• Minyak Frangipani Absolut bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
  • Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
  • Penggunaan terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.
  1. Ethnobotanical and Medicinal Uses of Plumeria alba
  2. Phytochemical Studies on Flowers of Plumeria alba
  3. Plumeria (Genus Overview)
  4. Plumeria alba (White Frangipani)
  5. Phytochemical Profile and Pharmacological Potentials of Plumeria Species: A Comprehensive Review
  6. Chemical Composition of Essential Oil of Frangipani Flower (Plumeria alba) with Re-Extraction Using Ethanol Solvents
  7. Antioxidant Capacity of Frangipani (Plumeria alba) Flower Extract
  8. Potential of Frangipani Flower (Plumeria alba L.) as an Antibacterial Agent
  9. Constituents of Essential Oils from the Leaf and Flower of Plumeria alba Grown in Nigeria
  10. Chemical Characterization and Biological Activities of Essential Oils of Plumeria alba
  11. Phytochemical and Pharmacological Properties of Plumeria Species
  12. Phytochemical and Pharmacological Review of Plumeria alba
  13. Antimicrobial Activity and Chemical Composition of Plumeria alba Flower Extracts
  14. Constituents of Essential Oils from the Leaf and Flower of Plumeria alba Grown in Nigeria (Full Text)
  15. Pharmacological and Phytochemical Evaluation of Plumeria alba
  16. Medicinal Potential of Plumeria alba Linn: Phytochemistry and Pharmacological Activities
  17. Medicinal Potential of Plumeria alba Linn: A Review of Its Phytochemistry and Pharmacological Activities
  18. Pharmacological, Phytochemical and Traditional Uses of Plumeria alba Linn: An Indian Medicinal Plant
  19. Potential of Frangipani Flower (Plumeria sp.) as a Source of Antibacterial and Antioxidants
  20. Phytochemical Constituents and Pharmacological Activities of Calendula officinalis Linn.: A Review
  21. Essential Oils of Plumeria alba and Plumeria rubra: Chemical Profile and Biological Activity
  22. Chemical Composition and Bioactivity of Plumeria Essential Oils

A. Manfaat & kegunaan di bidang industri

Industri parfum/fine fragrance

  • digunakan sebagai middle note floral tropis
  • memberikan karakter creamy–sweet–exotic
  • dipakai pada niche perfume, extrait, parfum artisanal

Industri kosmetik alami

  • bahan pewangi alami lotion, body oil, face oil, sabun natural
  • memberi pengalaman sensorik “relaxing & luxury”

Industri aromaterapi

  • digunakan dalam massage oil, diffuser blend, spa therapy

Industri wellness & spa

  • sebagai signature scent untuk spa tropis/relaksasi

Industri lilin aromaterapi (aroma candle)

  • memberi nuansa aroma hangat dan tenang

Industri personal care

termasuk:

  • deodorant alami
  • bath salt
  • bath bomb
  • hair oil/serum

Industri farmasi herbal tradisional

  • digunakan sebagai bahan pendukung aroma dan kenyamanan pasien

B. Manfaat & kegunaan non-industri (tradisional & budaya)

bunga dipakai dalam:

  • ritual keagamaan Hindu–Buddha
  • upacara adat di Asia Tenggara
  • simbol kesucian, keabadian, dan spiritualitas

digunakan sebagai:

  • bunga tabur
  • hiasan altar
  • aromatik alami pada ruangan

dalam praktik tradisional beberapa daerah:

  • digunakan untuk menenangkan pikiran
  • membantu relaksasi spiritual
  • meningkatkan rasa damai dan fokus

A. Manfaat terapeutik aromaterapi (aroma-based)

  • membantu relaksasi mental
  • membantu mengurangi ketegangan emosional
  • menciptakan rasa tenang dan nyaman
  • mendukung kualitas tidur
  • meningkatkan suasana hati (mood-enhancing)

B. Manfaat terapeutik potensial (berbasis komponen kimia)

anti-inflamasi ringan

beberapa senyawa terpenoid menunjukkan potensi menurunkan respon inflamasi

antioksidan

membantu menangkap radikal bebas pada tingkat molekuler

antimikroba ringan

terutama terhadap bakteri tertentu pada uji in-vitro

sedatif ringan (aromatik)

mendukung perasaan rileks & ketenangan

Penting: manfaat di atas berdasarkan penelitian senyawa komponen, bukan klaim pengobatan langsung.


