- Minyak Frangipani Absolut bukan
obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati,
menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
- Informasi ini bersifat edukatif
dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
- Penggunaan terapeutik belum diuji
secara klinis pada manusia.
- Ethnobotanical and Medicinal Uses of Plumeria alba
- Phytochemical Studies on Flowers of Plumeria alba
- Plumeria (Genus Overview)
- Plumeria alba (White Frangipani)
- Phytochemical Profile and Pharmacological Potentials of Plumeria Species: A Comprehensive Review
- Chemical Composition of Essential Oil of Frangipani Flower (Plumeria alba) with Re-Extraction Using Ethanol Solvents
- Antioxidant Capacity of Frangipani (Plumeria alba) Flower Extract
- Potential of Frangipani Flower (Plumeria alba L.) as an Antibacterial Agent
- Constituents of Essential Oils from the Leaf and Flower of Plumeria alba Grown in Nigeria
- Chemical Characterization and Biological Activities of Essential Oils of Plumeria alba
- Phytochemical and Pharmacological Properties of Plumeria Species
- Phytochemical and Pharmacological Review of Plumeria alba
- Antimicrobial Activity and Chemical Composition of Plumeria alba Flower Extracts
- Constituents of Essential Oils from the Leaf and Flower of Plumeria alba Grown in Nigeria (Full Text)
- Pharmacological and Phytochemical Evaluation of Plumeria alba
- Medicinal Potential of Plumeria alba Linn: Phytochemistry and Pharmacological Activities
- Medicinal Potential of Plumeria alba Linn: A Review of Its Phytochemistry and Pharmacological Activities
- Pharmacological, Phytochemical and Traditional Uses of Plumeria alba Linn: An Indian Medicinal Plant
- Potential of Frangipani Flower (Plumeria sp.) as a Source of Antibacterial and Antioxidants
- Phytochemical Constituents and Pharmacological Activities of Calendula officinalis Linn.: A Review
- Essential Oils of Plumeria alba and Plumeria rubra: Chemical Profile and Biological Activity
- Chemical Composition and Bioactivity of Plumeria Essential Oils
A.
Manfaat & kegunaan di bidang industri
Industri
parfum/fine fragrance
- digunakan sebagai middle note floral
tropis
- memberikan karakter creamy–sweet–exotic
- dipakai pada niche perfume, extrait,
parfum artisanal
Industri
kosmetik alami
- bahan pewangi alami lotion, body oil, face
oil, sabun natural
- memberi pengalaman sensorik “relaxing
& luxury”
Industri
aromaterapi
- digunakan dalam massage oil, diffuser
blend, spa therapy
Industri
wellness & spa
- sebagai signature scent untuk spa
tropis/relaksasi
Industri
lilin aromaterapi (aroma candle)
- memberi nuansa aroma hangat dan tenang
Industri
personal care
termasuk:
- deodorant alami
- bath salt
- bath bomb
- hair oil/serum
Industri
farmasi herbal tradisional
- digunakan sebagai bahan pendukung aroma
dan kenyamanan pasien
B.
Manfaat & kegunaan non-industri (tradisional & budaya)
bunga
dipakai dalam:
- ritual keagamaan Hindu–Buddha
- upacara adat di Asia Tenggara
- simbol kesucian, keabadian, dan
spiritualitas
digunakan
sebagai:
- bunga tabur
- hiasan altar
- aromatik alami pada ruangan
dalam
praktik tradisional beberapa daerah:
- digunakan untuk menenangkan pikiran
- membantu relaksasi spiritual
- meningkatkan rasa damai dan fokus
A.
Manfaat terapeutik aromaterapi (aroma-based)
- membantu
relaksasi mental
- membantu
mengurangi ketegangan emosional
- menciptakan
rasa tenang dan nyaman
- mendukung
kualitas tidur
- meningkatkan
suasana hati (mood-enhancing)
B.
