1)
Nanocream (Nanoemulsi Krim) β Pelembab & Antioksidan Kulit
Berasal
dari penelitian formulasi nanocream berbasis minyak bunga matahari, yang menitikberatkan
pada emulsi o/w dengan ukuran droplet kecil.
Bahan
Utama
- Sunflower
RBD Oil β 2.5β7.5% (fase minyak)
- Emulsifier
(mis. Polysorbate 80) β 3β5%
- Air
murni (fase air) β 60β80%
- Humektan
(mis. Glycerin) β 3β5%
- Thickener
(mis. Carbomer/CMC) β 0.2β1%
- Antioksidan (mis.
vitamin E tambahan) β 0.1β0.5%
- Pengawet
aman
(phenoxyethanol atau alternatif aman BPOM/ECON) β 0.5β1%
Cara
Pembuatan
- Fase
minyak: Campurkan sunflower RBD oil dan emulsifier dalam
wadah tahan panas.
- Fase
air:
Panaskan air + humektan hingga suhu sekitar 70 Β°C.
- Emulsifikasi:
Masukkan fase minyak ke fase air sambil diaduk homogen dengan high-shear
mixer hingga terbentuk emulsi.
- Tambahkan
thickener, antioksidan, dan pengawet sambil diaduk hingga homogen.
- Pendinginan
ke suhu kamar sambil terus diaduk.
Cara
Pemakaian
Oleskan
tipis pada kulit bersih 1β2 kali/hari sebagai pelembab harian. Hindari
area mata sensitif.
Pengamanan
& Pengujian
β Uji pH harus berada dalam rentang skin-friendly
(4.5β7).
β Uji stabilitas fisik
(pemisahan fase, viskositas).
β Uji irritasi
non-klinikal pada kulit kecil sebelum komersial.
2)
Emulgel (Gel Emulsi) β Formulasi Moisturizer Tinggi
Ini
adalah formulasi semi-solid yang nyaman dipakai baik untuk kulit normal maupun
kering.
Bahan
Utama
- Sunflower
RBD Oil β 15β20%
- Carbopol
940
β 1.0β2.0%
- Glycerin
β 3β5%
- Triethanolamine
β secukupnya (untuk menetralkan gel)
- Air
murni β qs 100%
- Antioksidan
& pengawet β sesuai standar kosmetik
Cara
Pembuatan
- Larutkan
Carbopol di air sambil diaduk hingga gel terbentuk.
- Campurkan
sunflower oil dengan glycerin; masukkan sedikit demi sedikit ke gel sambil
diaduk.
- Tambahkan
TEA untuk menetralkan pH (hasil akhir pH ~5β7).
- Tambahkan
antioksidan & pengawet; aduk homogen.
Cara
Pemakaian
Pijat
lembut pada kulit sampai terserap. Cocok untuk penggunaan pagi & malam.
Pengamanan
& Pengujian
β Uji viskositas & daya sebarnya.
β Uji moisture efficacy
untuk memastikan moisture retention.
β Uji sensasi
lengket/irritasi.
3)
Lip Balm β Perawatan Bibir dengan Antioksidan
Formulasi
natural lip balm yang memanfaatkan sifat emolien minyak bunga matahari dan
antioksidannya.
Bahan
Utama
- Sunflower
RBD Oil β 25%
- Beeswax
/ Cera alba β 35β40%
- Shea
Butter / Cocoa Butter β 20β25%
- Ekstrak
antioksidan alami (mis. Sappan wood) β 1β2%
- Optional
Vitamin E β 0.5β1%
Cara
Pembuatan
- Lelehkan
beeswax dan butter bersama dalam water bath.
- Masukkan
sunflower oil dan ekstrak antioksidan, aduk rata.
- Tuang
ke cetakan kecil / tabung lip balm; biarkan mendingin & mengeras.
Cara
Pemakaian
Oleskan
tipis pada bibir kering; ulangi sesuai kebutuhan.
Pengamanan
& Pengujian
β Uji kelembutan & tekstur.
β Uji stabilitas suhu
(untuk mencegah βbleedingβ/pencairan).
β Uji iritasi komplit (lab
prescriptive).
4)
Liquid Soap (Sabun Cair) β Pembersih Lembut & Moisturizing
Penelitian
sabun cair dengan sunflower seed oil menunjukkan bahwa minyak ini dapat
meningkatkan karakteristik busa sambil memberi kelembapan.
