Jasmine
Absolute Oil merupakan bahan aromatik berkonsentrasi tinggi, bersifat lipofilik,
dan tidak larut dalam air, sehingga harus selalu diencerkan
sebelum digunakan, baik pada skala personal maupun industri. Literatur ilmiah
dan standar aromaterapi menyarankan konsentrasi penggunaan jasmine absolute sangat
rendah (umumnya <1%), karena kekuatan aromanya serta kandungan senyawa
alergen alami seperti benzyl acetate dan α-hexylcinnamic aldehyde.
A.
Formulasi Skala Personal (Non-Industri)
(Edukasi
pengguna rumahan, aromaterapi pribadi)
1.
Aromatherapy Massage Oil – Relaksasi Emosional
Tujuan
formulasi:
Mendukung
relaksasi, kenyamanan emosional, dan pengalaman aromaterapi berbasis inhalasi
dan sentuhan.
Komposisi
Bahan
- Sweet
Almond Oil (carrier oil): 98,7%
- Jasmine
Absolute Oil (Jasminum sambac): 0,3%
- (Opsional)
Vitamin E alami: 0,5%
Fungsi
bahan:
- Sweet
Almond Oil → media pembawa, aman untuk kulit, meningkatkan spreadability
- Jasmine
Absolute → komponen aromatik aktif
- Vitamin
E → antioksidan ringan, membantu stabilitas minyak
Cara
Pembuatan
- Siapkan
wadah kaca bersih dan kering.
- Masukkan
carrier oil terlebih dahulu.
- Tambahkan
Jasmine Absolute Oil sesuai takaran.
- Aduk
perlahan hingga homogen.
- Simpan
dalam botol kaca gelap.
Cara
Pemakaian
- Oleskan
secukupnya pada kulit (leher, bahu, atau punggung).
- Gunakan
sambil menarik napas perlahan untuk efek aromaterapi.
- Gunakan
maksimal 1–2 kali sehari.
Pengamanan
& Pengujian
- Lakukan
patch test 24 jam sebelum pemakaian luas.
- Hindari
penggunaan pada kulit sensitif atau luka terbuka.
- Tidak
digunakan pada ibu hamil tanpa konsultasi profesional.
2.
Personal Natural Perfume Oil (Roll-On)
Tujuan
formulasi:
Sebagai
parfum alami berbasis minyak dengan aroma floral hangat dan tahan lama.
Komposisi
Bahan
- Jojoba
Oil: 97,5%
- Jasmine
Absolute Oil: 0,5%
- (Opsional)
Sandalwood Oil: 0,2%
- (Opsional)
Benzoin Resinoid (diluted): 0,3%
Cara
Pembuatan
- Campur
semua bahan dalam botol roll-on kaca.
- Kocok
perlahan hingga tercampur.
- Diamkan
24–48 jam agar aroma menyatu (aging ringan).
Cara
Pemakaian
- Oleskan
pada titik nadi (pergelangan tangan, belakang telinga).
- Hindari
area wajah dan mata.
Keamanan
- Total
fragrance load tetap <1%.
- Jasmine
absolute digunakan sebagai middle–base note alami.
B.
Formulasi Skala Industri (Profesional)
(Kosmetik,
wellness, dan aromaterapi komersial)
3.
Body Oil Aromaterapi (Industri Kosmetik Alami)
Tujuan
formulasi:
Produk
perawatan tubuh dengan nilai aromaterapi dan sensori tinggi.
Contoh
Komposisi (% w/w)
- Caprylic/Capric
Triglyceride: 70,0%
- Sweet
Almond Oil: 25,0%
- Jasmine
Absolute Oil: 0,2%
- Lavender
Essential Oil: 0,3%
- Tocopherol
(Vitamin E): 0,5%
- Natural
antioxidant blend: 0,2%
Cara
Pembuatan (Ringkas)
- Campur
fase minyak hingga homogen.
- Tambahkan
fragrance (EO + absolute) di suhu <40°C.
- Aduk
perlahan, lalu filling ke botol akhir.
Pengujian
Wajib (Industri)
- Stability
test (accelerated & real time)
- Microbial
limit test (meskipun anhydrous)
- Skin
irritation / HRIPT
- IFRA
& EU allergen declaration
4.
Formulasi Diffuser Aromaterapi (Wellness & Spa)
Komposisi
- Ethanol
(95%): 90–92%
- Jasmine
Absolute Oil: 0,1–0,2%
- Solubilizer
(plant-based): q.s
- Air
murni: q.s
Cara
Pemakaian
- Digunakan
dalam diffuser ruangan.
