Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

A. Kegunaan dalam Industri Pangan

Minyak goreng dan minyak masak serbaguna

  • Minyak kedelai RBD digunakan luas untuk menggoreng, menumis, dan memanggang karena memiliki rasa netral, warna cerah, serta titik asap yang cukup tinggi untuk aplikasi rumah tangga dan industri pangan. Proses RBD menghilangkan senyawa volatil penyebab bau dan rasa, sehingga tidak memengaruhi karakter sensorik makanan.

Bahan baku margarin, shortening, dan lemak pangan

  • Minyak kedelai sering digunakan sebagai bahan dasar margarin dan shortening setelah proses modifikasi (misalnya interesterifikasi), karena profil asam lemaknya mendukung tekstur plastis yang diinginkan dalam produk bakery dan confectionery.

Komponen minyak salad dan saus emulsi

  • Sifat emulsi yang stabil serta rasa netral menjadikan minyak kedelai RBD cocok sebagai fase minyak utama dalam salad dressing, mayones, dan saus berbasis emulsi.

Bahan tambahan pada pangan olahan

  • Digunakan dalam mi instan, biskuit, makanan ringan, dan produk pangan ultra-proses sebagai sumber lemak nabati dan pembawa flavor.

B. Kegunaan dalam Industri Farmasi

Bahan emulsi lipid untuk nutrisi parenteral

  • Minyak kedelai RBD digunakan sebagai sumber lemak dan asam lemak esensial dalam emulsi lipid intravena (misalnya pada produk nutrisi parenteral), karena kemurniannya tinggi dan kandungan protein alergeniknya sangat rendah setelah pemurnian.

Eksipien dalam formulasi injeksi dan sediaan oral

  • Minyak kedelai digunakan sebagai pelarut lipofilik dan fase minyak dalam emulsi obat tertentu (contoh: emulsi propofol), berfungsi sebagai pembawa zat aktif.

Carrier oil untuk bahan aktif lipofilik

  • Digunakan sebagai media pelarut vitamin larut lemak (A, D, E, K) dan senyawa farmasi non-polar.

C. Kegunaan dalam Industri Kosmetik dan Perawatan Pribadi

Emolien dan pelembap kulit

  • Minyak kedelai RBD berfungsi sebagai emolien alami yang membantu menjaga kelembapan kulit dan meningkatkan elastisitas dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit.

Carrier oil dalam formulasi kosmetik

  • Digunakan dalam krim, lotion, body oil, sabun cair, dan produk rambut sebagai pembawa bahan aktif karena stabilitas dan kompatibilitasnya dengan kulit.

Bahan pendukung anti-aging dan perawatan kulit sensitif

  • Kandungan tokoferol alami dan asam lemak tak jenuh mendukung fungsi barrier kulit dan membantu mengurangi kekeringan serta iritasi ringan.

D. Kegunaan dalam Industri Lain

  • Oleokimia dan sabun – bahan baku sabun, surfaktan, dan pelumas ringan.
  • Biodiesel – digunakan sebagai feedstock biodiesel karena ketersediaannya tinggi dan profil trigliseridanya sesuai.
  • Industri pangan fungsional dan nutraseutikal – sebagai sumber lipid nabati dan asam lemak esensial.

1. Minyak Goreng Nabati Serbaguna (Edible Cooking Oil)

Tujuan formulasi

Sebagai minyak goreng netral untuk pengolahan pangan rumah tangga dan industri.

Komposisi (100%)

Soybean Grade A RBD Oil : 100%

Cara pembuatan (industri)

  1. Minyak kedelai hasil proses RBD difiltrasi akhir (polishing filtration).
  2. Dilakukan kontrol kualitas (FFA, PV, warna, bau).
  3. Minyak dikemas dalam kondisi inert (nitrogen flushing) untuk mencegah oksidasi.

Cara pemakaian

Digunakan langsung untuk menggoreng, menumis, atau sebagai bahan baku produk pangan olahan.

