Spray
Repelent Nyamuk Alami (Natural Mosquito Repellent Spray) (200 mL)
Bahan:
- Cineol
Natural Isolate Oil β 10 mL (5%) β sebagai agen repelent utama dengan efek
volatil segar-kamper yang mengganggu sensor olfaktori nyamuk Aedes aegypti dan
serangga lainnya.
- Alkohol
Isopropil (70%) β 90 mL (45%) β sebagai pelarut cepat menguap untuk dispersi
merata dan pengeringan instan pada kulit.
- Air
Suling β 100 mL (50%) β sebagai basis netral yang aman untuk kulit, membantu
mengencerkan campuran tanpa mengurangi efektivitas cineol.
- Minyak
Esensial Citronella β 5 tetes (0,25%) β untuk sinergi antimikroba dan aroma
citrus tropis yang memperpanjang durasi perlindungan.
Cara
membuat:
- Siapkan
botol semprot kaca atau plastik gelap 200 mL untuk melindungi dari cahaya UV
dan menjaga kestabilan senyawa monoterpen cineol.
- Campur
Cineol Natural Isolate Oil dan 5 tetes minyak esensial citronella dalam mangkuk
kaca kecil hingga tercampur rata.
- Tambahkan
alkohol isopropil secara perlahan sambil diaduk dengan sendok kayu untuk
melarutkan minyak esensial sepenuhnya tanpa gelembung berlebih.
- Tuang
air suling secara bertahap sambil terus diaduk hingga larutan homogen dan
bening.
- Tuang
campuran ke botol semprot, tutup rapat, dan kocok kuat selama 1 menit; simpan
di tempat sejuk selama 24 jam untuk maturasi, lalu siap digunakan.
Catatan: Semprotkan
2-3 kali pada kulit terbuka, pakaian, atau area luar ruangan untuk perlindungan
hingga 4-6 jam; ideal untuk aktivitas tropis seperti hiking atau berkemah.
Hindari kontak langsung dengan mata atau luka terbuka; lakukan patch test 24
jam sebelumnya pada lengan dalam untuk kulit sensitif (kurangi Cineol Natural
Isolate Oil hingga 3% jika diperlukan). Cocok untuk semua jenis kulit, aman
sebagai alternatif DEET ramah lingkungan, tapi hentikan jika muncul iritasi.
Gunakan dalam 1-2 bulan untuk menjaga kekuatan repelent; dosis maksimal 5%
Cineol Natural Isolate Oil untuk formulasi rumahan berbasis spray.
Inhaler
Aromaterapi untuk Pernapasan (Respiratory Aromatherapy Inhaler) (10 mL Cairan)
Bahan:
- Cineol
Natural Isolate Oil β 5 mL (50%) β sebagai agen mukolitik utama dengan aroma
segar-kamper yang membuka saluran napas dan meredakan kongesti sinusitis.
- Minyak
Esensial Peppermint β 5 mL (50%) β untuk sinergi bronkodilator dan sensasi
dingin mentolik yang meningkatkan aliran udara serta relaksasi.
- Kapas
atau Wick Penyerap β 1-2 potong β sebagai media penyerapan untuk tabung inhaler
kosong, memastikan pelepasan aroma bertahap.
Cara
membuat:
- Siapkan
tabung inhaler kosong (ukuran standar 5-10 cm) dengan wick atau kapas bersih
untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi.
- Campur
Cineol Natural Isolate Oil dan minyak esensial peppermint dalam botol kecil
gelap hingga tercampur rata.
- Rendam
wick atau kapas ke dalam campuran selama 5-10 menit hingga sepenuhnya terserap,
tekan ringan untuk menghilangkan kelebihan cairan.
- Masukkan
wick yang sudah direndam ke dalam tabung inhaler, pastikan tidak tumpah, dan
tutup rapat.
- Biarkan
matang selama 12 jam di tempat sejuk sebelum pertama kali digunakan, kocok
tabung jika diperlukan untuk distribusi merata.
