- Pengaruh Minyak Bunga Matahari terhadap Stabilitas Oksidatif
- Sunflower Oil β USDA FoodData Central
- Khairuddin et al., 2022 β Sunflower Oil Properties (MJAS)
- PERDOSKI β Panduan Keamanan Bahan Kosmetik
- Harter et al., 2018 β Sunflower Genetics & Domestication (PMC)
- Fiume et al., 2019 β Safety Assessment of Plant-Derived Oils (PMC)
- Topical Use of Plant Oils for Skin Barrier (PMC)
- Oxidative Stability of Sunflower Oil (PMC)
- Kiechl-Kohlendorfer et al., 2010 β Sunflower Oil on Neonatal Skin (PubMed)
- Rowe et al., 2009 β Handbook of Pharmaceutical Excipients (PubMed)
- Sunflower Cultivation & Uses β MDPI Agriculture 2022
- Advances in Sunflower Production β MDPI Agriculture 2024
- 35 Years of Pharmaceutical Excipients β Whitepaper
- Nutritional Utility & Safety of Sunflower Oil β ResearchGate
- Helianthus annuus β ScienceDirect Topics
- Sunflower Oil β ScienceDirect Topics
- History of the Sunflower β National Sunflower Association
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Bahan
dasar kosmetik dan perawatan kulit
- Digunakan
sebagai carrier oil dalam losion, krim, serum, dan minyak pijat
karena sifat emolien yang melembapkan kulit dan tidak menyumbat pori-pori
(non-comedogenic).
- Kaya
vitamin E yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal
bebas.
Pelindung
dan pelembap kulit bayi
- Minyak
bunga matahari aman digunakan pada kulit bayi untuk membantu menjaga
kelembapan dan mengurangi risiko iritasi ringan.
Minyak
pijat dan aromaterapi
- Berfungsi
sebagai pelarut bagi minyak esensial dalam pijat relaksasi, membantu
memudahkan penyerapan minyak aktif ke kulit.
Formulasi
farmasi dan sediaan topikal
- Sering
menjadi basis dalam pembuatan salep, krim obat, atau sediaan topikal lain
berkat kestabilannya terhadap oksidasi dan sifat pelumas yang baik.
IDE
FORMULASI:
1.
Face Oil / Serum Ringan untuk Kulit NormalβKering
Tujuan:
Melembapkan & melindungi kulit dari radikal bebas.
Bahan:
- Sunflower cold-pressed oil: 70%
- Jojoba oil: 20%
- Vitamin E (Tocopherol): 0,5%
- Lavender essential oil (opsional): 0,5%
- Rosehip oil: 9%
Cara
pembuatan:
- Campur sunflower oil, jojoba, dan
rosehip oil dalam wadah kaca bersih.
- Tambahkan vitamin E dan lavender oil,
aduk perlahan.
- Simpan dalam botol kaca gelap, tutup
rapat.
- Gunakan 2β3 tetes pada wajah setelah
membersihkan kulit, pijat lembut.
2.
Body Lotion Emollient
Tujuan:
Menutrisi kulit kering & meningkatkan elastisitas.
Fase
Minyak:
- Sunflower oil: 15%
- Shea butter: 5%
- Emulsifying wax (NF): 4%
Fase
Air:
- Air murni (distilled water): 70%
- Gliserin: 3%
Fase
Pendinginan:
- Vitamin E: 0,5%
- Pengawet yang sesuai (misalnya
phenoxyethanol): sesuai rekomendasi pabrik.
Cara
pembuatan:
- Panaskan fase minyak dan fase air
secara terpisah (Β±70 Β°C).
- Campur fase air ke fase minyak sambil
diaduk hingga homogen.
- Dinginkan hingga <40 Β°C, tambahkan
vitamin E dan pengawet.
- Masukkan ke wadah bersih dan simpan
di tempat sejuk.
3.
Minyak Pijat Relaksasi
Tujuan:
Memberikan efek melembapkan & relaksasi.
Bahan:
- Sunflower oil: 85%
- Sweet almond oil: 10%
- Peppermint essential oil: 2%
- Lavender essential oil: 3%
Cara
pembuatan:
- Campurkan sunflower dan almond oil.
- Tambahkan peppermint dan lavender
oil, aduk rata.
- Simpan dalam botol kaca gelap;
gunakan secukupnya untuk pijat.
4.
Baby Massage Oil
Tujuan:
Melembapkan & melindungi kulit bayi.
Bahan:
- Sunflower cold-pressed oil: 100%
Cara
penggunaan:
- Oleskan tipis pada kulit bayi setelah
mandi, pijat lembut.
- Pastikan minyak tidak mengenai mata
atau mulut bayi.
5.
Hair Oil untuk Rambut Kering & Kusam
Tujuan:
Memberi nutrisi & kilau pada rambut.
Bahan:
- Sunflower oil: 60%
- Argan oil: 30%
- Minyak kelapa murni: 9%
- Rosemary essential oil: 1%
Cara
pembuatan:
- Campur semua bahan hingga rata.
