1. (E)-methyl cinnamate: The major component of essential oils of Alpinia malaccensis var. nobilis – Research Gate
  2. Novel ethyl p-methoxy cinnamate rich Kaempferia galanga (L.) essential oil and its pharmacological applications: special emphasis on anticholinesterase, anti-tyrosinase, α-amylase inhibitory, and genotoxic efficiencies - PubMed
  3. Derivatives of Cinnamic Acid Esters and Terpenic Diversity in Volatiles of Thirty-Six Sand Ginger (Kaempferia galanga L.) Accessions of Eastern India Revealing Quality Chemovars - MDPI
  4. Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses - PubMed
  5. Investigations on Kaempheria galanga – Research Gate
  6. Gaultheria: Phytochemical and Pharmacological Characteristics - MDPI
  7. Assessment of chemically characterised Gaultheria fragrantissima Wall. essential oil and its major component as safe plant based preservative for millets against fungal, aflatoxin contamination and lipid peroxidation during storage - PubMed
  8. Medicinal importance of Kaempferia galanga L. (Zingiberaceae): A comprehensive review - JHP
  9. Bioactive Profiling of Kaempferia galanga Rhizome Extract: An In Vitro Study of its Antibacterial, Anticancer and Apoptotic Activity - JNR
  10. Antibacterial Activity of Methyl Cinnamate, Cinnamic Acid and Cinnamic Acid Derivatives Derived from Alpinia malaccensis Rhizomes – Research Gate
  11. Bioactivity-Guided Isolation of Ethyl-p-methoxycinnamate, an Anti-inflammatory Constituent, from Kaempferia galanga L. Extracts- MDPI
  12. The Effects of Kaempferia Galanga L. Extract on Pain, Stiffness and Functional Physic in Patient with Knee Osteoarthritis: Double Blind Randomized Clinical Trial - IJSHR
  13. A comprehensive review of Kaempferia galanga L. (Zingiberaceae): A high sought medicinal plant in Tropical Asia - JMPS
  14. lnfrageneric classification of the genus Gaultheria L. (Ericaceae) – Research Gate
  15. Recent Advances in Kaempferia Phytochemistry and Biological Activity: A Comprehensive Review - MDPI
  16. Systemic study on the genus Kaempferia L. (Zingiberaceae) and addition of a new taxon to the flora of Bangladesh – Research Gate
  17. Review Of Literature On Kaempferia Galanga Linn - WJPMR
  18. Methyl Cinnamate – Science Direct
  19. A biosynthetic pathway for ()-methyl cinnamate formation in the ectomycorrhizal fungus – Science Direct
  20. Transmutation of Scent: An Evaluation of the Synthesis of Methyl Cinnamate, a Commercial Fragrance, via a Fischer Esterification for the Second-Year Organic Laboratory – ACS Publications
  21. Evolution of Cinnamate/p-Coumarate Carboxyl Methyltransferases and Their Role in the Biosynthesis of Methylcinnamate - PubMed
  22. Biosynthesis of methyl (E)-cinnamate in the liverwort Conocephalum salebrosum and evolution of cinnamic acid methyltransferase – Science Direct
  23. Methyl Cinnamate: Properties, Applications, and Benefits in Flavors, Fragrances, and Pharmaceuticals - Innopharmachem
  24. Methyl Cinnamate - PubChem
  25. Fragrance material review on methyl cinnamate – Science Direct

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Parfum dan Wewangian

  • Digunakan sebagai nota tengah (middle note) dalam komposisi parfum dan produk wewangian rumah tangga, memberikan kedalaman oriental (seperti vanila atau balsam) dan floral (mawar, cengkeh) yang tahan lama.
  • Konsentrasi tipikal 1-5% untuk menciptakan aroma segar dan menenangkan.

Kosmetik dan Perawatan Pribadi

  • Ditambahkan ke sabun, lotion, krim dekoratif, dan produk rambut untuk aroma yang menyegarkan.
  • Sifatnya sebagai pewangi alami juga mendukung formulasi anti-aging dan pelembap, di mana ia bertindak sebagai pengawet ringan berkat aktivitas antimikroba.

Pertanian dan Insektisida

  • Sebagai agen penarik serangga (insect attractant), khususnya menarik lebah anggrek jantan untuk aplikasi ekologi atau bio-inspired.
  • Turunannya digunakan dalam nematisida alami dari minyak Magnolia liliflora untuk mengendalikan nematoda tanah.