Catatan: Hirup
2-3 kali per hidung selama 10-20 detik, 2-3 kali sehari untuk meredakan stres
atau kongesti; ideal untuk meditasi, perjalanan, atau saat pilek. Hindari
penggunaan berlebih pada anak di bawah 6 tahun atau penderita asma akut;
lakukan konsultasi dokter jika hamil atau menyusui. Cocok untuk penggunaan
portabel sehari-hari, dengan efek menenangkan hingga 1-2 minggu per pengisian;
hentikan jika muncul iritasi hidung. Gunakan dalam 1 bulan untuk menjaga
kekuatan aroma; dosis maksimal 50% Cineol Natural Isolate Oil untuk formulasi
inhaler rumahan.
Pembersih
Wajah Anti-Jerawat (Anti-Acne Facial Cleanser) (100 mL)
Bahan:
- Cineol
Natural Isolate Oil β 2 mL (2%) β sebagai agen antimikroba utama yang melawan
Propionibacterium acnes dan mengurangi peradangan pori-pori dengan efek dingin
segar.
- Gel
Aloe Vera Murni β 50 mL (50%) β sebagai basis melembapkan alami yang
menenangkan kulit iritasi dan mendukung penyembuhan jerawat.
- Air
Mawar β 45 mL (45%) β sebagai hidrosol tonik yang menyegarkan dan
menyeimbangkan pH kulit untuk pembersihan lembut.
- Minyak
Tea Tree (Opsional) β 3 tetes (0,3%) β untuk sinergi antifungal yang memperkuat
efek anti-jerawat tanpa mengeringkan kulit.
Cara
membuat:
- Siapkan
botol pump kaca atau plastik 100 mL untuk dispensasi higienis dan melindungi
dari kontaminasi bakteri.
- Campur
Cineol Natural Isolate Oil dan 3 tetes minyak tea tree (jika digunakan) dalam
mangkuk kaca kecil hingga tercampur rata.
- Tambahkan
gel aloe vera secara perlahan sambil diaduk dengan spatula silikon untuk
mencampur tanpa membentuk busa berlebih.
- Tuang
air mawar secara bertahap sambil terus diaduk hingga tekstur homogen seperti
lotion ringan.
- Tuang
campuran ke botol pump, tutup rapat, dan kocok lembut selama 30 detik; simpan
di kulkas selama 24 jam untuk maturasi, lalu siap digunakan.
Catatan: Aplikasikan
1-2 pompa pada wajah lembab, pijat lembut selama 1 menit, dan bilas dengan air
hangat; gunakan 1-2 kali sehari untuk rutinitas skincare. Hindari kontak dengan
mata atau area sensitif; lakukan patch test 24 jam sebelumnya pada leher untuk
kulit berjerawat parah (kurangi Cineol Natural Isolate Oil hingga 1% jika
diperlukan). Cocok untuk kulit berminyak atau berjerawat, aman untuk remaja,
tapi hentikan jika muncul kemerahan. Gunakan dalam 1-2 bulan untuk menjaga
efikasi antimikroba; dosis maksimal 2% Cineol Natural Isolate Oil untuk
formulasi pembersih rumahan.
Minyak
Mandi Relaksasi (Relaxation Bath Oil) (100 mL)
Bahan:
- Cineol
Natural Isolate Oil β 8 mL (8%) β sebagai agen bronkodilator utama dengan aroma
segar yang meredakan ketegangan otot dan stres melalui inhalasi uap.
- Minyak
Carrier Jojoba atau Almond Manis β 85 mL (85%) β sebagai basis netral yang
melembapkan kulit dan memperlambat evaporasi cineol untuk efek panjang.
- Minyak
Esensial Lavender β 5 tetes (0,5%) β untuk nuansa floral menenangkan yang
meningkatkan relaksasi emosional dan tidur berkualitas.
- Vitamin
E (Opsional) β 2 tetes β sebagai antioksidan alami untuk memperpanjang umur
simpan dan melindungi kulit dari radikal bebas.
Cara
membuat:
- Siapkan
botol gelap kaca 100 mL untuk melindungi dari cahaya dan oksidasi senyawa
volatil cineol.
- Campur
Cineol Natural Isolate Oil, 5 tetes minyak lavender, dan 2 tetes vitamin E
(jika digunakan) dalam mangkuk kaca kecil hingga tercampur rata.
- Tambahkan
minyak carrier jojoba atau almond manis secara perlahan sambil diaduk dengan
sendok kayu untuk emulsifikasi lembut.
