis. Kombinasi phenylethyl alcohol dan citronellol diketahui menstimulasi sistem limbik otak yang berhubungan dengan rasa nyaman, tenang, dan kasih sayang.

4.3. Aplikasi dalam Perawatan Rambut dan Kulit Kepala

Rose hydrosol juga bermanfaat dalam perawatan rambut dan kulit kepala karena kemampuannya menjaga kelembapan kulit, mengurangi ketombe ringan, dan memberikan aroma segar tanpa meninggalkan residu berminyak.

4.4. Aplikasi Pangan dan Kuliner Tradisional

Secara historis dan budaya, hydrosol mawar digunakan secara luas sebagai bahan pangan aromatik di Timur Tengah, India, dan Asia Selatan. Di Iran dan Turki, air mawar (golab atau rose water) ditambahkan pada minuman tradisional seperti sharbat, falooda, atau sütlaç (puding nasi manis).
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hydrosol mawar secara moderat dapat memberikan efek antioksidan, penenang ringan, serta memperbaiki pencernaan. Meskipun demikian, penggunaan dalam pangan harus memperhatikan standar keamanan dan regulasi (contohnya izin GRAS dari FDA atau BPOM lokal), serta memastikan bahwa hydrosol yang digunakan food grade dan bebas kontaminasi mikrobiologis.

4.5. Kegunaan Fungsional dan Keberlanjutan Industri

Selain manfaat fungsionalnya, hydrosol mawar memiliki nilai ekologis penting karena merupakan produk samping bernilai tambah dari proses destilasi minyak atsiri mawar. Prinsip ini mendukung konsep zero waste dan circular economy dalam industri minyak atsiri modern. Dengan memanfaatkan fraksi air aromatik, produsen dapat mengurangi limbah cair dan menghasilkan produk baru yang bermanfaat bagi kosmetika, farmasi, maupun aromaterapi.

ROSE HYDROSOL / HIDROSOL MAWAR By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Rose Hybrida

INCI name: Rose Hybrida (Flower) Water

Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%

HS Code: 33019010

CAS#: 84604-12-6

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Destilasi uap atau destilasi air


DESKRIPSI PRODUK:

Rose hydrosol dikenal sebagai rose hydrolate atau rose floral water yang merupakan fraksi air aromatik, diperoleh dari proses destilasi uap atau destilasi air kelopak bunga mawar (Rosa × hybrida) selama ekstraksi minyak atsiri. Dalam proses ini, kelopak mawar segar ditempatkan pada bejana destilasi bersama air murni, kemudian dipanaskan hingga menghasilkan uap yang membawa senyawa volatil aromatik. Uap tersebut kemudian dikondensasikan menjadi dua fase: minyak esensial mawar dan fraksi air yang dikenal sebagai hydrosol. Fraksi air inilah yang mengandung molekul volatil terlarut air seperti phenylethyl alcohol, citronellol, geraniol, nerol, dan linalool, yang merupakan senyawa utama penyusun aroma khas mawar. Berbeda dengan minyak esensial, konsentrasi senyawa ini dalam hydrosol sangat rendah (biasanya <0,02%), sehingga aman digunakan langsung pada kulit tanpa pengenceran tambahan.

Secara fisik dan kimia, rose hydrosol berbentuk cairan jernih, tidak berpigmen atau sedikit kekuningan tergantung pada jenis mawar, kondisi bahan baku, dan parameter destilasi seperti rasio kelopak terhadap air, waktu penyulingan, serta suhu operasi. Hydrosol yang dihasilkan dari Rosa Hybrida memiliki pH antara 3,5 hingga 5,5, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas aroma sekaligus memberikan efek antimikroba alami ringan.