Bahan
Utama
- Sunflower
RBD Oil β 10β20%
- KOH
(biang sabun) β sesuai kebutuhan saponifikasi
- Air
β 60β70%
- Essential
oil aroma (opsional) β 0.2β0.5%
Cara
Pembuatan
- Siapkan
larutan KOH dalam air.
- Panaskan
sunflower oil; tambahkan larutan KOH sambil diaduk hingga terjadi reaksi sabun
(saponifikasi).
- Setelah
sabun terbentuk, dinginkan sambil ditambahkan aroma.
Cara
Pemakaian
Gunakan
seperti sabun cair biasa; busakan di tangan & bilas.
Pengamanan
& Pengujian
β Uji pH (ideal sabun cair ~9β10).
β Uji karakter busa &
stabilitas foam.
β Uji keamanan kulit.
5)
Sunscreen Nanoemulsi β Perlindungan UV
Formulasi
nanoemulsi sunscreen yang melibatkan sunflower oil menunjukkan stabilitas fisik
dan peningkatan nilai SPF dalam penelitian.
Bahan
Utama
- Sunflower
RBD Oil β 10β15%
- Nanoemulsifier
(mis. Tween 80) β 6β8%
- Sorbitol
/ humektan β 7β8%
- Agen
SPF tambahan (optional: oxybenzone, octinoxate)
β sesuai kebutuhan regulasi
- Air
β qs 100%
Cara
Pembuatan
- Larutkan
surfaktan & humektan di air.
- Masukkan
sunflower oil secara perlahan sambil diaduk dengan pengaduk tinggi sehingga
terbentuk nanoemulsi.
- Tambahkan
agen SPF dan aduk stabil.
Cara
Pemakaian
Oleskan
merata sebelum terpapar sinar matahari; ulang setiap 2β3 jam untuk perlindungan
optimal.
Pengamanan
& Pengujian
β Uji pH & viskositas.
β Uji in vitro SPF
(UV-Vis spectrophotometry).
β Uji stabilitas termal
& photo-stability.
Catatan
Formulasi Umum (Industri & Personal)
β’
Bahan
Semua
bahan aktif (% ditimbang terhadap total berat).
Pengawet
& antioksidan wajib untuk formula berfase air guna
mencegah kontaminasi & oksidasi.
Gunakan
minyak bunga matahari RBD untuk konsistensi dan stabilitas terbaik.
β’
Pengujian Penting Sebelum Komersialisasi
Organoleptik
(warna, bau, tekstur).
pH
Measurement β terutama untuk topikal.
Stabilitas
Fisik β uji pemisahan fase & perubahan viskositas.
Uji
Mikroba (challenge test) β untuk formula water-based.
Uji
Iritasi β patch test pada kulit sensitif sebelum launching.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Deodorization of Sunflower Oil by High Voltage Electric Field: Effect on Volatile Compounds and Quality Attributes
- Effect of Sunflower Seed Oil Emollient Therapy on Neonatal Mortality and Morbidity in Preterm Infants: A Randomized Clinical Trial
- Formulation and Physical Characterization of Sunflower Seed Oil Nanoemulsion for Topical Application
- Evaluation of Oxidative Stability and Quality Parameters of Fortified Sunflower Oil under Different Storage Conditions
- Effect of Refining on Quality and Composition of Sunflower Oil
- Preparation and Evaluation of Sunflower Oil Nanoemulsion as a Sunscreen
- Topical Emollient Therapy with Sunflower Seed Oil Alters the Skin Microbiota of Young Children with Severe Acute Malnutrition
- Determination of Changes in Sunflower Oil during Frying
- Loss in the Intrinsic Quality and Antioxidant Activity of Sunflower Oil during Refining
- Oxidative Stability and Elemental Analysis of Sunflower Oil: Physicochemical and Antioxidant Evaluation
- Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils
- Enhancing Oxidative Stability of Sunflower Oil Using Natural Antioxidants: A Review
- Effects of Refining Process on Sunflower Oil Minor Components: A Review
- Oxidative Stability of Sunflower and Olive Oils: A Comparative Study
- Physicochemical Characteristics of Palm Oil and Sunflower Oil Blends Fractionated at Different Temperatures
- Nano-Emulsions: Formation, Properties and Applications
- Effect of Microwave Pretreatment of Sunflower Kernels on Oil Quality, Fatty Acid Composition and Tocopherol Content
- Effect of Natural Antioxidants on the Oxidative Stability of Sunflower Oil during Thermal Processing
- Physicochemical and Lipid Characterization of Sunflower Oil: A Comparative Study
A.