- Tidak
untuk pemakaian topikal langsung.
Keamanan
- Ventilasi ruangan cukup.
- Hindari
paparan langsung jangka panjang pada bayi.
A.
Kegunaan dalam Bidang Industri
1.
Industri Parfum & Fragrance
Jasmine
Absolute Oil merupakan bahan inti (key floral material) dalam parfum
kelas atas (fine fragrance).
Digunakan
sebagai middle hingga base note untuk:
- Memberikan kedalaman aroma floral
- Meningkatkan kompleksitas dan kehangatan
komposisi parfum
- Studi
parfumologi menyebut jasmine absolute sebagai floral modifier yang mampu
“mengikat” aroma lain (fixative-like effect).
- Digunakan
dalam parfum floral, oriental, chypre, dan gourmand.
2.
Industri Kosmetik & Perawatan Kulit
Digunakan
dalam:
- Krim wajah
- Body oil
- Body lotion
- Produk perawatan kulit alami
Berfungsi
sebagai:
- Fragrance component alami
- Skin conditioning agent
(dalam konsentrasi rendah & terencerkan)
- Studi
menunjukkan senyawa volatil jasmine dapat memberikan sensasi kenyamanan dan
relaksasi sensorik pada pengguna kosmetik.
3.
Industri Aromaterapi & Wellness
Digunakan
dalam:
- Diffuser aromaterapi
- Massage oil
- Produk relaksasi & spa
Digunakan
untuk menciptakan suasana:
- Relaksasi emosional
- Kenyamanan psikologis
- Keseimbangan mood
4.
Industri Farmasi Herbal & Tradisional
Digunakan
sebagai:
- Aromatic excipient
- Komponen aromatik dalam sediaan herbal
tradisional
Dalam
sistem Ayurveda dan pengobatan tradisional Asia:
- Digunakan untuk mendukung keseimbangan
emosi dan ketenangan pikiran
B.
Kegunaan dalam Bidang Non-Industri
1.
Penggunaan Personal & Rumah Tangga
Digunakan
dalam:
- Aromaterapi rumahan
- Personal fragrance alami
- Ritual relaksasi & meditasi
- Memberikan
efek aroma yang menenangkan dan meningkatkan kenyamanan emosional.
2.
Penggunaan Budaya & Spiritual
Jasmine
telah lama digunakan dalam:
- Ritual keagamaan
- Meditasi
- Upacara adat
- Aroma
jasmine dipercaya membantu menciptakan suasana sakral dan kontemplatif.
- Minyak
Jasmine Absolut bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis,
mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
- Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
- Penggunaan
terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.
A.
Manfaat pada Sistem Saraf & Psikologis
1.
Efek Relaksasi & Anxiolytic
Inhalasi
aroma jasmine terbukti:
- Menurunkan tingkat kecemasan
- Memberikan efek menenangkan tanpa sedasi
berat
- Studi
EEG menunjukkan perubahan aktivitas gelombang otak yang berkaitan dengan
relaksasi.
2.
Efek Antidepresan Ringan
- Aroma
jasmine menunjukkan antidepressant-like effect pada studi eksperimental.
- Diduga
bekerja melalui modulasi neurotransmitter dan sistem limbik.
B.
Manfaat Emosional & Psikofisiologis
3.
Mood Enhancement
Jasmine
absolute membantu:
- Meningkatkan suasana hati
- Mengurangi perasaan lelah emosional
- Studi
menunjukkan efek positif pada perasaan well-being setelah inhalasi aroma
jasmine.
4.
Efek Aphrodisiac (Psikologis)
Jasmine
secara tradisional dan ilmiah dikaitkan dengan:
- Peningkatan rasa percaya diri
- Sensasi sensual dan kehangatan emosional
- Efek
ini bersifat psikologis dan sensorik, bukan farmakologis langsung.
C.
Manfaat Pendukung pada Kulit (Non-Medis)
5.
Sensory Skin Comfort
Digunakan
dalam formulasi topikal terencerkan untuk:
- Memberikan sensasi nyaman
- Meningkatkan pengalaman sensorik perawatan kulit
- Tidak
diklaim sebagai obat kulit.