Keamanan & pengujian mutu

  1. Uji Asam Lemak Bebas (FFA)
  2. Uji Peroksida (PV)
  3. Uji stabilitas oksidatif
  4. Uji sensori (bau & warna)

2. Formulasi Mayonnaise / Salad Dressing (Emulsi O/W)

Fungsi produk

Saus emulsi untuk pangan siap konsumsi.

Komposisi (perkiraan % b/b)

  • Soybean RBD Oil : 60–70% (fase minyak)
  • Air : 20–30%
  • Kuning telur / lesitin : 3–5% (emulsifier)
  • Cuka / jus lemon : 2–4%
  • Gula & garam : secukupnya

Cara pembuatan

  1. Campur fase air (air, cuka, bumbu).
  2. Tambahkan emulsifier, aduk homogen.
  3. Masukkan minyak kedelai perlahan sambil dihomogenisasi hingga terbentuk emulsi stabil.

Cara pemakaian

Sebagai saus salad, sandwich, dan produk pangan siap saji.

Pengamanan & pengujian

  1. Uji stabilitas emulsi
  2. Uji mikrobiologi
  3. Uji pH (target ±3,5–4,5)

B. FORMULASI INDUSTRI FARMASI & NUTRISI

3. Emulsi Lipid Nutrisi (Skala Industri / Klinik)

Fungsi produk

Sumber energi dan asam lemak esensial untuk nutrisi parenteral.

Komposisi umum (contoh literatur)

  • Soybean RBD Oil : 10–20%
  • Lesitin fosfolipid : 1–2%
  • Gliserol : 2–3%
  • Air untuk injeksi : ad 100%

Cara pembuatan (ringkas)

  1. Fase minyak (minyak + lesitin) dipanaskan ringan.
  2. Fase air (air + gliserol) disiapkan terpisah.
  3. Homogenisasi tekanan tinggi hingga terbentuk emulsi steril.

Cara pemakaian

Digunakan hanya di bawah pengawasan medis melalui jalur intravena.

Pengamanan & pengujian wajib

  1. Ukuran globul lemak
  2. Uji sterilitas & endotoksin
  3. Stabilitas emulsi
  4. Uji pH & osmolaritas

Catatan: Formulasi ini tidak untuk produksi rumahan.


C. FORMULASI KOSMETIK & PERSONAL CARE

4. Body Massage Oil / Carrier Oil Aromaterapi (Personal & UMKM)

Fungsi produk

Minyak pijat dan carrier oil minyak atsiri.

Komposisi

  • Soybean RBD Oil : 90–95%
  • Essential oil pilihan : 5–10%

Cara pembuatan

  1. Campurkan minyak kedelai dengan essential oil.
  2. Aduk perlahan hingga homogen.
  3. Simpan dalam botol gelap.

Cara pemakaian

Dioleskan ke kulit sambil dipijat ringan.

Keamanan

  1. Patch test sebelum penggunaan
  2. Hindari area luka terbuka

5. Lotion Pelembap Kulit (Emulsi O/W)

Komposisi (% b/b)

  • Soybean RBD Oil : 10–15%
  • Emulsifier (mis. glyceryl stearate) : 4–6%
  • Air suling : 70–80%
  • Humektan (gliserin) : 3–5%
  • Pengawet kosmetik : sesuai regulasi

Cara pembuatan

  1. Panaskan fase minyak dan fase air terpisah (±70°C).
  2. Campurkan fase minyak ke fase air sambil dihomogenisasi.
  3. Dinginkan sambil diaduk hingga terbentuk lotion.

Cara pemakaian

Digunakan pada kulit kering setelah mandi.

Pengamanan & pengujian

  1. Uji stabilitas suhu
  2. Uji pH (target 5–6)
  3. Uji iritasi kulit ringan

D. FORMULASI FUNGSIONAL & INDUSTRI LAIN

6. Sabun Nabati Berbasis Minyak Kedelai

Fungsi
Pembersih kulit berbasis lemak nabati.