- Simpan dalam botol kaca gelap.
- Oleskan pada batang rambut, biarkan
30 menit sebelum keramas.
Catatan
Penting
- Lakukan uji sensitivitas kulit
pada area kecil sebelum penggunaan luas.
- Gunakan bahan tambahan (terutama
minyak esensial) dalam batas aman sesuai IFRA/standar keamanan kosmetik.
- Untuk formulasi komersial, diperlukan
uji stabilitas, keamanan, dan izin BPOM.
Efek
emolien dan pelembap kulit
- Membantu
memperbaiki fungsi sawar kulit, meningkatkan kelembapan, dan menenangkan
kulit kering atau sensitif.
Antioksidan
alami
- Tokoferol
(vitamin E) di dalamnya melindungi sel kulit dari kerusakan oksidatif,
memperlambat tanda penuaan dini, dan mendukung regenerasi jaringan.
Mendukung
kesehatan kulit pada kondisi inflamasi ringan
- Dapat
membantu meredakan iritasi ringan atau peradangan kulit seperti dermatitis
atopik ringan, berkat kandungan asam linoleat yang memperbaiki integritas
kulit.
Potensi
mempercepat penyembuhan luka ringan
- Penelitian
menunjukkan minyak bunga matahari dapat mempercepat regenerasi jaringan
epitel pada luka kecil dan lecet.
Mendukung
kesehatan rambut dan kulit kepala
- Memberikan
kelembapan, mengurangi kekeringan, dan meningkatkan kilau alami rambut
saat digunakan sebagai minyak rambut atau bahan masker rambut.
SUNFLOWER
/ BUNGA MATAHARI CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Helianthus annuus L.
INCI
name: Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Press
DESKRIPSI
PRODUK:
Sunflower
Carrier Oil adalah minyak nabati murni yang diperoleh dari biji bunga matahari
(Helianthus annuus L.) melalui proses pengepresan mekanis pada suhu
rendah atau cold-press. Metode ini mempertahankan kualitas alami minyak
karena tidak melibatkan pelarut kimia dan meminimalkan paparan panas, sehingga
kandungan asam lemak esensial, vitamin E (tokoferol), fitosterol, serta senyawa
fenolik tetap terjaga. Minyak yang dihasilkan berwarna kuning pucat hingga
kuning keemasan dengan aroma lembut menyerupai biji ringan hingga netral.
Teksturnya ringan dan mudah meresap, menjadikannya pilihan populer sebagai
minyak pembawa (carrier oil) dalam aromaterapi, minyak pijat, losion,
maupun serum wajah.
Secara
kimia, minyak bunga matahari cold-pressed didominasi oleh asam lemak tak jenuh,
terutama asam linoleat, asam oleat, asam palmitat, dan stearat. Karakter
organoleptik minyak bunga matahari cold-pressed memperlihatkan cairan bening
dengan warna kuning pucat hingga emas, bergantung pada varietas dan tingkat
pemurnian. Aroma alaminya ringan, sedikit menyerupai kacang atau biji, dan tidak
menyengat. Minyak segar tidak memiliki bau tengik; perubahan aroma menjadi asam
atau langu dapat menjadi tanda oksidasi akibat penyimpanan yang kurang tepat.
Teksturnya halus dan tidak terlalu kental, sehingga mudah diaplikasikan pada
kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Sifat ini menjadikannya bahan yang ideal
untuk berbagai formulasi kosmetik dan perawatan kulit.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Bunga
matahari (Helianthus annuus L.) adalah tanaman semusim yang termasuk
dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas sebagai sumber biji yang kaya
minyak serta memiliki nilai hias dan agronomi yang tinggi. Menurut kajian
botani dan agronomi, bunga matahari pertama kali didomestikasi oleh penduduk
asli Amerika sekitar 3000β2000 SM sebelum kemudian diperkenalkan ke Eropa pada
abad ke-16 dan berkembang menjadi komoditas penting untuk produksi minyak
nabati.
MORFOLOGI
UTAMA
- Batang
(Stem):
Bunga matahari
memiliki batang tegak yang kokoh, berbentuk silindris, dan permukaannya ditutupi
rambut-rambut halus (trikoma). Tinggi tanaman bervariasi, umumnya 1β3 meter,
tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Batang berfungsi menopang kepala
bunga yang besar dan berat.
- Daun
(Leaves):
Daunnya tersusun
berselang-seling (alternate), berbentuk ovate hingga cordate (hati), dengan
permukaan kasar akibat adanya bulu halus. Daun berukuran besar, panjangnya
dapat mencapai 10β30 cm, dan berwarna hijau tua dengan tulang daun menyirip
yang jelas.
- Sistem
Perakaran:
Bunga matahari
memiliki sistem akar tunggang yang dalam dengan akar lateral yang menyebar,
memungkinkan tanaman ini menyerap air dan nutrisi secara efektif bahkan dari
lapisan tanah yang cukup dalam. Sistem akar yang ekstensif juga membuatnya
tahan terhadap periode kering sedang.
