Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
- Essential Oil Analysis of Jasminum grandiflorum, Jasminum sambac and Polianthus tuberosa Flowers (FT-IR & GC-MS)
- Comparative transcriptome analysis of Jasminum sambac
- Buying Contaminated Hydrosols – Formulabotanica
- Health Benefits of Jasmine Sambac – Global Healing
- Elixir from Heaven: Jasmine Hydrosol
- Hydrosols Learning Resource – JPPIPA
- All About Aromatherapy Hydrosols – Oshadhi
- Pharmacognosy Journal – Jasminum sambac Pharmacological Activities
- Jasmine & Aromatherapy Review – PMC
- Hydrosols: Unlocking Their Potential – PMC
- Aromatherapy Mechanisms – PMC
- Bioactive Compounds of Jasminum sambac – PMC
- Mood Effects of Jasmine – PMC
- Jasmine in Medicine and Therapy – PMC
- Aromatherapy Effect of Jasmine Scent – PubMed
- Neuroprotective Potential of Jasmine Compounds – PubMed
- Ethnobotany & Herbal Studies – SAAP Journals
- Jasmine Essential Oils and Bioactivity – American Journal of Biochemistry
- Hydrosols: Traditional Uses and Modern Applications – Academia.edu
- Hydrodistillation and Volatile Compounds Identified from Jasmine Sambac
- Molecules Journal – Phytochemistry of Jasminum
- Jasmine Water (Hydrolat) Product Information – O&3
- Hydrosols & Water-Soluble Essential Oils – ResearchGate
- Studies on Floral Morphology of Jasminum sambac – ResearchGate
- Hydrolates: By-products of Essential Oil Distillation – ResearchGate
- Morphological Characterization of Jasminum sambac Genotypes – ResearchGate
- Ethnobotany and Pharmacognostical Studies of Jasminum sambac
- Hydrosols and Essential Oils in Aromatherapy – ScienceDirect
- Antiinflamasi
& antioksidan: Kandungan flavonoid, linalool, dan
senyawa fenolik dalam J. sambac terbukti memiliki aktivitas antioksidan
dan antiinflamasi ringan, yang mendukung pemulihan kulit dan kesehatan sel.
- Antimikroba:
Senyawa volatil pada melati (misalnya benzyl acetate, indole, methyl
anthranilate) menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap beberapa strain
bakteri, menjadikan hydrosol relevan untuk kebersihan kulit ringan.
- Relaksasi
& mood enhancer: Studi klinis menunjukkan aroma melati
meningkatkan laju pernapasan, saturasi oksigen, serta memperbaiki mood dan rasa
waspada (arousal), sehingga mendukung penggunaan hydrosol sebagai aromaterapi
untuk kelelahan dan stres ringan.
- Mendukung kesehatan pencernaan: Secara tradisional, ekstrak melati digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan perut. Hydrosol dalam dosis rendah dapat membantu mendukung fungsi pencernaan ringan.
- Efek
pendinginan kulit: Saat digunakan topikal, jasmine hydrosol
memberikan sensasi lembut yang menenangkan, menjadikannya bermanfaat untuk
kulit sensitif atau setelah paparan sinar matahari.
Resep
1 – Face Mist / Toner Hidrosol Melati (100 mL)
Bahan:
- Hidrosol Bunga Melati — 92 mL
(92%)
- Jus lidah buaya (aloe vera juice) — 4
mL (4%)
- Gliserin nabati — 2 mL (2%)
- Pentylene glycol (opsional, pelembap
& booster pengawet) — 1 mL (1%)
- Pengawet alami (misalnya sodium
benzoate + potassium sorbate, sesuai aturan label produk) — 1 mL (1%)
Cara
membuat:
- Campur hidrosol dengan jus lidah
buaya dalam wadah bersih.
- Tambahkan gliserin dan pentylene
glycol, aduk rata.
- Masukkan pengawet. Cek pH ideal di
kisaran 5.0–5.5.
- Tuang ke botol spray kaca gelap
steril.
Catatan:
Memberi efek menyegarkan, melembapkan ringan, dan aroma relaksasi khas melati.