Farmasi dan Sintesis Organik

  • Berfungsi sebagai intermediate dalam sintesis obat-obatan, termasuk senyawa dengan efek terapeutik potensial, serta dalam penelitian kimia untuk bahan baku pewangi farmasi.

Parfum Oriental Stroberi Hangat (Eau de Parfum) (100 mL)

Bahan:

  • Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil – 3 mL (3%) – sebagai nota tengah balsamik-stroberi untuk kedalaman aroma fruity hangat
  • Essential Oil Vanila – 2 mL (2%) – untuk nuansa manis oriental yang tahan lama
  • Essential Oil Mawar – 1 mL (1%) – untuk sentuhan floral lembut yang menenangkan
  • Alkohol Etanol (96%) – 80 mL (80%) – sebagai pelarut utama untuk kestabilan dan penyebaran aroma
  • Air Suling – 14 mL (14%) – untuk pengenceran dasar yang netral dan menyegarkan.

Cara membuat:

  1. Siapkan botol gelap 100 mL untuk melindungi dari cahaya dan menjaga integritas aroma.
  2. Campur Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil, essential oil vanila, dan essential oil mawar dalam botol gelap hingga tercampur rata.
  3. Tambahkan alkohol etanol secara perlahan sambil diaduk terus-menerus hingga semua minyak esensial larut sempurna.
  4. Masukkan air suling, tutup botol rapat, dan simpan di tempat gelap selama 2 minggu untuk proses maturasi (aduk setiap hari untuk penggabungan optimal).
  5. Saring campuran jika ada residu, lalu tuang ke botol semprot, kocok sebelum pakai, dan simpan di suhu ruang jauh dari panas.

Catatan: Semprotkan 1-2 kali pada titik nadi seperti leher dan pergelangan tangan untuk efek aroma hingga 6-8 jam; efektif sebagai parfum harian dengan karakter oriental yang menenangkan. Hindari kontak langsung dengan mata atau kulit rusak; lakukan patch test 24 jam sebelumnya untuk kulit sensitif (kurangi Methyl Cinnamate hingga 2% jika diperlukan). Cocok untuk kulit normal, aman untuk penggunaan sehari-hari, tapi hentikan jika muncul iritasi. Gunakan dalam 6-12 bulan untuk menjaga kekuatan aroma; dosis maksimal 5% Methyl Cinnamate untuk formulasi parfum rumahan.


Lotion Anti-Inflamasi Kulit Sensitif (Soothing Body Lotion) (100 g)

Bahan:

  • Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil – 1 g (1%) – untuk efek anti-inflamasi dan aroma menenangkan
  • Minyak Kelapa Murni – 20 g (20%) – sebagai emolien alami untuk melembapkan kulit kering
  • Gel Aloe Vera – 70 g (70%) – untuk basis hidrasi dan penyembuhan iritasi kulit
  • Gliserin – 5 g (5%) – untuk meningkatkan kelembapan dan kestabilan emulsi
  • Emulsifier (Lecithin) – 4 g (4%) – untuk penggabungan fase minyak dan air secara homogen.

Cara membuat:

  1. Siapkan jar kaca steril 100 g dan alat pengaduk seperti blender tangan untuk emulsi sempurna.
  2. Panaskan minyak kelapa murni dan emulsifier lecithin hingga 60°C dalam wadah tahan panas hingga meleleh sepenuhnya.
  3. Campur gel aloe vera, gliserin, dan Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil di wadah terpisah, lalu panaskan hingga 60°C sambil diaduk ringan.
  4. Gabungkan kedua campuran secara perlahan sambil diaduk dengan blender tangan hingga membentuk emulsi krim homogen tanpa gumpalan.
  5. Dinginkan campuran sambil terus diaduk hingga suhu ruang, tuang ke jar, tutup rapat, dan simpan di kulkas untuk menjaga kesegaran.

Catatan: Oleskan tipis-tipis pada area kulit iritasi 2 kali sehari setelah mandi untuk meredakan peradangan dan melembapkan; efektif untuk kulit sensitif dengan aroma balsamik alami dari Methyl Cinnamate. Hindari luka terbuka atau mata; konsultasikan dokter jika digunakan untuk dermatitis kronis atau kondisi medis. Simpan di kulkas hingga 1 bulan untuk mencegah kontaminasi; lakukan patch test pada lengan untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Dosis maksimal 2% Methyl Cinnamate untuk produk topikal; aman untuk kulit kering, tapi hentikan jika muncul kemerahan.


