Jasmine Absolute Oil merupakan bahan aromatik berkonsentrasi tinggi, bersifat lipofilik, dan tidak larut dalam air, sehingga harus selalu diencerkan sebelum digunakan, baik pada skala personal maupun industri. Literatur ilmiah dan standar aromaterapi menyarankan konsentrasi penggunaan jasmine absolute sangat rendah (umumnya <1%), karena kekuatan aromanya serta kandungan senyawa alergen alami seperti benzyl acetate dan α-hexylcinnamic aldehyde.


A. Formulasi Skala Personal (Non-Industri)

(Edukasi pengguna rumahan, aromaterapi pribadi)

1. Aromatherapy Massage Oil – Relaksasi Emosional

Tujuan formulasi:

Mendukung relaksasi, kenyamanan emosional, dan pengalaman aromaterapi berbasis inhalasi dan sentuhan.

Komposisi Bahan

  • Sweet Almond Oil (carrier oil): 98,7%
  • Jasmine Absolute Oil (Jasminum sambac): 0,3%
  • (Opsional) Vitamin E alami: 0,5%

Fungsi bahan:

  • Sweet Almond Oil → media pembawa, aman untuk kulit, meningkatkan spreadability
  • Jasmine Absolute → komponen aromatik aktif
  • Vitamin E → antioksidan ringan, membantu stabilitas minyak

Cara Pembuatan

  1. Siapkan wadah kaca bersih dan kering.
  2. Masukkan carrier oil terlebih dahulu.
  3. Tambahkan Jasmine Absolute Oil sesuai takaran.
  4. Aduk perlahan hingga homogen.
  5. Simpan dalam botol kaca gelap.

Cara Pemakaian

  1. Oleskan secukupnya pada kulit (leher, bahu, atau punggung).
  2. Gunakan sambil menarik napas perlahan untuk efek aromaterapi.
  3. Gunakan maksimal 1–2 kali sehari.

Pengamanan & Pengujian

  • Lakukan patch test 24 jam sebelum pemakaian luas.
  • Hindari penggunaan pada kulit sensitif atau luka terbuka.
  • Tidak digunakan pada ibu hamil tanpa konsultasi profesional.

2. Personal Natural Perfume Oil (Roll-On)

Tujuan formulasi:

Sebagai parfum alami berbasis minyak dengan aroma floral hangat dan tahan lama.

Komposisi Bahan

  • Jojoba Oil: 97,5%
  • Jasmine Absolute Oil: 0,5%
  • (Opsional) Sandalwood Oil: 0,2%
  • (Opsional) Benzoin Resinoid (diluted): 0,3%

Cara Pembuatan

  1. Campur semua bahan dalam botol roll-on kaca.
  2. Kocok perlahan hingga tercampur.
  3. Diamkan 24–48 jam agar aroma menyatu (aging ringan).

Cara Pemakaian

  1. Oleskan pada titik nadi (pergelangan tangan, belakang telinga).
  2. Hindari area wajah dan mata.

Keamanan

  • Total fragrance load tetap <1%.
  • Jasmine absolute digunakan sebagai middle–base note alami.

B. Formulasi Skala Industri (Profesional)

(Kosmetik, wellness, dan aromaterapi komersial)

3. Body Oil Aromaterapi (Industri Kosmetik Alami)

Tujuan formulasi:

Produk perawatan tubuh dengan nilai aromaterapi dan sensori tinggi.

Contoh Komposisi (% w/w)

  • Caprylic/Capric Triglyceride: 70,0%
  • Sweet Almond Oil: 25,0%
  • Jasmine Absolute Oil: 0,2%
  • Lavender Essential Oil: 0,3%
  • Tocopherol (Vitamin E): 0,5%
  • Natural antioxidant blend: 0,2%

Cara Pembuatan (Ringkas)

  1. Campur fase minyak hingga homogen.
  2. Tambahkan fragrance (EO + absolute) di suhu <40°C.
  3. Aduk perlahan, lalu filling ke botol akhir.

Pengujian Wajib (Industri)

  • Stability test (accelerated & real time)
  • Microbial limit test (meskipun anhydrous)
  • Skin irritation / HRIPT
  • IFRA & EU allergen declaration

4. Formulasi Diffuser Aromaterapi (Wellness & Spa)

Komposisi

  • Ethanol (95%): 90–92%
  • Jasmine Absolute Oil: 0,1–0,2%
  • Solubilizer (plant-based): q.s
  • Air murni: q.s

Cara Pemakaian

  1. Digunakan dalam diffuser ruangan.
  2. Tidak untuk pemakaian topikal langsung.

Keamanan

  • Ventilasi ruangan cukup.
  • Hindari paparan langsung jangka panjang pada bayi.