Komposisi dasar

  • Soybean RBD Oil
  • Minyak pendukung (opsional: kelapa/sawit)
  • NaOH (saponifikasi)
  • Air

Cara pembuatan

Melalui proses cold process atau hot process sesuai standar pembuatan sabun.

Pengujian

  1. Uji pH akhir
  2. Uji kekerasan dan busa
  3. Uji iritasi

CATATAN ILMIAH PENTING

Minyak kedelai RBD dipilih dalam formulasi karena kemurnian tinggi, bau netral, stabilitas baik, dan kandungan asam lemak esensial.

Formulasi di atas selaras dengan praktik yang dilaporkan dalam jurnal pangan, farmasi, dan kosmetik internasional.

Untuk produksi komersial, wajib mengikuti BPOM, Codex Alimentarius, dan standar GMP.

A. Mendukung Kesehatan Kardiovaskular

  • Minyak kedelai kaya asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), terutama asam linoleat (omega-6), yang terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ketika menggantikan lemak jenuh dalam diet.
  • Studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi minyak kedelai dalam pola makan seimbang berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.

B. Sumber Asam Lemak Esensial

  • Asam linoleat yang terkandung dalam minyak kedelai merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan berperan dalam fungsi membran sel, sistem imun, serta regulasi metabolisme lipid.

C. Aktivitas Antioksidan Alami

  • Minyak kedelai RBD masih mengandung tokoferol (vitamin E) yang berfungsi sebagai antioksidan, membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan peroksidasi lipid.
  • Vitamin E juga berperan dalam menjaga stabilitas minyak dan memberikan manfaat biologis saat dikonsumsi.

D. Manfaat Dermatologis (Topikal)

  • Aplikasi topikal minyak kedelai membantu memperbaiki fungsi skin barrier, meningkatkan hidrasi kulit, dan mengurangi kehilangan air transepidermal (TEWL).
  • Digunakan secara luas dalam produk perawatan kulit untuk kulit kering, sensitif, dan matang.

E. Keamanan bagi Individu dengan Alergi Kedelai

  • Minyak kedelai yang telah melalui proses pemurnian tinggi (RBD) mengandung protein sisa yang sangat rendah dan umumnya tidak memicu reaksi alergi pada individu dengan alergi kedelai, meskipun kehati-hatian tetap dianjurkan pada kasus sensitivitas berat.

SOYBEAN GRADE A RBD OIL / MINYAK RBD KEDELAI By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Glycine Soja (Soybean) Oil

Kategori Produk: Single RBD oil, purity: 100%

HS Code: 15079020

CAS#: 8001-22-7

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Minyak kedelai ekstraksi pelarut dilanjutkan proses RBD (Refined, Bleached, Deodorized)


DESKRIPSI PRODUK

Minyak kedelai RBD (Refined, Bleached, Deodorized) Grade A merupakan minyak nabati berkualitas tinggi yang diperoleh dari biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) melalui proses ekstraksi pelarut (heksana) diikuti dengan tiga tahap pemurnian utama: rafinasi, pemucatan (bleaching), dan deodorisasi. Proses RBD ini dirancang untuk menghilangkan kotoran, asam lemak bebas, pigmen, fosfolipid, dan komponen yang menghasilkan rasa atau aroma tidak diinginkan, sehingga produk akhir menjadi sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai aplikasi pangan, farmasi, dan kosmetik. Minyak yang dihasilkan umumnya berwarna kuning pucat hingga kuning bersih, memiliki bau netral, dan rasa hambar atau sangat ringan karakteristik penting bagi industri yang membutuhkan minyak dengan sensori minimal agar tidak memengaruhi produk akhir.