Sertifikat
Halal: 33110034666001125
Dokumen
Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet
(MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikasi CITES (permintaan
untuk ekspor spesies dilindungi)
- Morphological
and Phytochemical Characteristics of Jasminum sambac
- Jasmine
- A
Review on Jasminum sambac (L.) Aiton: Botanical Description, Chemical
Constituents and Medicinal Uses
- Jasmine
Absolute
- Pengaruh
Aroma Melati terhadap Parameter Psikologis
- Pharmacological
Activities of Jasminum sambac
- Pemanfaatan
Tanaman Melati (Jasminum sambac) dalam Pengobatan Tradisional
- Handbook
of Essential Oils: Science, Technology, and Applications
- The
Fragrance Chemistry of Jasmine Flowers
- Common
Fragrance and Flavor Materials: Preparation, Properties and Uses
- Jasmine
Scent in Perfumery
- Biological
Activities and Volatile Compounds of Jasminum sambac
- Dynamic
Changes of Volatile Compounds during Flowering of Jasminum sambac
- Volatile
Compounds of Jasmine Flowers and Their Biological Activities
- Relaxing
Effect of Jasmine Odor on Brain Wave Activity and Autonomic Nervous System
- Jasmine
(Jasminum sambac)
- Ethnobotanical
Uses and Pharmaceutical Potential of Jasmine
- The
Chemistry of Fragrances: From Perfumer to Consumer
- The
Effects of Jasmine Oil Inhalation on Brain Wave Activities and Emotions
- Composition
of Absolutes of Jasminum sambac L. Flowers Fractionated with Liquid CO₂
and Methanol and Comparison with Liquid CO₂ Extract
- Jasmine
Essential Oil: Production, Extraction, Characterization and Applications
- Medicinal
and Aromatic Plants: Jasmine
- Essential
Oil Safety: A Guide for Health Care Professionals
- RIFM
Fragrance Ingredient Safety Assessment
- Bioactive
Compounds of Jasmine Flowers
- Aroma-Active
Compounds in Jasmine Flowers
- Natural
Fragrance Materials: Chemistry and Applications
- Analysis
of Volatile Compounds in Jasminum sambac Flowers
- Perfumes: Technology and History
- Aromatherapy:
Scientific Evidence and Neuropsychological Effects
JASMINE
ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA MELATI PUTIH By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI
name: Jasminum Sambac Flower Extract
Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100
HS
Code: 33012990
CAS#:
-
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Solvent Extraction
DESKRIPSI
PRODUK:
Jasmine
Absolute Oil adalah ekstrak aromatik konsentrat yang sangat bernilai tinggi,
diperoleh dari bunga Jasminum sambac (Melati Putih) menggunakan metode
ekstraksi pelarut (solvent extraction) karena senyawa aromatik utama bunga
ini sangat sensitif terhadap panas dan mudah rusak oleh destilasi uap biasa.
Teknik ini umum digunakan dalam industri parfum untuk mendapatkan aroma yang
kompleks dan kaya dari bunga yang memiliki kandungan volatil rendah namun
aromatik kuat. Metode ekstraksi pelarut menghasilkan produk berupa absolute
yang memiliki konsentrasi tinggi senyawa aromatik dibandingkan dengan essential
oil yang diperoleh dengan distilasi uap terutama untuk bunga dengan
struktur halus seperti melati. Ekstraksi pelarut juga digunakan dalam
penelitian untuk memperoleh fraksi aromatik yang optimal dari bunga jasmine.
Karena
sifat aromatik Jasminum sambac yang kompleks, Absolute Jasmine memiliki profil
bau yang intens, manis, hangat, floral, dan sensual, yang mencerminkan
sifat khas bunga yang mekar pada malam hari dengan aroma yang kuat. Profil ini
berhubungan dengan komposisi senyawa volatilnya yang beragam, termasuk
ester aromatik, alkohol, seskuiterpen, dan senyawa nitrogen heterosiklik
seperti indole. Studi GC–MS terhadap bunga Jasminum sambac telah
mengidentifikasi puluhan senyawa volatile yang berkontribusi terhadap karakter
aroma, seperti benzyl acetate, linalool, α-farnesene, methyl anthranilate,
benzyl alcohol, dan indole, yang secara kolektif menciptakan aroma floral
yang mendalam dan kompleks. Misalnya, benzyl acetate dikenal memberikan aroma
floral manis, sedangkan linalool memberikan nuansa floral lembut,
sedangkan indole memberikan nuansa sensual yang lebih tajam pada aroma
jasmine.
