Industri Pangan

Soybean Grade B RBD Oil merupakan salah satu minyak nabati paling banyak digunakan dalam industri pangan global karena stabilitas, ketersediaan, dan profil asam lemaknya.

Kegunaan utama:

  • Minyak goreng untuk rumah tangga dan industri makanan
  • Bahan baku margarin, shortening, dan lemak roti
  • Minyak salad dan dressing
  • Bahan formulasi makanan olahan (snack, biskuit, mie instan, saus)
  • Medium penggorengan dalam skala industri (deep frying)

Manfaat fungsional dalam pangan:

  • Profil asam lemak tidak jenuh tinggi membantu menggantikan lemak jenuh dalam diet
  • Rasa dan aroma netral tidak mengganggu cita rasa produk akhir
  • Titik asap relatif tinggi setelah proses RBD
  • Stabilitas oksidatif yang baik untuk pengolahan termal sedang
  • Mudah diemulsikan dalam sistem pangan

Industri Farmasi dan Nutrisi Klinis

Dalam industri farmasi, minyak kedelai RBD digunakan sebagai bahan tambahan (excipient) dan carrier lipid.

Kegunaan utama:

  • Carrier oil untuk zat aktif lipofilik
  • Basis emulsi farmasi (krim, salep, lotion)
  • Komponen emulsi lipid untuk nutrisi parenteral (intravena)
  • Bahan pelapis kapsul lunak (softgel)

Manfaat fungsional:

  • Biokompatibel dan mudah dimetabolisme tubuh
  • Profil lipid mendekati lipid diet alami manusia
  • Stabil dan aman setelah pemurnian RBD
  • Digunakan luas dalam formulasi farmakope internasional (USP, Ph.Eur)

Industri Kosmetik dan Personal Care

Soybean Grade B RBD Oil merupakan bahan populer dalam kosmetik karena sifat emoliennya.

Kegunaan utama:

  • Emollient dalam krim dan lotion
  • Carrier oil untuk bahan aktif dan essential oil
  • Bahan dasar produk perawatan rambut
  • Sabun, cleansing oil, body butter
  • Produk bayi dan kulit sensitif (setelah memenuhi spesifikasi kosmetik)

Manfaat kosmetik:

  • Melembutkan dan menghaluskan kulit
  • Membantu menjaga kelembapan kulit
  • Tekstur ringan, tidak terlalu lengket
  • Mendukung fungsi skin barrier
  • Stabil dan kompatibel dengan banyak bahan kosmetik lain

Industri Kimia dan Aplikasi Non-Pangan

Selain pangan dan kosmetik, minyak kedelai RBD juga digunakan luas dalam industri kimia berbasis nabati.

Kegunaan utama:

  • Bahan baku biodiesel (melalui transesterifikasi)
  • Pelumas nabati ringan
  • Resin, alkyd resin, dan cat ramah lingkungan
  • Sabun dan surfaktan
  • Lilin dan coating biodegradable

Manfaat industri:

  • Sumber bahan baku terbarukan
  • Lebih ramah lingkungan dibanding minyak mineral
  • Mudah dimodifikasi secara kimia
  • Mendukung tren industri berkelanjutan (green chemistry)

FORMULASI PANGAN

Minyak Goreng Nabati Serbaguna (Skala Industri & Rumah Tangga)

Tujuan formulasi:

Menghasilkan minyak goreng netral, stabil, dan aman untuk pengolahan pangan.

Komposisi:

  • Soybean Grade B RBD Oil : 99,8–100%
  • Antioksidan pangan (opsional, industri):
  • Tokoferol alami / TBHQ / BHA-BHT (≤ batas regulasi)

Cara pembuatan (industri):

  1. Gunakan Soybean RBD Oil yang telah memenuhi standar mutu pangan.
  2. Tambahkan antioksidan jika diperlukan untuk meningkatkan stabilitas oksidatif.
  3. Homogenisasi ringan.
  4. Filtrasi akhir dan pengemasan dalam wadah food grade.