Dari sisi organoleptik, minyak RBD kedelai Grade A tampil sebagai cairan yang transparan hingga sedikit cerah dengan warna kuning muda yang konsisten. Dalam uji rasa dan aroma, minyak ini digambarkan memiliki aroma bersih dan netral tanpa bau “off-odor” atau rasa yang mencolok, sehingga ideal sebagai minyak goreng atau sebagai bahan baku dalam emulsifikasi makanan dan produk kosmetik yang memerlukan carrier oil tidak beraroma. Nilai sensori ini sangat penting terutama dalam produk-produk seperti salad dressing, saus, margarin, atau produk farmasi yang tidak diinginkan adanya kontaminasi bau atau rasa dari minyak itu sendiri.

Komposisi kimianya didominasi oleh trigliserida dari asam lemak tak jenuh, khususnya asam linoleat (C18:2), asam oleat (C18:1), dengan proporsi asam lemak jenuh seperti asam palmitat (C16:0) dan asam stearat (C18:0). Proporsi asam lemak ini memberikan minyak kedelai karakter lemak nabati yang sehat sekaligus kemampuan fungsional yang baik, seperti titik asap yang layak untuk memasak serta profil tekstur yang baik dalam formulasi makanan dan kosmetik.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Tanaman kedelai secara ilmiah dikenal dengan nama Glycine max (L.) Merr. dan merupakan salah satu spesies penting dari famili Fabaceae (legum-legum) dengan siklus hidup sebagai tanaman semusim yang banyak dibudidayakan di daerah tropis hingga subtropis di seluruh dunia. Kedelai termasuk dalam kelas Dicotyledonae, ordo Fabales, genus Glycine, dan spesies Glycine max berdasarkan taksonomi botani yang diterima secara ilmiah. Nama botani ini distandarkan sejak pertengahan abad ke-20 melalui konsensus nomenklatur tanaman ilmiah.

1. Klasifikasi Taksonomi

Menurut klasifikasi botani yang umum digunakan dalam literatur agronomi dan botani, kedelai memiliki susunan taksonomi sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae (tumbuhan)
  • Divisi/Subdivisi: Spermatophyta/Angiospermae (tumbuhan berpembuluh berbunga)
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Ordo: Fabales
  • Famili: Fabaceae (atau Leguminosae)
  • Genus: Glycine
  • Spesies: Glycine max (L.) Merr.

Tanaman ini merupakan leguminosae yang penting secara agronomi dan ekonomi karena kemampuan biologisnya untuk berasosiasi dengan bakteri penambat nitrogen (Rhizobium spp.) di dalam bintil akar, yang meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen atmosfer secara biologis.


2. Ciri Morfologi Utama Tanaman Kedelai

Akar

  • Kedelai memiliki sistem perakaran akar tunggang (taproot) yang berkembang ke dalam tanah dengan akar-akar cabang yang bercabang banyak, berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi secara efisien. Pada akar tersebut sering timbul bintil-bintil akar yang mengandung bakteri fiksasi nitrogen (Rhizobium), yang membantu tanaman dalam menyerap nitrogen udara untuk kebutuhan nutrisi sendiri sekaligus memperbaiki kesuburan tanah.

Batang

  • Batang tanaman kedelai bersifat tegak, bertekstur herba, dan bertumbuh dari permukaan tanah ke atas. Tinggi tanaman dapat bervariasi antar varietas, umumnya di kisaran 10–200 cm tergantung genetik, kondisi lingkungan, dan praktik budidaya. Batangnya sering bercabang seiring perkembangan vegetatif tanaman.

Daun

  • Daun kedelai tersusun secara majemuk trifoliat terdiri dari tiga helai daun yang terhubung pada satu titik pada tangkai daun utama. Daun-daun ini berwarna hijau, bentuknya bervariasi dari oval hingga lancip tergantung varietas dan tahap pertumbuhan. Daun yang sehat juga mengandung stomata untuk pertukaran gas dan fotosintesis aktif.