C. Batasan ilmiah yang perlu disebutkan

belum banyak uji klinis manusia khusus Frangipani Absolute

sebagian besar data berasal dari:

  • uji in-vitro
  • uji pada hewan
  • studi senyawa (linalool, nerolidol, methyl salicylate)
  • penggunaan bersifat komplementer, bukan terapi utama

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

1. Relaxing Frangipani Body Oil

Tujuan: relaksasi, perawatan kulit, aromaterapi ringan

Bahan & fungsi

  • Frangipani Absolute Oil: 0,5%→ pemberi aroma floral eksotik, efek relaksasi aromatik
  • Carrier oil (Jojoba / Sweet Almond): 99,5%→ pelarut lipofilik, pelembap kulit

Cara pembuatan

  1. Timbang carrier oil dalam wadah kaca bersih.
  2. Tambahkan Frangipani Absolute Oil sesuai takaran.
  3. Aduk perlahan hingga homogen.
  4. Simpan dalam botol kaca gelap tertutup rapat.

Cara pemakaian

  1. Oleskan tipis pada kulit setelah mandi.
  2. Dapat digunakan sebagai minyak pijat ringan.

Keamanan

  1. Lakukan patch test 24 jam sebelum pemakaian luas.
  2. Hindari area wajah dan kulit sensitif.

2. Frangipani Aromatherapy Roll-On

Tujuan: relaksasi emosional & mood support

Bahan

  • Frangipani Absolute Oil: 0,3%
  • Lavender essential oil: 0,7%
  • Fractionated coconut oil: 99%

Cara pembuatan

  1. Campurkan semua bahan, aduk homogen.
  2. Masukkan ke botol roll-on.

Cara pemakaian

  1. Aplikasikan pada pergelangan tangan atau belakang telinga.

B. Formulasi Industri (Kosmetik & Wellness)

3. Frangipani Body Lotion (Industri Kosmetik Alami)

Fase minyak

  • Frangipani Absolute Oil: 0,2–0,5%
  • Emollient oil (caprylic/capric triglyceride): q.s.
  • Emulsifier non-ionik (approved cosmetic grade)

Fase air

  • Aqua demineralisata
  • Humektan (glycerin / propanediol)

Fungsi Frangipani

  • Natural fragrance
  • Sensorial enhancer (relaxing, luxury feel)

Catatan ilmiah

Konsentrasi rendah direkomendasikan untuk menghindari iritasi akibat senyawa aromatik seperti methyl salicylate.


4. Frangipani Natural Perfume (Alcohol-Based)

Kategori: fine fragrance / niche perfume

Bahan utama

  • Frangipani Absolute Oil: 1–3% (middle note)
  • Top note (bergamot / citrus oil): 10–20%
  • Base note (sandalwood / benzoin): 10–20%
  • Ethanol 95%: q.s. 100%

Cara pembuatan

  1. Campur semua bahan aroma.
  2. Larutkan dalam etanol.
  3. Aging minimal 2–4 minggu dalam wadah tertutup.
  4. Filtrasi sebelum pengemasan.

Aplikasi

Parfum spray atau extrait.


5. Spa & Wellness Massage Oil (Industri Spa)

Tujuan: relaksasi, aromaterapi, pengalaman sensorik

Bahan

  • Frangipani Absolute Oil: 0,5–1%
  • Carrier oil blend (grape seed + almond): q.s.