- Aduk
terus hingga larutan homogen dan berwarna kuning muda ringan.
- Tuang
campuran ke botol gelap, tutup rapat, dan kocok kuat selama 1 menit; biarkan
matang selama 48 jam di tempat sejuk, kocok setiap hari.
Catatan: Tuang
10-15 tetes ke air hangat bak mandi (38-40Β°C) dan rendam selama 15-20 menit
untuk relaksasi malam; ideal untuk terapi stres pasca-hari panjang. Hindari
penggunaan pada kulit luka terbuka atau anak di bawah 5 tahun; lakukan patch
test 24 jam sebelumnya (kurangi Cineol Natural Isolate Oil hingga 5% untuk
kulit sensitif). Cocok untuk semua jenis kulit kering atau tegang, dengan
durasi efek hingga 30 menit; hentikan jika muncul gatal. Gunakan dalam 3-6
bulan untuk menjaga kestabilan; dosis maksimal 8% Cineol Natural Isolate Oil
untuk formulasi minyak mandi rumahan.
- 1,8-cineole (eucalyptol): A versatile phytochemical with therapeutic applications across multiple diseases β PubMed
- Anti-inflammatory properties of the monoterpene 1.8-cineole: current evidence for co-medication in inflammatory airway diseases - PubMed
- Effects of 1,8-cineole on neuropathic pain mediated by P2X2 receptor in the spinal cord dorsal horn β Scientific reports
- Anti-inflammatory Properties of the Monoterpene 1.8-cineole: Current Evidence for Co-medication in Inflammatory Airway Diseases - Thieme
- Therapeutic applications of eucalyptus essential oils β Springer Nature
- Eucalyptol (1,8-Cineole) Enhances Wound Healing in Nasal Septal Perforations: An Experimental Rat Model Study - WILEY
- Protective Effect of 1,8-Cineole (Eucalyptol) on Respiratory System: A Systematic Review and Meta-analysis from Animal Studies β Sage Journals
- Eucalyptol (1,8-Cineole) Exhibits Anti-seizure Activity Potentially via Modulation of the Nitric Oxide Pathway - Rep Pharm Sci
- Molecular Docking Identifies 1,8-Cineole (Eucalyptol) as A Novel PPARΞ³ Agonist That Alleviates Colon Inflammation - MDPI
- Potential applications of 1,8-cineole on biofouling control in microalgae cultivation β Science Direct
- Genetic Engineering of Yarrowia lipolytica for 1,8-cineole production: A sustainable approach β Science Direct
- Drought tolerance acquisition in Eucalyptus globulus (Labill.): A research on plant morphology, physiology and proteomics β Science Direct
- Recently introduced Eucalyptus nitens shows lower root colonization, reduced ectomycorrhizal diversity, and less reliance on Australian symbionts than long-established E. globulus β Science Direct
- Microwave-treated Eucalyptus globulus wood for construction applications: Enhanced impregnability, biological resistance, and preserved mechanical performance β Science Direct
- Effects of stand characteristics, topography, and management regime on biomass and volume of Eucalyptus globulus plantations in Ethiopia's Northeast Highlands β Science Direct
- Exploring the potential of 1,8-cineole from cardamom oil against food-borne pathogens: Antibacterial mechanisms and its application in meat preservation β Science Direct
- The role of 1.8-cineole addition on the change in triglyceride geometry and combustion characteristics of vegetable oils droplets β Science Direct
- Cineole-rich eucalyptus β Science Direct
- Eucalyptol and its role in chronic diseases β Science Direct
- Immune-modifying and antimicrobial effects of Eucalyptus oil and simple inhalation devices. β Science Direct
- Properties of 1,8-cineole: a thermophysical and theoretical study. β Science Direct
- Portrait of the synthesis of some potent anti-inflammatory natural products β Science Direct
- Eucalyptol, an All-Purpose Product - MDPI
- Modes of Action of 1,8-Cineol in Infections and Inflammation - MDPI
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Obat
Kumur dan Mouthwash
- Digunakan
sebagai agen antiseptik alami dalam formulasi obat kumur dan mouthwash,
membersihkan mulut secara mendalam dan mencegah bau tidak sedap dengan
menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Streptococcus mutans, berkat
sifat antimikroba cineol yang kuat.