Cara pemakaian:

  1. Digunakan langsung untuk menggoreng, menumis, atau sebagai bahan dressing.
  2. Suhu penggorengan disarankan <180°C untuk menjaga stabilitas minyak.

Pengamanan & pengujian:

  1. Peroxide Value (PV)
  2. Free Fatty Acid (FFA)
  3. Uji stabilitas pemanasan
  4. Uji cemaran logam berat

FORMULASI KOSMETIK

Body Lotion Pelembap (Oil-in-Water / O/W)

Tujuan formulasi:

Lotion pelembap ringan dengan fungsi emolien dan skin conditioning.

Komposisi (contoh):

Fase Minyak:

  • Soybean Grade B RBD Oil : 5–10%
  • Emulsifier (Glyceryl Stearate / Polysorbate) : 3–5%
  • Cetyl Alcohol / Stearyl Alcohol : 1–2%

Fase Air:

  • Air demineralisasi : ad 100%
  • Glycerin : 3–5%

Bahan tambahan:

  • Pengawet kosmetik (sesuai regulasi)
  • Vitamin E (0,1–0,5%)
  • Fragrance (opsional)

Cara pembuatan:

  1. Panaskan fase minyak dan fase air terpisah (±70°C).
  2. Masukkan fase minyak ke fase air sambil dihomogenisasi.
  3. Aduk hingga terbentuk emulsi stabil.
  4. Dinginkan sambil diaduk, tambahkan vitamin E dan fragrance.
  5. Sesuaikan pH (±5,0–6,0), lalu kemas.

Cara pemakaian:

Aplikasikan pada kulit bersih, 1–2 kali sehari.

Pengamanan & pengujian:

  1. Uji stabilitas (freeze–thaw, suhu ruang)
  2. Uji pH
  3. Uji mikrobiologi
  4. Patch test iritasi kulit

FORMULASI KOSMETIK PERSONAL

Face Oil / Carrier Oil (Skala Personal)

Tujuan formulasi:

  • Minyak wajah sederhana sebagai pelembap dan carrier.
  • Komposisi:
  • Soybean Grade B RBD Oil : 95–100%
  • Vitamin E : 0,2–0,5%
  • Essential oil (opsional) : <1%

Cara pembuatan:

  1. Campurkan semua bahan dalam botol kaca steril.
  2. Kocok ringan hingga homogen.

Cara pemakaian:

  1. Oleskan 2–3 tetes pada wajah lembap.
  2. Cocok untuk kulit normal–kering.

Pengamanan:

  1. Lakukan patch test sebelum pemakaian rutin.
  2. Hindari essential oil jika kulit sensitif.

FORMULASI FARMASI

Basis Salep / Krim Topikal

Tujuan formulasi:

Carrier lipid untuk zat aktif farmasi topikal.

Komposisi dasar:

  • Soybean Grade B RBD Oil : 10–30%
  • White petrolatum / wax : q.s.
  • Emulsifier farmasi : sesuai tipe sediaan
  • Zat aktif : sesuai indikasi

Cara pembuatan:

  1. Lelehkan fase minyak dan basis salep.
  2. Tambahkan zat aktif sesuai stabilitasnya.
  3. Homogenisasi hingga tekstur seragam.

Cara pemakaian:

Digunakan sesuai petunjuk tenaga medis.

Pengujian wajib:

  1. Uji stabilitas
  2. Uji homogenitas
  3. Uji iritasi (jika topikal)

FORMULASI INDUSTRI NON-PANGAN

Biodiesel (Konsep Edukasi)

Tujuan formulasi:

Produksi biodiesel berbasis minyak nabati.

Bahan utama:

  • Soybean Grade B RBD Oil
  • Metanol
  • Katalis (NaOH / KOH)

Proses singkat:

Transesterifikasi → metil ester (biodiesel) + gliserol

Pengujian:

  1. Viskositas
  2. Flash point
  3. Cold flow properties

Catatan Pengamanan Umum Formulasi

  • Gunakan bahan baku yang sesuai grade (pangan, kosmetik, farmasi).
  • Pastikan traceability dan COA bahan.
  • Lakukan uji stabilitas dan keamanan sebelum distribusi.
  • Untuk komersial, wajib memenuhi regulasi BPOM & standar internasional.

