Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

  1. Essential Oil Analysis of Jasminum grandiflorumJasminum sambac and Polianthus tuberosa Flowers (FT-IR & GC-MS)
  2. Comparative transcriptome analysis of Jasminum sambac
  3. Buying Contaminated Hydrosols – Formulabotanica
  4. Health Benefits of Jasmine Sambac – Global Healing
  5. Elixir from Heaven: Jasmine Hydrosol
  6. Hydrosols Learning Resource – JPPIPA
  7. All About Aromatherapy Hydrosols – Oshadhi
  8. Pharmacognosy Journal – Jasminum sambac Pharmacological Activities
  9. Jasmine & Aromatherapy Review – PMC
  10. Hydrosols: Unlocking Their Potential – PMC
  11. Aromatherapy Mechanisms – PMC
  12. Bioactive Compounds of Jasminum sambac – PMC
  13. Mood Effects of Jasmine – PMC
  14. Jasmine in Medicine and Therapy – PMC
  15. Aromatherapy Effect of Jasmine Scent – PubMed
  16. Neuroprotective Potential of Jasmine Compounds – PubMed
  17. Ethnobotany & Herbal Studies – SAAP Journals
  18. Jasmine Essential Oils and Bioactivity – American Journal of Biochemistry
  19. Hydrosols: Traditional Uses and Modern Applications – Academia.edu
  20. Hydrodistillation and Volatile Compounds Identified from Jasmine Sambac
  21. Molecules Journal – Phytochemistry of Jasminum
  22. Jasmine Water (Hydrolat) Product Information – O&3
  23. Hydrosols & Water-Soluble Essential Oils – ResearchGate
  24. Studies on Floral Morphology of Jasminum sambac – ResearchGate
  25. Hydrolates: By-products of Essential Oil Distillation – ResearchGate
  26. Morphological Characterization of Jasminum sambac Genotypes – ResearchGate
  27. Ethnobotany and Pharmacognostical Studies of Jasminum sambac
  28. Hydrosols and Essential Oils in Aromatherapy – ScienceDirect
  • Antiinflamasi & antioksidan: Kandungan flavonoid, linalool, dan senyawa fenolik dalam J. sambac terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ringan, yang mendukung pemulihan kulit dan kesehatan sel.
  • Antimikroba: Senyawa volatil pada melati (misalnya benzyl acetate, indole, methyl anthranilate) menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap beberapa strain bakteri, menjadikan hydrosol relevan untuk kebersihan kulit ringan.
  • Relaksasi & mood enhancer: Studi klinis menunjukkan aroma melati meningkatkan laju pernapasan, saturasi oksigen, serta memperbaiki mood dan rasa waspada (arousal), sehingga mendukung penggunaan hydrosol sebagai aromaterapi untuk kelelahan dan stres ringan.
  • Mendukung kesehatan pencernaan: Secara tradisional, ekstrak melati digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan perut. Hydrosol dalam dosis rendah dapat membantu mendukung fungsi pencernaan ringan.
  • Efek pendinginan kulit: Saat digunakan topikal, jasmine hydrosol memberikan sensasi lembut yang menenangkan, menjadikannya bermanfaat untuk kulit sensitif atau setelah paparan sinar matahari.

Resep 1 – Face Mist / Toner Hidrosol Melati (100 mL)

Bahan:

  • Hidrosol Bunga Melati — 92 mL (92%)
  • Jus lidah buaya (aloe vera juice) — 4 mL (4%)
  • Gliserin nabati — 2 mL (2%)
  • Pentylene glycol (opsional, pelembap & booster pengawet) — 1 mL (1%)
  • Pengawet alami (misalnya sodium benzoate + potassium sorbate, sesuai aturan label produk) — 1 mL (1%)

Cara membuat:

  1. Campur hidrosol dengan jus lidah buaya dalam wadah bersih.
  2. Tambahkan gliserin dan pentylene glycol, aduk rata.
  3. Masukkan pengawet. Cek pH ideal di kisaran 5.0–5.5.
  4. Tuang ke botol spray kaca gelap steril.

Catatan: Memberi efek menyegarkan, melembapkan ringan, dan aroma relaksasi khas melati.