Manfaat terapeutik potensial (berbasis komponen kimia)
anti-inflamasi
ringan
beberapa
senyawa terpenoid menunjukkan potensi menurunkan respon inflamasi
antioksidan
membantu
menangkap radikal bebas pada tingkat molekuler
antimikroba
ringan
terutama
terhadap bakteri tertentu pada uji in-vitro
sedatif
ringan (aromatik)
mendukung
perasaan rileks & ketenangan
Penting:
manfaat di atas berdasarkan penelitian senyawa komponen, bukan klaim
pengobatan langsung.
C.
Batasan ilmiah yang perlu disebutkan
belum
banyak uji klinis manusia khusus Frangipani Absolute
sebagian
besar data berasal dari:
- uji in-vitro
- uji pada hewan
- studi senyawa (linalool, nerolidol, methyl salicylate)
- penggunaan
bersifat komplementer, bukan terapi utama
Sertifikat
Halal: 33110034666001125
Dokumen
Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet
(MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikasi CITES (permintaan
untuk ekspor spesies dilindungi)
1.
Relaxing Frangipani Body Oil
Tujuan:
relaksasi, perawatan kulit, aromaterapi ringan
Bahan
& fungsi
- Frangipani
Absolute Oil: 0,5%→ pemberi aroma floral eksotik, efek relaksasi
aromatik
- Carrier
oil (Jojoba / Sweet Almond): 99,5%→ pelarut lipofilik, pelembap kulit
Cara
pembuatan
- Timbang
carrier oil dalam wadah kaca bersih.
- Tambahkan
Frangipani Absolute Oil sesuai takaran.
- Aduk
perlahan hingga homogen.
- Simpan
dalam botol kaca gelap tertutup rapat.
Cara
pemakaian
- Oleskan
tipis pada kulit setelah mandi.
- Dapat
digunakan sebagai minyak pijat ringan.
Keamanan
- Lakukan
patch test 24 jam sebelum pemakaian luas.
- Hindari
area wajah dan kulit sensitif.
2.
Frangipani Aromatherapy Roll-On
Tujuan:
relaksasi emosional & mood support
Bahan
- Frangipani
Absolute Oil: 0,3%
- Lavender
essential oil: 0,7%
- Fractionated
coconut oil: 99%
Cara
pembuatan
- Campurkan
semua bahan, aduk homogen.
- Masukkan
ke botol roll-on.
Cara
pemakaian
- Aplikasikan
pada pergelangan tangan atau belakang telinga.
B.
Formulasi Industri (Kosmetik & Wellness)
3.
Frangipani Body Lotion (Industri Kosmetik Alami)
Fase
minyak
- Frangipani
Absolute Oil: 0,2–0,5%
- Emollient
oil (caprylic/capric triglyceride): q.s.
- Emulsifier
non-ionik (approved cosmetic grade)
Fase
air
- Aqua
demineralisata
- Humektan
(glycerin / propanediol)
Fungsi
Frangipani
- Natural
fragrance
- Sensorial
enhancer (relaxing, luxury feel)
Catatan
ilmiah
Konsentrasi
rendah direkomendasikan untuk menghindari iritasi akibat senyawa aromatik
seperti methyl salicylate.
4.
Frangipani Natural Perfume (Alcohol-Based)
Kategori:
fine fragrance / niche perfume
Bahan
utama
- Frangipani
Absolute Oil: 1–3% (middle note)
- Top
note (bergamot / citrus oil): 10–20%
- Base
note (sandalwood / benzoin): 10–20%
- Ethanol
95%: q.s. 100%
Cara
pembuatan
- Campur
semua bahan aroma.
- Larutkan
dalam etanol.
- Aging
minimal 2–4 minggu dalam wadah tertutup.
- Filtrasi
sebelum pengemasan.
Aplikasi
Parfum
spray atau extrait.
5.
Spa & Wellness Massage Oil (Industri Spa)
Tujuan:
relaksasi, aromaterapi, pengalaman sensorik
Bahan
- Frangipani
Absolute Oil: 0,5–1%
- Carrier
oil blend (grape seed + almond): q.s.
