Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Bahan dasar kosmetik dan perawatan kulit

  • Digunakan sebagai carrier oil dalam losion, krim, serum, dan minyak pijat karena sifat emolien yang melembapkan kulit dan tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic).
  • Kaya vitamin E yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Pelindung dan pelembap kulit bayi

  • Minyak bunga matahari aman digunakan pada kulit bayi untuk membantu menjaga kelembapan dan mengurangi risiko iritasi ringan.

Minyak pijat dan aromaterapi

  • Berfungsi sebagai pelarut bagi minyak esensial dalam pijat relaksasi, membantu memudahkan penyerapan minyak aktif ke kulit.

Formulasi farmasi dan sediaan topikal

  • Sering menjadi basis dalam pembuatan salep, krim obat, atau sediaan topikal lain berkat kestabilannya terhadap oksidasi dan sifat pelumas yang baik.

IDE FORMULASI:

1. Face Oil / Serum Ringan untuk Kulit Normal–Kering

Tujuan: Melembapkan & melindungi kulit dari radikal bebas.

Bahan:

  • Sunflower cold-pressed oil: 70%
  • Jojoba oil: 20%
  • Vitamin E (Tocopherol): 0,5%
  • Lavender essential oil (opsional): 0,5%
  • Rosehip oil: 9%

Cara pembuatan:

  1. Campur sunflower oil, jojoba, dan rosehip oil dalam wadah kaca bersih.
  2. Tambahkan vitamin E dan lavender oil, aduk perlahan.
  3. Simpan dalam botol kaca gelap, tutup rapat.
  4. Gunakan 2–3 tetes pada wajah setelah membersihkan kulit, pijat lembut.

2. Body Lotion Emollient

Tujuan: Menutrisi kulit kering & meningkatkan elastisitas.

Fase Minyak:

  • Sunflower oil: 15%
  • Shea butter: 5%
  • Emulsifying wax (NF): 4%

Fase Air:

  • Air murni (distilled water): 70%
  • Gliserin: 3%

Fase Pendinginan:

  • Vitamin E: 0,5%
  • Pengawet yang sesuai (misalnya phenoxyethanol): sesuai rekomendasi pabrik.

Cara pembuatan:

  1. Panaskan fase minyak dan fase air secara terpisah (Β±70 Β°C).
  2. Campur fase air ke fase minyak sambil diaduk hingga homogen.
  3. Dinginkan hingga <40 Β°C, tambahkan vitamin E dan pengawet.
  4. Masukkan ke wadah bersih dan simpan di tempat sejuk.

3. Minyak Pijat Relaksasi

Tujuan: Memberikan efek melembapkan & relaksasi.

Bahan:

  • Sunflower oil: 85%
  • Sweet almond oil: 10%
  • Peppermint essential oil: 2%
  • Lavender essential oil: 3%

Cara pembuatan:

  1. Campurkan sunflower dan almond oil.
  2. Tambahkan peppermint dan lavender oil, aduk rata.
  3. Simpan dalam botol kaca gelap; gunakan secukupnya untuk pijat.

4. Baby Massage Oil

Tujuan: Melembapkan & melindungi kulit bayi.

Bahan:

  • Sunflower cold-pressed oil: 100%

Cara penggunaan:

  • Oleskan tipis pada kulit bayi setelah mandi, pijat lembut.
  • Pastikan minyak tidak mengenai mata atau mulut bayi.

5. Hair Oil untuk Rambut Kering & Kusam

Tujuan: Memberi nutrisi & kilau pada rambut.

Bahan:

  • Sunflower oil: 60%
  • Argan oil: 30%
  • Minyak kelapa murni: 9%
  • Rosemary essential oil: 1%

Cara pembuatan:

  1. Campur semua bahan hingga rata.
  2. Simpan dalam botol kaca gelap.
  3. Oleskan pada batang rambut, biarkan 30 menit sebelum keramas.

Catatan Penting

  • Lakukan uji sensitivitas kulit pada area kecil sebelum penggunaan luas.
  • Gunakan bahan tambahan (terutama minyak esensial) dalam batas aman sesuai IFRA/standar keamanan kosmetik.
  • Untuk formulasi komersial, diperlukan uji stabilitas, keamanan, dan izin BPOM.

Efek emolien dan pelembap kulit

  • Membantu memperbaiki fungsi sawar kulit, meningkatkan kelembapan, dan menenangkan kulit kering atau sensitif.

