Parfum Floral Segar (Eau de Toilette) (50 mL)

Bahan:

  • Geraniol Natural Isolate Oil – 2.5 mL (5%) – untuk aroma mawar segar sebagai top note utama
  • Minyak Esensial Citronella – 5 mL (10%) – untuk nuansa citrus yang menyegarkan
  • Linalool – 2.5 mL (5%) – untuk kekayaan aroma floral yang tahan lama
  • Alkohol Etanol (96%) – 40 mL (80%) – sebagai pelarut volatil
  • Air Suling – sisa (untuk pengenceran)

Cara membuat:

  1. Siapkan botol kaca spray 50 mL untuk menjaga kestabilan aroma.
  2. Campur geraniol, minyak citronella, dan linalool ke dalam alkohol etanol dalam wadah kaca bersih.
  3. Diamkan campuran selama 48 jam di tempat gelap dan sejuk agar aroma menyatu.
  4. Tambahkan air suling, aduk atau kocok hingga rata, lalu saring jika diperlukan.
  5. Tuang ke botol spray dan simpan di tempat sejuk.

Catatan: Semprotkan 2-3 kali ke pergelangan tangan, leher, atau pakaian untuk parfum harian; efek tahan hingga 4-6 jam dengan manfaat uplifting dan antimikroba ringan. Hindari kontak mata atau luka terbuka; lakukan patch test untuk kulit sensitif. Aman untuk dewasa, hindari pada anak di bawah 6 tahun atau ibu hamil; gunakan dalam 6 bulan untuk menjaga kesegaran aroma. Dosis maksimal 10-15% minyak esensial untuk aplikasi topikal.


Lotion Pelembap Kulit Antioksidan (100 mL)

Bahan:

  • Geraniol Natural Isolate Oil – 2 mL (2%) – untuk aroma mawar lembut dan efek antioksidan
  • Minyak Jojoba – 5 mL (5%) – sebagai carrier oil untuk melembabkan kulit
  • Vitamin E – 3 mL (3%) – sebagai antioksidan tambahan untuk perlindungan radikal bebas
  • Air Suling – 70 mL (70%) – sebagai basis hidrasi
  • Emulsifier (seperti Lecithin) – 20 mL (20%) – untuk mengikat fase air dan minyak

Cara membuat:

  1. Siapkan botol pompa kaca 100 mL untuk kemudahan aplikasi.
  2. Panaskan fase air (air suling + emulsifier) hingga 70°C di panci ganda.
  3. Panaskan fase minyak (minyak jojoba + vitamin E) secara terpisah hingga suhu sama.
  4. Campur kedua fase sambil aduk terus-menerus dengan mixer tangan hingga emulsi terbentuk.
  5. Dinginkan hingga suhu kamar, tambahkan geraniol, aduk rata, lalu tuang ke botol.

Catatan: Oleskan tipis-tipis ke kulit bersih 1-2 kali sehari untuk melembabkan dan melindungi dari infeksi ringan; pijat hingga meresap untuk relaksasi. Hindari area mata atau luka terbuka; lakukan patch test 24 jam sebelumnya. Aman untuk semua usia, tapi konsultasikan dokter untuk kulit sangat sensitif atau ibu menyusui; simpan di tempat sejuk, gunakan dalam 3 bulan. Dosis maksimal 5% minyak esensial untuk lotion harian.


Semprotan Repellent Nyamuk Alami (100 mL)

Bahan:

  • Geraniol Natural Isolate Oil – 10 mL (10%) – untuk efek insektisida alami utama
  • Minyak Serai – 15 mL (15%) – untuk sinergi repellent terhadap serangga
  • Witch Hazel – 5 mL (5%) – sebagai penstabil dan toner kulit
  • Air Suling – 70 mL (70%) – sebagai basis encer

Cara membuat:

  1. Siapkan botol spray gelap 100 mL untuk melindungi dari cahaya.
  2. Larutkan geraniol dan minyak serai dalam witch hazel di wadah kaca.
  3. Tambahkan air suling secara perlahan sambil kocok hingga campuran homogen.
  4. Diamkan 24 jam di tempat sejuk agar bahan menyatu.
  5. Kocok sebelum setiap penggunaan dan tuang ke botol.