Resep
2 – Body Spray / Linen Spray (100 mL)
Bahan:
- Hidrosol Bunga Melati — 96,5 mL
(96,5%)
- Air suling (distilled water) — 2
mL (2%)
- Minyak esensial melati / jasmine
absolute (opsional) — 0,2 mL (0,2%)
- Solubilizer (Polysorbate 20, hanya
bila pakai minyak esensial) — 0,5 mL (0,5%)
- Pengawet (opsional) — 0,5 mL
(0,5%)
Cara
membuat:
- Jika pakai minyak esensial, larutkan
dulu dalam solubilizer.
- Campurkan dengan hidrosol dan air
suling.
- Masukkan pengawet bila ingin simpan
lebih lama.
- Tuang ke botol spray, siap digunakan.
Catatan:
Cocok sebagai penyegar tubuh, ruangan, atau linen dengan aroma lembut melati.
Resep
3 – Kompres Dingin / Relaksasi Otot (100 mL)
Bahan:
- Hidrosol Bunga Melati — 85 mL
(85%)
- Witch hazel water — 13 mL (13%)
- Gliserin nabati — 2 mL (2%)
Cara
membuat:
- Campur semua bahan dalam wadah
steril.
- Simpan dalam botol kaca bersih.
- Celupkan kain lembut, gunakan sebagai
kompres pada wajah atau otot yang pegal selama 10–15 menit.
Catatan:
Efektif untuk menenangkan kulit, meredakan otot tegang, dan memberi sensasi
segar.
Resep
4 – Hair Mist / Tonik Rambut (100 mL)
Bahan:
- Hidrosol Bunga Melati — 90 mL
(90%)
- Panthenol (pro-vitamin B5) atau
ekstrak herbal rambut (opsional) — 3 mL (3%)
- Propanediol (pelembap) — 3 mL (3%)
- Pengawet alami (sesuai aturan produk)
— 1 mL (1%)
- Minyak esensial peppermint (opsional,
untuk sensasi dingin) — 0,1 mL (0,1%)
Cara
membuat:
- Campur hidrosol dengan panthenol dan
propanediol.
- Tambahkan pengawet.
- Jika pakai minyak esensial, larutkan
dulu dalam solubilizer sebelum ditambahkan.
- Tuang ke botol spray.
Catatan:
Membantu menyegarkan kulit kepala, memberi aroma alami, dan menutrisi rambut
ringan.
Resep
5 – Pillow / Sleep Spray (30 mL)
Bahan:
- Hidrosol Bunga Melati — 29,1 mL
(97%)
- Minyak esensial lavender (opsional) —
0,06 mL (0,2%)
- Solubilizer (jika pakai EO) — 0,15
mL (0,5%)
- Pengawet (opsional) — 0,15 mL
(0,5%)
Cara
membuat:
- Jika pakai minyak esensial, larutkan
dulu dalam solubilizer.
- Campur dengan hidrosol, aduk
perlahan.
- Masukkan ke botol spray kecil.
- Semprotkan 1–2 kali di bantal sebelum
tidur.
Catatan:
Memberi efek menenangkan, membantu tidur lebih rileks berkat aroma melati &
lavender.
Catatan
Umum
- Gunakan botol kaca gelap atau PET
food-grade.
- Simpan di suhu 10–25 °C, jauh dari
sinar matahari.
- Tanpa pengawet: tahan 7–10 hari
di kulkas. Dengan pengawet: bisa 3–6 bulan.
- Selalu lakukan uji tempel (patch
test) sebelum digunakan pada kulit luas.
- Untuk produk komersial → wajib
dilakukan uji mikrobiologi dan stabilitas.
- Perawatan
kulit alami (face mist/toner): Jasmine hydrosol kaya
senyawa volatil seperti linalool dan benzyl acetate yang membantu menyegarkan
kulit, memberikan kelembapan ringan, dan menghadirkan sensasi relaksasi
aromatik.
- Aromaterapi
rumah tangga: Disemprotkan sebagai room spray atau
linen spray untuk menciptakan suasana hangat, menenangkan, dan meningkatkan
kenyamanan ruang.
- Rambut
dan kulit kepala: Dapat digunakan sebagai hair mist ringan,
membantu menyegarkan kulit kepala dan memberi aroma alami pada rambut.