Catatan
- Digunakan
oleh terapis profesional.
- Tidak
dianjurkan untuk kulit sensitif tanpa uji awal.
C.
Pengamanan & Pengujian Formula (Sangat Dianjurkan)
1.
Pengamanan (Safety Consideration)
- Gunakan
sesuai IFRA guideline untuk bahan aroma
- Hindari
penggunaan berlebihan (over-dosage)
- Wajib
dilusi (absolute ≠ ready-to-use)
2.
Pengujian yang Disarankan
- Patch
test / skin irritation test
- Stability
test
(suhu ruang, panas, cahaya)
- Organoleptic
stability (aroma, warna, kejernihan)
- Microbial test (untuk produk berbasis air)
- Compatibility
test
dengan kemasan
FRANGIPANI
ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA KAMBOJA By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI
name: Plumeria Alba Flower Extract
Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100
HS
Code: 33012990
CAS#:
-
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Ekstraksi pelarut
DESKRIPSI
PRODUK:
Frangipani
Absolute Oil merupakan ekstrak aromatik alami berkonsentrasi tinggi yang
diperoleh dari bunga Plumeria alba L. (kamboja putih) melalui metode
ekstraksi pelarut n-heksana, kemudian dimurnikan menjadi bentuk absolute.
Dalam kajian ilmiah, frangipani diklasifikasikan sebagai bunga yang tidak
efektif diekstraksi menggunakan destilasi uap, karena sebagian besar
senyawa aromatiknya bersifat termolabil dan mudah terdegradasi oleh
panas. Oleh sebab itu, teknik ekstraksi pelarut dipandang sebagai metode paling
tepat untuk mempertahankan komposisi aroma bunga yang mendekati kondisi
alaminya, sebagaimana dijelaskan dalam literatur kimia aroma dan teknologi
parfum.
Secara
kimia, Frangipani Absolute Oil mengandung campuran kompleks senyawa volatil,
terutama dari kelompok alkohol terpenoid, ester aromatik, dan seskuiterpen,
yang berperan penting dalam pembentukan aroma khasnya. Penelitian menunjukkan
bahwa senyawa seperti linalool, methyl salicylate, dan nerolidol
merupakan komponen dominan pada ekstrak bunga Plumeria alba.
Senyawa-senyawa ini dikenal luas dalam literatur ilmiah karena kontribusinya
terhadap aroma floral-manis, nuansa hangat balsamic, serta kedalaman aroma yang
lembut dan tahan lama. Kompleksitas komposisi inilah yang menjadikan frangipani
absolute bernilai tinggi dalam industri parfumeri alami dan produk aromatik
premium.
Dari
sisi spesifikasi fisik, Frangipani Absolute Oil umumnya berwujud cairan
kental (viscous liquid) dengan warna kuning hingga kuning keemasan,
yang mencerminkan kandungan fraksi aromatik berat khas absolute. Absolute ini
bersifat larut dalam alkohol dan minyak, namun tidak larut dalam air,
sesuai dengan karakter lipofilik senyawa terpenoid dan ester aromatik.
Parameter fisik seperti berat jenis dan indeks bias digunakan secara
luas sebagai indikator mutu dan kemurnian, dan nilainya dilaporkan konsisten dalam
berbagai studi maupun dokumen teknis industri ekstrak bunga.
Karakteristik
organoleptik Frangipani Absolute Oil menjadi aspek paling menonjol dan
menjadi dasar utama penggunaannya. Aromanya digambarkan sebagai floral yang
kaya, manis, creamy, hangat, dan eksotik, sering kali disertai nuansa
balsamic lembut dan sedikit hijau. Dalam klasifikasi parfumeri, frangipani
absolute umumnya ditempatkan sebagai middle note, berfungsi sebagai
penghubung harmonis antara kesegaran top note dan kedalaman base note.
Intensitas aromanya tergolong sedang hingga kuat, dengan daya lekat
aroma yang relatif baik karena keberadaan senyawa seskuiterpen seperti
nerolidol.