Bunga

  • Tanaman kedelai menghasilkan bunga kecil yang umumnya berwarna putih, merah muda, atau ungu tergantung varietasnya. Bunga-bunga ini muncul di ketiak daun dan merupakan bunga sempurna (hermaprodit), meskipun bijinya sering berkembang melalui penyerbukan sendiri (autogami). Walaupun tidak memerlukan penyerbukan silang, bunga kedelai tetap menarik serangga karena produksi nektar yang relatif manis.

Polong dan Biji

  • Setelah penyerbukan dan pembuahan, bunga berkembang menjadi polong (legume) yang mengandung beberapa biji. Polong biasanya berukuran beberapa sentimeter, berwarna hijau saat masih muda, dan berubah menjadi kuning atau cokelat saat matang. Setiap polong biasanya berisi 2–4 biji, yang merupakan bagian tanaman yang paling ekonomis karena kandungan protein dan minyaknya tinggi. Warna kulit biji berkisar dari kuning hingga hitam tergantung varietas.

3. Pertumbuhan dan Anatomi Vegetatif

Tanaman kedelai umumnya tumbuh lebih cepat pada fase vegetatif awal setelah perkecambahan, dengan akar, batang, dan daun berkembang untuk mendukung fotosintesis maksimal. Fase vegetatif ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan tanah, dan nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya dapat memengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, dan ukuran daun di fase awal pertumbuhan, meskipun struktur dasar daun dan jaringan stomata relatif stabil pada berbagai kondisi cahaya.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Minyak kedelai (soybean oil) sebagai salah satu minyak nabati bersejarah panjang penggunaan dalam peradaban manusia modern memiliki akar lebih dari 3.000 tahun yang lalu di Tiongkok kuno, di mana biji kedelai pertama kali dibudidayakan dan diproses untuk diambil minyaknya untuk memasak serta sebagai bahan energi (misalnya minyak lampu) selain sebagai sumber protein. Dalam sumber sejarah pertanian tradisional, biji kedelai digunakan untuk menghasilkan bean oil (“dou-you”) yang dikenal dalam literatur Tiongkok sejak abad ke-11 Masehi, yang menunjukkan bahwa minyak kedelai digunakan secara lokal untuk konsumsi dan kegunaan domestik sejak zaman kuno.

Namun, pemanfaatan kedelai dalam skala industri modern dimulai jauh lebih akhir, yakni pada awal abad ke-20 di Eropa dan Amerika Serikat, ketika industri penggilingan kedelai mulai berkembang seiring tumbuhnya permintaan global akan lemak nabati serta peningkatan produksi kedelai sebagai komoditi pertanian. Sekitar tahun 1907, negara-negara seperti Inggris dan Jerman mulai mengembangkan industri pengepresan kedelai untuk mengambil minyak dan bungkilnya, diikuti oleh Amerika Serikat yang menjelma menjadi pemimpin industri pengolahan kedelai dunia sebelum dan selama Perang Dunia II.

Periode 1930–1950 menjadi era penting bagi minyak kedelai: pertama kali diproduksi secara intensif dengan metode ekstraksi pelarut (seperti heksana) dan penyulingan, yang kemudian melalui proses pemurnian lanjutan yaitu RBD (Refining, Bleaching, Deodorizing) untuk menghasilkan minyak yang aman, netral rasa, berwarna jelas, dan stabil bagi konsumsi manusia serta penggunaan industri. Metode RBD ini dibuat untuk menghilangkan zat-zat bebas, pigmen, dan senyawa penyebab rasa atau bau yang tidak diinginkan, sehingga minyak dapat diterima secara luas oleh konsumen dan produsen pangan.

Sejak tahun 1950-an hingga 1980, minyak kedelai semakin dominan dalam pasar minyak nabati global karena kombinasi produksi kedelai yang meningkat pesat, permintaan konsumen akan lemak nabati sehat, serta kemajuan teknologi pengolahan minyak. Pada tahun 1966, menurut laporan statistik global, minyak kedelai mengungguli mentega sebagai sumber lemak yang paling banyak dikonsumsi secara global, mencerminkan perubahan pola konsumsi dari lemak hewani ke lemak nabati. Dalam dekade-dekade berikutnya, produksi dan konsumsi minyak kedelai terus meningkat secara signifikan dan telah menjadikannya sebagai salah satu minyak nabati paling dominan di dunia hingga saat ini.