Dari sisi organoleptik, rose hydrosol memiliki karakteristik yang sangat khas dan menenangkan. Aromanya lembut, floral, manis-segar, dengan sentuhan sedikit madu dan nuansa hijau ringan yang menimbulkan kesan alami dan elegan. Berbeda dari minyak esensial mawar (rose oil) yang memiliki aroma intens dan pekat, hydrosol memberikan sensasi yang lebih halus dan tidak menusuk, menjadikannya ideal sebagai bahan dasar untuk produk perawatan kulit, kosmetik alami, facial mist, toner wajah, hingga aromaterapi lembut. Dalam pengujian sensorik, rose hydrosol dinilai memberikan efek refreshing dan soothing, dengan sensasi kesejukan sesaat setelah diaplikasikan pada kulit, tanpa meninggalkan rasa berminyak. Teksturnya ringan seperti air, mudah meresap, dan meninggalkan aroma yang bertahan singkat namun menyenangkan.

Kelembutan aroma dan pH asam ringan menjadikan rose hydrosol juga berfungsi sebagai toner alami yang membantu menyeimbangkan pH kulit, mengurangi kemerahan ringan, serta memberikan efek menenangkan terutama setelah paparan sinar matahari atau perawatan kosmetik yang menyebabkan iritasi ringan. Di beberapa negara seperti Iran dan Turki, air mawar (rose water) juga digunakan dalam pangan dan minuman tradisional karena aroma khasnya yang menyegarkan, meskipun penggunaan tersebut harus disesuaikan dengan standar keamanan pangan.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

A. Taksonomi dan Klasifikasi Ilmiah

Tingkatan

Klasifikasi

Kingdom

Plantae

Divisi

Magnoliophyta (Angiospermae)

Kelas

Magnoliopsida (Dicotyledonae)

Ordo

Rosales

Famili

Rosaceae

Genus

Rosa L.

Spesies

Rosa hybrida Hort. ex Vilm. (umum digunakan pada mawar hibrida modern)

B. Deskripsi Umum dan Asal Usul

Tanaman Rosa hybrida merupakan kelompok mawar hasil hibridisasi kompleks dari beberapa spesies mawar liar, terutama Rosa gallica, Rosa moschata, Rosa chinensis, dan Rosa gigantea. Proses hibridisasi intensif ini dimulai pada abad ke-18 di Eropa, khususnya di Prancis, Inggris, dan Belanda, yang melahirkan ribuan varietas dengan karakteristik warna, bentuk bunga, dan aroma yang beragam. Secara morfologis, mawar hibrida dipilih untuk menghasilkan bunga besar, beraroma kuat, dan masa berbunga panjang, menjadikannya sebagai salah satu tanaman hias paling populer di dunia.

Dalam konteks produksi bahan aromatik, terutama minyak dan hydrosol mawar, varietas Rosa damascena (Damask rose), Rosa centifolia (Cabbage rose), dan Rosa hybrida tertentu yang dikembangkan untuk minyak wangi memiliki nilai ekonomis tinggi. Kandungan senyawa volatil seperti phenylethyl alcohol, citronellol, geraniol, dan nerol menjadikan bunga ini bahan baku utama dalam industri parfum dan kosmetik alami.


C. Morfologi Tanaman (Ciri Fisik dan Anatomi)

Secara morfologis, tanaman Rosa hybrida memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies mawar liar lainnya.