- Bunga
(Infloresensi):
Struktur khas
bunga matahari adalah capitulum atau kepala bunga besar, yang terdiri dari dua
tipe bunga:
- Bunga
tepi (ray florets): berwarna kuning terang, steril, dan berfungsi menarik
penyerbuk.
- Bunga
tabung (disk florets): berada di pusat, subur, dan menghasilkan biji.
Diameter capitulum dapat mencapai 10β40 cm, tergantung varietas dan teknik budidaya. - Buah
dan Biji (Fruit & Seeds):
Buah bunga
matahari berupa achene, sering disebut βbiji bunga matahariβ. Kulit biji keras
dan berwarna abu-abu kehitaman atau bergaris putih, sedangkan bagian dalamnya
(kernel) kaya akan minyak dengan kandungan lemak sekitar 35β50% berat kering.
Kernel inilah yang menjadi bahan baku utama pembuatan minyak bunga matahari.
- Siklus
Hidup:
Sebagai tanaman
semusim, bunga matahari menyelesaikan siklus hidupnya dalam 70β120 hari,
dimulai dari perkecambahan, pembentukan batang dan daun, pembungaan, pengisian
biji, hingga panen. Waktu yang tepat sangat bergantung pada kultivar dan
kondisi agroklimat.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Bunga
matahari (Helianthus annuus L.) berasal dari kawasan Amerika Utara, di
mana tanaman ini telah didomestikasi oleh penduduk asli sekitar 3000β2000 SM.
Dalam kebudayaan suku-suku asli Amerika, bunga matahari bukan hanya
dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai bahan pangan, pewarna
alami, dan obat tradisional. Biji bunga matahari dikonsumsi langsung atau
ditumbuk menjadi bubuk untuk campuran makanan, sedangkan kelopak dan bagian
lain tanaman digunakan untuk keperluan upacara atau pengobatan tradisional.
Pengenalan
bunga matahari ke Eropa dimulai pada awal abad ke-16, setelah penjelajah
Spanyol membawa benihnya dari Amerika ke benua tersebut. Awalnya bunga matahari
lebih populer sebagai tanaman hias karena bentuk bunganya yang besar dan
menarik. Namun, pada awal abad ke-18, nilai ekonominya meningkat setelah
ditemukannya teknik pengepresan biji untuk menghasilkan minyak. Catatan sejarah
menyebutkan bahwa paten pertama untuk ekstraksi minyak bunga matahari diajukan
di Inggris pada tahun 1716, menandai awal perkembangan pemanfaatan bunga
matahari sebagai sumber minyak nabati.
Perkembangan
produksi minyak bunga matahari secara besar-besaran terjadi di Rusia dan
wilayah Eropa Timur pada abad ke-19. Petani Rusia mengembangkan varietas unggul
dengan kandungan minyak tinggi, sehingga menjadikan minyak bunga matahari
sebagai salah satu komoditas pertanian penting di kawasan tersebut. Selain
digunakan sebagai bahan pangan, minyak ini juga menjadi pilihan populer selama
masa-masa keagamaan, karena diperbolehkan dikonsumsi saat pantang minyak hewani
menurut aturan gereja Ortodoks Rusia.
Memasuki
abad ke-20, minyak bunga matahari berkembang menjadi salah satu minyak nabati
paling penting di dunia, berdampingan dengan minyak kedelai dan minyak kelapa
sawit. Kemajuan teknologi ekstraksi, seperti metode expeller press dan solvent
extraction, memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dan kualitas
minyak. Pada dekade-dekade berikutnya, varietas bunga matahari dengan kandungan
asam oleat tinggi (high-oleic sunflower) mulai dibudidayakan, memberikan minyak
dengan stabilitas oksidatif lebih baik dan potensi penggunaan yang lebih luas
dalam industri pangan dan kosmetik.
Selain
sebagai bahan makanan, minyak bunga matahari juga mendapatkan tempat dalam
kosmetika, farmasi, dan aromaterapi. Kandungan vitamin E dan sifat emoliennya
membuat minyak ini populer sebagai bahan dasar dalam lotion, krim, minyak
pijat, dan serum wajah. Dalam konteks tradisional, minyak bunga matahari telah
digunakan oleh beberapa masyarakat untuk merawat kulit kering dan luka ringan,
praktik yang kini mendapat dukungan dari penelitian modern mengenai efek
emolien dan potensinya dalam mendukung regenerasi kulit.
Pada
era modern, minyak bunga matahari hadir dalam dua kategori utama: refined
sunflower oil yang digunakan luas sebagai minyak goreng dan bahan makanan
olahan, serta cold-pressed sunflower oil yang lebih dipilih untuk konsumsi
segar dan penggunaan kosmetik karena mempertahankan komponen minor seperti
tokoferol dan fitosterol. Minyak ini kini menjadi bagian penting dalam industri
pangan, kesehatan kulit, dan bahkan bioenergi, memperlihatkan fleksibilitasnya
dari masa ke masa.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji bunga matahari Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam oleat, linoleat, palmitat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|