Dalam
literatur ilmiah tentang aroma jasmine, penelitian yang menganalisis volatile
dari bunga Jasminum sambac menggunakan GC–MS menunjukkan bahwa beragam
kelas senyawa aromatik berkontribusi terhadap bau khasnya termasuk alkohol,
ester, terpenoid, karbonil, dan nitrogen heterosiklik yang merupakan karakteristik umum aromatik
tanaman berbunga di keluarga Oleaceae ini.
Profil
organoleptik Jasmine Absolute secara umum digambarkan sebagai cairan kental
(viscous) dengan warna berkisar dari kuning ke oranye tua hingga cokelat
kemerahan, tergantung pada asal bahan dan proses ekstraksi. Aromanya intens,
floral manis dengan sedikit nuansa hangat/fruity, dan bertahan lama sebagai
middle–base note dalam struktur parfum. Aromanya juga sering digambarkan
memiliki kedalaman dan kedalaman emosional dikaitkan secara ilmiah dengan
kombinasi senyawa volatil yang berbeda yang menunjukkan ambang bau yang rendah
dan sinergi aroma yang kompleks.
Dari
sudut pandang kimia, Absolute Jasmine memiliki kandungan tinggi senyawa
aromatik volatil seperti benzyl acetate dan linalool yang umumnya terdeteksi
melalui GC–MS pada analisis aroma jasmine, serta kontribusi α-farnesene dan
berbagai ester yang berperan dalam kesan aroma. Profil ini menunjukkan kompleksitas
kimia yang mencerminkan karakter organoleptik jasmine yang kuat dan favorit
dalam perfumery.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Taksonomi
& Klasifikasi
Jasminum
sambac termasuk dalam kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta
(tumbuhan berbunga), kelas Magnoliopsida, ordo Lamiales, dan famili Oleaceae
(famili zaitun). Spesies ini adalah salah satu dari lebih 200 anggota genus Jasminum
yang tersebar di daerah tropis dan subtropis dunia.
2.
Habitat & Penyebaran
Secara
botani, Jasminum sambac adalah tanaman evergreen (berdaun hijau
sepanjang tahun) yang berasal dari bagian selatan dan timur Himalaya di
India dan kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara dan tropis yang hangat. Di
Indonesia, melati putih tumbuh baik di dataran rendah hingga sekitar 800 m dpl
dengan iklim tropis yang panas dan cukup sinar matahari.
3.
Morfologi Tanaman
- Habitus
(Bentuk Tumbuhan)
- Tipe
tumbuhan: Semak berkayu yang bisa tumbuh tegak bercabang,
kadang sedikit merambat bila ada penopang.
- Tinggi:
Umumnya mencapai 0,5–3 m tetapi dapat bervariasi tergantung kondisi
lingkungan.
- Aksesi/suku:
Tidak menghasilkan biji secara konsisten dalam budidaya komersial, sehingga
biasanya diperbanyak dengan stek, layering, atau marcotting daripada
biji.
Daun
- Susunan
daun: Daun bersifat simple (tidak majemuk) dan
berhadapan (opposite) sebagai pola filotaksis; kadang muncul dalam whorls
3-daun.
- Bentuk:
Oval hingga elips, pangkalnya bulat, ujung lancip atau tumpul, dan permukaan
umumnya halus (glabrous) kecuali sedikit rambut pada tulang daun bagian
bawah.
- Ukuran:
± 4–12,5 cm panjang dan 2–7,5 cm lebar.
- Warna:
Hijau cerah dan mengkilap.
Bunga
Bunga
Jasminum sambac merupakan bagian morfologi paling khas dan penting
secara ekologis serta ekonomis.
Karakteristik
bunga:
- Infloresensi:
Bunga biasanya muncul dalam cymes terminal (ranting ujung) dengan 3–12
bunga per kelompok.
- Corolla:
Putih, harum sangat kuat, sering membuka pada sore/malam hari dan menutup di
pagi hari — sebuah adaptasi terhadap penyerbuk nokturnal (serangga malam).
- Jumlah
lobus mahkota: ± 5–9 lobus per bunga.
- Diameter
bunga: ± 2–3,5 cm tergantung cultivar.
- Tipe
bunga: Disebut juga trumpet-shaped flower dengan
struktur lengkap (memiliki bagian steril dan fertil).
Buah
- Tipe
buah: Setelah penyerbukan, bunga dapat berkembang menjadi buah
berry berbentuk bulat.