Industri Pangan
- Minyak
goreng dan pemasakan: Minyak bunga matahari digunakan secara
luas dalam penggorengan, menumis, dan memanggang karena:
- Titik
asap yang relatif tinggi sehingga stabil pada panas dan cocok
untuk berbagai metode memasak.
- Rasa
netral yang tidak mengubah cita rasa makanan.
- Cocok
juga untuk produk olahan seperti margarine, dressing salad, dan saus.
- Kesehatan
nutrisi: Minyak ini kaya akan asam lemak tak jenuh ganda
(linoleat) dan asam lemak tak jenuh tunggal (oleat) yang dikaitkan
dengan pengurangan kolesterol LDL (bad cholesterol) dan peningkatan
kolesterol HDL (good cholesterol) bila digunakan menggantikan lemak
jenuh dalam diet.
- Antioksidan
alami: Mengandung fenolik, fitosterol, dan tokoferol
(vitamin E) sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari
stres oksidatif.
B.
Industri Kosmetik & Perawatan Kulit
Emolien/pelembab
kulit:
- Kandungan
asam linoleat membantu memperbaiki fungsi penghalang kulit sehingga
menjaga kelembapan kulit dan mencegah kehilangan air trans-epidermal.
- Dapat
meningkatkan kelembutan dan elastisitas kulit tanpa menyumbat pori-pori.
Bahan
dasar formulasi kosmetik:
- Digunakan
sebagai bahan carrier (carrier oil) dalam lotion, krim, sabun, serum,
balsem, dan lip balm.
- Memperbaiki
tekstur sediaan serta membantu pengangkutan bahan aktif lainnya ke kulit.
Antioksidan
kulit:
- Vitamin
E dan komponen antioksidan lainnya membantu melindungi kulit dari kerusakan
akibat radikal bebas dan faktor lingkungan.
C.
Industri Farmasi & Topikal
Carrier
& eksipien:
- Sunflower
RBD oil sering digunakan sebagai eksipien netral dalam sediaan topikal
dan oral karena stabil dan kompatibel dengan banyak bahan farmasi.
Perawatan
kulit sensitif:
- Cocok
untuk digunakan dalam produk perawatan kulit yang lembut termasuk formulasi
untuk kulit kering, dermatitis ringan, dan kulit sensitif.
Bahan
formulasi dermatologis:
- Sebagai
komponen dalam krim, serum, atau salep yang dirancang untuk meningkatkan
hidrasi dan mempercepat perbaikan kulit.
1.
Efek pada Kesehatan Kulit
Perbaikan fungsi barrier kulit:
- Minyak ini membantu merestorasi struktur lipid pada kulit dengan memperkuat
ikatan ceramide dan komponen penting lainnya di lapisan kulit, sehingga
meningkatkan hidrasi dan mengurangi kehilangan air pada kondisi kulit
kering/eksimatik.
Hidrasi dan kelembapan kulit:
- Bukti klinis menunjukkan penggunaan minyak ini membantu menurunkan transepidermal
water loss (TEWL) dan meningkatkan kelembapan, terutama pada kulit kering
atau dermatitis.
Penyembuhan luka ringan:
- Komponen asam linoleat telah terbukti mempercepat proses regenerasi jaringan
pada luka superfisial dalam model eksperimental dan hewan, serta memiliki
aktivitas anti-inflamasi ringan.
2.
Potensi Aktivitas Anti-Inflamasi
Asupan
atau aplikasi topikal minyak biji bunga matahari menunjukkan efek
anti-inflamasi dalam beberapa studi:
- Reduksi
edema (pembengkakan) secara signifikan dibanding kontrol dalam model hewan
studi terhadap peradangan.
- Efek
ini sering dikaitkan dengan kandungan linoleic acid dan antioksidan seperti
tokoferol.
3.