A. Kegunaan dalam Bidang Industri

1. Industri Parfum & Fragrance

Jasmine Absolute Oil merupakan bahan inti (key floral material) dalam parfum kelas atas (fine fragrance).

Digunakan sebagai middle hingga base note untuk:

  • Memberikan kedalaman aroma floral
  • Meningkatkan kompleksitas dan kehangatan komposisi parfum
  • Studi parfumologi menyebut jasmine absolute sebagai floral modifier yang mampu “mengikat” aroma lain (fixative-like effect).
  • Digunakan dalam parfum floral, oriental, chypre, dan gourmand.

2. Industri Kosmetik & Perawatan Kulit

Digunakan dalam:

  • Krim wajah
  • Body oil
  • Body lotion
  • Produk perawatan kulit alami

Berfungsi sebagai:

  • Fragrance component alami
  • Skin conditioning agent (dalam konsentrasi rendah & terencerkan)
  • Studi menunjukkan senyawa volatil jasmine dapat memberikan sensasi kenyamanan dan relaksasi sensorik pada pengguna kosmetik.

3. Industri Aromaterapi & Wellness

Digunakan dalam:

  • Diffuser aromaterapi
  • Massage oil
  • Produk relaksasi & spa

Digunakan untuk menciptakan suasana:

  • Relaksasi emosional
  • Kenyamanan psikologis
  • Keseimbangan mood

4. Industri Farmasi Herbal & Tradisional

Digunakan sebagai:

  • Aromatic excipient
  • Komponen aromatik dalam sediaan herbal tradisional

Dalam sistem Ayurveda dan pengobatan tradisional Asia:

  • Digunakan untuk mendukung keseimbangan emosi dan ketenangan pikiran

B. Kegunaan dalam Bidang Non-Industri

1. Penggunaan Personal & Rumah Tangga

Digunakan dalam:

  • Aromaterapi rumahan
  • Personal fragrance alami
  • Ritual relaksasi & meditasi
  • Memberikan efek aroma yang menenangkan dan meningkatkan kenyamanan emosional.

2. Penggunaan Budaya & Spiritual

Jasmine telah lama digunakan dalam:

  • Ritual keagamaan
  • Meditasi
  • Upacara adat
  • Aroma jasmine dipercaya membantu menciptakan suasana sakral dan kontemplatif.
  • Minyak Jasmine Absolut bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
  • Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
  • Penggunaan terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.

A. Manfaat pada Sistem Saraf & Psikologis

1. Efek Relaksasi & Anxiolytic

Inhalasi aroma jasmine terbukti:

  • Menurunkan tingkat kecemasan
  • Memberikan efek menenangkan tanpa sedasi berat
  • Studi EEG menunjukkan perubahan aktivitas gelombang otak yang berkaitan dengan relaksasi.

2. Efek Antidepresan Ringan

  • Aroma jasmine menunjukkan antidepressant-like effect pada studi eksperimental.
  • Diduga bekerja melalui modulasi neurotransmitter dan sistem limbik.

B. Manfaat Emosional & Psikofisiologis

3. Mood Enhancement

Jasmine absolute membantu:

  • Meningkatkan suasana hati
  • Mengurangi perasaan lelah emosional
  • Studi menunjukkan efek positif pada perasaan well-being setelah inhalasi aroma jasmine.

4. Efek Aphrodisiac (Psikologis)

Jasmine secara tradisional dan ilmiah dikaitkan dengan:

  • Peningkatan rasa percaya diri
  • Sensasi sensual dan kehangatan emosional
  • Efek ini bersifat psikologis dan sensorik, bukan farmakologis langsung.