Hubungan
antara komposisi kimia dan persepsi aroma Frangipani Absolute Oil telah banyak
dibahas dalam jurnal ilmiah bidang flavour and fragrance chemistry. Linalool
berkontribusi terhadap kesan floral-manis yang lembut, methyl salicylate
memberikan nuansa hangat dan sedikit pedas-balsamic, sementara nerolidol
memperkaya karakter aroma dengan kesan lembut, creamy, dan bertahan lama.
Sinergi senyawa-senyawa inilah yang menjelaskan mengapa frangipani absolute
memiliki profil aroma yang kompleks, menenangkan, dan sangat khas dibandingkan
minyak atsiri hasil destilasi uap.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Klasifikasi
Botani
Plumeria
alba
L. merupakan spesies tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Apocynaceae,
yaitu famili tumbuhan yang banyak menghasilkan lateks dan senyawa bioaktif.
Secara taksonomi, tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom
: Plantae
- Divisio
: Tracheophyta
- Class
: Magnoliopsida
- Order
: Gentianales
- Family
: Apocynaceae
- Genus
: Plumeria
- Species
: Plumeria alba L.
Genus
Plumeria terdiri dari beberapa spesies aromatik penting, seperti Plumeria
rubra dan Plumeria obtusa, namun P. alba dikenal luas karena aroma
bunganya yang lembut dan manis, serta penggunaannya dalam parfum dan
praktik tradisional.
Habitat
dan Distribusi
Plumeria
alba
berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Karibia, kemudian menyebar luas
ke wilayah tropis lain, termasuk Asia Tenggara, India, dan kepulauan Pasifik.
Tanaman ini tumbuh optimal pada:
- Iklim
tropis hingga subtropis
- Daerah
dengan paparan sinar matahari penuh
- Tanah
berdrainase baik
- Literatur
botani mencatat bahwa P. alba memiliki toleransi tinggi terhadap
kekeringan dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan,
sehingga banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman aromatik di
daerah tropis.
Morfologi
Tanaman
1.
Habit dan Batang
Plumeria
alba
merupakan pohon kecil hingga sedang, dengan tinggi berkisar antara 4–8
meter. Batangnya:
- Berkayu
lunak hingga sedang
- Bercabang
tebal dan jarang
- Mengandung
lateks berwarna putih susu
- Lateks
ini merupakan ciri khas famili Apocynaceae dan berfungsi sebagai mekanisme
pertahanan alami terhadap herbivora.
2.
Daun
Daun
P. alba tersusun spiral di ujung cabang, dengan karakteristik:
- Bentuk
lonjong hingga lanset
- Panjang
±15–30 cm
- Permukaan
halus dan mengilap
- Warna
hijau tua
- Daun
bersifat gugur musiman, terutama pada kondisi kering, yang merupakan
adaptasi fisiologis terhadap lingkungan tropis.
3.
Bunga
Bunga
merupakan bagian tanaman yang paling bernilai secara aromatik. Karakteristik
morfologinya meliputi:
- Tersusun
dalam infloresens terminal
- Mahkota
terdiri dari 5 helai yang saling tumpang tindih
- Warna
putih dengan pusat kuning
- Menghasilkan
aroma kuat dan khas, terutama pada pagi dan sore hari
- Studi
botani dan kimia aroma menunjukkan bahwa sel-sel sekretori pada jaringan bunga
bertanggung jawab terhadap produksi senyawa volatil aromatik, yang kemudian
diekstraksi untuk menghasilkan frangipani absolute.
4.
Akar
Sistem
perakaran P. alba berupa:
- Akar
tunggang dengan percabangan lateral
- Memberikan
stabilitas pada tanah kering dan berpasir
- Akar
juga berperan dalam penyimpanan cadangan nutrisi, yang mendukung pembungaan
berulang sepanjang tahun di daerah tropis.
5.