Aktivitas Antioksidan
- Minyak
ini mengandung vitamin E dan komponennya (tocopherol, tocotrienol) yang
merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan
oksidatif, yang menjadi dasar dalam pencegahan penuaan kulit dan peradangan
kronis.
4.
Potensi Anti-Akne & Antibakteri Topikal
- Beberapa
penelitian formulatif menunjukkan bahwa minyak biji bunga matahari dapat
memiliki efek anti-akne dengan hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes dalam konsentrasi tertentu dalam serum atau krim acne-target.
SUNFLOWER
RBD OIL / MINYAK RBD BIJI BUNGA MATAHARI By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI
name: Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil
Kategori Produk: Single RBD oil, purity: 100%
HS
Code: 15121920
CAS#:
8001-21-6
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Minyak mentah biji bunga matahari dari cold pressed dilanjutkan proses RBD (Refined, Bleached, Deodorized)
DESKRIPSI
PRODUK
Sunflower
RBD Oil (Refined, Bleached, Deodorized Sunflower Oil)
adalah minyak nabati murni yang berasal dari biji bunga matahari (Helianthus
annuus L.), yang diekstraksi melalui metode pengepresan mekanik diikuti
oleh proses refining (pemurnian), bleaching (pemutihan), dan deodorizing
(penghilangan bau). Proses ini menghasilkan minyak yang bersih, stabil, dan
netral secara organoleptik, sehingga sangat cocok untuk berbagai penggunaan
industri pangan, kosmetik, maupun farmasi.
Minyak
ini merupakan triglyceride utama yang kaya akan asam lemak tak jenuh,
terutama asam linoleat (omega-6) dan asam oleat (omega-9), dengan
sedikit asam lemak jenuh seperti palmitat dan stearat.
Spesifikasi
kimia dan fisik utama yang biasanya ditetapkan untuk Sunflower RBD Oil
antara lain:
- Wujud
& Penampilan: Cairan bersih, bening dan stabil
pada suhu kamar.
- Warna:
Kuning pucat hingga kuning jernih (pale yellow), menunjukkan tingkat pemurnian
yang baik.
- Bau
& Rasa: Netral / hambar, tidak memiliki
bau tajam minyak biji karena proses deodorizing menghilangkan komponen volatil
yang mempengaruhi aroma.
Proses
refining efektif mengurangi fosfor, asam lemak bebas, lilin, dan
senyawa berbau, tanpa banyak merubah komposisi asam lemak tak jenuh yang
penting secara nutrisi. Misalnya, penghilangan fosfor tinggi (>6 ppm) dari
minyak mentah hingga mendekati nol pada minyak murni memperlihatkan bahwa
produk RBD jauh lebih stabil dan bersih daripada minyak kasar yang baru dipres.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Helianthus
annuus L., yang dikenal sebagai bunga matahari umum,
adalah tumbuhan herbaceous tahunan dari suku Asteraceae. Nama
genus Helianthus berasal dari bahasa Yunani: helios (matahari)
dan anthos (bunga), mencerminkan bentuk dan estetika bunga yang seperti
matahari. Tumbuhan ini memiliki nilai ekonomi penting sebagai sumber minyak
nabati, pakan, serta tanaman hias dan pangan manusia.
Deskripsi
Umum Tanaman
Helianthus
annuus adalah tanaman berbatang tegak dengan
kebiasaan pertumbuhan yang cepat dan tinggi. Tanaman ini umumnya tumbuh
sebagai:
- Tanaman
tahunan (annual) dengan siklus hidup satu musim musim
tanam.
- Tinggi
batang berkisar biasanya dari sekitar 1 hingga lebih dari
3 meter, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.
- Batang
tanaman bersifat herbaceous (tidak berkayu), umumnya tegak lurus, dan ditumbuhi
rambut-rambut halus kasar yang membantu mengurangi penguapan serta
melindungi dari serangga kecil.
Morfologi
Daun
Daun
tanaman bunga matahari memiliki ciri khas sebagai berikut:
- Susunan
Daun: Daun tersusun bergantian (alternate) di
sepanjang batang.
- Bentuk
Daun: Umumnya lebar, lonjong-oval sampai berbentuk hati
(cordate) di dasar daun dan sering tepian bergerigi tajam (serrated
margins).
- Ukuran
Daun: Panjang daun berkisar sekitar 10β40 cm, dengan
lebar sekitar 5β20 cm.