  1. Akar (Radix):
    • Sistem perakaran bersifat tunggang dengan banyak akar lateral halus.
    • Akar tumbuh kuat dan mampu menembus tanah dalam untuk memperoleh air dan nutrien.
    • Beberapa kultivar dikembangbiakkan melalui okulasi atau grafting pada batang bawah Rosa canina atau Rosa multiflora untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit akar.
  2. Batang (Caulis):
    • Bersifat berkayu semi-perenial, berduri (thorny), dengan duri melengkung ke bawah.
    • Warna batang hijau muda saat muda dan berubah menjadi cokelat keabu-abuan saat menua.
    • Batang mengandung saluran getah dan jaringan sekretori yang menghasilkan senyawa aromatik volatile.
  3. Daun (Folia):
    • Daun majemuk menyirip (pinnate) terdiri dari 3–7 anak daun berbentuk oval hingga lonjong, dengan tepi bergerigi halus (serrate margins).
    • Warna daun hijau tua mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah.
    • Permukaan daun mengandung kelenjar minyak aromatik mikroskopis (trikoma glandular) yang berperan dalam produksi senyawa volatile.
  4. Bunga (Flos):
    • Merupakan bagian paling khas dan bernilai ekonomi tinggi.
    • Bunga majemuk besar, diameter 5–15 cm tergantung varietas.
    • Warna bervariasi — dari putih, merah muda, merah, kuning hingga ungu — akibat kombinasi pigmen anthocyanin dan carotenoid.
    • Aroma berasal dari kandungan tinggi senyawa monoterpenoid dan phenylethyl alcohol, terutama pada kelopak (petal).
    • Bunga mekar sepanjang tahun di daerah beriklim tropis dan subtropis.
    • Struktur bunga lengkap dengan kelopak (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen), dan putik (pistil).
  5. Buah (Fructus):
    • Buah mawar dikenal sebagai rose hip, berbentuk bulat hingga oval, berwarna oranye kemerahan saat matang.
    • Mengandung biji kecil keras dan kaya vitamin C, flavonoid, serta asam organik.
    • Meskipun tidak digunakan dalam destilasi hydrosol, rose hip dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional dan farmasi alami.

D. Habitat dan Kondisi Tumbuh

Rosa hybrida tumbuh optimal pada iklim subtropis hingga sedang, dengan suhu ideal antara 15–25°C, curah hujan moderat, dan tanah lempung berpasir dengan drainase baik. pH tanah ideal berkisar 6,0–6,5. Tanaman membutuhkan intensitas cahaya penuh untuk pembungaan optimal, tetapi sensitif terhadap suhu ekstrem dan kelembaban tinggi yang dapat memicu penyakit jamur seperti Botrytis cinerea.

Di beberapa wilayah penghasil utama minyak mawar seperti Kazanlak (Bulgaria), Isparta (Turki), dan Grasse (Prancis), kultivar mawar telah diadaptasi untuk penyulingan minyak dan hydrosol berkualitas tinggi melalui seleksi genetik dan pemuliaan tanaman berbasis volatil profile.


E. Nilai Ekonomi dan Botani Terapan

Selain fungsi estetika, Rosa hybrida memiliki nilai ekonomi tinggi dalam:

  • Industri parfum dan kosmetik (sebagai sumber minyak mawar dan hydrosol).
  • Farmakognosi (sebagai tanaman obat tradisional dengan efek antimikroba, antiinflamasi, dan relaksasi).
  • Pertanian hortikultura (tanaman hias potong dan hias taman).
  • Produk pangan dan minuman aromatik (air mawar, teh bunga mawar, sirup mawar).

Pemahaman botani dan morfologi mawar menjadi dasar penting untuk menentukan teknik panen dan destilasi yang efisien, karena komposisi kimia minyak dan hydrosol sangat dipengaruhi oleh fase pembungaan, waktu panen, dan kondisi lingkungan tumbuh.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Sejarah hydrosol mawar (rose hydrosol) atau yang juga dikenal sebagai rose water merupakan salah satu catatan paling tua dalam sejarah destilasi aromatik dunia. Jejak awal penggunaan air mawar telah ditemukan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu di kawasan Persia kuno (Iran modern), Mesir, dan India, yang pada masa itu telah mengenal teknik ekstraksi bahan aromatik untuk keperluan spiritual, pengobatan, dan kosmetik. Dalam catatan sejarah, Avicenna (Ibn Sina, 980–1037 M), seorang ilmuwan dan dokter besar dari Persia, disebut sebagai pelopor modernisasi metode destilasi uap air (steam distillation). Avicenna mengembangkan alat penyulingan yang memungkinkan pemisahan fase minyak atsiri (rose essential oil) dan air aromatik (hydrosol), sehingga menghasilkan produk air mawar murni dengan aroma lembut khas bunga mawar.