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Dukungan Kesehatan Kardiovaskular (Konsumsi Oral)

Berdasarkan studi nutrisi dan lipid:

  • Mengandung asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), terutama asam linoleat (omega-6)

Substitusi lemak jenuh dengan minyak kedelai terbukti:

  • Menurunkan kadar kolesterol LDL
  • Mendukung profil lipid darah yang lebih sehat
  • Tidak meningkatkan marker inflamasi jika dikonsumsi dalam jumlah wajar
  • Digunakan sebagai bagian dari diet seimbang oleh FAO/WHO dan organisasi nutrisi global

Aktivitas Antioksidan Alami

Minyak kedelai RBD masih mengandung komponen minor bioaktif dalam jumlah kecil, antara lain:

  • Tokoferol (Vitamin E)
  • Fitosterol

Manfaat potensial:

  • Perlindungan sel terhadap stres oksidatif
  • Mendukung stabilitas membran sel
  • Membantu menurunkan oksidasi lipid dalam tubuh

Manfaat Topikal untuk Kulit

Dalam aplikasi topikal dan kosmetik dermatologis:

  • Membentuk lapisan semi-oklusif pada kulit
  • Mengurangi Transepidermal Water Loss (TEWL)
  • Membantu mempertahankan hidrasi kulit
  • Mendukung fungsi skin barrier
  • Cocok untuk kulit kering dan sensitif

Studi dermatologi menunjukkan minyak nabati berbasis kedelai:

  • Tidak bersifat iritan
  • Aman untuk penggunaan jangka panjang
  • Digunakan pada produk perawatan bayi dan kulit sensitif (setelah pemurnian)

Efek Perlindungan Kulit (Supportive Skin Care)

  • Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa fraksi minyak kedelai tertentu:
  • Membantu melindungi kulit dari stres lingkungan (misalnya UV-induced oxidative stress)
  • Mendukung regenerasi lapisan lipid stratum corneum
  • Memiliki efek menenangkan (skin conditioning)

Dukungan Metabolisme Lemak

Sebagai bagian dari pola makan sehat:

Asam lemak esensial dalam minyak kedelai berperan dalam:

  • Fungsi seluler normal
  • Regulasi metabolisme lipid
  • Sintesis eikosanoid

Penting untuk fungsi fisiologis, meskipun harus dikonsumsi seimbang


Catatan Penting Ilmiah

Manfaat terapeutik bersifat supportive, bukan pengganti terapi medis

Efek sangat dipengaruhi oleh:

  • Dosis
  • Pola konsumsi
  • Metode aplikasi
  • Kondisi individu

SOYBEAN GRADE B RBD OIL / MINYAK RBD KEDELAI By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Glycine Soja (Soybean) Oil

Kategori Produk: Single RBD oil, purity: 100%

HS Code: 15079020

CAS#: 8001-22-7

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Minyak kedelai dari ekstraksi pelarut heksana dilanjutkan proses RBD (Refined, Bleached, Deodorized)


DESKRIPSI PRODUK

Soybean Grade B RBD Oil adalah minyak nabati yang diperoleh dari biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) melalui metode ekstraksi pelarut menggunakan heksana, diikuti dengan proses pemurnian Refined–Bleached–Deodorized (RBD). Metode ekstraksi heksana merupakan teknik industri paling luas digunakan secara global karena efisiensinya yang tinggi dalam mengekstraksi fraksi lipid dari biji kedelai, dengan rendemen minyak yang optimal serta karakteristik komposisi asam lemak yang stabil. Minyak mentah hasil ekstraksi kemudian mengalami tahapan pemurnian yang meliputi netralisasi asam lemak bebas, pemucatan pigmen, dan penghilangan senyawa volatil penyebab bau, sehingga dihasilkan minyak dengan tingkat kemurnian tinggi dan stabilitas oksidatif yang lebih baik.