Penggunaan minyak kedelai RBD Grade A bermula dari kebutuhan industri pangan dengan karakter netral rasa dan bau, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi kuliner seperti minyak goreng, margarin, shortening, serta sebagai bahan baku salad dan aditif makanan olahan. Selain aplikasi pangan, minyak kedelai RBD juga mendapatkan peran penting dalam industri non-pangan, termasuk kosmetik (sebagai emolien atau carrier oil), farmasi (misalnya dalam formulasi emulsi lipid untuk nutrisi parenteral), serta industri bahan kimia ringan seperti sabun dan pelumas, menunjukkan fleksibilitas penggunaannya dari komoditas pangan sampai produk industri lainnya.

Secara umum, transformasi kedelai dari tanaman agraris tradisional menjadi komoditas minyak nabati industri modern tidak hanya didorong oleh kebutuhan pangan, tetapi juga oleh perkembangan teknologi pengolahan minyak dan perubahan pola konsumsi global. Pemurnian minyak melalui proses RBD menjadi kunci dalam evolusi ini karena memungkinkan minyak kedelai memenuhi standar mutu pangan serta kebutuhan aplikatif di luar konsumsi langsung. 


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:
   

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak biji kedelai crude

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kuning muda jernih
  • Aroma: Hampir tidak berbau (odorless) atau aroma sangat ringan khas minyak nabati
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, minyak pembawa, dan pelarut organik.

Blend well

Carrier oil, essential oil, wax, bahan aktif kosmetik oil-soluble, surfaktan non-ionik.

Aplikasi produk hilir

Edible Application, Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan pada wadah tertutup rapat, tidak terpapar udara berlebihan untuk mencegah oksidasi.
  • Tempatkan di lokasi sejuk (15–25°C), kering, bersirkulasi udara baik, dan jauh dari sumber panas atau nyala api.
  • Hindari paparan cahaya langsung, terutama sinar UV, karena dapat mempercepat degradasi warna dan stabilitas minyak.
  • Untuk wadah besar (drum/IBC):
  • Gunakan nitrogen blanketing jika memungkinkan untuk meminimalkan oksidasi.
  • Pastikan alat transfer higienis dan bebas kontaminasi.
  • Jangan menyimpan dekat bahan berbau kuat karena minyak dapat menyerap aroma dari lingkungan.
  • Konsumsi/ penggunaan setelah pembukaan sebaiknya maksimal dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas optimal.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Soybean Grade A RBD Oil umumnya dianggap non-sensitizing dan memiliki tingkat iritasi yang sangat rendah. Namun:
  • Pengguna dengan alergi terhadap tanaman Brassicaceae (kubis, mustard, rapeseed) sebaiknya melakukan uji sensitivitas.
  • Lakukan patch test 24 jam sebelum digunakan pada kulit, terutama untuk formulasi kosmetik.
  • Hindari kontak langsung dengan mata. Jika terkena:
  • Bilas dengan air mengalir selama beberapa menit.
  • Jika iritasi berlanjut, segera hubungi tenaga medis.
  • Jika terjadi reaksi alergi (kemerahan, gatal, bengkak), hentikan penggunaan segera.
  • Untuk formulasi edible:
  • Pastikan minyak digunakan sesuai standar keamanan pangan dan tidak tercemar selama proses penyimpanan/handling.
  • Untuk formulasi industri:
  • Gunakan APD seperti sarung tangan, kaca mata pelindung, dan apron saat mengolah dalam volume besar.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung dalam bentuk bahan baku tanpa formulasi yang sesuai standar pangan.

Tulis ulasan