C. Manfaat Pendukung pada Kulit (Non-Medis)

5. Sensory Skin Comfort

Digunakan dalam formulasi topikal terencerkan untuk:

  • Memberikan sensasi nyaman
  • Meningkatkan pengalaman sensorik perawatan kulit
  • Tidak diklaim sebagai obat kulit.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
  1. Morphological and Phytochemical Characteristics of Jasminum sambac
  2. Jasmine
  3. A Review on Jasminum sambac (L.) Aiton: Botanical Description, Chemical Constituents and Medicinal Uses
  4. Jasmine Absolute
  5. Pengaruh Aroma Melati terhadap Parameter Psikologis
  6. Pharmacological Activities of Jasminum sambac
  7. Pemanfaatan Tanaman Melati (Jasminum sambac) dalam Pengobatan Tradisional
  8. Handbook of Essential Oils: Science, Technology, and Applications
  9. The Fragrance Chemistry of Jasmine Flowers
  10. Common Fragrance and Flavor Materials: Preparation, Properties and Uses
  11. Jasmine Scent in Perfumery
  12. Biological Activities and Volatile Compounds of Jasminum sambac
  13. Dynamic Changes of Volatile Compounds during Flowering of Jasminum sambac
  14. Volatile Compounds of Jasmine Flowers and Their Biological Activities
  15. Relaxing Effect of Jasmine Odor on Brain Wave Activity and Autonomic Nervous System
  16. Jasmine (Jasminum sambac)
  17. Ethnobotanical Uses and Pharmaceutical Potential of Jasmine
  18. The Chemistry of Fragrances: From Perfumer to Consumer
  19. The Effects of Jasmine Oil Inhalation on Brain Wave Activities and Emotions
  20. Composition of Absolutes of Jasminum sambac L. Flowers Fractionated with Liquid CO₂ and Methanol and Comparison with Liquid CO₂ Extract
  21. Jasmine Essential Oil: Production, Extraction, Characterization and Applications
  22. Medicinal and Aromatic Plants: Jasmine
  23. Essential Oil Safety: A Guide for Health Care Professionals
  24. RIFM Fragrance Ingredient Safety Assessment
  25. Bioactive Compounds of Jasmine Flowers
  26. Aroma-Active Compounds in Jasmine Flowers
  27. Natural Fragrance Materials: Chemistry and Applications
  28. Analysis of Volatile Compounds in Jasminum sambac Flowers
  29. Perfumes: Technology and History
  30. Aromatherapy: Scientific Evidence and Neuropsychological Effects

JASMINE ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA MELATI PUTIH By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Jasminum Sambac Flower Extract

Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100

HS Code: 33012990

CAS#: -

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Solvent Extraction


DESKRIPSI PRODUK:

Jasmine Absolute Oil adalah ekstrak aromatik konsentrat yang sangat bernilai tinggi, diperoleh dari bunga Jasminum sambac (Melati Putih) menggunakan metode ekstraksi pelarut (solvent extraction) karena senyawa aromatik utama bunga ini sangat sensitif terhadap panas dan mudah rusak oleh destilasi uap biasa. Teknik ini umum digunakan dalam industri parfum untuk mendapatkan aroma yang kompleks dan kaya dari bunga yang memiliki kandungan volatil rendah namun aromatik kuat. Metode ekstraksi pelarut menghasilkan produk berupa absolute yang memiliki konsentrasi tinggi senyawa aromatik dibandingkan dengan essential oil yang diperoleh dengan distilasi uap terutama untuk bunga dengan struktur halus seperti melati. Ekstraksi pelarut juga digunakan dalam penelitian untuk memperoleh fraksi aromatik yang optimal dari bunga jasmine.

Karena sifat aromatik Jasminum sambac yang kompleks, Absolute Jasmine memiliki profil bau yang intens, manis, hangat, floral, dan sensual, yang mencerminkan sifat khas bunga yang mekar pada malam hari dengan aroma yang kuat. Profil ini berhubungan dengan komposisi senyawa volatilnya yang beragam, termasuk ester aromatik, alkohol, seskuiterpen, dan senyawa nitrogen heterosiklik seperti indole. Studi GC–MS terhadap bunga Jasminum sambac telah mengidentifikasi puluhan senyawa volatile yang berkontribusi terhadap karakter aroma, seperti benzyl acetate, linalool, α-farnesene, methyl anthranilate, benzyl alcohol, dan indole, yang secara kolektif menciptakan aroma floral yang mendalam dan kompleks. Misalnya, benzyl acetate dikenal memberikan aroma floral manis, sedangkan linalool memberikan nuansa floral lembut, sedangkan indole memberikan nuansa sensual yang lebih tajam pada aroma jasmine.

Dalam literatur ilmiah tentang aroma jasmine, penelitian yang menganalisis volatile dari bunga Jasminum sambac menggunakan GC–MS menunjukkan bahwa beragam kelas senyawa aromatik berkontribusi terhadap bau khasnya termasuk alkohol, ester, terpenoid, karbonil, dan nitrogen heterosiklik  yang merupakan karakteristik umum aromatik tanaman berbunga di keluarga Oleaceae ini.