Secara kimia, Soybean RBD Oil tersusun terutama dari trigliserida asam lemak rantai panjang, dengan dominasi asam lemak tidak jenuh. Komposisi asam lemak utamanya meliputi asam linoleat (C18:2, omega-6) sebagai komponen terbesar, diikuti oleh asam oleat (C18:1), asam palmitat (C16:0), asam stearat (C18:0), serta asam α-linolenat (C18:3, omega-3). Kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi menjadikan minyak kedelai bersifat cair pada suhu ruang dan memiliki profil nutrisi yang baik untuk aplikasi pangan maupun non-pangan. Selain trigliserida, minyak kedelai RBD juga mengandung komponen minor dalam jumlah kecil seperti fitosterol, tokoferol (vitamin E), dan sisa fosfolipid dalam batas aman yang diizinkan oleh standar internasional.

Dari sisi spesifikasi fisik dan kimia, Soybean Grade B RBD Oil umumnya memiliki kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) yang rendah, biasanya di bawah 0,5% sebagai asam oleat, yang mencerminkan kualitas pemurnian yang baik. Nilai peroksida (Peroxide Value) berada pada kisaran rendah, menandakan tingkat oksidasi awal yang minimal dan stabilitas penyimpanan yang memadai. Angka penyabunan (saponification value) dan angka iodin (iodine value) mencerminkan karakter minyak dengan tingkat ketidakjenuhan sedang hingga tinggi, yang berkontribusi pada sifat fungsionalnya dalam proses pengolahan pangan, kosmetik, maupun farmasi. Kadar air dan kotoran berada pada level sangat rendah, sesuai dengan persyaratan minyak RBD untuk penggunaan industri.

Secara organoleptik, Soybean Grade B RBD Oil tampil sebagai cairan jernih hingga bening dengan warna kuning pucat hingga kuning keemasan muda pada suhu kamar. Minyak ini memiliki aroma netral hingga sangat ringan, tanpa bau langu, tengik, atau aroma khas biji yang tajam, karena senyawa volatil telah dihilangkan selama proses deodorisasi. Dari segi rasa, minyak kedelai RBD bersifat netral dan tidak pahit, sehingga tidak mendominasi cita rasa produk akhir. Teksturnya ringan, licin, dan tidak lengket, menjadikannya sangat cocok sebagai minyak goreng, bahan pembawa (carrier oil), maupun basis formulasi kosmetik dan farmasi.

Kualitas sensorik yang stabil, profil asam lemak yang seimbang, serta tingkat kemurnian yang tinggi menjadikan Soybean Grade B RBD Oil sebagai bahan baku multifungsi yang dapat diaplikasikan secara luas pada industri pangan, kosmetik, farmasi, dan industri kimia ringan, selama penggunaannya mengikuti standar mutu dan regulasi yang berlaku.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Klasifikasi Botani

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman legum semusim yang termasuk dalam famili Fabaceae (Leguminosae), subfamili Papilionoideae. Tanaman ini telah mengalami domestikasi panjang dari spesies liar Glycine soja dan saat ini menjadi salah satu tanaman pangan dan industri terpenting di dunia.

Klasifikasi taksonomi:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta (Angiospermae)
  • Kelas : Magnoliopsida (Dicotyledonae)
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae
  • Genus : Glycine
  • Spesies : Glycine max (L.) Merr.

Karakter Umum Tanaman

Kedelai merupakan tanaman herba semusim dengan siklus hidup relatif singkat, berkisar antara 75–120 hari tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Tanaman ini bersifat autogami (penyerbukan sendiri), sehingga karakter genetiknya relatif stabil. Kedelai beradaptasi baik pada daerah beriklim tropis hingga subtropis dan mampu tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase baik.

Secara fisiologis, kedelai memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen (Bradyrhizobium japonicum) yang membentuk bintil akar, sehingga dapat meningkatkan ketersediaan nitrogen tanah secara alami.