- Permukaan
Daun: Permukaannya kasar dengan rambut-rambut halus,
terutama pada daun yang lebih muda.
Ciri
morphology seperti daun lebar dan bergerigi ini memaksimalkan area fotosintesis
dan adaptasi tumbuhan terhadap sinar matahari.
Morfologi
Bunga (Inflorescence)
Yang
dikenal sebagai βbungaβ pada tanaman bunga matahari sebenarnya merupakan kumpulan
bunga kecil (inflorescence) yang disebut capitulum β struktur khas
suku Asteraceae.
Ciri-ciri
morfologi bunga:
Bentuk:
Kepala bunga berbentuk pipih/lebar, sering berdiameter 10β50+ cm,
tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan.
Komposisi
Floret:
- Ray florets (kelopak luar):
Warna kuning cerah umumnya, memanjang seperti βkelopakβ bunga yang menarik
serangga penyerbuk.
- Disc florets (bunga tengah):
Berwarna coklat-keunguan yang fertile (dapat menghasilkan biji).
- Fungsinya:
Ray florets sering sterile; bagian ini menarik serangga penyerbuk, sedangkan
disc florets adalah bunga sebenarnya yang menghasilkan biji setelah
penyerbukan.
Struktur
bunga majemuk ini merupakan strategi evolusi tumbuhan untuk meningkatkan
peluang penyerbukan sambil memberikan tampilan visual yang menarik ke serangga
penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu.
Buah
& Biji (Reproduksi)
Setelah
penyerbukan berhasil, bagian tengah capitulum menghasilkan buah tunggal yang
disebut achenes buah kering yang
tidak terbuka saat matang dan masing-masing mengandung satu biji.
Karakteristik
buah/biji:
- Tipe
Buah: Achene (buah satu sel dengan biji satu).
- Ukuran:
Sekitar 15β25 mm panjangnya.
- Warna:
Bisa bervariasi antara putih, coklat, hitam, atau bermotif garis-garis
tergantung varietas.
- Fungsi:
Biji ini yang kemudian diproses untuk minyak (seperti RBD oil) atau konsumsi
langsung/olahan.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Asal
Usul dan Domestikasi
Bunga
matahari (Helianthus annuus L.) berasal dari Amerika Utara dan
didomestikasi oleh masyarakat pribumi ribuan tahun yang lalu. Bukti arkeobotani
dan studi filogeografi menunjukkan bahwa domestikasi terjadi di bagian
pedalaman Amerika Utara pada antara kira-kira 3.000β5.000 tahun yang lalu,
di mana biji bunga matahari awalnya dimanfaatkan sebagai sumber makanan
(konsumsi biji) serta bahan bakar dan pewarna. Bukti-bukti paleobotani
(achenes/kernels) pada situs arkeologi mendukung pemakaian panjang tanaman ini
sebelum perkenalan ke Eropa.
Penyebaran
ke Eropa dan Awal Pemanfaatan Minyak
Setelah
kontak antara Dunia Lama dan Dunia Baru, bunga matahari dibawa ke Eropa pada
abad ke-16. Awalnya tanaman ini lebih populer sebagai tanaman hias dan kadang
dipakai secara tradisional untuk pengobatan lokal. Potensi biji sebagai sumber
minyak baru dikenal dan dikembangkan lebih luas terutama sejak abad ke-18 dan
awal abad ke-19. Pada periode ini, Rusia (termasuk wilayah Ukraina saat itu)
mulai mengembangkan pembudidayaan intensif bunga matahari untuk produksi minyak
pada abad ke-19 lahan budidaya sudah mencapai jutaan acre dan program pemuliaan
diarahkan untuk meningkatkan kandungan minyak biji. Pengembangan varietas
spesifik (oil-type) di Rusia dan Eropa Timur pada abad ke-19β20 menjadi titik
balik yang mengubah bunga matahari dari tanaman hias menjadi komoditas minyak
penting.