Profil organoleptik Jasmine Absolute secara umum digambarkan sebagai cairan kental (viscous) dengan warna berkisar dari kuning ke oranye tua hingga cokelat kemerahan, tergantung pada asal bahan dan proses ekstraksi. Aromanya intens, floral manis dengan sedikit nuansa hangat/fruity, dan bertahan lama sebagai middle–base note dalam struktur parfum. Aromanya juga sering digambarkan memiliki kedalaman dan kedalaman emosional dikaitkan secara ilmiah dengan kombinasi senyawa volatil yang berbeda yang menunjukkan ambang bau yang rendah dan sinergi aroma yang kompleks.

Dari sudut pandang kimia, Absolute Jasmine memiliki kandungan tinggi senyawa aromatik volatil seperti benzyl acetate dan linalool yang umumnya terdeteksi melalui GC–MS pada analisis aroma jasmine, serta kontribusi α-farnesene dan berbagai ester yang berperan dalam kesan aroma. Profil ini menunjukkan kompleksitas kimia yang mencerminkan karakter organoleptik jasmine yang kuat dan favorit dalam perfumery.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Taksonomi & Klasifikasi

Jasminum sambac termasuk dalam kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbunga), kelas Magnoliopsida, ordo Lamiales, dan famili Oleaceae (famili zaitun). Spesies ini adalah salah satu dari lebih 200 anggota genus Jasminum yang tersebar di daerah tropis dan subtropis dunia.


2. Habitat & Penyebaran

Secara botani, Jasminum sambac adalah tanaman evergreen (berdaun hijau sepanjang tahun) yang berasal dari bagian selatan dan timur Himalaya di India dan kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara dan tropis yang hangat. Di Indonesia, melati putih tumbuh baik di dataran rendah hingga sekitar 800 m dpl dengan iklim tropis yang panas dan cukup sinar matahari.


3. Morfologi Tanaman

  • Habitus (Bentuk Tumbuhan)
  • Tipe tumbuhan: Semak berkayu yang bisa tumbuh tegak bercabang, kadang sedikit merambat bila ada penopang.
  • Tinggi: Umumnya mencapai 0,5–3 m tetapi dapat bervariasi tergantung kondisi lingkungan.
  • Aksesi/suku: Tidak menghasilkan biji secara konsisten dalam budidaya komersial, sehingga biasanya diperbanyak dengan stek, layering, atau marcotting daripada biji.

Daun

  • Susunan daun: Daun bersifat simple (tidak majemuk) dan berhadapan (opposite) sebagai pola filotaksis; kadang muncul dalam whorls 3-daun.
  • Bentuk: Oval hingga elips, pangkalnya bulat, ujung lancip atau tumpul, dan permukaan umumnya halus (glabrous) kecuali sedikit rambut pada tulang daun bagian bawah.
  • Ukuran: ± 4–12,5 cm panjang dan 2–7,5 cm lebar.
  • Warna: Hijau cerah dan mengkilap.

Bunga

Bunga Jasminum sambac merupakan bagian morfologi paling khas dan penting secara ekologis serta ekonomis.

Karakteristik bunga:

  • Infloresensi: Bunga biasanya muncul dalam cymes terminal (ranting ujung) dengan 3–12 bunga per kelompok.
  • Corolla: Putih, harum sangat kuat, sering membuka pada sore/malam hari dan menutup di pagi hari — sebuah adaptasi terhadap penyerbuk nokturnal (serangga malam).
  • Jumlah lobus mahkota: ± 5–9 lobus per bunga.
  • Diameter bunga: ± 2–3,5 cm tergantung cultivar.
  • Tipe bunga: Disebut juga trumpet-shaped flower dengan struktur lengkap (memiliki bagian steril dan fertil).

Buah

  • Tipe buah: Setelah penyerbukan, bunga dapat berkembang menjadi buah berry berbentuk bulat.
  • Warna buah: Berwarna ungu-tua sampai hitam saat matang.
  • Ukuran: ± 1 cm diameter.

Namun, dalam banyak varietas yang dibudidayakan komersial, produksi buah sangat rendah karena reproduksi vegetatif lebih dominan.


Akar & Batang

  • Akar: Sistem akar termasuk akar tunggang yang bercabang kuat ke tanah, berfungsi untuk menopang batang serta mengambil air dan nutrien.
  • Batang: Berkayu, berduri ringan/halus, bercabang banyak dengan permukaan yang dapat menjadi sedikit berserat pada tanaman dewasa.

4. Variasi Morfologi & Kultivar

Tanaman ini memiliki banyak varietas dan kultivar yang dibedakan berdasarkan jumlah dan bentuk kelopak bunga (single, double, multi-petal), ukuran bunga, dan intensitas aroma. Beberapa studi morfologi menunjukkan bahwa variasi genetik dan fenotip dalam Jasminum sambac tinggi di berbagai wilayah budaya tumbuhnya, yang penting untuk seleksi kultivar bunga parfum dan ornamental.


5. Morfologi Bunga Secara Detail

Penelitian ilmiah terapan seperti studi karakter morfologi bunga secara kuantitatif mencatat:

  • Infloresensi: cymosa (cabang terminal yang mendukung beberapa bunga).
  • Bentuk bunga: Tabung corolla dengan 7–10 lobus putih.
  • Organ reproduksi: Setiap bunga memiliki dua benang sari (stamen) dan satu pistil/fertil.
  • Fenologi: Siklus pembungaan dapat berlangsung ≈ 26 hari, dipengaruhi cahaya, suhu, kelembapan, dan curah hujan.

6. Reproduksi & Perbanyakan

Karena banyak cultivar komersial tidak berbiji atau menghasilkan biji sedikit, perbanyakan dilakukan secara vegetatif seperti:

  • Stek batang
  • Layering tanah
  • Marcotting

Metode ini memastikan karakteristik tanaman (bunga, aroma) dipertahankan dari induk ke generasi berikutnya.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Asal-usul Sejarah Tanaman Jasmine dalam Budaya Manusia

Tanaman jasmine, khususnya Jasminum sambac, telah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum konsep minyak aromatik modern dikenal. Bukti etnobotani dan literatur sejarah menunjukkan bahwa jasmine memiliki peran penting dalam budaya Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok, terutama sebagai tanaman ritual, simbol spiritual, dan bahan pengharum alami. Dalam tradisi India kuno, jasmine disebut dalam teks Ayurveda sebagai bunga yang memiliki sifat sattvic, yaitu menenangkan pikiran dan emosi, serta digunakan dalam upacara keagamaan dan pengobatan tradisional berbasis tanaman.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melati putih (Jasminum sambac) telah lama digunakan sebagai bunga simbolik dalam ritual adat, pernikahan, dan upacara spiritual. Aromanya yang kuat namun lembut menjadikan jasmine sebagai salah satu bunga yang paling dihargai secara budaya, bahkan sebelum adanya teknik ekstraksi minyak aromatik secara ilmiah.


Awal Penggunaan Jasmine sebagai Bahan Aromatik

Sebelum ditemukannya metode ekstraksi modern, aroma jasmine diperoleh secara sederhana melalui enfleurage alami, yaitu dengan meletakkan bunga segar di atas lemak hewani atau minyak nabati untuk menyerap aroma. Teknik ini tercatat dalam sejarah Timur Tengah dan Eropa awal sebagai cara untuk menangkap aroma bunga yang rapuh dan sensitif terhadap panas, termasuk jasmine dan tuberose. Namun, hasilnya terbatas dan sangat bergantung pada keterampilan serta kondisi lingkungan.

Penggunaan jasmine sebagai bahan aromatik kemudian berkembang seiring dengan perdagangan rempah dan bunga antara Asia dan Timur Tengah, yang membawa jasmine ke wilayah Persia, Mesir, dan Mediterania. Di wilayah-wilayah ini, jasmine digunakan sebagai pengharum ruangan, bahan kosmetik alami, dan campuran salep aromatik, meskipun belum dalam bentuk minyak esensial atau absolute seperti yang dikenal saat ini.


Perkembangan Jasmine Absolute Oil dalam Sejarah Modern

Jasmine Absolute Oil dalam pengertian modern baru muncul pada abad ke-19, seiring dengan kemajuan ilmu kimia organik dan teknologi ekstraksi pelarut di Eropa, khususnya di wilayah Grasse, Prancis, yang dikenal sebagai pusat industri parfum dunia. Penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi solvent extraction memungkinkan senyawa aromatik jasmine yang sensitif terhadap panas untuk diekstraksi tanpa degradasi, menghasilkan produk yang jauh lebih stabil dan aromatik dibandingkan hasil enfleurage tradisional.