Buah dan Biji
Buah
Plumeria alba berbentuk:
- Sepasang
folikel memanjang
- Mengandung
biji pipih bersayap
- Meskipun
reproduksi generatif terjadi melalui biji, dalam praktik budidaya tanaman ini
lebih sering diperbanyak secara vegetatif (stek batang).
Aspek
Botani yang Relevan dengan Frangipani Absolute
Dari
sudut pandang ilmiah, bunga Plumeria alba merupakan organ utama
yang relevan untuk produksi frangipani absolute karena:
- Memiliki
kepadatan tinggi senyawa volatil aromatik
- Mengandung
alkohol terpenoid dan ester aromatik
- Senyawanya
sensitif terhadap panas, sehingga tidak cocok untuk destilasi uap
- Karakter
botani inilah yang menjadi dasar pemilihan metode ekstraksi pelarut
dalam produksi frangipani absolute, sebagaimana dijelaskan dalam literatur
parfum dan kimia tanaman aromatik.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Sejarah
Awal Tanaman Frangipani dalam Budaya Manusia
Tanaman
frangipani (Plumeria alba L.) telah dikenal dan dimanfaatkan manusia
jauh sebelum berkembangnya industri parfum modern. Catatan etnobotani
menunjukkan bahwa Plumeria merupakan tanaman asli kawasan Amerika
Tengah, Karibia, dan Meksiko, yang kemudian menyebar ke wilayah tropis lain
melalui jalur perdagangan dan kolonialisasi. Di berbagai kebudayaan kuno, bunga
frangipani dipandang sebagai simbol kesucian, keabadian, dan spiritualitas,
sehingga sering digunakan dalam ritual keagamaan dan upacara adat.
Dalam
tradisi masyarakat Mesoamerika dan Karibia, bunga Plumeria digunakan
sebagai hiasan ritual, persembahan, dan sumber aroma alami, meskipun
pada masa tersebut belum dikenal teknik ekstraksi minyak aromatik secara
terstandarisasi. Aroma bunga dimanfaatkan secara langsung melalui bunga segar,
karangan bunga, atau infus sederhana dalam minyak nabati dan lemak hewani.
Penyebaran
ke Asia dan Integrasi dalam Tradisi Lokal
Sejak
abad ke-16, tanaman frangipani mulai diperkenalkan secara luas ke Asia
Selatan, Asia Tenggara, dan kepulauan Pasifik, termasuk Indonesia, India,
Sri Lanka, dan Thailand. Di kawasan ini, frangipani dengan cepat beradaptasi
secara ekologis dan kultural. Dalam tradisi Hindu–Buddha, bunga frangipani
digunakan sebagai bunga persembahan di kuil, simbol kesucian, dan elemen
penting dalam praktik spiritual.
Dalam
konteks penggunaan aromatik tradisional, masyarakat Asia memanfaatkan aroma
frangipani untuk menenangkan pikiran, menciptakan suasana sakral, dan
meningkatkan kenyamanan emosional, meskipun penggunaannya masih bersifat
non-ekstraktif, yaitu melalui bunga segar atau rendaman sederhana. Literatur
etnobotani mencatat bahwa praktik ini menjadi cikal bakal pemanfaatan
frangipani sebagai bahan aromaterapi alami.
Asal-usul
Nama “Frangipani” dalam Sejarah Parfum Eropa
Nama
“frangipani” dalam konteks aroma dan parfum mulai dikenal di Eropa pada abad
ke-16. Istilah ini diyakini berasal dari keluarga bangsawan Italia,
Frangipani, yang mengembangkan parfum atau sarung tangan beraroma bunga
eksotis untuk kalangan aristokrat. Meskipun parfum awal tersebut kemungkinan tidak
menggunakan ekstrak Plumeria secara langsung, istilah “frangipani”
kemudian diasosiasikan dengan aroma floral manis dan eksotik yang mengingatkan
pada bunga tropis.