Resep 2 – Body Spray / Linen Spray (100 mL)

Bahan:

  • Hidrosol Bunga Melati — 96,5 mL (96,5%)
  • Air suling (distilled water) — 2 mL (2%)
  • Minyak esensial melati / jasmine absolute (opsional) — 0,2 mL (0,2%)
  • Solubilizer (Polysorbate 20, hanya bila pakai minyak esensial) — 0,5 mL (0,5%)
  • Pengawet (opsional) — 0,5 mL (0,5%)

Cara membuat:

  1. Jika pakai minyak esensial, larutkan dulu dalam solubilizer.
  2. Campurkan dengan hidrosol dan air suling.
  3. Masukkan pengawet bila ingin simpan lebih lama.
  4. Tuang ke botol spray, siap digunakan.

Catatan: Cocok sebagai penyegar tubuh, ruangan, atau linen dengan aroma lembut melati.


Resep 3 – Kompres Dingin / Relaksasi Otot (100 mL)

Bahan:

  • Hidrosol Bunga Melati — 85 mL (85%)
  • Witch hazel water — 13 mL (13%)
  • Gliserin nabati — 2 mL (2%)

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dalam wadah steril.
  2. Simpan dalam botol kaca bersih.
  3. Celupkan kain lembut, gunakan sebagai kompres pada wajah atau otot yang pegal selama 10–15 menit.

Catatan: Efektif untuk menenangkan kulit, meredakan otot tegang, dan memberi sensasi segar.


Resep 4 – Hair Mist / Tonik Rambut (100 mL)

Bahan:

  • Hidrosol Bunga Melati — 90 mL (90%)
  • Panthenol (pro-vitamin B5) atau ekstrak herbal rambut (opsional) — 3 mL (3%)
  • Propanediol (pelembap) — 3 mL (3%)
  • Pengawet alami (sesuai aturan produk) — 1 mL (1%)
  • Minyak esensial peppermint (opsional, untuk sensasi dingin) — 0,1 mL (0,1%)

Cara membuat:

  1. Campur hidrosol dengan panthenol dan propanediol.
  2. Tambahkan pengawet.
  3. Jika pakai minyak esensial, larutkan dulu dalam solubilizer sebelum ditambahkan.
  4. Tuang ke botol spray.

Catatan: Membantu menyegarkan kulit kepala, memberi aroma alami, dan menutrisi rambut ringan.


Resep 5 – Pillow / Sleep Spray (30 mL)

Bahan:

  • Hidrosol Bunga Melati — 29,1 mL (97%)
  • Minyak esensial lavender (opsional) — 0,06 mL (0,2%)
  • Solubilizer (jika pakai EO) — 0,15 mL (0,5%)
  • Pengawet (opsional) — 0,15 mL (0,5%)

Cara membuat:

  1. Jika pakai minyak esensial, larutkan dulu dalam solubilizer.
  2. Campur dengan hidrosol, aduk perlahan.
  3. Masukkan ke botol spray kecil.
  4. Semprotkan 1–2 kali di bantal sebelum tidur.

Catatan: Memberi efek menenangkan, membantu tidur lebih rileks berkat aroma melati & lavender.


Catatan Umum

  • Gunakan botol kaca gelap atau PET food-grade.
  • Simpan di suhu 10–25 °C, jauh dari sinar matahari.
  • Tanpa pengawet: tahan 7–10 hari di kulkas. Dengan pengawet: bisa 3–6 bulan.
  • Selalu lakukan uji tempel (patch test) sebelum digunakan pada kulit luas.
  • Untuk produk komersial → wajib dilakukan uji mikrobiologi dan stabilitas.
  • Perawatan kulit alami (face mist/toner): Jasmine hydrosol kaya senyawa volatil seperti linalool dan benzyl acetate yang membantu menyegarkan kulit, memberikan kelembapan ringan, dan menghadirkan sensasi relaksasi aromatik.
  • Aromaterapi rumah tangga: Disemprotkan sebagai room spray atau linen spray untuk menciptakan suasana hangat, menenangkan, dan meningkatkan kenyamanan ruang.
  • Rambut dan kulit kepala: Dapat digunakan sebagai hair mist ringan, membantu menyegarkan kulit kepala dan memberi aroma alami pada rambut.
  • Produk kebersihan alami: Berkat sifat antimikroba ringan, jasmine hydrosol bisa diaplikasikan sebagai semprotan higienitas non-toksik pada kulit atau permukaan