- Konsentrasi
tipikal 0,5-2% untuk efek dingin menyegarkan pada gusi dan lidah, sering
dicampur dengan mentol atau thymol untuk meningkatkan rasa segar, serta dalam
produk gigi sensitif untuk mengurangi iritasi pasca-flossing.
Parfum
dan Wewangian
- Memberikan
aroma segar-kamper sebagai top note dalam komposisi parfum dan wewangian rumah
tangga, menciptakan efek menyegarkan instan seperti hembusan angin eukaliptus
yang volatil, dengan durasi 4-6 jam untuk nuansa herbal ringan.
- Konsentrasi
tipikal 2-10% untuk lapisan awal yang energik, sering dicampur dengan citrus
atau lavender untuk efek fougère, serta dalam sabun mandi dan cologne pria
untuk rasa dingin yang tahan lama pada kulit.
Produk
Kosmetik seperti Bedak dan Lotion
- Ditambahkan
sebagai agen antimikroba dan pendingin dalam bedak tabur, lotion tubuh, serta
krim anti-jerawat, mengurangi peradangan pori-pori dan mencegah jerawat dengan
menghambat proliferasi Propionibacterium acnes.
- Konsentrasi
tipikal 1-3% untuk tekstur ringan yang cepat meresap, sering dicampur dengan
tea tree oil atau aloe vera untuk efek soothing pada kulit kering atau iritasi,
ideal untuk pembersih wajah harian di iklim tropis.
Repelent
dan Insektisida Alami
- Digunakan
sebagai bahan aktif dalam semprotan repelent dan insektisida rumah tangga untuk
mengusir nyamuk Aedes aegypti serta kutu, dengan efek volatil cineol yang
mengganggu sensor olfaktori serangga hingga 4-6 jam perlindungan.
- Konsentrasi
tipikal 5-15% untuk formulasi ramah lingkungan, sering dicampur dengan
citronella atau lemongrass untuk sinergi, serta dalam lilin atau diffuser luar
ruangan untuk pencegahan gigitan di area endemik demam berdarah.
Aromaterapi
dan Inhaler
- Diinspirasi untuk difusi uap dalam inhaler pribadi dan diffuser, meredakan stres emosional serta membersihkan udara dengan aroma mentolik yang membuka jalur napas, mendukung relaksasi mendalam selama meditasi atau yoga.
- Konsentrasi
tipikal 3-8% untuk efek bronkodilator ringan, sering dicampur dengan peppermint
atau rosemary untuk peningkatan fokus mental, serta dalam chest rub topikal
untuk bantuan pernapasan malam hari pada penderita alergi.
Anti-Inflamasi Saluran Napas
- Mengurangi
peradangan bronkus dan paru, serta mencegah eksaserbasi gejala seperti batuk
kronis.
- Studi
klinis menunjukkan penurunan 30-50% gejala setelah 7-14 hari penggunaan
inhalasi, sering direkomendasikan sebagai terapi suportif untuk pasien dengan
riwayat merokok atau polusi udara tinggi.
Mukolitik
(Melarutkan Lendir)
- Membantu
mengencerkan dan mengeluarkan dahak kental pada infeksi pernapasan seperti
sinusitis kronis dan pilek, meningkatkan aliran udara hingga 20% dengan
merangsang sekresi mukus yang lebih cair.
- Efektif
dalam bentuk kapsul atau nebulizer, dengan bukti dari uji klinis yang
menunjukkan percepatan pemulihan 2-3 hari lebih cepat dibanding plasebo, ideal
untuk musim hujan atau alergi musiman.
Bronkodilator
- Melegakan
otot polos bronkus melalui relaksasi via reseptor muskarinik, meredakan sesak
napas akut pada asma alami dan bronkitis kronis tanpa efek samping.
- Penelitian
farmakologi membuktikan dilatasi bronkus hingga 15-25% dalam 30 menit
pasca-inhalasi, sering digunakan sebagai alternatif alami untuk salbutamol pada
kasus ringan.
Antimikroba
dan Antiviral
- Melawan
bakteri gram-positif/negatif, jamur Candida, serta virus seperti rhinovirus
penyebab infeksi saluran napas atas, dengan MIC (Minimum Inhibitory
Concentration) rendah hingga 0,5% untuk pencegahan pilek musiman.