Antioksidan alami

  • Tokoferol (vitamin E) di dalamnya melindungi sel kulit dari kerusakan oksidatif, memperlambat tanda penuaan dini, dan mendukung regenerasi jaringan.

Mendukung kesehatan kulit pada kondisi inflamasi ringan

  • Dapat membantu meredakan iritasi ringan atau peradangan kulit seperti dermatitis atopik ringan, berkat kandungan asam linoleat yang memperbaiki integritas kulit.

Potensi mempercepat penyembuhan luka ringan

  • Penelitian menunjukkan minyak bunga matahari dapat mempercepat regenerasi jaringan epitel pada luka kecil dan lecet.

Mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala

  • Memberikan kelembapan, mengurangi kekeringan, dan meningkatkan kilau alami rambut saat digunakan sebagai minyak rambut atau bahan masker rambut.

SUNFLOWER / BUNGA MATAHARI CARRIER OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Helianthus annuus L.

INCI name: Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

HS Code: 15159099

CAS#: 8001-21-6

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Press


DESKRIPSI PRODUK:

Sunflower Carrier Oil adalah minyak nabati murni yang diperoleh dari biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) melalui proses pengepresan mekanis pada suhu rendah atau cold-press. Metode ini mempertahankan kualitas alami minyak karena tidak melibatkan pelarut kimia dan meminimalkan paparan panas, sehingga kandungan asam lemak esensial, vitamin E (tokoferol), fitosterol, serta senyawa fenolik tetap terjaga. Minyak yang dihasilkan berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan dengan aroma lembut menyerupai biji ringan hingga netral. Teksturnya ringan dan mudah meresap, menjadikannya pilihan populer sebagai minyak pembawa (carrier oil) dalam aromaterapi, minyak pijat, losion, maupun serum wajah.

Secara kimia, minyak bunga matahari cold-pressed didominasi oleh asam lemak tak jenuh, terutama asam linoleat, asam oleat, asam palmitat, dan stearat. Karakter organoleptik minyak bunga matahari cold-pressed memperlihatkan cairan bening dengan warna kuning pucat hingga emas, bergantung pada varietas dan tingkat pemurnian. Aroma alaminya ringan, sedikit menyerupai kacang atau biji, dan tidak menyengat. Minyak segar tidak memiliki bau tengik; perubahan aroma menjadi asam atau langu dapat menjadi tanda oksidasi akibat penyimpanan yang kurang tepat. Teksturnya halus dan tidak terlalu kental, sehingga mudah diaplikasikan pada kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Sifat ini menjadikannya bahan yang ideal untuk berbagai formulasi kosmetik dan perawatan kulit.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tanaman semusim yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas sebagai sumber biji yang kaya minyak serta memiliki nilai hias dan agronomi yang tinggi. Menurut kajian botani dan agronomi, bunga matahari pertama kali didomestikasi oleh penduduk asli Amerika sekitar 3000–2000 SM sebelum kemudian diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-16 dan berkembang menjadi komoditas penting untuk produksi minyak nabati.

MORFOLOGI UTAMA

  • Batang (Stem):

Bunga matahari memiliki batang tegak yang kokoh, berbentuk silindris, dan permukaannya ditutupi rambut-rambut halus (trikoma). Tinggi tanaman bervariasi, umumnya 1–3 meter, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Batang berfungsi menopang kepala bunga yang besar dan berat.

  • Daun (Leaves):

Daunnya tersusun berselang-seling (alternate), berbentuk ovate hingga cordate (hati), dengan permukaan kasar akibat adanya bulu halus. Daun berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 10–30 cm, dan berwarna hijau tua dengan tulang daun menyirip yang jelas.

  • Sistem Perakaran:

Bunga matahari memiliki sistem akar tunggang yang dalam dengan akar lateral yang menyebar, memungkinkan tanaman ini menyerap air dan nutrisi secara efektif bahkan dari lapisan tanah yang cukup dalam. Sistem akar yang ekstensif juga membuatnya tahan terhadap periode kering sedang.

  • Bunga (Infloresensi):

Struktur khas bunga matahari adalah capitulum atau kepala bunga besar, yang terdiri dari dua tipe bunga:

    • Bunga tepi (ray florets): berwarna kuning terang, steril, dan berfungsi menarik penyerbuk.
    • Bunga tabung (disk florets): berada di pusat, subur, dan menghasilkan biji.
      Diameter capitulum dapat mencapai 10–40 cm, tergantung varietas dan teknik budidaya.
  • Buah dan Biji (Fruit & Seeds):

Buah bunga matahari berupa achene, sering disebut β€œbiji bunga matahari”. Kulit biji keras dan berwarna abu-abu kehitaman atau bergaris putih, sedangkan bagian dalamnya (kernel) kaya akan minyak dengan kandungan lemak sekitar 35–50% berat kering. Kernel inilah yang menjadi bahan baku utama pembuatan minyak bunga matahari.

