Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

  • Antiinflamasi alami β†’ membantu meredakan kemerahan, iritasi kulit, dan peradangan ringan.
  • Antimikroba ringan β†’ mendukung kebersihan kulit dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan dan jerawat.
  • Antioksidan β†’ melindungi kulit dari kerusakan oksidatif dan mendukung regenerasi sel.
  • Efek menenangkan (soothing effect) β†’ membantu meredakan stres, ketegangan emosional, serta kecemasan ringan melalui aromaterapi.
  • Relaksasi otot β†’ aroma dan kandungan bioaktifnya dapat memberi efek pelemasan ringan pada otot yang tegang.
  • Pendukung tidur β†’ digunakan sebagai pillow mist atau aromaterapi untuk meningkatkan kualitas tidur alami.
  • Potensi analgesik lembut β†’ beberapa studi menunjukkan ekstrak Plumeria dapat membantu meredakan nyeri ringan.

1. Face Mist Relaksasi & Hydrating (100 ml)

Bahan:

  • Frangipani Hydrosol β€” 85 ml
  • Aloe vera juice β€” 10 ml
  • Glycerin β€” 3 ml (humektan)
  • Pengawet alami* (misalnya sodium benzoate + potassium sorbate) β€” 2 ml

Cara membuat:

  1. Campurkan hydrosol, aloe vera, dan glycerin dalam wadah bersih.
  2. Aduk perlahan hingga homogen.
  3. Tambahkan pengawet, aduk rata.
  4. Tuang ke botol spray steril.

Catatan: Memberikan kesegaran sekaligus hidrasi lembut pada kulit, cocok digunakan sehari-hari.


2. Body & Linen Spray (100 ml)

Bahan:

  • Frangipani Hydrosol β€” 90 ml
  • Alkohol 70% (food/cosmetic grade) β€” 8 ml
  • Essential oil lavender / citrus (opsional) β€” 2 ml

Cara membuat:

  1. Campurkan hydrosol dengan alkohol.
  2. Tambahkan minyak esensial bila ingin wangi lebih kompleks.
  3. Tuang ke botol spray.

Catatan: Memberikan aroma floral-spa yang menenangkan, dapat digunakan untuk tubuh maupun linen.


3. Natural Toner Antioksidan (100 ml)

Bahan:

  • Frangipani Hydrosol β€” 95 ml
  • Ekstrak teh hijau (water-soluble) β€” 2 ml
  • Glycerin β€” 2 ml
  • Pengawet alami β€” 1 ml

Cara membuat:

  1. Larutkan ekstrak teh hijau dalam hydrosol.
  2. Tambahkan glycerin dan pengawet.
  3. Aduk rata, simpan dalam botol spray atau botol toner.

Catatan: Menggabungkan sifat antioksidan teh hijau dengan aroma floral-frangipani yang menenangkan.


4. Mild Cleansing Water (100 ml)

Bahan:

  • Frangipani Hydrosol β€” 80 ml
  • Ekstrak chamomile hydrosol β€” 10 ml
  • Gliserin β€” 5 ml
  • Cocamidopropyl betaine (mild surfactant) β€” 5 ml

Cara membuat:

  1. Campurkan hydrosol dan chamomile hydrosol.
  2. Tambahkan surfaktan lembut dan glycerin.
  3. Aduk rata, tuang ke botol flip-top.

Catatan: Cocok sebagai pembersih ringan wajah, meninggalkan sensasi segar dan floral lembut.

  • Toner wajah alami β†’ membantu melembapkan, menyegarkan, dan menjaga keseimbangan pH kulit.
  • Perawatan kulit sensitif β†’ menenangkan iritasi ringan dan memberi efek soothing.
  • Anti-aging alami β†’ kandungan antioksidan mendukung perlindungan kulit dari radikal bebas dan penuaan dini.
  • Hair mist alami β†’ menyegarkan rambut, membantu menjaga kelembapan, dan mendukung kesehatan kulit kepala.
  • Aromaterapi relaksasi β†’ aroma manis dan floral membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kualitas tidur.
  • Room & linen spray β†’ memberi aroma floral yang lembut dan menyegarkan ruangan atau kain.
  • Bahan tambahan kosmetik β†’ bisa dicampurkan dalam sabun cair, lotion, hand sanitizer alami, atau produk perawatan herbal lainnya.

FRANGIPANI HYDROSOL / HIDROSOL BUNGA KAMBOJA By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Plumeria alba

INCI name: Plumeria alba (Frangipani) Flower Water

Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%

HS Code: 33019010

CAS#: 94350-02-4

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Destilasi uap


DESKRIPSI PRODUK:

Frangipani Hydrosol (Hidrosol Bunga Kamboja) merupakan produk samping bernilai tinggi dari proses penyulingan uap bunga Plumeria alba. Proses distilasi ini menghasilkan dua fraksi utama: minyak atsiri (fase minyak) dan hidrosol (fase air). Hidrosol mengandung molekul volatil larut-air dalam konsentrasi rendah serta senyawa polar bioaktif yang tidak terambil pada fase minyak. Komponen ini meliputi senyawa fenolik dan terpenoid dengan potensi aktivitas biologis ringan, termasuk efek antioksidan dan antimikroba. Dibandingkan dengan minyak atsiri murni, hidrosol lebih lembut, ringan, dan aman diaplikasikan langsung pada kulit atau digunakan sebagai fase air dalam formulasi kosmetik, aromaterapi, maupun wellness products.

Secara spesifikasi, Frangipani Hydrosol berbentuk cairan jernih hingga agak keruh dengan warna bening atau kuning pucat, bergantung pada kondisi bahan baku dan proses distilasi. pH hidrosol umumnya berada pada kisaran asam ringan (pH 3–6), yang membantu mendukung kestabilan alami produk dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Hidrosol larut sepenuhnya dalam air dan alkohol, tetapi tidak larut dalam minyak, sehingga ideal digunakan sebagai fase air dalam sediaan emulsi, lotion, toner, atau spray.

Dari sisi organoleptik, Frangipani Hydrosol memiliki aroma khas floral yang lembut, manis, dan eksotis, menyerupai bunga tropis segar namun lebih ringan dibandingkan absolute atau essential oil frangipani yang pekat. Aroma ini memberikan efek menenangkan dan menyegarkan, sehingga populer dalam aplikasi face mist, body spray, atau room spray. Saat diaplikasikan ke kulit, hidrosol memberi sensasi segar, ringan, dan non-iritatif, tanpa meninggalkan rasa berminyak. Secara visual, produk ini tampak jernih hingga agak kekuningan dengan kestabilan yang baik bila disimpan dalam kondisi sesuai. Tanda penurunan mutu dapat diamati dari perubahan warna menjadi keruh, aroma menjadi asam, atau terbentuknya endapan. Dalam kondisi penyimpanan yang optimal (suhu 10–25 Β°C, botol kaca gelap tertutup rapat, terlindung dari cahaya), umur simpan Frangipani Hydrosol berkisar 6–12 bulan.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Plumeria alba, dikenal dengan nama umum kamboja putih atau frangipani putih, merupakan tanaman hias tropis yang populer karena keindahan bunganya dan aromanya yang khas. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Apocynaceae yang banyak tersebar di daerah tropis dan subtropis. Secara alami, P. alba berasal dari Karibia dan Amerika Tengah, namun kini banyak dibudidayakan di Asia, termasuk Indonesia, sebagai tanaman hias, ornamental, maupun tanaman yang bernilai budaya dan spiritual. Dari sisi fitokimia, bunga dan daun Plumeria alba dilaporkan mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, serta minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba.

Taksonomi Botani

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Gentianales
  • Famili: Apocynaceae
  • Genus: Plumeria
  • Spesies: Plumeria alba L.

Morfologi Tanaman

1. Batang

  • Bentuk pohon kecil hingga sedang, tinggi umumnya 3–8 meter.
  • Batangnya tebal, berair (succulent), berwarna abu-abu kehijauan, dengan getah putih pekat yang mengandung lateks.
  • Percabangan tidak teratur, dengan tajuk terbuka.

2. Daun

  • Tersusun spiral di ujung ranting (roset terminal).
  • Bentuk lanset panjang (panjang 20–40 cm, lebar 7–10 cm).
  • Warna hijau tua di permukaan atas dan lebih pucat di bawah.
  • Tekstur agak kaku, permukaan mengilap.