Seiring
meningkatnya minat Eropa terhadap tanaman aromatik dari daerah tropis, bunga Plumeria
kemudian diidentifikasi sebagai salah satu sumber alami aroma “frangipani” yang
sesungguhnya. Hal ini menandai pergeseran dari konsep aroma imajiner menuju
eksplorasi bahan baku botani asli.
Perkembangan
Frangipani Absolute dalam Industri Modern
Produksi
Frangipani Absolute Oil baru menjadi mungkin setelah berkembangnya
teknologi ekstraksi pelarut pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Literatur kimia parfum menjelaskan bahwa bunga frangipani tidak dapat
diekstraksi secara efektif melalui destilasi uap, karena sebagian besar
senyawa aromatiknya rusak atau hilang pada suhu tinggi. Oleh karena itu, metode
ekstraksi menggunakan pelarut volatil (seperti hexane) menjadi pendekatan yang
memungkinkan untuk menangkap profil aroma bunga secara utuh.
Dengan
metode ini, bunga frangipani segar diekstraksi untuk menghasilkan concrete,
yang kemudian dimurnikan menjadi absolute. Sejak saat itu, Frangipani
Absolute Oil mulai digunakan secara terbatas dalam parfum artisanal,
high-end perfumery, dan formulasi aromatik eksklusif, karena proses
produksinya yang rumit, rendemen yang rendah, dan kebutuhan bahan baku bunga
dalam jumlah besar.
Sejarah
Penggunaan Frangipani Absolute Oil
Dalam
sejarah penggunaannya, Frangipani Absolute Oil dikenal terutama dalam tiga
konteks utama:
- Parfumeri
alami dan fine fragrance
Frangipani
absolute digunakan sebagai bahan middle note untuk menciptakan aroma floral
tropis yang lembut, creamy, dan eksotik. Literatur parfum menyebutkan bahwa
absolute ini sering digunakan untuk membangun kesan sensual, hangat, dan
emosional dalam komposisi parfum.
- Aromaterapi
dan praktik wellness modern
Seiring
berkembangnya aromaterapi modern pada abad ke-20, frangipani absolute mulai
digunakan karena aromanya yang diasosiasikan dengan relaksasi, ketenangan
emosional, dan keseimbangan mental. Penggunaan ini merupakan kelanjutan
dari praktik tradisional yang memanfaatkan aroma bunga frangipani untuk
menciptakan suasana tenang dan sakral.
- Kosmetik
dan perawatan tubuh berbasis bahan alam
Dalam
formulasi modern, frangipani absolute diaplikasikan sebagai komponen aroma
alami pada produk perawatan kulit, body oil, dan produk spa. Literatur industri
mencatat bahwa selain memberikan aroma, komponen volatil frangipani juga
berkontribusi terhadap pengalaman sensorik yang menenangkan.
Posisi
Frangipani Absolute dalam Konteks Kontemporer
Saat ini, Frangipani Absolute Oil dipandang sebagai bahan aromatik bernilai tinggi yang menghubungkan tradisi kuno, sejarah parfum klasik, dan ilmu kimia modern. Nilainya tidak hanya terletak pada aromanya, tetapi juga pada sejarah panjang pemanfaatan bunga frangipani dalam budaya manusia, mulai dari ritual spiritual hingga produk wellness modern. Pendekatan ilmiah dan etnobotani modern membantu menjelaskan dan memvalidasi penggunaan tradisional tersebut dalam kerangka yang lebih terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga kamboja (Plumeria alba) segar yang telah mekar sempurna Asal: Indonesia |
| Penanaman | Tanaman tropis/perdu hingga pohon kecil, dibudidayakan dan juga tumbuh alami di wilayah tropis Asia, Pasifik, dan Amerika Tengah. Bunga dipanen dan dibudidayakan agar berkelanjutan |
| Isi | Linalool, methyl salicylate, dan nerolidol |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle to Base note |
| Blend well | Jasmine, Ylang-ylang, Rose, Tuberose, Sandalwood, Cedarwood, Benzoin, Labdanum, Bergamot, Neroli, Cardamom, Coriander seed |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya. |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