JASMINE HYDROSOL / HIDROSOL BUNGA MELATI By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Jasminum sambac

INCI name: Jasminum Sambac Flower Water

Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%

HS Code: 33019010

CAS#: 91770-14-8

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Destilasi uap


DESKRIPSI PRODUK:

Jasmine Hydrosol (Hidrosol Bunga Melati) adalah cairan aromatik berbasis air yang diperoleh sebagai hasil samping dari proses penyulingan uap (steam distillation) bunga Jasminum sambac (L.) Aiton, tanaman semak wangi dari famili Oleaceae. Selama proses distilasi, uap air mengekstraksi komponen volatil dari bunga melati dan setelah kondensasi menghasilkan dua fase: minyak esensial sebagai fase atas dan hydrosol sebagai fase bawah yang kaya molekul polar larut air. Hydrosol ini tidak identik dengan minyak esensial, karena kandungan senyawa aromatiknya jauh lebih rendah, sehingga memberikan efek yang lebih lembut namun tetap menyimpan profil khas melati. Analisis kromatografi gas–spektrometri massa (GC–MS) menunjukkan bahwa bunga melati mengandung senyawa volatil seperti benzyl acetate, benzyl alcohol, linalool, indole, cis-jasmone, dan methyl anthranilate, yang sebagian kecil dapat larut ke dalam fase hydrosol, memberi ciri khas floral eksotis yang ringan dan segar.

Secara spesifikasi fisik, Jasmine Hydrosol berbentuk cairan jernih hingga sedikit keruh dengan warna bening hingga kekuningan pucat, pH berkisar 4,0–6,5 tergantung kondisi distilasi serta kesegaran bahan baku.

Dari sisi organoleptik, Jasmine Hydrosol memiliki aroma floral manis, lembut, dan menyegarkan khas melati, dengan intensitas yang jauh lebih ringan dibandingkan minyak esensial atau absolute. Sentuhan aroma manis buah, hijau segar, dan sedikit nuansa indolik sering terdeteksi dalam hydrosol, menciptakan pengalaman aromaterapi yang menenangkan namun tidak menusuk. Pada aplikasi kulit, hydrosol ini memberi sensasi ringan, sejuk, dan melembutkan, menjadikannya bahan populer untuk toner wajah, face mist, body spray, hingga room spray alami. Profil aromatik yang halus serta kandungan senyawa aktif yang ringan menjadikan Jasmine Hydrosol lebih aman untuk pemakaian sehari-hari, termasuk untuk kulit sensitif, dibandingkan minyak esensial pekat.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Jasminum sambac (L.) Aiton adalah tanaman berbunga dari famili Oleaceae, dikenal luas di Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah sebagai melati putih, Arabian jasmine, atau sampaguita. Tanaman ini merupakan salah satu sumber utama parfum alami, minyak esensial, absolute, dan hydrosol, serta memiliki nilai budaya tinggi di Indonesia, Filipina, dan India.

Klasifikasi Taksonomi

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
  • Ordo: Lamiales
  • Famili: Oleaceae
  • Genus: Jasminum
  • Spesies: Jasminum sambac (L.) Aiton

Morfologi Tanaman

  • Tipe tanaman: Semak tahunan (evergreen shrub) atau liana, tumbuh merambat.
  • Tinggi tanaman: Umumnya 0,5 – 3 meter, dapat mencapai 5 meter dengan dukungan.
  • Batang: Berkayu, bercabang banyak, hijau muda saat muda, cokelat keabu-abuan saat tua.
  • Daun:
    • Tipe: Simple, ovate-lanceolate.
    • Ukuran: 2–9 cm panjang, 1,5–4 cm lebar.
    • Warna: Hijau tua mengkilap di permukaan atas, lebih pucat di bawah.
    • Susunan: Berlawanan (opposite).
  • Bunga:
    • Tipe: Berbentuk bintang (stellate), dengan 5–9 petal (kadang ganda pada varietas tertentu).
    • Warna: Putih bersih, berubah kekuningan saat menua.
    • Aroma: Floral manis, kuat, eksotis, dan sangat khas (disebabkan benzyl acetate, indole, linalool, cis-jasmone).
    • Mekar: Umumnya di sore hari hingga malam (nocturnal blooming), saat produksi aroma paling kuat.
  • Akar:
    • Tipe akar tunggang dengan percabangan lateral.
    • Adaptif pada tanah lempung berpasir, cukup drainase, dan iklim tropis lembap.