3. Bunga

  • Bagian paling khas dan bernilai estetika tinggi.
  • Bunga berwarna putih bersih dengan bagian tengah kuning keemasan.
  • Diameter bunga sekitar 5–7 cm.
  • Mahkota berbentuk trompet dengan 5 kelopak tumpang tindih spiral.
  • Beraroma harum, terutama di malam hari untuk menarik penyerbuk (serangga dan ngengat malam).

4. Buah

  • Berbentuk kapsul ganda (folikel) panjang Β± 15–30 cm, berisi banyak biji pipih dengan rambut/rambut halus untuk penyebaran angin.
  • Jarang dijumpai pada tanaman hias karena sering dipangkas.

5. Akar

  • Sistem perakaran serabut dengan akar kuat yang mendukung pertumbuhan di tanah kering maupun lembap.

Ciri Khas

Keunikan utama Plumeria alba adalah bunga putih besar dengan pusat kuning yang sangat harum, terutama pada malam hari. Getah putihnya bersifat iritatif pada kulit dan mata, sehingga perlu kehati-hatian dalam penanganannya. Dari sisi bioaktivitas, tanaman ini banyak dipelajari dalam bidang farmakognosi karena kandungan alkaloid, fenol, dan flavonoid yang berpotensi untuk pengembangan obat herbal dan kosmetik.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Plumeria alba atau kamboja putih telah dikenal sejak ratusan tahun lalu di berbagai budaya tropis, terutama di Karibia, Amerika Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki nilai estetika, spiritual, dan medis. Di India, bunga frangipani sering digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda untuk mengatasi peradangan, demam, dan gangguan kulit. Di Pasifik dan Asia Tenggara, bunga ini dipakai dalam ritual budaya, dekorasi, serta sebagai simbol spiritual dan kesucian. Secara etnobotani, getah, daun, dan bunganya juga digunakan sebagai obat tradisional karena kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan terpenoid.

Frangipani Hydrosol adalah produk samping dari proses penyulingan uap bunga Plumeria alba untuk memperoleh minyak atsiri. Pada mulanya, hydrosol dianggap hanya sebagai β€œlimbah air” dari distilasi minyak atsiri. Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa hydrosol menyimpan molekul volatil larut air (misalnya linalool, geraniol, dan fenol dalam kadar rendah) yang memberi aroma khas bunga frangipani, dengan intensitas lebih lembut dibanding minyak atsiri. Seiring berkembangnya industri kosmetik alami dan aromaterapi pada abad ke-20, frangipani hydrosol mulai dipandang sebagai bahan bernilai tinggi karena keamanannya lebih baik dibanding minyak atsiri yang pekat.

Sejarah Penggunaan Frangipani Hydrosol

  1. Aromaterapi – Digunakan sebagai room spray atau linen spray dengan aroma floral-manis yang menenangkan.
  2. Perawatan kulit – Mulai dipakai dalam formulasi toner, face mist, dan lotion alami sejak akhir abad ke-20, terutama di Eropa dan Amerika Utara seiring tren botanical skincare.
  3. Pengobatan tradisional ke modern – Walaupun bunga kamboja telah digunakan lama dalam Ayurveda dan pengobatan tradisional di Asia Tenggara, penerapan hydrosol sebagai bahan terapi relatif baru, muncul bersama pengembangan teknologi destilasi modern.
  4. Industri kosmetik kontemporer – Kini hydrosol bunga kamboja menjadi bahan tambahan dalam parfum, sabun herbal, krim pelembap, serta spa treatment karena aromanya yang eksotis sekaligus lembut.

Dengan demikian, Frangipani Hydrosol adalah wujud modernisasi dari kearifan tradisional bunga kamboja, memadukan sejarah panjang pemanfaatan tanaman dengan inovasi teknologi destilasi yang menghadirkan bahan alami, aman, dan berkelanjutan.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga kamboja

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Organoleptik
  • Warna: Cairan bening, tidak berwarna hingga sedikit keruh
  • Aroma: Baunya manis seperti madu, seperti gardenia, dan lembut
Solubility

Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak

Blend well

Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

12 bulan

Instruksi penyimpanan
  • Simpan dalam botol kaca gelap, tertutup rapat.
  • Hindari panas & sinar matahari langsung.
  • Suhu ideal: 10–25Β°C.
  • Gunakan dalam 6–12 bulan setelah dibuka.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian kulit.
  • Jangan gunakan pada mata atau area sensitif.
  • Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi.
  • Konsumsi oral hanya bila ada izin resmi.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Tulis ulasan