Pemakaian
Tradisional vs. Pemanfaatan Modern
Secara
tradisional masyarakat pribumi menggunakan biji bunga matahari sebagai makanan
(kering, dipanggang, atau digiling), sedangkan ekstraksi minyak dalam skala
kecil mungkin sudah dikenal namun belum tersebar luas. Seiring berkembangnya
teknologi pengepresan mekanis (pressing) dan penyulingan sederhana, biji mulai
diproses untuk mendapatkan minyak yang dapat digunakan untuk memasak dan
penerangan. Pada era industri, terutama sejak akhir abad ke-19 sampai
pertengahan abad ke-20, minyak bunga matahari menjadi komoditas pangan penting
di banyak negara Eropa Timur, Rusia, dan kemudian di Argentina, Prancis, dan
negara produsen lainnya.
Industrialiasi:
Dari Minyak Kasar ke RBD (Refined, Bleached, Deodorized)
Perkembangan
teknologi pengolahan minyak nabati termasuk netralisasi, pemutihan (bleaching),
dan deodorisasi berkembang sejalan dengan industrialisasi pengolahan makanan
pada abad ke-19 dan 20. Proses RBD (Refined, Bleached, Deodorized)
muncul sebagai rangkaian operasi industri untuk menghasilkan minyak yang
bersih, netral rasa/bau, stabil secara oksidatif, dan memenuhi standar
pangan/kosmetik. Tujuan proses RBD adalah: menurunkan asam lemak bebas (FFA),
menghilangkan pigmen dan senyawa penyebab warna, mengurangi peroksida dan
komponen volatil berbau, serta menurunkan kandungan fosfolipid dan kontaminan.
Proses ini memungkinkan minyak bunga matahari yang awalnya beraroma atau
berwarna menjadi produk universal yang bisa dipakai aman dalam makanan
olahan, kosmetik, dan formulasi farmasi. Metode-metode ini didokumentasikan
dalam literatur teknis dan panduan pemrosesan minyak nabati industri.
Standarisasi,
Regulasi, dan Peran Codex/FAO
Seiring
melonjaknya perdagangan minyak nabati pada abad ke-20, standar internasional
dikembangkan (mis. Codex Alimentarius) untuk mengatur terminologi, mutu, dan
keamanan minyak nabati termasuk minyak biji bunga matahari (edible).
Standar-standar ini menetapkan definisi varietas (mis. high-oleic, mid-oleic,
linoleic), parameter mutu, serta persyaratan residu/pencemar sehingga minyak
RBD memenuhi persyaratan pangan dan perdagangan internasional. Laporan FAO dan
dokumen sektor juga menelusuri evolusi produksi dan pola perdagangan global
minyak bunga matahari.
Perkembangan
Produksi Modern dan Pasar Global
Pada
abad ke-20 dan awal abad ke-21, produksi minyak bunga matahari berkembang
pesat: negara-negara utama produsen dan eksportir meliputi Rusia, Ukraina,
Argentina, Prancis, dan beberapa negara Eropa lainnya. Kemajuan pemuliaan
(peningkatan kandungan minyak, pengembangan varietas high-oleic/mid-oleic),
praktik agronomi, serta fasilitas pengolahan skala besar membuat minyak bunga
matahari menjadi salah satu minyak nabati utama di pasar global. Artikel-artikel
sektor memotret pergeseran perdagangan, segmentasi produk (edible, industrial,
oleochemical), dan inovasi varietas yang mendorong efisiensi produksi dan nilai
tambah produk.
Evolusi
Pemakaian: Dari Dapur ke Kosmetik dan Farmasi
Seiring dengan meningkatnya penelitian tentang komposisi asam lemak, vitamin (khususnya tokoferol/vitamin E), dan fitosterol, minyak bunga matahari mendapat porsi pemakaian yang lebih luas di luar konsumsi pangan. Pada paruh akhir abad ke-20 dan era riset modern, minyak ini mulai dipromosikan dan diuji sebagai carrier oil pada produk topikal (kosmetik, perawatan kulit), bahan dalam formula farmasi topikal, dan bahan baku nutraceutical. Keamanan dan profil sensitisasi bahan turunan bunga matahari juga dievaluasi oleh panel independen seperti Cosmetic Ingredient Review (CIR), yang membantu melegitimasi penggunaannya dalam produk perawatan kulit dan kosmetika.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Minyak mentah biji bunga matahari Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol (seperti etanol), minyak esensial, minyak pembawa, dan pelarut organik. |
| Blend well | Carrier oil, essential oil, wax, bahan aktif kosmetik oil-soluble, surfaktan non-ionik. |
| Aplikasi produk hilir | Edible
Application, Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