- Bukti
dari studi in vitro dan klinis menunjukkan pengurangan durasi infeksi hingga
1-2 hari, direkomendasikan untuk imunokompromais atau pencegahan di lingkungan
ramai seperti sekolah.
Analgesik
Topikal
- Mengurangi nyeri neuropatik dan peradangan otot, efektif pada arthritis rematik atau luka pasca-operasi saat diaplikasikan sebagai gel atau balsem eksternal.
- Efek
analgesik terlihat dalam 20-40 menit dengan penurunan rasa sakit 25-40%, sering
dicampur dengan mentol untuk sinergi dingin-panas pada terapi fisik.
CINEOL
NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI name: Cineol
Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%
HS
Code: 33019090
CAS#:
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Fractional Distillation
DESKRIPSI
PRODUK:
Cineol
Natural Isolate Oil adalah isolat monoterpenoid alami dengan kemurnian tinggi
yang diekstrak dari minyak esensial Eucalyptus globulus Labill. melalui
fractional distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksional
berdasarkan perbedaan titik didih dan volatilitas komponen di bawah tekanan
rendah untuk memisahkan fraksi cineol murni dari kotoran, lilin, dan senyawa
volatil berat, sehingga menjaga integritas senyawa bioaktif sambil menghasilkan
minyak yang lebih ringan, stabil, dan konsisten. Proses ini dimulai dengan
penyadapan daun segar dari perkebunan tropis dan subtropis Australia (sebagai
habitat asli) serta Asia Tenggara termasuk Indonesia (seperti Jawa dan Sumatra)
pada musim kering (Mei-Oktober), diikuti steam distillation awal untuk mendapatkan
minyak atsiri kaya 1,8-cineole (hingga 70-90% dalam varian mentah), kemudian
diproses lebih lanjut melalui distilasi fraksional kontinu untuk isolasi
senyawa utama dengan konsentrasi minimal 90% yang memberikan aroma segar-kamper
khas serta sifat bioaktif mukolitik, anti-inflamasi, dan antimikroba.
Secara
organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:
- Warna: Tidak berwarna hingga kuning
muda, hampir tanpa pigmen gelap berkat proses pemurnian.
- Aroma: Segar-kamper dengan nuansa
pedas-dingin, mentolik, herbal ringan, dan sedikit woody-eukaliptus,
menambah kesegaran yang menyegarkan dan membersihkan.
- Tekstur: Cair berminyak dengan
viskositas rendah, evaporasi cepat pada suhu kamar, ideal untuk formulasi
yang memerlukan efek dingin instan dan volatilitas tinggi sebagai inhalan
atau pewangi segar.
Dari
segi komposisi, 1,8-cineole adalah senyawa monoterpenoid utama (CββHββO, hingga
99% dalam isolat), yang dikenal sebagai agen mukolitik kuat, bronkodilator,
anti-inflamasi, antimikroba, serta neuroprotektif. Senyawa ini juga menunjukkan
aktivitas antiviral dan antifungal kuat, analgesik (untuk nyeri neuropatik),
antioksidan, pro-apoptotik (potensi antikanker), serta protektif terhadap
gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK, penyakit kardiovaskular, diabetes,
ulkus peptikum, diare, epilepsi, dan Alzheimer.
Cineol
Natural Isolate Oil telah digunakan dalam pengobatan tradisional suku Aborigin
Australia dari ekstrak daun eucalyptus sebagai ramuan untuk membersihkan
saluran napas, mengobati luka, infeksi, dan peradangan, sementara penelitian
modern membuktikan potensinya dalam formulasi fragrance segar dan herbal
(sebagai top note tahan hingga 4-6 jam), aromaterapi untuk meredakan batuk,
sinusitis, dan stres, kosmetik anti-jerawat dan pembersih kulit, insektisida
ramah lingkungan (sebagai repelent alami), serta terapi suportif untuk
kesehatan pernapasan, saraf, dan kanker, di mana ia meningkatkan daya tahan
antimikroba, memberikan efek dingin serta relaksasi sensorik yang berkelanjutan.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Cineol
Natural Isolate Oil terutama berasal dari tanaman famili Myrtaceae seperti
Eucalyptus globulus Labill. (kayu putih biru atau Tasmanian blue gum, sumber
utama monoterpenoid 1,8-cineole di Australia), dan dibudidayakan secara luas di
wilayah tropis dan subtropis lainnya seperti Indonesia (Jawa dan Sumatra),
Brasil, India, Afrika Selatan, dan Eropa sebagai penopang produksi minyak
atsiri kaya 1,8-cineole sebagai komponen utama. Spesies ini adalah pohon
evergreen besar berbatang lurus yang membentuk hutan tinggi, asli dari hutan
mediterania Tasmania dan Australia tenggara, tumbuh di iklim mediterania hingga
tropis (suhu 10-30Β°C, curah hujan 800-2.000 mm/tahun), sering di tanah
berpasir/liat/loam dengan drainase baik dan pH 5.0-7.5 serta ketinggian 0-1.500
m dpl, serta memerlukan sinar matahari penuh, kelembaban sedang, dan toleransi
terhadap kekeringan ringan serta tanah berdrainase sedang.
Ciri-ciri
botani
- Habitus:
Pohon evergreen besar hingga 30-70 m tinggi
(maks. 90 m) dengan batang lurus tunggal membentuk mahkota lebar kompak;
daun dimorfik aromatik kaya 1,8-cineole (hingga 70-90% dalam minyak
esensial daun) sebagai pertahanan kimia terhadap patogen/herbivora, sumber
utama isolat natural cineol melalui fractional distillation.
- Batang
& kulit: Batang lurus berdiameter 0.6-2 m,
kulit halus exfoliating (mengelupas dalam strip panjang) berwarna abu-abu
kebiruan (grayish-blue) hingga krem/kuning/abu-abu mottled, sumber utama
1,8-cineole via steam distillation/fractional distillation untuk isolasi
monoterpen murni.
- Daun:
Dimorfikβjuvenile: ovate hingga elliptic 5-15 cm x 4-10 cm, glaucous
(kebiruan berlilin), berlawanan sessile; adult: alternate lanceolate atau
curved 10-30 cm x 1-3 cm, hijau mengkilap kedua sisi, margin halus,
kelenjar minyak esensial aroma segar-kamper volatil untuk perlindungan
serangga/kekeringan, bertahan sepanjang tahun, kaya glandular trichomes
penghasil monoterpenoid.
- Bunga:
Infloresens umbel tunggal atau 3-7 bunga per aksila daun, putih, 0.7-1.5
cm; operculum hemispherical flattened dengan umbo sentral, calyx tube
obconical ribbed glaucous; entomofilous dan ornithofilous, berbunga
musiman (musim semi-panas), mendukung penyerbukan yang memengaruhi
kualitas cineol daun.
- Buah/Akar:
Kapsul kayu conical/hemispherical 2-3 cm diam., dengan 3-5 valve
flush/included; akar taproot dalam dan lateral dangkal sumber sekunder
1,8-cineole, dispersi biji angin ringan, lignotuber untuk regenerasi
pasca-gangguan, propagasi vegetatif via coppice kaya senyawa bioaktif
monoterpen untuk produksi berkelanjutan.
Ekologi
& distribusi
Tumbuh
di hutan mediterania primer/sekunder terbuka, semak belukar kering, perkebunan
monokultur, atau agroforestri; toleran sinar penuh, kekeringan/banjir musiman,
tanah asam (pH 5.0-7.5); menjaga ekosistem via batang dan akar dalam menahan
tanah/air, habitat flora/herbivora endemik. Distribusi native ke Tasmania,
Australia Selatan (New South Wales, Victoria); introduced luas ke Asia
Tenggara, Amerika Selatan, Afrika, Eropa, dan Pasifik; 1,8-cineole allelopatik
hambat gulma/patogen (antimikroba, insektisida, anti-inflamasi alami),
mendukung produksi isolat natural cineol berkelanjutan meski potensial invasif
di habitat baru.