Literatur parfumeri ilmiah menyebutkan bahwa jasmine adalah salah satu bunga pertama yang secara konsisten diekstraksi menjadi absolute, karena destilasi uap terbukti tidak efektif untuk mempertahankan aroma aslinya. Dengan metode ini, jasmine absolute menjadi bahan utama dalam parfum kelas atas, terutama sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dan dengan cepat memperoleh reputasi sebagai salah satu bahan aromatik paling mahal dan berharga.


Sejarah Penggunaan Jasmine Absolute Oil dalam Parfum

Dalam sejarah parfumeri modern, jasmine absolute memainkan peran sentral sebagai middle to base note yang memberikan kedalaman, kehangatan, dan karakter floral sensual pada komposisi parfum. Banyak parfum klasik Eropa yang dikembangkan pada awal abad ke-20 menggunakan jasmine absolute sebagai bahan inti, karena kemampuannya untuk menyatukan berbagai aroma lain dan memberikan efek keharuman yang bertahan lama.

Studi ilmiah dan literatur parfumeri mencatat bahwa kompleksitas aroma jasmine absolute yang berasal dari kombinasi ester, alkohol aromatik, aldehida, dan senyawa nitrogen seperti indole menjadikannya unik dibandingkan bahan floral lain. Kompleksitas inilah yang membuat jasmine absolute tidak hanya berfungsi sebagai pewangi, tetapi juga sebagai structural component dalam formula parfum.


Sejarah Penggunaan Jasmine Absolute Oil dalam Pengobatan Tradisional dan Aromaterapi

Selain dalam parfum, jasmine juga memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Dalam sistem Ayurveda dan pengobatan tradisional Tiongkok, jasmine digunakan untuk membantu menenangkan sistem saraf, meningkatkan suasana hati, dan mendukung keseimbangan emosional. Namun, penggunaan jasmine dalam bentuk absolute oil untuk tujuan terapeutik baru berkembang pada abad ke-20, seiring dengan lahirnya disiplin aromaterapi modern di Eropa.

Penelitian ilmiah modern mulai mengevaluasi efek inhalasi aroma jasmine terhadap sistem saraf pusat, khususnya hubungannya dengan relaksasi, penurunan kecemasan, dan peningkatan perasaan sejahtera. Studi neurofarmakologi menunjukkan bahwa aroma jasmine dapat memengaruhi aktivitas sistem limbik, yang berperan dalam pengaturan emosi dan memori, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaan jasmine absolute dalam aromaterapi kontemporer.


Jasmine Absolute Oil dalam Konteks Modern

Saat ini, Jasmine Absolute Oil digunakan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk parfum alami, kosmetik berbasis tanaman, aromaterapi, dan penelitian farmasi aromatik. Meskipun teknologi telah berkembang, prinsip dasar penggunaannya tetap sama: jasmine absolute dihargai karena kemampuannya menangkap esensi aroma bunga jasmine secara mendalam dan autentik, sebuah kualitas yang telah dihargai manusia selama berabad-abad.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga segar Melati putih (Jasminum sambac)

Asal: Indonesia

Penanaman

Tanaman dibudidayakan di wilayah tropis dengan intensitas cahaya tinggi dan kelembapan stabil, dipanen pada fase bunga mekar optimal (full bloom) untuk memastikan kandungan aroma maksimum.

Isi

Benzyl acetate, α-Hexylcinnamic Aldehyde

Organoleptik
  • Warna: Orange hingga coklat
  • Aroma: Floral putih yang kaya, hangat, manis, eksotis, dengan nuansa creamy, slightly animalic, dan sensual khas jasmine natural.
Solubility

Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air

Level of note

Middle to base note

Blend well

Rose, Ylang-Ylang, Sandalwood, Vetiver, Patchouli, Neroli, Bergamot, Orange, Frankincense, Vanilla, Benzoin

Aplikasi produk hilir

Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya.

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan untuk menjaga kualitas aroma dan kestabilan minyak.
  • Suhu ideal penyimpanan: 15–25°C.
  • Hindari kontaminasi dengan air atau bahan kimia lain.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian luas pada kulit: oleskan sedikit di area kecil selama 24 jam, perhatikan reaksi iritasi.
  • Hentikan pemakaian jika muncul ruam, gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar.
  • Tidak dianjurkan digunakan langsung pada kulit tanpa diencerkan (disarankan 1–5% dalam carrier oil atau formula parfum).
  • Hindari kontak dengan mata, membran mukosa, dan area sensitif.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi, anak-anak, wanita hamil, atau menyusui tanpa konsultasi profesional.
  • Simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Tulis ulasan