- Produk
kebersihan alami: Berkat sifat antimikroba ringan, jasmine
hydrosol bisa diaplikasikan sebagai semprotan higienitas non-toksik pada kulit
atau permukaan
JASMINE
HYDROSOL / HIDROSOL BUNGA MELATI By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Jasminum sambac
INCI
name: Jasminum Sambac Flower Water
Kategori Produk: Single hydrosols, purity: 100%
HS
Code: 33019010
CAS#:
91770-14-8
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi uap
DESKRIPSI
PRODUK:
Jasmine
Hydrosol (Hidrosol Bunga Melati) adalah cairan aromatik
berbasis air yang diperoleh sebagai hasil samping dari proses penyulingan uap
(steam distillation) bunga Jasminum sambac (L.) Aiton, tanaman semak
wangi dari famili Oleaceae. Selama proses distilasi, uap air
mengekstraksi komponen volatil dari bunga melati dan setelah kondensasi
menghasilkan dua fase: minyak esensial sebagai fase atas dan hydrosol sebagai
fase bawah yang kaya molekul polar larut air. Hydrosol ini tidak identik dengan
minyak esensial, karena kandungan senyawa aromatiknya jauh lebih rendah,
sehingga memberikan efek yang lebih lembut namun tetap menyimpan profil khas melati.
Analisis kromatografi gas–spektrometri massa (GC–MS) menunjukkan bahwa bunga
melati mengandung senyawa volatil seperti benzyl acetate, benzyl alcohol,
linalool, indole, cis-jasmone, dan methyl anthranilate, yang sebagian kecil
dapat larut ke dalam fase hydrosol, memberi ciri khas floral eksotis yang
ringan dan segar.
Secara
spesifikasi fisik, Jasmine Hydrosol berbentuk cairan jernih hingga
sedikit keruh dengan warna bening hingga kekuningan pucat, pH
berkisar 4,0–6,5 tergantung kondisi distilasi serta kesegaran bahan
baku.
Dari
sisi organoleptik, Jasmine Hydrosol memiliki aroma floral manis,
lembut, dan menyegarkan khas melati, dengan intensitas yang jauh lebih
ringan dibandingkan minyak esensial atau absolute. Sentuhan aroma manis
buah, hijau segar, dan sedikit nuansa indolik sering terdeteksi dalam
hydrosol, menciptakan pengalaman aromaterapi yang menenangkan namun tidak
menusuk. Pada aplikasi kulit, hydrosol ini memberi sensasi ringan, sejuk,
dan melembutkan, menjadikannya bahan populer untuk toner wajah, face
mist, body spray, hingga room spray alami. Profil aromatik yang halus serta
kandungan senyawa aktif yang ringan menjadikan Jasmine Hydrosol lebih aman
untuk pemakaian sehari-hari, termasuk untuk kulit sensitif, dibandingkan minyak
esensial pekat.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Jasminum
sambac (L.) Aiton adalah tanaman berbunga dari famili Oleaceae,
dikenal luas di Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah sebagai melati putih,
Arabian jasmine, atau sampaguita. Tanaman ini merupakan salah satu sumber
utama parfum alami, minyak esensial, absolute, dan hydrosol, serta memiliki
nilai budaya tinggi di Indonesia, Filipina, dan India.
Klasifikasi
Taksonomi
- Kingdom:
Plantae
- Divisi:
Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
- Kelas:
Magnoliopsida (dikotil)
- Ordo:
Lamiales
- Famili:
Oleaceae
- Genus:
Jasminum
- Spesies:
Jasminum sambac (L.) Aiton
Morfologi
Tanaman
- Tipe
tanaman: Semak tahunan (evergreen shrub)
atau liana, tumbuh merambat.
- Tinggi
tanaman: Umumnya 0,5 – 3 meter, dapat
mencapai 5 meter dengan dukungan.
- Batang:
Berkayu, bercabang banyak, hijau muda saat muda, cokelat keabu-abuan saat
tua.
- Daun:
- Tipe:
Simple, ovate-lanceolate.
- Ukuran:
2–9 cm panjang, 1,5–4 cm lebar.