Catatan

  1. Digunakan oleh terapis profesional.
  2. Tidak dianjurkan untuk kulit sensitif tanpa uji awal.

C. Pengamanan & Pengujian Formula (Sangat Dianjurkan)

1. Pengamanan (Safety Consideration)

  • Gunakan sesuai IFRA guideline untuk bahan aroma
  • Hindari penggunaan berlebihan (over-dosage)
  • Wajib dilusi (absolute ≠ ready-to-use)

2. Pengujian yang Disarankan

  • Patch test / skin irritation test
  • Stability test (suhu ruang, panas, cahaya)
  • Organoleptic stability (aroma, warna, kejernihan)
  • Microbial test (untuk produk berbasis air)
  • Compatibility test dengan kemasan

FRANGIPANI ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA KAMBOJA By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Plumeria Alba Flower Extract

Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100

HS Code: 33012990

CAS#: -

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Ekstraksi pelarut


DESKRIPSI PRODUK:

Frangipani Absolute Oil merupakan ekstrak aromatik alami berkonsentrasi tinggi yang diperoleh dari bunga Plumeria alba L. (kamboja putih) melalui metode ekstraksi pelarut n-heksana, kemudian dimurnikan menjadi bentuk absolute. Dalam kajian ilmiah, frangipani diklasifikasikan sebagai bunga yang tidak efektif diekstraksi menggunakan destilasi uap, karena sebagian besar senyawa aromatiknya bersifat termolabil dan mudah terdegradasi oleh panas. Oleh sebab itu, teknik ekstraksi pelarut dipandang sebagai metode paling tepat untuk mempertahankan komposisi aroma bunga yang mendekati kondisi alaminya, sebagaimana dijelaskan dalam literatur kimia aroma dan teknologi parfum.

Secara kimia, Frangipani Absolute Oil mengandung campuran kompleks senyawa volatil, terutama dari kelompok alkohol terpenoid, ester aromatik, dan seskuiterpen, yang berperan penting dalam pembentukan aroma khasnya. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa seperti linalool, methyl salicylate, dan nerolidol merupakan komponen dominan pada ekstrak bunga Plumeria alba. Senyawa-senyawa ini dikenal luas dalam literatur ilmiah karena kontribusinya terhadap aroma floral-manis, nuansa hangat balsamic, serta kedalaman aroma yang lembut dan tahan lama. Kompleksitas komposisi inilah yang menjadikan frangipani absolute bernilai tinggi dalam industri parfumeri alami dan produk aromatik premium.

Dari sisi spesifikasi fisik, Frangipani Absolute Oil umumnya berwujud cairan kental (viscous liquid) dengan warna kuning hingga kuning keemasan, yang mencerminkan kandungan fraksi aromatik berat khas absolute. Absolute ini bersifat larut dalam alkohol dan minyak, namun tidak larut dalam air, sesuai dengan karakter lipofilik senyawa terpenoid dan ester aromatik. Parameter fisik seperti berat jenis dan indeks bias digunakan secara luas sebagai indikator mutu dan kemurnian, dan nilainya dilaporkan konsisten dalam berbagai studi maupun dokumen teknis industri ekstrak bunga.

Karakteristik organoleptik Frangipani Absolute Oil menjadi aspek paling menonjol dan menjadi dasar utama penggunaannya. Aromanya digambarkan sebagai floral yang kaya, manis, creamy, hangat, dan eksotik, sering kali disertai nuansa balsamic lembut dan sedikit hijau. Dalam klasifikasi parfumeri, frangipani absolute umumnya ditempatkan sebagai middle note, berfungsi sebagai penghubung harmonis antara kesegaran top note dan kedalaman base note. Intensitas aromanya tergolong sedang hingga kuat, dengan daya lekat aroma yang relatif baik karena keberadaan senyawa seskuiterpen seperti nerolidol.