- Warna
buah: Berwarna ungu-tua sampai hitam saat matang.
- Ukuran:
± 1 cm diameter.
Namun,
dalam banyak varietas yang dibudidayakan komersial, produksi buah sangat
rendah karena reproduksi vegetatif lebih dominan.
Akar
& Batang
- Akar:
Sistem akar termasuk akar tunggang yang bercabang kuat ke tanah,
berfungsi untuk menopang batang serta mengambil air dan nutrien.
- Batang:
Berkayu, berduri ringan/halus, bercabang banyak dengan permukaan yang dapat
menjadi sedikit berserat pada tanaman dewasa.
4.
Variasi Morfologi & Kultivar
Tanaman
ini memiliki banyak varietas dan kultivar yang dibedakan berdasarkan
jumlah dan bentuk kelopak bunga (single, double, multi-petal), ukuran bunga,
dan intensitas aroma. Beberapa studi morfologi menunjukkan bahwa variasi
genetik dan fenotip dalam Jasminum sambac tinggi di berbagai wilayah
budaya tumbuhnya, yang penting untuk seleksi kultivar bunga parfum dan
ornamental.
5.
Morfologi Bunga Secara Detail
Penelitian
ilmiah terapan seperti studi karakter morfologi bunga secara kuantitatif
mencatat:
- Infloresensi:
cymosa (cabang terminal yang mendukung beberapa bunga).
- Bentuk
bunga: Tabung corolla dengan 7–10 lobus putih.
- Organ
reproduksi: Setiap bunga memiliki dua benang sari
(stamen) dan satu pistil/fertil.
- Fenologi:
Siklus pembungaan dapat berlangsung ≈ 26 hari, dipengaruhi cahaya, suhu,
kelembapan, dan curah hujan.
6.
Reproduksi & Perbanyakan
Karena
banyak cultivar komersial tidak berbiji atau menghasilkan biji sedikit,
perbanyakan dilakukan secara vegetatif seperti:
- Stek
batang
- Layering
tanah
- Marcotting
Metode ini memastikan karakteristik tanaman (bunga, aroma) dipertahankan dari
induk ke generasi berikutnya.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Asal-usul
Sejarah Tanaman Jasmine dalam Budaya Manusia
Tanaman
jasmine, khususnya Jasminum sambac, telah digunakan oleh manusia sejak
ribuan tahun lalu, jauh sebelum konsep minyak aromatik modern dikenal. Bukti
etnobotani dan literatur sejarah menunjukkan bahwa jasmine memiliki peran
penting dalam budaya Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok,
terutama sebagai tanaman ritual, simbol spiritual, dan bahan pengharum alami.
Dalam tradisi India kuno, jasmine disebut dalam teks Ayurveda sebagai bunga
yang memiliki sifat sattvic, yaitu menenangkan pikiran dan emosi, serta
digunakan dalam upacara keagamaan dan pengobatan tradisional berbasis tanaman.
Di
Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melati putih (Jasminum sambac) telah
lama digunakan sebagai bunga simbolik dalam ritual adat, pernikahan, dan
upacara spiritual. Aromanya yang kuat namun lembut menjadikan jasmine sebagai
salah satu bunga yang paling dihargai secara budaya, bahkan sebelum adanya
teknik ekstraksi minyak aromatik secara ilmiah.
Awal
Penggunaan Jasmine sebagai Bahan Aromatik
Sebelum
ditemukannya metode ekstraksi modern, aroma jasmine diperoleh secara sederhana
melalui enfleurage alami, yaitu dengan meletakkan bunga segar di atas
lemak hewani atau minyak nabati untuk menyerap aroma. Teknik ini tercatat dalam
sejarah Timur Tengah dan Eropa awal sebagai cara untuk menangkap aroma bunga
yang rapuh dan sensitif terhadap panas, termasuk jasmine dan tuberose. Namun,
hasilnya terbatas dan sangat bergantung pada keterampilan serta kondisi
lingkungan.
Penggunaan
jasmine sebagai bahan aromatik kemudian berkembang seiring dengan perdagangan
rempah dan bunga antara Asia dan Timur Tengah, yang membawa jasmine ke wilayah
Persia, Mesir, dan Mediterania. Di wilayah-wilayah ini, jasmine digunakan
sebagai pengharum ruangan, bahan kosmetik alami, dan campuran salep aromatik,
meskipun belum dalam bentuk minyak esensial atau absolute seperti yang dikenal
saat ini.