Semprotan Insektisida Alami Rumah Tangga (Natural Insect Repellent Spray) (100 mL)

Bahan:

  • Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil – 2 mL (2%) – sebagai penarik dan repelent serangga alami
  • Essential Oil Serai – 3 mL (3%) – untuk efek insektisida tambahan dan aroma segar
  • Alkohol Isopropil – 20 mL (20%) – sebagai pelarut cepat kering untuk aplikasi semprot
  • Air Suling – 75 mL (75%) – untuk pengenceran dasar yang aman dan mudah disebar.

Cara membuat:

  1. Siapkan botol semprot gelap 100 mL untuk melindungi dari cahaya dan memudahkan penggunaan.
  2. Larutkan Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil dan essential oil serai dalam alkohol isopropil di wadah kaca bersih hingga campuran menjadi bening.
  3. Tambahkan air suling secara perlahan sambil diaduk terus-menerus untuk menghindari pemisahan fase emulsi.
  4. Tuang campuran ke botol semprot, tutup rapat, dan biarkan istirahat selama 24 jam di tempat sejuk untuk stabilisasi penuh.
  5. Kocok botol sebelum setiap penggunaan, lalu simpan di suhu ruang jauh dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Catatan: Semprotkan di sudut ruangan, permukaan non-makanan, atau sekitar pintu/jendela untuk mengusir lalat dan semut selama 4-6 jam; efektif sebagai alternatif insektisida kimia dengan sifat biodegradable. Hindari tanaman hidup, makanan, atau permukaan sensitif seperti kain halus tanpa uji coba; jangan gunakan dekat anak kecil atau hewan peliharaan. Lakukan uji noda pada kain sebelum aplikasi luas; gunakan sarung tangan jika kontak kulit berulang. Dosis maksimal 5% Methyl Cinnamate untuk rumahan; gunakan dalam 3 bulan untuk menjaga efikasi, dan ventilasi ruangan setelah semprot.


Sabun Batang Aromaterapi Balsamik (Balsamic Aromatherapy Bar Soap) (100 g)

Bahan:

  • Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil – 1.5 g (1.5%) – untuk aroma fruity-pedas dan sifat antimikroba
  • Basis Sabun Gliserin (Melt-and-Pour) – 95 g (95%) – sebagai dasar transparan yang mudah dilelehkan
  • Minyak Zaitun – 2 g (2%) – untuk nutrisi kulit dan kelembutan tambahan
  • Pewarna Alami (Bubuk Kunyit, opsional) – 0.5 g (0.5%) – untuk warna kuning pucat yang estetis.

Cara membuat:

  1. Siapkan cetakan silikon 100 g dan microwave tahan panas untuk proses pelelehan yang aman.
  2. Potong basis sabun gliserin menjadi kubus kecil dan lelehkan di microwave (30 detik per batch) hingga cair sepenuhnya tanpa mendidih.
  3. Tambahkan minyak zaitun, Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil, dan pewarna alami (jika digunakan) sambil diaduk rata untuk distribusi aroma merata.
  4. Tuang campuran ke cetakan silikon, tekan permukaan untuk menghilangkan gelembung udara, dan ketuk ringan untuk kepadatan.
  5. Biarkan mengeras di suhu ruang selama 4-6 jam, keluarkan dari cetakan, potong jika perlu, dan simpan di tempat kering.

Catatan: Gunakan untuk mandi harian dengan membusakan di tangan basah untuk membersihkan dan melembapkan kulit kering; efektif dengan aroma balsamik menenangkan dari Methyl Cinnamate. Tahan hingga 3 bulan di tempat kering; cocok untuk kulit kering berkat gliserin, tapi hentikan jika muncul ruam atau iritasi (lakukan patch test). Hindari kontak mata; aman untuk penggunaan rutin, tapi kurangi konsentrasi jika kulit sangat sensitif. Dosis maksimal 2% Methyl Cinnamate untuk sabun; gunakan dalam 6 bulan untuk menjaga antimikroba dan aroma.