Hubungan antara komposisi kimia dan persepsi aroma Frangipani Absolute Oil telah banyak dibahas dalam jurnal ilmiah bidang flavour and fragrance chemistry. Linalool berkontribusi terhadap kesan floral-manis yang lembut, methyl salicylate memberikan nuansa hangat dan sedikit pedas-balsamic, sementara nerolidol memperkaya karakter aroma dengan kesan lembut, creamy, dan bertahan lama. Sinergi senyawa-senyawa inilah yang menjelaskan mengapa frangipani absolute memiliki profil aroma yang kompleks, menenangkan, dan sangat khas dibandingkan minyak atsiri hasil destilasi uap.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Klasifikasi Botani

Plumeria alba L. merupakan spesies tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Apocynaceae, yaitu famili tumbuhan yang banyak menghasilkan lateks dan senyawa bioaktif. Secara taksonomi, tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisio : Tracheophyta
  • Class : Magnoliopsida
  • Order : Gentianales
  • Family : Apocynaceae
  • Genus : Plumeria
  • Species : Plumeria alba L.

Genus Plumeria terdiri dari beberapa spesies aromatik penting, seperti Plumeria rubra dan Plumeria obtusa, namun P. alba dikenal luas karena aroma bunganya yang lembut dan manis, serta penggunaannya dalam parfum dan praktik tradisional.


Habitat dan Distribusi

Plumeria alba berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Karibia, kemudian menyebar luas ke wilayah tropis lain, termasuk Asia Tenggara, India, dan kepulauan Pasifik. Tanaman ini tumbuh optimal pada:

  • Iklim tropis hingga subtropis
  • Daerah dengan paparan sinar matahari penuh
  • Tanah berdrainase baik
  • Literatur botani mencatat bahwa P. alba memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, sehingga banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman aromatik di daerah tropis.

Morfologi Tanaman

1. Habit dan Batang

Plumeria alba merupakan pohon kecil hingga sedang, dengan tinggi berkisar antara 4–8 meter. Batangnya:

  • Berkayu lunak hingga sedang
  • Bercabang tebal dan jarang
  • Mengandung lateks berwarna putih susu
  • Lateks ini merupakan ciri khas famili Apocynaceae dan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami terhadap herbivora.

2. Daun

Daun P. alba tersusun spiral di ujung cabang, dengan karakteristik:

  • Bentuk lonjong hingga lanset
  • Panjang ±15–30 cm
  • Permukaan halus dan mengilap
  • Warna hijau tua
  • Daun bersifat gugur musiman, terutama pada kondisi kering, yang merupakan adaptasi fisiologis terhadap lingkungan tropis.

3. Bunga

Bunga merupakan bagian tanaman yang paling bernilai secara aromatik. Karakteristik morfologinya meliputi:

  • Tersusun dalam infloresens terminal
  • Mahkota terdiri dari 5 helai yang saling tumpang tindih
  • Warna putih dengan pusat kuning
  • Menghasilkan aroma kuat dan khas, terutama pada pagi dan sore hari
  • Studi botani dan kimia aroma menunjukkan bahwa sel-sel sekretori pada jaringan bunga bertanggung jawab terhadap produksi senyawa volatil aromatik, yang kemudian diekstraksi untuk menghasilkan frangipani absolute.

4. Akar

Sistem perakaran P. alba berupa:

  • Akar tunggang dengan percabangan lateral
  • Memberikan stabilitas pada tanah kering dan berpasir
  • Akar juga berperan dalam penyimpanan cadangan nutrisi, yang mendukung pembungaan berulang sepanjang tahun di daerah tropis.

5. Buah dan Biji

Buah Plumeria alba berbentuk:

  • Sepasang folikel memanjang
  • Mengandung biji pipih bersayap
  • Meskipun reproduksi generatif terjadi melalui biji, dalam praktik budidaya tanaman ini lebih sering diperbanyak secara vegetatif (stek batang).