Catatan: Semprotkan ke kulit terbuka atau pakaian 15-20 cm dari jarak aman, ulangi setiap 4-6 jam untuk mengusir nyamuk tanpa iritasi; aman untuk lingkungan. Hindari wajah anak kecil atau mata; lakukan patch test. Aman untuk dewasa dan anak di atas 2 tahun, hindari ibu hamil trimester pertama; simpan jauh dari panas, gunakan dalam 2 bulan. Dosis maksimal 20% minyak esensial untuk repellent topikal.


Lilin Aromaterapi Relaksasi (200 g)

Bahan:

  • Geraniol Natural Isolate Oil – 6 mL (3%) – untuk aroma floral calming utama
  • Minyak Lavender – 4 mL (2%) – sebagai pelengkap untuk efek relaksasi
  • Lilin Kedelai atau Lebah – 190 g (95%) – sebagai dasar padat yang ramah lingkungan.

Cara membuat:

  1. Siapkan cetakan lilin dengan sumbu kapas 200 g kapasitas.
  2. Lelehkan lilin di panci ganda pada suhu rendah (sekitar 60°C) hingga cair sepenuhnya.
  3. Tambahkan geraniol dan minyak lavender ke lilin cair, aduk rata selama 2 menit.
  4. Tuang campuran ke cetakan yang sudah dipasang sumbu, biarkan mengeras di suhu kamar.
  5. Potong sumbu jika terlalu panjang dan simpan di tempat kering.

Catatan: Nyalakan lilin selama 30-60 menit di ruangan tertutup untuk melepaskan aroma anti-stres dan membersihkan udara dari bakteri; jangan tinggalkan menyala tanpa pengawasan. Aman untuk aromaterapi harian, tapi jauhkan dari anak kecil dan hewan; hindari inhalasi berlebih jika asmanya. Gunakan dalam 6 bulan untuk aroma optimal; pilih lilin kedelai untuk non-toksik. Dosis maksimal 5% minyak esensial untuk lilin rumah tangga.

 

Sabun Cair Mandi Beraroma Mawar (250 mL)

Bahan:

  • Geraniol Natural Isolate Oil – 10 mL (4%) – untuk aroma mawar segar dan antimikroba
  • Castile Soap Base (Netral) – 50 mL (20%) – sebagai basis pembersih alami
  • Gliserin – 12.5 mL (5%) – sebagai pelembap tambahan
  • Air Suling – 177.5 mL (71%) – untuk pengenceran.

Cara membuat:

  1. Siapkan botol pompa 250 mL untuk kemudahan dispenser.
  2. Campur castile soap base dengan air suling dan gliserin di wadah kaca hingga rata.
  3. Aduk campuran dengan sendok kayu selama 5 menit untuk menghindari busa berlebih.
  4. Tambahkan geraniol secara perlahan, aduk lagi hingga homogen.
  5. Tuang ke botol dan diamkan 12 jam sebelum digunakan.

Catatan: Gunakan 1-2 pompa saat mandi untuk membersihkan kulit dengan efek spa relaksasi; bilas dengan air hangat. Hindari mata atau luka; lakukan patch test untuk alergi. Aman untuk dewasa dan remaja, hindari anak di bawah 3 tahun; simpan di tempat sejuk, gunakan dalam 3 bulan. Dosis maksimal 5% minyak esensial untuk sabun cair harian.

Industri Parfum dan Kosmetik

  • Digunakan sebagai bahan fragrance utama dalam parfum, lotion, sabun, dan deodoran untuk memberikan aroma segar floral (seperti mawar, lemon, dan buah-buahan).
  • Dalam skincare untuk efek antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas dan penuaan dini.

Pengendalian Hama

  • Efektif sebagai insektisida alami dan repellent nyamuk, lalat, serta serangga rumah tangga, sering ditemukan dalam produk rumah tangga ramah lingkungan seperti lilin aromaterapi atau semprotan.