Sistem Perakaran

  • Sistem akar kedelai adalah akar tunggang yang berkembang kuat dan bercabang banyak.
  • Akar utama dapat menembus tanah hingga kedalaman ±1 meter, tergantung struktur tanah.
  • Pada akar lateral terbentuk bintil akar (nodul) yang mengandung bakteri simbiotik pengikat nitrogen.
  • Nodul akar berperan penting dalam metabolisme nitrogen dan meningkatkan kesuburan tanah.

Batang

  • Batang kedelai berbentuk bulat silindris, tegak atau agak merunduk tergantung varietas.
  • Permukaan batang umumnya berbulu halus (pubescent), meskipun ada varietas dengan batang relatif licin.
  • Tinggi tanaman bervariasi antara 10–200 cm, dipengaruhi oleh varietas, kepadatan tanam, dan kondisi lingkungan.
  • Batang bercabang dengan jumlah ruas (nodus) yang jelas, tempat tumbuhnya daun dan bunga.

Daun

Daun kedelai menunjukkan perubahan morfologi seiring perkembangan tanaman:

Daun kotiledon:

Muncul pertama kali setelah perkecambahan, berfungsi sebagai cadangan nutrisi awal.

Daun unifoliat:

Daun sejati pertama yang berbentuk tunggal, tumbuh berhadapan pada batang muda.

Daun trifoliat (daun majemuk):

  • Merupakan bentuk daun dominan pada fase vegetatif dan generatif.
  • Terdiri dari tiga anak daun (leaflet)
  • Bentuk anak daun oval hingga lanset
  • Ujung daun runcing, tepi rata
  • Permukaan daun dapat berbulu atau halus
  • Daun kedelai berwarna hijau muda hingga hijau tua dan berperan penting dalam fotosintesis serta sintesis protein dan minyak biji.

Bunga

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna (hermaprodit).

Ukuran bunga relatif kecil dan tersusun dalam tandan (raceme) di ketiak daun.

Warna bunga bervariasi, umumnya putih, ungu muda, atau keunguan.

Struktur bunga khas famili Fabaceae, terdiri dari:

  • Kelopak (calyx)
  • Mahkota berbentuk kupu-kupu (papilionase)
  • Benang sari (10, umumnya menyatu)
  • Putik tunggal

Penyerbukan umumnya terjadi sebelum bunga mekar sempurna (cleistogami), sehingga tingkat persilangan alami sangat rendah.


Buah (Polong)

  • Buah kedelai berbentuk polong (legume) memanjang dan sedikit melengkung.
  • Panjang polong berkisar antara 3–7 cm.
  • Setiap polong berisi 1–4 biji, paling umum 2–3 biji.
  • Permukaan polong ditutupi rambut halus dan berubah warna dari hijau menjadi cokelat saat matang fisiologis.

Biji Kedelai

Biji kedelai merupakan bagian terpenting secara ekonomi dan industri.

Karakteristik biji:

  • Bentuk bulat hingga oval
  • Ukuran bervariasi tergantung varietas
  • Warna kulit biji: kuning, hijau, cokelat, hingga hitam
  • Memiliki hilum (mata biji) yang jelas

Secara komposisi, biji kedelai mengandung:

  • Protein ±35–40%
  • Minyak ±18–22%
  • Karbohidrat, serat, mineral, dan senyawa bioaktif

Kandungan minyak inilah yang menjadi dasar produksi Soybean RBD Oil melalui proses ekstraksi dan pemurnian.


Relevansi Morfologi terhadap Produksi Minyak

Struktur biji kedelai yang kaya lipid, khususnya pada jaringan kotiledon, menjadikan tanaman ini sangat efisien sebagai sumber minyak nabati. Kepadatan sel penyimpan minyak dan komposisi trigliserida yang stabil berkontribusi pada kualitas minyak yang dihasilkan, baik dari segi rendemen maupun karakter fisikokimia setelah proses RBD.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Awal Pemanfaatan Kedelai dan Minyaknya

Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) berasal dari Asia Timur, khususnya wilayah Tiongkok, dan telah dibudidayakan selama lebih dari 3.000–5.000 tahun. Dalam catatan sejarah pertanian Tiongkok kuno, kedelai termasuk salah satu dari “Five Sacred Crops” bersama padi, gandum, barley, dan millet. Pada masa awal, pemanfaatan kedelai lebih difokuskan pada bijinya sebagai sumber pangan dan protein nabati, baik dalam bentuk fermentasi (seperti tempe dan kecap) maupun non-fermentasi.