Aspek Botani yang Relevan dengan Frangipani Absolute

Dari sudut pandang ilmiah, bunga Plumeria alba merupakan organ utama yang relevan untuk produksi frangipani absolute karena:

  • Memiliki kepadatan tinggi senyawa volatil aromatik
  • Mengandung alkohol terpenoid dan ester aromatik
  • Senyawanya sensitif terhadap panas, sehingga tidak cocok untuk destilasi uap
  • Karakter botani inilah yang menjadi dasar pemilihan metode ekstraksi pelarut dalam produksi frangipani absolute, sebagaimana dijelaskan dalam literatur parfum dan kimia tanaman aromatik.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Sejarah Awal Tanaman Frangipani dalam Budaya Manusia

Tanaman frangipani (Plumeria alba L.) telah dikenal dan dimanfaatkan manusia jauh sebelum berkembangnya industri parfum modern. Catatan etnobotani menunjukkan bahwa Plumeria merupakan tanaman asli kawasan Amerika Tengah, Karibia, dan Meksiko, yang kemudian menyebar ke wilayah tropis lain melalui jalur perdagangan dan kolonialisasi. Di berbagai kebudayaan kuno, bunga frangipani dipandang sebagai simbol kesucian, keabadian, dan spiritualitas, sehingga sering digunakan dalam ritual keagamaan dan upacara adat.

Dalam tradisi masyarakat Mesoamerika dan Karibia, bunga Plumeria digunakan sebagai hiasan ritual, persembahan, dan sumber aroma alami, meskipun pada masa tersebut belum dikenal teknik ekstraksi minyak aromatik secara terstandarisasi. Aroma bunga dimanfaatkan secara langsung melalui bunga segar, karangan bunga, atau infus sederhana dalam minyak nabati dan lemak hewani.


Penyebaran ke Asia dan Integrasi dalam Tradisi Lokal

Sejak abad ke-16, tanaman frangipani mulai diperkenalkan secara luas ke Asia Selatan, Asia Tenggara, dan kepulauan Pasifik, termasuk Indonesia, India, Sri Lanka, dan Thailand. Di kawasan ini, frangipani dengan cepat beradaptasi secara ekologis dan kultural. Dalam tradisi Hindu–Buddha, bunga frangipani digunakan sebagai bunga persembahan di kuil, simbol kesucian, dan elemen penting dalam praktik spiritual.

Dalam konteks penggunaan aromatik tradisional, masyarakat Asia memanfaatkan aroma frangipani untuk menenangkan pikiran, menciptakan suasana sakral, dan meningkatkan kenyamanan emosional, meskipun penggunaannya masih bersifat non-ekstraktif, yaitu melalui bunga segar atau rendaman sederhana. Literatur etnobotani mencatat bahwa praktik ini menjadi cikal bakal pemanfaatan frangipani sebagai bahan aromaterapi alami.


Asal-usul Nama “Frangipani” dalam Sejarah Parfum Eropa

Nama “frangipani” dalam konteks aroma dan parfum mulai dikenal di Eropa pada abad ke-16. Istilah ini diyakini berasal dari keluarga bangsawan Italia, Frangipani, yang mengembangkan parfum atau sarung tangan beraroma bunga eksotis untuk kalangan aristokrat. Meskipun parfum awal tersebut kemungkinan tidak menggunakan ekstrak Plumeria secara langsung, istilah “frangipani” kemudian diasosiasikan dengan aroma floral manis dan eksotik yang mengingatkan pada bunga tropis.

Seiring meningkatnya minat Eropa terhadap tanaman aromatik dari daerah tropis, bunga Plumeria kemudian diidentifikasi sebagai salah satu sumber alami aroma “frangipani” yang sesungguhnya. Hal ini menandai pergeseran dari konsep aroma imajiner menuju eksplorasi bahan baku botani asli.


Perkembangan Frangipani Absolute dalam Industri Modern

Produksi Frangipani Absolute Oil baru menjadi mungkin setelah berkembangnya teknologi ekstraksi pelarut pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Literatur kimia parfum menjelaskan bahwa bunga frangipani tidak dapat diekstraksi secara efektif melalui destilasi uap, karena sebagian besar senyawa aromatiknya rusak atau hilang pada suhu tinggi. Oleh karena itu, metode ekstraksi menggunakan pelarut volatil (seperti hexane) menjadi pendekatan yang memungkinkan untuk menangkap profil aroma bunga secara utuh.

Dengan metode ini, bunga frangipani segar diekstraksi untuk menghasilkan concrete, yang kemudian dimurnikan menjadi absolute. Sejak saat itu, Frangipani Absolute Oil mulai digunakan secara terbatas dalam parfum artisanal, high-end perfumery, dan formulasi aromatik eksklusif, karena proses produksinya yang rumit, rendemen yang rendah, dan kebutuhan bahan baku bunga dalam jumlah besar.


Sejarah Penggunaan Frangipani Absolute Oil

Dalam sejarah penggunaannya, Frangipani Absolute Oil dikenal terutama dalam tiga konteks utama:

  • Parfumeri alami dan fine fragrance

Frangipani absolute digunakan sebagai bahan middle note untuk menciptakan aroma floral tropis yang lembut, creamy, dan eksotik. Literatur parfum menyebutkan bahwa absolute ini sering digunakan untuk membangun kesan sensual, hangat, dan emosional dalam komposisi parfum.

  • Aromaterapi dan praktik wellness modern

Seiring berkembangnya aromaterapi modern pada abad ke-20, frangipani absolute mulai digunakan karena aromanya yang diasosiasikan dengan relaksasi, ketenangan emosional, dan keseimbangan mental. Penggunaan ini merupakan kelanjutan dari praktik tradisional yang memanfaatkan aroma bunga frangipani untuk menciptakan suasana tenang dan sakral.

  • Kosmetik dan perawatan tubuh berbasis bahan alam

Dalam formulasi modern, frangipani absolute diaplikasikan sebagai komponen aroma alami pada produk perawatan kulit, body oil, dan produk spa. Literatur industri mencatat bahwa selain memberikan aroma, komponen volatil frangipani juga berkontribusi terhadap pengalaman sensorik yang menenangkan.


Posisi Frangipani Absolute dalam Konteks Kontemporer

Saat ini, Frangipani Absolute Oil dipandang sebagai bahan aromatik bernilai tinggi yang menghubungkan tradisi kuno, sejarah parfum klasik, dan ilmu kimia modern. Nilainya tidak hanya terletak pada aromanya, tetapi juga pada sejarah panjang pemanfaatan bunga frangipani dalam budaya manusia, mulai dari ritual spiritual hingga produk wellness modern. Pendekatan ilmiah dan etnobotani modern membantu menjelaskan dan memvalidasi penggunaan tradisional tersebut dalam kerangka yang lebih terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga kamboja (Plumeria alba) segar yang telah mekar sempurna

Asal: Indonesia

Penanaman

Tanaman tropis/perdu hingga pohon kecil, dibudidayakan dan juga tumbuh alami di wilayah tropis Asia, Pasifik, dan Amerika Tengah. Bunga dipanen dan dibudidayakan agar berkelanjutan

Isi

Linalool, methyl salicylate, dan nerolidol

Organoleptik
  • Warna: Kuning hingga kuning keemasan
  • Aroma: Floral eksotis, creamy, manis, hangat, slightly green, dengan nuansa balsamic dan tropical white flower yang kaya
Solubility

Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air

Level of note

Middle to Base note

Blend well

Jasmine, Ylang-ylang, Rose, Tuberose, Sandalwood, Cedarwood, Benzoin, Labdanum, Bergamot, Neroli, Cardamom, Coriander seed

Aplikasi produk hilir

Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya.

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan untuk menjaga kualitas aroma dan kestabilan minyak.
  • Suhu ideal penyimpanan: 15–25°C.
  • Hindari kontaminasi dengan air atau bahan kimia lain.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian luas pada kulit: oleskan sedikit di area kecil selama 24 jam, perhatikan reaksi iritasi.
  • Hentikan pemakaian jika muncul ruam, gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar.
  • Tidak dianjurkan digunakan langsung pada kulit tanpa diencerkan (disarankan 1–5% dalam carrier oil atau formula parfum).
  • Hindari kontak dengan mata, membran mukosa, dan area sensitif.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi, anak-anak, wanita hamil, atau menyusui tanpa konsultasi profesional.
  • Simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Tulis ulasan