Produk Cannabis dan Vape

  • Menambah profil aroma funky floral dan citrus pada strain cannabis, pre-rolls, serta vape, sambil memberikan efek calming dan uplifting.

Manfaat Umum Lainnya

  • Sebagai deodorizer alami
  • Antioksidan untuk mencegah oksidasi
  • Agen anti-inflamasi ringan dalam produk rumah tangga, dengan potensi mengurangi stres melalui aromaterapi.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
  1. Extraction and characterization of essential oil components based on geraniol and citronellol from Java citronella (Cymbopogon winterianus Jowitt) – Research Gate
  2. Determination of Oil Quality and Antifungal Effect of Selected Citronella Accessions (Cymbopogon nardus, Cymbopogon winterianus) to Formulate an Anti-Dandruff Shampoo – Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry
  3. Extraction of citronella oil from lemongrass (Cymbopogon winterianus) by sequential ultrasonic and microwave-assisted hydro-distillation – Science Direct
  4. Essential Oil Constituents and Pharmacognostic Evaluation of Java Citronella (Cymbopogon winterianus) stem from Bandung, West Java, Indonesia – Basic Sciences
  5. Isolation of citronellal and geraniol from citronella (Cymbopogon winterianus) oil by vacuum fractional distillation: Effect of operating conditions on the separation - Sciendo
  6. Geraniol quality improvement on citronella oil as raw material for making anti-bacterial perfumes – IOP Conference Series
  7. Production Rate Analysis of Citronella Essential Oil Using Distillation Method – Research Gate
  8. Design and manufacture of mini boilers for citronella oil distillation process – AIP Publishing
  9. Citronellal – Science Direct
  10. Essential Oil Yield and Quality of Citronella (Cymbopogon nardus L .) Distillation at Various Harvest Ages and Chopping Material – Research Gate
  11. Essential Oil Composition Analysis of Cymbopogon Species from Eastern Nepal by GC-MS and Chiral GC-MS, and Antimicrobial Activity of Some Major Compounds - MDPI
  12. Evaluation of the Chemical Composition of Brazilian Commercial Cymbopogon citratus (D.C.) Stapf Samples - MDPI
  13. Ethnopharmacology, chemical composition and functions of Cymbopogon citratus - Elsevier
  14. Separation of Geraniol from Citronellol by Selective Oxidation of Geraniol to Geranial – Research Gate
  15. Antibiofilm activity of the essential oil of citronella (Cymbopogon nardus) and its major component, geraniol, on the bacterial biofilms of Staphylococcus aureus - PubMed
  16. Composition and anti-bacterial activity analysis of citronella oil obtained by hydrodistillation: Process optimization study – Science Direct
  17. Essential Oil Extraction from Citronella (Cymbopogon nardus (L.)) Using Solvent Free Microwave Extraction Method (SFME) - SCISPACE
  18. An Exploration of Cymbopogon nardus or Cymbopogon winterianus and its Oil - IJNRD
  19. Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass) – J  Adv Pharm Technol Res
  20. Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass) – Research Gate
  21. Changes in Java grass (Cymbopogon winterianus) physiology, essential oil production, and active constituents as influenced by catechol and some plant growth regulators applied through steaming technique – Science Direct
  22. One Hundred Faces of Geraniol - MDPI
  23. Geraniol — A review of a commercially important fragrance material – Science Direct
  24. Geraniol: A Versatile Natural Compound for Fragrance, Cosmetics, and Insect Repellency - NBINNO

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Antimikroba dan Antifungal

  • Efektif melawan bakteri (seperti E. coli, Salmonella, dan Mycobacterium tuberculosis) serta jamur (Candida albicans) dengan MIC rendah (19.5 mM),
  • Berguna untuk pengobatan infeksi kulit, pernapasan, dan sebagai penguat antibiotik alami.

Anti-inflamasi dan Antioksidan

  • Mengurangi peradangan (misalnya pada arthritis atau kanker kulit) dengan menghambat peroksidasi lipid dan scavenging radikal bebas
  • Meredakan stres oksidatif dan nyeri otot.