Karakteristik Khas Jasminum sambac

  • Evergreen, berbunga sepanjang tahun di iklim tropis.
  • Aroma bunga intens, eksotik, dengan kandungan indole khas (berbeda dengan melati lain seperti Jasminum grandiflorum).
  • Bunga lebih kecil dibanding J. grandiflorum tetapi lebih wangi.
  • Banyak digunakan sebagai bahan pembuatan teh melati, parfum, aromaterapi, hydrosol, dan minyak esensial.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Sejarah hydrosol atau air floral dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno di Mesir, Persia, India, dan dunia Arab, di mana air hasil penyulingan bunga digunakan untuk tujuan kecantikan, pengobatan, dan ritual keagamaan. Tokoh penting seperti Ibnu Sina (Avicenna) pada abad ke-10 menyempurnakan teknik penyulingan uap, yang menghasilkan minyak atsiri sekaligus air aromatik (hydrosol) sebagai hasil samping. Pada masa awal, air distilat ini sering dianggap produk utama contohnya air mawar dalam tradisi Persia sementara minyak atsiri hanya dipandang sebagai lapisan tipis tambahan.

Bunga melati (Jasminum sambac) sendiri telah digunakan selama ribuan tahun dalam tradisi Asia, terutama India, Cina, dan Asia Tenggara. Dalam Ayurveda, melati dikenal memiliki efek menenangkan dan dipakai untuk perawatan kulit serta pengobatan gangguan pencernaan, sementara dalam Pengobatan Tradisional Cina, melati digunakan dalam teh dan ramuan herbal untuk menyeimbangkan energi tubuh. Di Indonesia dan Filipina, melati memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi, kerap dipakai dalam ritual, hiasan, maupun sebagai simbol kesucian. Pada masa itu, air melati kemungkinan besar diperoleh melalui infus atau destilasi sederhana, meskipun catatan spesifik tentang hydrosol melati tidak seterkenal air mawar.

Seiring berkembangnya teknologi destilasi modern pada abad ke-18 hingga 19, minyak atsiri mulai diproduksi secara komersial, sementara hydrosol melati lebih banyak dianggap sebagai hasil samping. Namun, sejak akhir abad ke-20, terjadi pergeseran pandangan di industri aromaterapi dan kosmetika alami: hydrosol mulai dihargai sebagai produk mandiri yang lebih lembut dibanding minyak atsiri. Jasmine hydrosol kemudian diposisikan sebagai bahan bernilai untuk perawatan kulit, toner wajah, body mist, hingga room spray, dengan karakter aroma yang lembut, manis, dan eksotik. Dengan tren kosmetik alami dan “green beauty” pada dekade 2000-an, hydrosol melati semakin populer sebagai alternatif yang aman dan ramah kulit dibanding minyak atsiri yang lebih pekat dan kuat.

Hingga kini, Jasmine hydrosol dipandang sebagai “air eliksir” yang tidak hanya mewarisi sejarah panjang penggunaan bunga melati dalam budaya dan pengobatan tradisional, tetapi juga memegang peranan penting dalam formulasi modern untuk kosmetik alami, wellness, serta aromaterapi kontemporer.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga melati

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Organoleptik
  • Warna: Cairan bening, tidak berwarna hingga kuning pucat
  • Aroma: Aroma bunga yang ringan, sangat manis, kuat, dan kaya
Solubility

Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak

Blend well

Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

12 bulan

Instruksi penyimpanan
  • Simpan dalam botol kaca gelap, tertutup rapat.
  • Hindari panas & sinar matahari langsung.
  • Suhu ideal: 10–25°C.
  • Gunakan dalam 6–12 bulan setelah dibuka.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian kulit.
  • Jangan gunakan pada mata atau area sensitif.
  • Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi.
  • Konsumsi oral hanya bila ada izin resmi.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Tulis ulasan