Penggunaan minyak kedelai pada masa awal masih sangat terbatas. Literatur sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke-10 hingga ke-11 Masehi (sekitar tahun 980 M), minyak yang diperoleh dari kedelai telah dimanfaatkan di Tiongkok, terutama sebagai bahan bakar lampu minyak, bukan sebagai minyak pangan utama. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan teknologi ekstraksi dan pemurnian, sehingga minyak yang dihasilkan masih memiliki aroma kuat dan stabilitas yang rendah untuk konsumsi langsung.


Perkembangan Teknologi Ekstraksi Minyak Kedelai

Transformasi besar dalam sejarah minyak kedelai terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, seiring berkembangnya teknologi industri ekstraksi minyak nabati. Di Eropa dan Amerika Serikat, metode ekstraksi pelarut menggunakan heksana mulai diterapkan secara luas untuk biji-bijian berminyak, termasuk kedelai. Metode ini memungkinkan ekstraksi minyak dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi dibandingkan metode pengepresan mekanik tradisional.

Sekitar awal 1900-an, kedelai mulai dihancurkan secara industri di Inggris dan Amerika Serikat. Pada tahap ini, minyak kedelai awalnya digunakan untuk keperluan non-pangan, seperti:

  • bahan baku sabun,
  • pelumas ringan,
  • lilin, dan produk industri lainnya.

Sementara itu, bungkil kedelai (soybean meal) menjadi produk samping bernilai tinggi untuk pakan ternak, yang secara signifikan mendorong ekspansi industri pengolahan kedelai.


Lahirnya Proses RBD dan Standardisasi Mutu

Pada paruh pertama abad ke-20, perkembangan teknologi Refining, Bleaching, and Deodorizing (RBD) menjadi tonggak penting dalam sejarah minyak kedelai. Proses RBD memungkinkan:

  • penghilangan asam lemak bebas,
  • reduksi pigmen alami seperti klorofil dan karotenoid,
  • eliminasi senyawa volatil penyebab bau dan rasa tidak diinginkan.

Dengan diterapkannya proses RBD, minyak kedelai menjadi jernih, stabil, beraroma netral, dan aman dikonsumsi, sehingga mulai diterima secara luas sebagai minyak pangan. Pada periode inilah minyak kedelai RBD mulai digunakan dalam produk makanan olahan, margarin, shortening, dan minyak goreng.

Konsep grading (termasuk Grade B) muncul sebagai bagian dari standardisasi industri untuk mengklasifikasikan minyak berdasarkan parameter mutu fisikokimia tertentu, seperti warna, kadar asam lemak bebas, dan tingkat pemurnian, tanpa menghilangkan kelayakannya untuk aplikasi luas di industri pangan dan non-pangan.


Ekspansi Global dan Dominasi Industri (Abad ke-20 hingga Sekarang)

Pasca Perang Dunia II, produksi kedelai meningkat pesat, terutama di Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina. Minyak kedelai RBD kemudian berkembang menjadi salah satu minyak nabati paling penting di dunia, baik dari sisi volume produksi maupun nilai ekonomi. Hingga saat ini, minyak kedelai termasuk minyak nabati dengan konsumsi global tertinggi, bersanding dengan minyak sawit, minyak rapa, dan minyak bunga matahari.

Seiring meningkatnya pemahaman nutrisi, minyak kedelai mulai dipromosikan sebagai sumber lemak nabati dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi. Hal ini mendorong penggunaannya secara luas dalam:

  • industri pangan modern,
  • industri farmasi (sebagai carrier lipid dan basis emulsi),
  • industri kosmetik dan personal care,
  • serta industri kimia ramah lingkungan, termasuk biodiesel.