Pada masa Dinasti Abbasiyah di Timur Tengah, air mawar telah menjadi komoditas dagang bernilai tinggi, digunakan dalam ritual keagamaan, pengobatan, dan kosmetik. Catatan dari Kitab al-Saydanah fi al-Tibb (sekitar abad ke-11) menyebutkan bahwa air mawar digunakan untuk menenangkan kulit, menyegarkan tubuh, serta menurunkan suhu dalam kondisi demam — efek terapeutik yang kemudian dikonfirmasi dalam kajian farmakologi modern sebagai aktivitas antiinflamasi ringan dan efek sedatif aroma mawar.

Memasuki abad ke-13 hingga ke-15, industri destilasi mawar berkembang pesat di daerah Kashan (Iran), Damaskus (Suriah), dan Anatolia (Turki). Kawasan ini menjadi pusat produksi utama minyak dan hydrosol mawar (Rosa damascena Mill.), dengan teknik destilasi air menggunakan bejana tembaga besar (deg) dan pendingin air (serp). Proses destilasi tradisional menghasilkan dua lapisan utama: minyak atsiri (attar-e-gol) di permukaan dan air aromatik (golab atau rose hydrosol) sebagai hasil bawah. Air mawar dari Damaskus dikenal dengan kualitas aromanya yang lembut, sehingga menjadi dasar nama ilmiah “Rosa damascena”, yang hingga kini masih digunakan untuk produksi hydrosol dan minyak mawar di Turki, Bulgaria, dan Prancis.

Pada masa Kekaisaran Ottoman (abad ke-15–19), hydrosol mawar menjadi bagian penting dari industri parfum dan farmasi istana. Kota Isparta (Turki barat daya) muncul sebagai pusat produksi utama air mawar dan minyak mawar. Dari sini, teknologi penyulingan menyebar ke Eropa Barat, terutama Prancis (Grasse) dan Bulgaria (Kazanlak Valley). Bulgaria kemudian menjadi produsen terbesar hydrosol mawar di dunia sejak abad ke-19, dengan budidaya varietas unggul Rosa damascena Mill. dan Rosa centifolia L..

Dalam tradisi Eropa, air mawar tidak hanya digunakan dalam kosmetika dan parfum, tetapi juga dalam kuliner dan farmakopeus. Pharmacopoeia Londinensis (1618) dan Pharmacopoeia Parisiensis (1637) mencatat Aqua Rosae sebagai bahan resmi dengan indikasi “sedatif ringan, antiseptik kulit, dan penyegar wajah.” Di dunia Timur, air mawar digunakan secara luas dalam kuliner Timur Tengah dan India, misalnya dalam minuman tradisional seperti falooda, kheer, dan gulab sharbat.

Masuknya teknologi modern pada abad ke-19 membawa perubahan besar. Dengan penggunaan alat destilasi baja tahan karat dan sistem pendinginan efisien, hydrosol mawar mulai diproduksi secara massal sebagai produk utama, bukan lagi sekadar hasil samping dari penyulingan minyak esensial. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa hydrosol mawar mengandung senyawa volatil polar dan semi-polar seperti phenylethyl alcohol, citronellol, geraniol, nerol, dan eugenol, yang memberikan efek antimikroba, antioksidan, dan pencerah kulit.

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga mawar segar

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Organoleptik
  • Warna: Cairan bening tidak berwarna
  • Aroma: Khas aroma bunga mawar yang segar dan ringan
Solubility

Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak

Blend well

Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

12 bulan

Instruksi penyimpanan
  • Simpan dalam botol kaca gelap, tertutup rapat.
  • Hindari panas & sinar matahari langsung.
  • Suhu ideal: 10–25°C.
  • Gunakan dalam 6–12 bulan setelah dibuka.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian kulit.
  • Jangan gunakan pada mata atau area sensitif.
  • Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi.
  • Konsumsi oral hanya bila ada izin resmi.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Tulis ulasan