Antikanker

  • Potensi kemopreventif dengan menginduksi apoptosis.
  • Menghambat pertumbuhan tumor (pada kanker prostat, payudara, usus, hati, dan kulit),
  • Mengurangi angiogenesis melalui jalur VEGF; sinergis dengan obat seperti 5-fluorouracil untuk mengurangi volume tumor hingga 53%.

Relaksasi dan Kesehatan Mental

  • Aroma mawarnya menenangkan emosi
  • Membantu mengatasi insomnia, anxiety, stress, dan muscle spasms melalui aromaterapi, dengan efek calming mirip sedatif ringan.

Lainnya

  • Anthelmintik (melawan cacing)
  • Anti-ulkus (melawan H. pylori)
  • Neuroprotektif
  • Potensial untuk terapi antibiofilm pada infeksi kronis.

GERANIOL NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Geraniol

Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%

HS Code: 33019090

CAS#:

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Fractional Distillation.


DESKRIPSI PRODUK:

Geraniol Natural Isolate Oil adalah isolat alkohol monoterpenoid alami dengan kemurnian tinggi yang diekstrak dari minyak esensial Cymbopogon nardus (citronella ceylon), Cymbopogon citratus (citronella citrun), dan Cymbopogon winterianus (citronella java) melalui fractional distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksi berdasarkan titik didih berbeda di bawah tekanan rendah (vacuum distillation) untuk menghindari degradasi termal dan menjaga integritas senyawa bioaktif. Proses ini dimulai dengan penyadapan daun segar dari perkebunan tropis Indonesia untuk menghasilkan minyak atsiri kaya geraniol (hingga 29-39% dalam citronella ceylon, 5-15% dalam citronella citrun, dan 26-45% dalam citronella Java), kemudian minyak tersebut diproses lebih lanjut melalui fraksionasi destilasi kontinu setelah steam distillation awal, diikuti isolasi untuk mendapatkan isolat geraniol dengan konsentrasi minimal 99% yang memberikan aroma floral segar khas serta sifat bioaktif insektisida, antimikroba, dan antioksidan.

Secara organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:

  • Warna: Tak berwarna hingga kuning pucat.
  • Aroma: Floral segar seperti mawar, dengan nuansa lemon manis, citrus ringan, dan sedikit wangi seperti serai yang menyegarkan serta merangsang.
  • Tekstur: Cair berminyak dan viskositas rendah, dengan evaporasi sedang pada suhu kamar, ideal untuk formulasi yang memerlukan kestabilan aroma dan bioaktivitas jangka panjang.

Dari segi komposisi, geraniol adalah senyawa alkohol monoterpen utama (3,7-dimethylocta-2,6-dien-1-ol, C₁₀H₁₈O, hingga 99% dalam isolat), yang dikenal sebagai agen antioksidan kuat (menghambat peroksidasi lipid dan scavenging radikal bebas), antimikroba (efektif terhadap bakteri Gram-positif dan negatif), insektisida alami (repellent terhadap nyamuk, lalat, dan sandflies), serta anti-inflamasi dan antibiofilm. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas anthelmintik, anti-dermatitis, antikanker, dan neuroprotektif (melindungi dari stres oksidatif).