- Warna:
Hijau tua mengkilap di permukaan atas, lebih pucat di bawah.
- Susunan:
Berlawanan (opposite).
- Bunga:
- Tipe:
Berbentuk bintang (stellate), dengan 5–9 petal (kadang ganda pada
varietas tertentu).
- Warna:
Putih bersih, berubah kekuningan saat menua.
- Aroma:
Floral manis, kuat, eksotis, dan sangat khas (disebabkan benzyl acetate,
indole, linalool, cis-jasmone).
- Mekar:
Umumnya di sore hari hingga malam (nocturnal blooming), saat produksi
aroma paling kuat.
- Akar:
- Tipe
akar tunggang dengan percabangan lateral.
- Adaptif
pada tanah lempung berpasir, cukup drainase, dan iklim tropis lembap.
Karakteristik
Khas Jasminum sambac
- Evergreen,
berbunga sepanjang tahun di iklim tropis.
- Aroma
bunga intens, eksotik, dengan kandungan indole khas (berbeda dengan
melati lain seperti Jasminum grandiflorum).
- Bunga
lebih kecil dibanding J. grandiflorum tetapi lebih wangi.
- Banyak
digunakan sebagai bahan pembuatan teh melati, parfum, aromaterapi,
hydrosol, dan minyak esensial.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Sejarah
hydrosol atau air floral dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno di Mesir,
Persia, India, dan dunia Arab, di mana air hasil penyulingan bunga digunakan
untuk tujuan kecantikan, pengobatan, dan ritual keagamaan. Tokoh penting
seperti Ibnu Sina (Avicenna) pada abad ke-10 menyempurnakan teknik penyulingan
uap, yang menghasilkan minyak atsiri sekaligus air aromatik (hydrosol)
sebagai hasil samping. Pada masa awal, air distilat ini sering dianggap produk
utama contohnya air mawar dalam tradisi Persia sementara minyak atsiri hanya
dipandang sebagai lapisan tipis tambahan.
Bunga
melati (Jasminum sambac) sendiri telah digunakan selama ribuan tahun
dalam tradisi Asia, terutama India, Cina, dan Asia Tenggara. Dalam Ayurveda,
melati dikenal memiliki efek menenangkan dan dipakai untuk perawatan kulit
serta pengobatan gangguan pencernaan, sementara dalam Pengobatan Tradisional
Cina, melati digunakan dalam teh dan ramuan herbal untuk menyeimbangkan energi
tubuh. Di Indonesia dan Filipina, melati memiliki nilai budaya dan spiritual
yang tinggi, kerap dipakai dalam ritual, hiasan, maupun sebagai simbol
kesucian. Pada masa itu, air melati kemungkinan besar diperoleh melalui infus
atau destilasi sederhana, meskipun catatan spesifik tentang hydrosol melati
tidak seterkenal air mawar.
Seiring
berkembangnya teknologi destilasi modern pada abad ke-18 hingga 19, minyak
atsiri mulai diproduksi secara komersial, sementara hydrosol melati lebih
banyak dianggap sebagai hasil samping. Namun, sejak akhir abad ke-20, terjadi
pergeseran pandangan di industri aromaterapi dan kosmetika alami: hydrosol
mulai dihargai sebagai produk mandiri yang lebih lembut dibanding minyak
atsiri. Jasmine hydrosol kemudian diposisikan sebagai bahan bernilai untuk
perawatan kulit, toner wajah, body mist, hingga room spray, dengan karakter
aroma yang lembut, manis, dan eksotik. Dengan tren kosmetik alami dan “green
beauty” pada dekade 2000-an, hydrosol melati semakin populer sebagai alternatif
yang aman dan ramah kulit dibanding minyak atsiri yang lebih pekat dan kuat.
Hingga
kini, Jasmine hydrosol dipandang sebagai “air eliksir” yang tidak hanya
mewarisi sejarah panjang penggunaan bunga melati dalam budaya dan pengobatan
tradisional, tetapi juga memegang peranan penting dalam formulasi modern untuk
kosmetik alami, wellness, serta aromaterapi kontemporer.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga melati Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam minyak |
| Blend well | Bisa dicampur dengan hydrosol lain maupun minyak esensial |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 12 bulan |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|