Anti-Inflamasi

  • Mengurangi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6, efektif untuk mengatasi iritasi kulit, peradangan mukosa, dan kondisi seperti dermatitis.
  • Dalam pengobatan tradisional dari tanaman sumbernya (seperti kencur), digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.

Antimikroba

  • Menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta jamur seperti Penicillium dan Fusarium.
  • Berguna untuk infeksi kulit, luka, dan sebagai pengawet dalam produk topikal, dengan aktivitas antifungal dan antibakteri yang kuat.

Inhibitor Tirosinase

  • Menghambat enzim tirosinase pada jamur, berpotensi untuk aplikasi dermatologi seperti pencerah kulit (skin whitening) dan pengobatan hiperpigmentasi, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk penggunaan klinis.

Lainnya

  • Sebagai antioksidan ringan yang melindungi dari peroksidasi lipid, dan potensial neuroprotektif untuk mengurangi stres oksidatif. Namun, penggunaan topikal disarankan karena toksisitas moderat (LD50 oral pada tikus: 2610 mg/kg), dengan risiko iritasi kulit atau reaksi alergi pada kulit sensitif. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan sebelum penggunaan terapeutik.

METHYL CINNAMATE NATURAL ISOLATE OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Methyl Cinnamate

Kategori Produk: Single natural isolate, purity: 100%

HS Code: 33019090

CAS#:

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Fractional Distillation.


DESKRIPSI PRODUK:

Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil adalah isolat ester aromatik alami dengan kemurnian tinggi yang diekstrak dari minyak esensial rhizome Kaempferia galanga L. (kencur), daun Gaultheria fragrantissima/Gaultheria punctata (wintergreen Himalaya), dan rhizome Alpinia malaccensis (Burm.f.) Roscoe (lengkuas) melalui fractional distillation, metode yang melibatkan pemisahan fraksi berdasarkan titik didih berbeda di bawah tekanan rendah (vacuum distillation) untuk menghindari degradasi termal dan menjaga integritas senyawa bioaktif. Proses ini dimulai dengan penyadapan rhizome dan daun segar dari perkebunan tropis dan subtropis Indonesia serta Asia Tenggara untuk menghasilkan minyak atsiri kaya methyl cinnamate (hingga 70-80% dalam Kaempferia galanga L., kemudian minyak tersebut diproses lebih lanjut melalui fraksionasi destilasi kontinu setelah steam distillation awal, diikuti isolasi untuk mendapatkan isolat methyl cinnamate dengan konsentrasi minimal 99% yang memberikan aroma manis-balsamik khas serta sifat bioaktif anti-inflamasi, antimikroba, dan penarik serangga alami.

Secara organoleptik, isolat ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali:

  • Warna: Tak berwarna hingga kuning pucat.
  • Aroma: Manis-balsamik seperti stroberi hangat dengan nuansa kayu manis pedas yang fruity, menambah kedalaman oriental dan floral yang menenangkan.
  • Tekstur: Cair berminyak dan viskositas rendah, dengan evaporasi sedang pada suhu kamar, ideal untuk formulasi yang memerlukan kestabilan aroma dan bioaktivitas jangka panjang sebagai pewangi atau agen terapeutik.

Dari segi komposisi, methyl cinnamate adalah senyawa ester utama (methyl 3-phenylacrylate, C₁₀H₁₀O₂, hingga 99% dalam isolat), yang dikenal sebagai agen antioksidan kuat (menghambat peroksidasi lipid dan scavenging radikal bebas), anti-inflamasi (mengurangi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6), antimikroba (efektif terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus dan jamur seperti Candida albicans), serta antikanker (menghambat proliferasi sel tumor melalui induksi apoptosis). Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas antifungal kuat, pencernaan (mendukung motilitas usus dan mengurangi peradangan mukosa), dan insektisida alami (sebagai penarik dan repelent serangga).

Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil telah digunakan dalam pengobatan tradisional dari ekstrak rhizome kencur dan lengkuas malaka sebagai rempah anti-inflamasi, pewangi alami, dan agen kulit untuk mengatasi iritasi serta infeksi, sementara penelitian modern membuktikan potensinya dalam formulasi fragrance oriental, flavoring buah stroberi dan rempah, insektisida ramah lingkungan, kosmetik antioksidan dan anti-aging, serta terapi suportif untuk kesehatan pencernaan dan kanker, di mana ia meningkatkan daya tahan antimikroba, memberikan efek uplifting serta relaksasi sensorik yang berkelanjutan.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Methyl Cinnamate Natural Isolate Oil terutama berasal dari tanaman famili Zingiberaceae seperti Kaempferia galanga L. (kencur, sumber utama di Indonesia), dan dibudidayakan secara luas di wilayah tropis dan subtropis lainnya seperti India, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Bangladesh sebagai penopang produksi minyak atsiri kaya methyl cinnamate. Spesies ini adalah herba rhizomatous perennial tanpa batang sejati yang membentuk koloni lebat, asli dari hutan tropis lembab Asia Tenggara (terpusat di Indonesia, Thailand, dan India), tumbuh di iklim tropis lembab (suhu 20-30°C, curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun), sering di tanah subur berpasir/liat/loam dengan drainase baik dan pH 5.5-6.5 serta ketinggian 0-1.000 m dpl, serta memerlukan naungan sedang hingga tinggi, kelembaban tinggi, dan toleransi terhadap kekeringan ringan serta tanah berdrainase sedang.

Ciri-ciri botani

  • Habitus: Herba rhizomatous rendah tanpa batang sejati (stemless) hingga 15-45 cm tinggi dari rhizome horizontal bergelombang, membentuk koloni lebat; daun basal 2-4 susun, aromatik kaya methyl cinnamate (hingga 40-50% dalam minyak esensial rhizome) sebagai pertahanan kimia terhadap patogen/herbivora.
  • Batang & kulit: Pseudostem pendek atau absen, rhizome utama tebal bergelombang (2-4 cm diam.), berwarna merah kecoklatan di luar dan putih kekuningan di dalam, beraroma kuat; kulit tipis fleksibel, sumber utama methyl cinnamate via steam distillation/fraksionasi.
  • Daun: Oblong hingga lanset 10-30 cm x 3-10 cm, hijau tua mengkilap di atas dan berbulu halus di bawah, margin halus bergelombang, kelenjar minyak esensial aroma balsamik volatil untuk perlindungan serangga/kekeringan, bertahan sepanjang tahun pada musim kering.
  • Bunga: Infloresens basal majemuk (spike pendek) 3-10 cm dengan 2-6 bunga berpasangan 2-3 cm; petal putih krem dengan vena ungu, lip (labellum) ungu-merah lebar, stamen 3; entomofilous, berbuah jarang di habitat alami.
  • Buah/Rhizome: Kapsul elips kecil 1-2 cm, mengandung 3 biji hitam; rhizome utama sumber methyl cinnamate, dispersi hewan/manusia, rhizome ovate bergelombang kaya senyawa bioaktif.

Ekologi & distribusi

Tumbuh di hutan tropis primer/sekunder teduh, semak belukar lembab, perkebunan monokultur, atau agroforestri; toleran naungan tinggi, kekeringan/banjir musiman, tanah asam (pH 5.5-6.5); menjaga ekosistem via rhizome merayap menahan tanah/air, habitat flora/herbivora endemik. Distribusi luas ke Asia Tenggara, India Timur Laut, China Selatan, dan Indo-China; methyl cinnamate allelopatik hambat gulma/patogen (antimikroba, insektisida, anti-inflamasi alami).

Peran ekologis

Selain penghasil minyak atsiri rhizome kaya methyl cinnamate, nilai ekologis tinggi:

  • Habitat satwa tropis: Polinator (lebah/kupu-kupu) tertarik aroma volatil, burung/mamalia/reptil kecil untuk perlindungan/bersarang di koloni lebat.
  • Rhizome fibrosa/merayap dangkal cegah erosi tanah di lereng hutan, lahan pertanian, rawan banjir/kekeringan/longsor monsun/kemarau.
  • Daun/rhizome/infloresens dukung biodiversitas mikroba tanah/penyerbuk via methyl cinnamate: Tarik serangga bermanfaat, tolak hama, promosikan regenerasi kebun/hutan pasca-panen/gangguan alam.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Methyl cinnamate, senyawa ester aromatik dengan rumus kimia C₁₀H₁₀O₂, pertama kali dikenali sebagai komponen alami dalam berbagai tanaman sejak abad ke-19, ketika penelitian tentang minyak esensial mulai berkembang di Eropa. Senyawa ini merupakan ester metil dari asam sinamat, yang diekstrak dari sumber alami seperti stroberi (Fragaria spp.), lengkuas malaka (Alpinia malaccensis), dan kencur (Kaempferia galanga L.), serta ditemukan dalam bunga seperti anggrek dan narcissus, serta lumut hati (liverwort) seperti Conocephalum conicum. Secara evolusioner, methyl cinnamate telah memainkan peran penting dalam interaksi tanaman-insekta sejak jutaan tahun lalu, di mana enzim carboxyl methyltransferase (CMT) yang bertanggung jawab atas biosintesisnya berevolusi untuk menghasilkan aroma volatil yang menarik penyerbuk atau menolak hama. Penemuan isolasi murninya dikaitkan dengan kemajuan kimia organik pada akhir abad ke-19, di mana senyawa ini diidentifikasi sebagai agen pewangi alami dalam studi tentang minyak atsiri tropis dari Asia Tenggara.

Pada awal abad ke-20, methyl cinnamate mulai diproduksi secara sintetis melalui reaksi Fischer esterification (esterifikasi asam sinamat dengan metanol), yang memungkinkan penggunaan skala industri. Proses ini dievaluasi dan dipopulerkan dalam pendidikan kimia organik modern, seperti pada tahun 2020 melalui studi ACS yang menyoroti sintesisnya sebagai contoh komersial untuk mahasiswa. Secara historis, senyawa ini digunakan dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara (misalnya, dari rhizome kencur untuk anti-inflamasi) dan sebagai pewangi dalam parfum Eropa awal abad ke-20, sebelum menjadi bahan baku utama dalam industri flavor dan fragrance pasca-Perang Dunia II. Hingga kini, versi "natural isolate oil" dari sumber seperti Kaempferia galanga L. tetap diminati untuk aplikasi organik, mencerminkan perpaduan antara pengetahuan tradisional dan inovasi modern.

Methyl cinnamate memiliki aroma manis-balsamik dengan nuansa fruity seperti stroberi dan pedas seperti kayu manis, menjadikannya bahan serbaguna di berbagai industri. Digunakan sebagai nota tengah (middle note) untuk menciptakan akord oriental (seperti vanila, balsam, kulit) atau floral (mawar, cengkeh, hyacinth), dengan konsentrasi hingga 1-5% dalam komposisi parfum. Ia memberikan kedalaman dan kehangatan yang tahan lama pada fine fragrances dan wewangian rumah tangga. Ditambahkan ke sabun, lotion, krim dekoratif, dan produk rambut untuk aroma segar dan menenangkan. Memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi ringan, yang membantu mengurangi iritasi kulit, serta UV absorber potensial untuk perlindungan sinar matahari. Dalam pengobatan tradisional, diekstrak dari tanaman seperti kencur untuk mengatasi masalah pencernaan, peradangan, dan infeksi (antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus). Penelitian modern mengeksplorasi potensinya sebagai antikanker (induksi apoptosis sel tumor), neuroprotektif, dan insektisida alami untuk menarik atau menolak serangga. 


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak atsiri yang berasal dari rhizome Kaempferia galanga L. (kencur), daun Gaultheria fragrantissima/Gaultheria punctata (wintergreen Himalaya), dan rhizome Alpinia malaccensis (Burm.f.) Roscoe (lengkuas hutan).

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Methyl Cinnamate (C₁₀H₁₀O₂), dengan kandungan hingga 70-80% di Kaempferia galanga L sebagai isomer utama dalam bentuk natural isolate oil.

Organoleptik
  • Warna: Tak berwarna hingga kuning pucat.
  • Aroma: Manis-balsamik seperti stroberi hangat dengan nuansa kayu manis pedas yang fruity.
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, dan pelarut organik.

Blend well

Oriental seperti vanila atau balsam, dengan nuansa floral (mawar, cengkeh) yang menambah kedalaman stroberi.

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (di bawah 25°C), kering, dan gelap; tutup rapat untuk mencegah oksidasi dan evaporasi volatil. 

Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Uji patch pada kulit 24 jam sebelum penggunaan; dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi
  • Hindari kontak mata dan inhalasi berlebih (>100 ppm); bilas dengan air jika iritasi, hentikan pemakaian.
  • Flammable; jauhi api dan sumber panas.

Tulis ulasan