Peran
ekologis
Selain
penghasil minyak atsiri daun kaya 1,8-cineole sebagai sumber natural isolate
oil, nilai ekologis tinggi:
- Habitat
satwa mediterania: Polinator (serangga/burung seperti lorikeet) tertarik
aroma volatil cineol, mamalia/reptil/koala endemik untuk
perlindungan/bersarang di hutan eukaliptus, mempromosikan biodiversitas di
perkebunan cineol.
- Batang/akar
fibrosa/dalam cegah erosi tanah di lereng hutan, lahan pertanian, rawan
banjir/kekeringan/longsor monsun/kemarau, menstabilkan ekosistem untuk
budidaya cineol jangka panjang.
- Daun/batang/infloresens
dukung biodiversitas mikroba tanah/penyerbuk via 1,8-cineole: Tarik
serangga bermanfaat, tolak hama, promosikan regenerasi kebun/hutan
pasca-panen/gangguan alam (kebakaran/longsor), sambil menjaga kualitas
isolat natural cineol alami.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Cineol,
yang secara ilmiah dikenal sebagai 1,8-cineole atau eucalyptol, adalah senyawa
monoterpenoid alami yang pertama kali diisolasi pada tahun 1870 oleh ahli kimia
Prancis FranΓ§ois Stanislas Cloez dari minyak esensial daun Eucalyptus globulus.
Cloez menamai senyawa ini "eucalyptol" karena dominasinya dalam
komposisi minyak eukaliptus, dan bahkan spesies eukaliptus E. cloeziana dinamai
untuk menghormatinya. Sebelum penemuan ilmiah ini, cineol telah digunakan
secara tradisional oleh suku Aborigin Australia selama ribuan tahun sebagai
obat alami dari daun eukaliptus untuk mengobati luka, infeksi, peradangan, dan
masalah pernapasan, sering melalui inhalasi uap atau aplikasi topikal.
Penggunaan ini menyebar ke Eropa pada abad ke-18 melalui pelaut dan penjelajah,
di mana minyak eukaliptus menjadi populer sebagai antiseptik selama Perang
Krimea (1853-1856) untuk mencegah infeksi luka. Pada awal abad ke-20, cineol
mulai diproduksi secara komersial melalui distilasi fraksional, dan pada
1920-an, ia diakui secara farmakologis sebagai mukolitik. Di Indonesia, cineol
dikenal melalui minyak kayu putih (Melaleuca leucadendron), yang digunakan
secara tradisional oleh masyarakat lokal untuk pengobatan serupa, dan kini
menjadi bagian dari industri farmasi nasional sejak era kolonial Belanda.
Cineol
memiliki berbagai aplikasi berkat sifat mukolitik (melarutkan lendir),
anti-inflamasi, antimikroba, dan bronkodilatornya, yang membuatnya efektif
untuk pengobatan infeksi dan peradangan saluran napas seperti sinusitis,
bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dalam bentuk obat,
cineol sering ditemukan dalam kapsul inhalan, tetes hidung, atau obat batuk
(dosis harian 200-600 mg untuk dewasa), dan telah terbukti mengurangi gejala
asma serta sinusitis kronis dengan polip hidung melalui studi klinis. Selain
medis, cineol digunakan sebagai pewangi parfum (aroma segar-kamper) dan agen
kosmetik (mouthwash dan sabun untuk efek antiseptik). Di bidang aromaterapi, ia
meredakan stres, batuk, dan kongesti melalui difusi atau pijat (dosis rendah <1%
untuk anak-anak). Potensi lain termasuk proteksi mukosa lambung dari kerusakan
etanol, efek antiviral terhadap infeksi pernapasan, serta aplikasi insektisida
alami sebagai repelent. Namun, hindari penggunaan pada anak di bawah 5 tahun
karena risiko aspirasi paru, dan konsultasikan dokter untuk dosis aman (LD50
2,48 g/kg pada hewan uji).
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Minyak atsiri yang berasal dari daun Eucalyptus globulus Labill. Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | 1,8-Cineole (CββHββO), dengan kandungan minimal 90% sebagai senyawa utama dalam bentuk natural isolate oil. |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik. |
| Blend well | Segar seperti mint atau lemon, dengan nuansa herbal (lavender, rosemary) atau citrus yang menambah kesegaran dan efek bronkodilator. |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Simpan
di tempat sejuk (di bawah 25Β°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah
oksidasi dan evaporasi volatil. |
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|