Geraniol Natural Isolate Oil telah digunakan dalam pengobatan tradisional dari ekstrak citronella sebagai repellent insektusida alami, deodorizer, dan agen antimikroba untuk kulit, sementara penelitian modern membuktikan potensinya dalam formulasi fragrance floral-citrus, insektisida rumah tangga ramah lingkungan, kosmetik antioksidan dan anti-aging, serta terapi antibiofilm untuk infeksi pernapasan dan kulit, di mana ia meningkatkan daya tahan antimikroba dan memberikan efek uplifting serta relaksasi sensorik yang berkelanjutan.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Geraniol Natural Isolate Oil terutama berasal dari tanaman famili Poaceae seperti Cymbopogon nardus (citronella ceylon), Cymbopogon citratus (citronella citrun), dan Cymbopogon winterianus (citronella java, sumber utama di Indonesia), serta dibudidayakan secara luas di wilayah tropis dan subtropis lainnya seperti Sri Lanka, India, Malaysia, Thailand, Brasil, dan Afrika sebagai penopang produksi minyak atsiri kaya geraniol. Ketiga spesies ini adalah rumput hijau abadi perennial yang membentuk rumpun lebat, asli dari hutan tropis Asia Selatan dan Tenggara (terpusat di Indonesia, India, dan Sri Lanka), tumbuh di iklim tropis lembab (suhu 20-35°C, curah hujan 1.000-3.000 mm/tahun), sering di tanah subur berpasir/liat/vulkanik dengan drainase baik dan ketinggian 0-1.000 m dpl, serta memerlukan sinar matahari penuh, naungan ringan saat muda, dan toleransi tinggi terhadap kelembaban, kekeringan ringan, serta angin sedang hingga kencang.

Ciri-ciri botani

  • Habitus: Rumput perennial membentuk rumpun lebat hingga 1.2-3 m tinggi dari rizoma tebal/pendek, dengan batang semu berwarna hijau muda hingga merah kecoklatan; tegak dan lebar hingga 1-1.2 m, daun aromatik kaya geraniol (5-45% dalam minyak atsiri) sebagai pertahanan kimia terhadap patogen/herbivora.
  • Batang & kulit: Culms tegak 0.3-2 cm diam., berongga berbuku-buku, hijau kebiruan hingga kemerahan dengan lapisan lilin tipis-tebal; kulit halus-kasar fleksibel, ekstraksi geraniol utama dari daun via distilasi uap/fraksionasi.
  • Daun: Linier hingga linier-lanset 30-120 cm x 0.5-2.5 cm, hijau kebiruan-tua mengkilap, margin halus-kasar, kelenjar minyak esensial aroma lemon/citronella/serai volatil untuk perlindungan serangga/kekeringan, bertahan sepanjang tahun.
  • Bunga: Infloresens majemuk tanduk panjang (spike-like panicle/raceme/whorled spikes) hijau-ungu/kecoklatan, 20-70 cm dengan 5-50 spikelet berpasangan 2-6 mm; lemma/palea tipis-tebal, awn 0.5-2.5 cm; anemophilous, jarang berbuah di perkebunan.
  • Buah: Caryopsis elips coklat muda-gelap 1.5-3.5 mm x 0.8-1.5 mm, matang 1-3 bulan, endosperma kaya minyak/karbohidrat; dispersi angin/air/hewan, daun sumber utama geraniol.

Ekologi & distribusi

Tumbuh di padang rumput tropis primer/sekunder, perkebunan monokultur, kebun rumah, atau agroforestri; toleran naungan sedang, kekeringan/banjir musiman, tanah asam-basa (pH 5.0-7.5); menjaga ekosistem via rizoma luas menahan tanah/air, habitat flora/herbivora endemik. Distribusi luas ke Asia Tenggara, Amerika, Afrika; geraniol allelopatik hambat gulma/patogen (antimikroba, insektisida, antioksidan alami).

Peran ekologis

Selain penghasil minyak atsiri daun kaya geraniol, nilai ekologis tinggi:

  • Habitat satwa tropis: polinator (lebah/ngengat/kupu-kupu) tertarik aroma volatil, burung/mamalia/reptil kecil untuk perlindungan/bersarang.
  • Rizoma fibrosa/akar lateral dangkal-sedang cegah erosi tanah di lereng, lahan pertanian, rawan banjir/kekeringan/longsor monsun/kemarau.
  • Daun/infloresens dukung biodiversitas mikroba tanah/penyerbuk via geraniol: tarik serangga bermanfaat, tolak hama, promosikan regenerasi padang rumput/kebun/hutan pasca-panen/gangguan alam.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Geraniol, senyawa alkohol monoterpenoid (C₁₀H₁₈O) dengan aroma mawar segar, pertama kali diisolasi dalam bentuk murni pada tahun 1871 oleh kimiawan Jerman Oscar Jacobsen (1840–1889) melalui proses distilasi minyak esensial dari rumput geranium India (Cymbopogon martinii), yang merupakan pengganti murah untuk esensi bunga geranium asli. Nama "geraniol" sendiri berasal dari tanaman geranium (Pelargonium graveolens), di mana senyawa ini pertama kali ditemukan, dan aromanya yang mirip mawar telah dimanfaatkan sejak zaman kuno dalam pengobatan tradisional dan wewangian alami di Asia dan Eropa. Struktur kimia geraniol baru ditentukan secara lengkap pada tahun 1919 oleh kimiawan Prancis Albert Verley. Pada abad ke-20, penelitian semakin berkembang; sejak 1980-an, geraniol dipelajari untuk metabolisme hewan, dan pada 1990-an mulai dieksplorasi sebagai inhibitor biosintesis mevalonat dengan potensi kemopreventif kanker. Saat ini, geraniol diproduksi secara bioteknologi melalui rekayasa genetik mikroorganisme seperti Escherichia coli dan Saccharomyces cerevisiae untuk memenuhi permintaan industri global.

Geraniol telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, mulai dari tradisional hingga modern, berkat sifat aromanya yang menyenangkan dan aktivitas biologisnya yang beragam. Sejak ribuan tahun lalu, geraniol dari minyak esensial geranium, serai (Cymbopogon spp.), dan mawar digunakan dalam pengobatan tradisional Asia Selatan dan Tenggara untuk meredakan peradangan, infeksi kulit, dan sebagai deodoran alami. Lebah madu secara alami memproduksinya untuk menandai bunga bernekter dan pintu sarang, sementara tanaman seperti lemongrass dimanfaatkan sebagai repellent serangga tradisional terhadap nyamuk. Sebagai bahan fragrance utama, geraniol memberikan aroma floral manis seperti mawar, persik, raspberry, jeruk, lemon, dan nanas; ditemukan dalam 76% deodoran, 41% deterjen, dan 33% kosmetik alami. Ini juga esensial dalam lebih dari 250 minyak atsiri, seperti rose oil (44%) dan palmarosa oil (53-81%). Efektif melawan bakteri (E. coli, Salmonella, Mycobacterium tuberculosis; MIC 64 µg/mL), jamur (Candida albicans; MIC 19.5 mM), dan virus; sinergis dengan antibiotik seperti norfloxacin untuk infeksi pernapasan dan kulit. Menghambat peroksidasi lipid, mengurangi stres oksidatif, dan meredakan peradangan (misalnya, pada arthritis atau kanker kulit); juga anthelmintik dan anti-ulkus (melawan H. pylori). Sebagai insektisida alami, geraniol efektif sebagai repellent nyamuk, lalat, dan kutu; digunakan dalam produk rumah tangga ramah lingkungan. Secara keseluruhan, geraniol tetap menjadi senyawa serbaguna yang mendukung tren produk alami dan berkelanjutan, dengan penelitian berkelanjutan untuk aplikasi farmasi baru.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak atsiri yang berasal dari rumput Cymbopogon nardus (citronella ceylon), Cymbopogon citratus (citronella citrun), dan Cymbopogon winterianus (citronella Java).

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Geraniol (C₁₀H₁₈O), dengan kandungan 29-39% di citronella Ceylon, 5-15% di citronella citrun, dan 26-45% di citronella Java sebagai isomer utama dalam bentuk crude oil.

Organoleptik
  • Warna: Tak berwarna hingga kuning pucat.
  • Aroma: Floral segar seperti mawar, dengan nuansa lemon manis, citrus ringan, dan sedikit wangi seperti serai.
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik.

Blend well

Floral segar seperti mawar, dengan nuansa lemon manis, citrus ringan, dan sedikit wangi seperti serai.

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (di bawah 25°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah oksidasi dan evaporasi volatil. 

Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Uji patch pada kulit 24 jam sebelum penggunaan; dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi
  • Hindari kontak mata dan inhalasi berlebih (>100 ppm); bilas dengan air jika iritasi, hentikan pemakaian.
  • Flammable; jauhi api dan sumber panas.

Tulis ulasan