Perkembangan
Jasmine Absolute Oil dalam Sejarah Modern
Jasmine
Absolute Oil dalam pengertian modern baru muncul pada abad ke-19,
seiring dengan kemajuan ilmu kimia organik dan teknologi ekstraksi pelarut di
Eropa, khususnya di wilayah Grasse, Prancis, yang dikenal sebagai pusat
industri parfum dunia. Penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi solvent
extraction memungkinkan senyawa aromatik jasmine yang sensitif terhadap panas
untuk diekstraksi tanpa degradasi, menghasilkan produk yang jauh lebih stabil
dan aromatik dibandingkan hasil enfleurage tradisional.
Literatur
parfumeri ilmiah menyebutkan bahwa jasmine adalah salah satu bunga pertama yang
secara konsisten diekstraksi menjadi absolute, karena destilasi uap
terbukti tidak efektif untuk mempertahankan aroma aslinya. Dengan metode ini,
jasmine absolute menjadi bahan utama dalam parfum kelas atas, terutama sejak
akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dan dengan cepat memperoleh reputasi
sebagai salah satu bahan aromatik paling mahal dan berharga.
Sejarah
Penggunaan Jasmine Absolute Oil dalam Parfum
Dalam
sejarah parfumeri modern, jasmine absolute memainkan peran sentral sebagai middle
to base note yang memberikan kedalaman, kehangatan, dan karakter floral
sensual pada komposisi parfum. Banyak parfum klasik Eropa yang dikembangkan
pada awal abad ke-20 menggunakan jasmine absolute sebagai bahan inti, karena
kemampuannya untuk menyatukan berbagai aroma lain dan memberikan efek keharuman
yang bertahan lama.
Studi
ilmiah dan literatur parfumeri mencatat bahwa kompleksitas aroma jasmine
absolute yang berasal dari kombinasi ester, alkohol aromatik, aldehida, dan
senyawa nitrogen seperti indole menjadikannya unik dibandingkan bahan floral
lain. Kompleksitas inilah yang membuat jasmine absolute tidak hanya berfungsi
sebagai pewangi, tetapi juga sebagai structural component dalam formula
parfum.
Sejarah
Penggunaan Jasmine Absolute Oil dalam Pengobatan Tradisional dan Aromaterapi
Selain
dalam parfum, jasmine juga memiliki sejarah panjang dalam pengobatan
tradisional. Dalam sistem Ayurveda dan pengobatan tradisional Tiongkok, jasmine
digunakan untuk membantu menenangkan sistem saraf, meningkatkan suasana hati,
dan mendukung keseimbangan emosional. Namun, penggunaan jasmine dalam bentuk absolute
oil untuk tujuan terapeutik baru berkembang pada abad ke-20, seiring dengan
lahirnya disiplin aromaterapi modern di Eropa.
Penelitian
ilmiah modern mulai mengevaluasi efek inhalasi aroma jasmine terhadap sistem
saraf pusat, khususnya hubungannya dengan relaksasi, penurunan kecemasan, dan
peningkatan perasaan sejahtera. Studi neurofarmakologi menunjukkan bahwa aroma
jasmine dapat memengaruhi aktivitas sistem limbik, yang berperan dalam
pengaturan emosi dan memori, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaan
jasmine absolute dalam aromaterapi kontemporer.
Jasmine
Absolute Oil dalam Konteks Modern
Saat ini, Jasmine Absolute Oil digunakan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk parfum alami, kosmetik berbasis tanaman, aromaterapi, dan penelitian farmasi aromatik. Meskipun teknologi telah berkembang, prinsip dasar penggunaannya tetap sama: jasmine absolute dihargai karena kemampuannya menangkap esensi aroma bunga jasmine secara mendalam dan autentik, sebuah kualitas yang telah dihargai manusia selama berabad-abad.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga segar Melati putih (Jasminum sambac) Asal: Indonesia |
| Penanaman | Tanaman dibudidayakan di wilayah tropis dengan intensitas cahaya tinggi dan kelembapan stabil, dipanen pada fase bunga mekar optimal (full bloom) untuk memastikan kandungan aroma maksimum. |
| Isi | Benzyl acetate, α-Hexylcinnamic Aldehyde |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle to base note |
| Blend well | Rose, Ylang-Ylang, Sandalwood, Vetiver, Patchouli, Neroli, Bergamot, Orange, Frankincense, Vanilla, Benzoin |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya. |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