Sejarah Penggunaan Soybean Grade B RBD Oil

Secara spesifik, Soybean Grade B RBD Oil berkembang sebagai bahan baku multiguna yang seimbang antara kualitas, efisiensi biaya, dan fleksibilitas aplikasi. Grade ini banyak digunakan ketika dibutuhkan minyak dengan:

  • kemurnian dan stabilitas tinggi,
  • karakter organoleptik netral,
  • namun tidak memerlukan spesifikasi sensorik premium seperti produk specialty oil.

Dalam industri pangan, minyak kedelai RBD Grade B digunakan untuk penggorengan massal, makanan olahan, dan bahan baku margarin. Dalam industri farmasi dan kosmetik, minyak ini digunakan sebagai base oil, emollient, dan carrier, terutama setelah memenuhi standar tambahan seperti farmakope atau spesifikasi kosmetik tertentu.

Pada dekade terakhir, meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan bahan berbasis tanaman (plant-based materials) kembali mengangkat peran minyak kedelai RBD dalam formulasi ramah lingkungan, termasuk sebagai bahan baku bio-based surfactant, resin, dan biodiesel.


Signifikansi Historis

Secara historis, minyak Soybean Grade B RBD merepresentasikan evolusi penting dari:

  • minyak kasar dengan penggunaan terbatas,
  • menjadi minyak nabati standar industri global,
  • yang aman, serbaguna, dan ekonomis.

Perkembangannya mencerminkan kemajuan teknologi ekstraksi, pemurnian lipid, serta perubahan paradigma konsumsi dari minyak hewani ke minyak nabati dalam skala global.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:
   

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Minyak biji kedelai grade B crude

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kuning keemasan muda, jernih pada suhu ruang
  • Aroma: Netral hingga sangat ringan, tanpa bau langu atau tengik
Solubility

Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, minyak pembawa, dan pelarut organik.

Blend well

Carrier oil, essential oil, wax, bahan aktif kosmetik oil-soluble, surfaktan non-ionik.

Aplikasi produk hilir

Edible Application, Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan pada wadah tertutup rapat, tidak terpapar udara berlebihan untuk mencegah oksidasi.
  • Tempatkan di lokasi sejuk (15–25°C), kering, bersirkulasi udara baik, dan jauh dari sumber panas atau nyala api.
  • Hindari paparan cahaya langsung, terutama sinar UV, karena dapat mempercepat degradasi warna dan stabilitas minyak.
  • Untuk wadah besar (drum/IBC):
  • Gunakan nitrogen blanketing jika memungkinkan untuk meminimalkan oksidasi.
  • Pastikan alat transfer higienis dan bebas kontaminasi.
  • Jangan menyimpan dekat bahan berbau kuat karena minyak dapat menyerap aroma dari lingkungan.
  • Konsumsi/ penggunaan setelah pembukaan sebaiknya maksimal dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas optimal.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Soybean Grade B RBD Oil umumnya dianggap non-sensitizing dan memiliki tingkat iritasi yang sangat rendah. Namun:
  • Pengguna dengan alergi terhadap tanaman Brassicaceae (kubis, mustard, rapeseed) sebaiknya melakukan uji sensitivitas.
  • Lakukan patch test 24 jam sebelum digunakan pada kulit, terutama untuk formulasi kosmetik.
  • Hindari kontak langsung dengan mata. Jika terkena:
  • Bilas dengan air mengalir selama beberapa menit.
  • Jika iritasi berlanjut, segera hubungi tenaga medis.
  • Jika terjadi reaksi alergi (kemerahan, gatal, bengkak), hentikan penggunaan segera.
  • Untuk formulasi edible:
  • Pastikan minyak digunakan sesuai standar keamanan pangan dan tidak tercemar selama proses penyimpanan/handling.
  • Untuk formulasi industri:
  • Gunakan APD seperti sarung tangan, kaca mata pelindung, dan apron saat mengolah dalam volume besar.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung dalam bentuk bahan baku tanpa formulasi yang sesuai standar pangan.

Tulis ulasan