  • Siklus Hidup:

Sebagai tanaman semusim, bunga matahari menyelesaikan siklus hidupnya dalam 70–120 hari, dimulai dari perkecambahan, pembentukan batang dan daun, pembungaan, pengisian biji, hingga panen. Waktu yang tepat sangat bergantung pada kultivar dan kondisi agroklimat.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) berasal dari kawasan Amerika Utara, di mana tanaman ini telah didomestikasi oleh penduduk asli sekitar 3000–2000 SM. Dalam kebudayaan suku-suku asli Amerika, bunga matahari bukan hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai bahan pangan, pewarna alami, dan obat tradisional. Biji bunga matahari dikonsumsi langsung atau ditumbuk menjadi bubuk untuk campuran makanan, sedangkan kelopak dan bagian lain tanaman digunakan untuk keperluan upacara atau pengobatan tradisional.

Pengenalan bunga matahari ke Eropa dimulai pada awal abad ke-16, setelah penjelajah Spanyol membawa benihnya dari Amerika ke benua tersebut. Awalnya bunga matahari lebih populer sebagai tanaman hias karena bentuk bunganya yang besar dan menarik. Namun, pada awal abad ke-18, nilai ekonominya meningkat setelah ditemukannya teknik pengepresan biji untuk menghasilkan minyak. Catatan sejarah menyebutkan bahwa paten pertama untuk ekstraksi minyak bunga matahari diajukan di Inggris pada tahun 1716, menandai awal perkembangan pemanfaatan bunga matahari sebagai sumber minyak nabati.

Perkembangan produksi minyak bunga matahari secara besar-besaran terjadi di Rusia dan wilayah Eropa Timur pada abad ke-19. Petani Rusia mengembangkan varietas unggul dengan kandungan minyak tinggi, sehingga menjadikan minyak bunga matahari sebagai salah satu komoditas pertanian penting di kawasan tersebut. Selain digunakan sebagai bahan pangan, minyak ini juga menjadi pilihan populer selama masa-masa keagamaan, karena diperbolehkan dikonsumsi saat pantang minyak hewani menurut aturan gereja Ortodoks Rusia.

Memasuki abad ke-20, minyak bunga matahari berkembang menjadi salah satu minyak nabati paling penting di dunia, berdampingan dengan minyak kedelai dan minyak kelapa sawit. Kemajuan teknologi ekstraksi, seperti metode expeller press dan solvent extraction, memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dan kualitas minyak. Pada dekade-dekade berikutnya, varietas bunga matahari dengan kandungan asam oleat tinggi (high-oleic sunflower) mulai dibudidayakan, memberikan minyak dengan stabilitas oksidatif lebih baik dan potensi penggunaan yang lebih luas dalam industri pangan dan kosmetik.

Selain sebagai bahan makanan, minyak bunga matahari juga mendapatkan tempat dalam kosmetika, farmasi, dan aromaterapi. Kandungan vitamin E dan sifat emoliennya membuat minyak ini populer sebagai bahan dasar dalam lotion, krim, minyak pijat, dan serum wajah. Dalam konteks tradisional, minyak bunga matahari telah digunakan oleh beberapa masyarakat untuk merawat kulit kering dan luka ringan, praktik yang kini mendapat dukungan dari penelitian modern mengenai efek emolien dan potensinya dalam mendukung regenerasi kulit.

Pada era modern, minyak bunga matahari hadir dalam dua kategori utama: refined sunflower oil yang digunakan luas sebagai minyak goreng dan bahan makanan olahan, serta cold-pressed sunflower oil yang lebih dipilih untuk konsumsi segar dan penggunaan kosmetik karena mempertahankan komponen minor seperti tokoferol dan fitosterol. Minyak ini kini menjadi bagian penting dalam industri pangan, kesehatan kulit, dan bahkan bioenergi, memperlihatkan fleksibilitasnya dari masa ke masa.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji bunga matahari

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam oleat, linoleat, palmitat

Organoleptik
  • Warna: Cairan berminyak berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan
  • Aroma: Ringan, hambar dan sedikit aroma biji hampir tidak berbau
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu <β€―25β€―Β°C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 12-18 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan