Mendukung
Kesehatan Sistem Pencernaan
- Digunakan secara tradisional sebagai karminatif, membantu mengurangi
rasa kembung, rasa penuh di perut, dan ketidaknyamanan pencernaan ringan.
Aktivitas ini dikaitkan dengan efek relaksasi otot polos saluran cerna oleh
senyawa terpenoid.
Efek
Relaksasi dan Keseimbangan Emosional
- Aroma hangat, pedas, dan segar memberikan efek menenangkan, membantu
meredakan stres ringan, ketegangan mental, dan kelelahan emosional melalui
stimulasi sistem limbik.
Mendukung
Fungsi Pernapasan (Aromatik)
- Kandungan 1,8-cineole memberikan sensasi segar dan bersih pada saluran napas,
membantu menciptakan perasaan napas lebih lega saat digunakan dalam aromaterapi
atau inhalasi uap.
Efek
Penghangat dan Relaksasi Otot Ringan
- Digunakan secara topikal dalam bentuk terencerkan untuk membantu memberikan
sensasi hangat dan mendukung relaksasi otot setelah aktivitas fisik.
Aktivitas
Antimikroba Pendukung
- Studi in vitro menunjukkan minyak atsiri dari genus Amomum memiliki
aktivitas antimikroba terhadap beberapa mikroorganisme, sehingga mendukung
penggunaannya dalam produk perawatan diri dan kebersihan berbasis bahan alam.
Aktivitas
Antioksidan Alami
- Senyawa bioaktif dalam minyak ini menunjukkan kemampuan menangkap radikal
bebas, mendukung perlindungan sel secara tidak langsung dari stres oksidatif.
Stimulasi
Sensorik dan Vitalitas
- Aroma khas kapulaga memberikan efek menyegarkan yang dapat membantu
meningkatkan kewaspadaan ringan dan rasa vitalitas.
Catatan
Penting
- Manfaat
terapeutik di atas tidak dimaksudkan sebagai klaim medis
- Berdasarkan penggunaan tradisional, studi fitokimia, dan penelitian in vitro
- Penggunaan
harus diencerkan dengan benar dan mengikuti pedoman keamanan minyak
atsiri
- Analyzing Essential Oil Yield and 1,8-Cineole Content in Cardamom Leaf Essential Oil in Agroforestry Systems
- Identification of Essential Oil from Amomum compactum with GC-MS Analysis
- Chemical Compounds, Physicochemical Properties, and Antioxidant Activity of Amomum cardamomum Oils at Different Distillation Times
- Optimization of Cardamom Fruit (Amomum compactum) Extraction Focused on Total Terpenoid Extraction and Cytotoxic Activity Using Response Surface Methodology (PDF)
- Optimization of Cardamom Fruit (Amomum compactum) Extraction Focused on Total Terpenoid Extraction and Cytotoxic Activity Using Response Surface Methodology
- Addition of Amomum compactum Essential Oil on Ruminal Feed Fermentation In-Vitro
- Creating a Low-Cost Dryer for Javanese Cardamom (Amomum compactum) to Empower Farmers Group in Burno Village, Indonesia
- Propagation of Cardamom (Amomum compactum) Using Vitamin B1 and Indole Butyric Acid
- Nanoemulsion Formulation of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) and Its In Vitro Anti-Aging Activity
- The Optimization of Essential Oil Extraction from Java Cardamom
- Nephroprotective Effects of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) on Kidney Cells
- Effectiveness of Amomum compactum Essential Oil Nanoemulsion on Growth and Immunity (PDF)
- Antibacterial and ACE Inhibition Activities of Essential Oil from Java Cardamom (Amomum compactum) Fruit
- Qualitative Analysis of Amomum cardamomum Essential Oil Using GC-MS (PDF)
- Qualitative Analysis of Amomum cardamomum Essential Oil by GC-MS through Fragmentation and Retention Indices Calculation
- Composition of Metabolic Secondary Compounds in Standardized Javanese Cardamom (Amomum compactum) (PDF)
- Nanoemulsion Formulation of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) and Its In Vitro Anti-Aging Activity
- Effects of Methods and Durations of Extraction on Total Flavonoid and Phenolic Contents and Antioxidant Activity of Java Cardamom (Amomum compactum)
- Composition Comparison of Essential Oils Extracted by Hydrodistillation and Microwave-Assisted Hydrodistillation from Amomum kravanh and Amomum compactum
- Phytochemistry and Biological Activities of Amomum Species
- Evaluation of Essential Oils from Cardamom and Related Species in Food and Pharmaceutical Applications
- Bioactivity of Amomum compactum Soland ex Maton (Java Cardamom) as a Natural Antibacterial (PDF)
Kegunaan
Cardamom Java Essential Oil mencakup aplikasi industri dan non-industri,
yang keduanya didukung oleh karakter aromatik, volatilitas, dan komposisi
kimia minyak atsiri dari genus Amomum.
A.
Bidang Industri
- Industri
Flavor & Fragrance
Digunakan sebagai bahan aromatik alami untuk memberikan karakter hangat, pedas, dan aromatik pada parfum, fragrance compound, dan flavor formulation. Minyak ini berperan sebagai middle note yang memberikan kedalaman dan keseimbangan aroma. - Industri
Kosmetik & Personal Care
Dimanfaatkan sebagai bahan aktif aromatik dalam sabun, body wash, lotion, balm, dan produk perawatan tubuh lainnya. Senyawa monoterpen dan ester terpenoid berkontribusi terhadap aroma serta potensi aktivitas antimikroba ringan. - Industri
Aromaterapi & Wellness
Digunakan dalam produk diffuser oil, massage oil, dan roll-on aromatherapy untuk menciptakan efek relaksasi dan kenyamanan sensorik. - Industri
Farmasi Tradisional & Herbal
Digunakan sebagai adjuvan aromatik dan karminatif dalam formulasi herbal untuk meningkatkan palatabilitas dan mendukung fungsi pencernaan. - Industri
Home Care & Household Products
Digunakan sebagai pewangi alami dalam produk pembersih, lilin aromatik, dan pengharum ruangan berbasis bahan alam.
B.
Bidang Non-Industri (Tradisional & Penggunaan Langsung)
- Penggunaan
Tradisional & Etnomedisin
Digunakan secara turun-temurun dalam ramuan herbal dan jamu sebagai bahan penghangat dan pendukung pencernaan. - Aromaterapi
Personal
Digunakan dalam diffuser atau inhalasi uap untuk memberikan efek segar, nyaman, dan menenangkan. - Perawatan
Tubuh Rumahan (Topikal Terencerkan)
Digunakan dalam minyak pijat atau balsem herbal untuk memberikan sensasi hangat dan relaksasi otot ringan.
A. Formulasi Minyak Pijat
Aromaterapi (Topikal – Personal & UMKM)
Tujuan Formulasi
Memberikan efek relaksasi,
penghangat ringan, dan kenyamanan otot, serta mendukung sensasi aromatik
khas kapulaga.
Bahan
- Cardamom Java Essential
Oil : 0,5–1,0%
- Carrier oil (Sweet Almond
Oil / Jojoba Oil) : 99–99,5%
- (Opsional) Vitamin E
(Tocopherol) : 0,1% sebagai antioksidan
Konsentrasi ini sesuai
dengan rekomendasi keamanan topikal minyak atsiri monoterpen dalam literatur
aromaterapi ilmiah.
Cara Pembuatan
- Timbang carrier oil
sesuai kebutuhan batch.
- Tambahkan Cardamom Java
Essential Oil secara perlahan sambil diaduk homogen.
- Tambahkan vitamin E jika
digunakan.
- Aduk hingga tercampur
sempurna dan masukkan ke dalam botol kaca gelap.
Cara Pemakaian
- Oleskan secukupnya pada
area tubuh yang diinginkan
- Gunakan 1–2 kali sehari
- Hindari area mata dan
membran mukosa
Pengamanan &
Pengujian
- Patch test
pada kulit selama 24 jam sebelum penggunaan rutin
- Uji stabilitas aroma pada
penyimpanan 30 hari
- Untuk industri: uji
mikroba dasar dan uji stabilitas oksidatif
B. Formulasi Inhalasi
Aromaterapi (Personal & Klinik Wellness)
Tujuan Formulasi
Memberikan efek aromatik
segar, relaksasi mental ringan, dan kenyamanan pernapasan.
Bahan
- Cardamom Java Essential
Oil : 2–3 tetes
- Air hangat : ±250 ml
atau - Diffuser aromaterapi
(tanpa air panas)
Cara Pembuatan &
Pemakaian
Metode uap:
- Teteskan
minyak atsiri ke dalam air hangat
- Hirup
uap aromatik selama 5–10 menit
Metode diffuser:
- Tambahkan
3–5 tetes ke diffuser
- Gunakan
maksimal 30–60 menit per sesi
Pengamanan
- Tidak dianjurkan untuk
penderita asma tanpa pengawasan
- Hentikan penggunaan jika
muncul iritasi saluran napas
C. Formulasi Roll-On
Aromaterapi (Personal & Retail)
Tujuan Formulasi
Aromaterapi praktis untuk
relaksasi cepat dan stimulasi ringan.
Bahan
- Cardamom Java Essential
Oil : 1%
- Fractionated Coconut Oil
: 99%
Cara Pembuatan
- Campurkan minyak atsiri
dan carrier oil
- Aduk hingga homogen
- Tuangkan ke botol roll-on
steril
Cara Pemakaian
- Aplikasikan pada
pergelangan tangan atau belakang telinga
- Gunakan saat dibutuhkan
Pengujian
- Uji iritasi kulit ringan
- Uji kestabilan visual dan
aroma
D. Formulasi Industri –
Bahan Aktif Kosmetik Aromatik
Tujuan Formulasi
Digunakan sebagai aromatic
functional ingredient dalam produk kosmetik (sabun cair, body wash, balm).
Dosis Umum Industri
- 0,1–0,5%
dari total formula
(Sesuai batas aman minyak atsiri monoterpen dalam kosmetik)
Aplikasi
- Ditambahkan pada fase
akhir (cooling phase <40°C)
- Dicampur merata untuk
menjaga stabilitas volatil
Pengamanan &
Pengujian Industri
- Uji stabilitas fisik
& kimia
- Uji iritasi kulit (HRIPT
atau in vitro alternatif)
- Uji kompatibilitas
kemasan
- Kepatuhan IFRA &
standar kosmetik regional
E. Formulasi Flavor
Aromatik (Industri Pangan – Konseptual)
Catatan:
Untuk aplikasi pangan wajib mengikuti regulasi BPOM/EFSA/FDA.
Fungsi
Sebagai flavor
enhancer alami dengan karakter hangat dan pedas.
Dosis Literatur
- Digunakan dalam kadar sangat
rendah (<0,01%)
Pengujian Wajib
- Uji toksikologi bahan
- Uji sensori
- Uji stabilitas termal
Catatan Keamanan Umum
(Ilmiah)
- Selalu gunakan dalam kondisi
terencerkan
- Tidak dianjurkan untuk bayi, ibu hamil, dan menyusui tanpa konsultasi profesional
- Penyimpanan yang tepat
mencegah oksidasi senyawa monoterpen yang dapat meningkatkan risiko iritasi
Sertifikat
Halal: 33110034666001125
Dokumen
Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet
(MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikasi CITES (permintaan
untuk ekspor spesies dilindungi)
- Minyak
Cardamom Java esensial bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis,
mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
- Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
- Penggunaan
terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.
CARDAMOM
JAVA ESSENTIAL OIL / MINYAK ATSIRI KAPULAGA JAWA By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI name: Amomum
Cardamomum Seed Oil
Kategori Produk: Single Essential oil, purity: 100
HS Code: 33012990
CAS#: -
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi uap
DESKRIPSI
PRODUK:
Cardamom Java Essential
Oil
merupakan minyak atsiri alami yang diperoleh dari biji atau buah kering
(seed pod) tanaman Kapulaga Jawa dengan nama ilmiah Amomum cardamomum
var. javanicum, anggota famili Zingiberaceae. Minyak atsiri ini
diekstraksi menggunakan metode destilasi uap (steam distillation), yaitu
teknik standar dalam industri minyak atsiri yang bertujuan untuk mengekstraksi
senyawa volatil aromatik tanpa merusak struktur kimia aktif akibat panas
berlebih. Metode ini terbukti efektif untuk mempertahankan integritas senyawa
monoterpen dan ester aromatik yang menjadi penentu utama aroma dan aktivitas
biologis minyak kapulaga.
Secara ilmiah, minyak
atsiri dari genus Amomum diketahui memiliki profil fitokimia khas
yang didominasi oleh senyawa volatil seperti 1,8-cineole (eucalyptol),
α-terpinyl acetate, limonene, linalool, dan sabinene. Amomum cardamomum
memiliki karakter aromatik yang lebih hangat, pedas, dan herbal
dibandingkan kapulaga hijau (Elettaria cardamomum), dengan intensitas
balsamik yang lebih lembut namun tahan lama.
Dari sisi spesifikasi
fisik, Cardamom Java Essential Oil umumnya berbentuk cairan jernih
dengan warna tidak berwarna hingga kuning pucat, bergantung pada
konsentrasi pigmen alami dan tingkat oksidasi minimal selama penyimpanan.
Minyak ini bersifat mudah menguap, tidak larut dalam air, namun larut
dalam etanol dan minyak nabati, sesuai dengan karakteristik umum minyak
atsiri berbasis monoterpen. Sifat ini menjadikan Cardamom Java Essential Oil
sesuai untuk diaplikasikan dalam formulasi aromaterapi, flavor, fragrance,
serta produk kosmetik berbasis minyak.
Secara organoleptik,
Cardamom Java Essential Oil memiliki aroma khas yang hangat, pedas, segar,
dan sedikit manis, dengan nuansa herbal dan balsamik yang lembut. Aroma
awal (top note) cenderung segar dan sedikit kamforaseus akibat kandungan
1,8-cineole, diikuti oleh aroma tengah (middle note) yang hangat dan aromatik
dari ester terpenoid seperti α-terpinyl acetate. Pada fase akhir (base note),
muncul kesan lembut, agak kayu, dan sedikit manis yang memberikan kedalaman
aroma serta daya tahan volatil yang baik. Karakter sensorik ini menjadikan
minyak atsiri Kapulaga Jawa bernilai tinggi sebagai bahan aromatik alami
dan pembeda dari jenis kapulaga lain di pasar global.
Dari sudut pandang ilmiah
dan industri, kombinasi antara profil kimia, kestabilan volatil, serta
karakter aroma yang kompleks menjadikan Cardamom Java Essential Oil sebagai
bahan baku yang potensial untuk aplikasi farmasi tradisional, aromaterapi
modern, serta industri flavor dan fragrance berbasis bahan alam. Seluruh
karakteristik deskriptif dan spesifikasi umum ini didukung oleh kajian
fitokimia dan etnofarmakologi yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah
bereputasi dan dapat diakses secara terbuka.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Kapulaga
Jawa merupakan tanaman aromatik dari famili Zingiberaceae, yang secara
botani tergolong dalam genus Amomum. Spesies ini banyak tumbuh di
wilayah tropis Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dan telah lama dibudidayakan
maupun tumbuh semi-liar di hutan lembap. Dalam literatur botani, Amomum
cardamomum var. javanicum dikenal sebagai salah satu sumber kapulaga
lokal yang kaya minyak atsiri dan memiliki karakter morfologi khas dibandingkan
kapulaga India (Elettaria cardamomum).
Klasifikasi
Botani
- Kingdom:
Plantae
- Divisio:
Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
- Kelas:
Liliopsida (monokotil)
- Ordo:
Zingiberales
- Famili:
Zingiberaceae
- Genus: Amomum
- Spesies: Amomum
cardamomum
- Varietas: javanicum
Klasifikasi
ini didukung oleh kajian taksonomi dan revisi sistematika Zingiberaceae yang
banyak digunakan dalam publikasi botani tropis dan flora regional Asia
Tenggara.
Morfologi
Tanaman
- Kapulaga Jawa merupakan tanaman herba tahunan berumpun yang tumbuh dari rimpang (rhizome) bawah tanah. Tanaman ini dapat mencapai tinggi antara 1,5 hingga 3 meter, tergantung kondisi lingkungan. Seperti anggota Zingiberaceae lainnya, batang yang tampak di atas tanah sebenarnya adalah batang semu, yang terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus.
2.
Rimpang (Rhizome)
- Rimpang
berwarna coklat muda hingga coklat kekuningan
- Bersifat
aromatik ketika dipotong atau diremas
3.
Daun
- Daun
berbentuk lanset hingga lonjong memanjang
- Panjang
daun dapat mencapai 30–60 cm
- Ujung
daun meruncing, tepi rata
- Permukaan
daun berwarna hijau tua, bagian bawah lebih pucat
- Memiliki
aroma ringan khas kapulaga bila diremas
- Struktur
daun ini berperan dalam fotosintesis dan mendukung produksi metabolit sekunder
melalui jalur biosintesis terpenoid.
4.
Bunga
- Bunga
muncul dari pangkal rimpang atau dekat permukaan tanah
- Tersusun
dalam tandan atau malai pendek
- Warna
bunga bervariasi dari putih kekuningan hingga kemerahan
- Memiliki
struktur khas Zingiberaceae dengan labellum (bibir bunga) yang berkembang
- Morfologi
bunga ini penting dalam identifikasi taksonomi genus Amomum dan
membedakannya dari genus kapulaga lain.
5.
Buah (Kapsul)
- Buah
berbentuk bulat hingga lonjong
- Kulit
buah tebal dan kasar
- Warna
buah hijau saat muda dan berubah menjadi coklat keabu-abuan saat dikeringkan
- Buah
mengandung banyak biji kecil yang tersusun rapat
- Buah
inilah yang menjadi bahan baku utama untuk produksi Cardamom Java
Essential Oil setelah melalui proses pengeringan.
6.
Biji (Seed Pod Content)
- Biji
berukuran kecil, berwarna coklat kehitaman
- Memiliki
aroma kuat dan khas
- Mengandung
kelenjar minyak atsiri tempat terakumulasinya senyawa volatil
- Berbagai
studi mikroskopik dan fitokimia menunjukkan bahwa biji merupakan bagian tanaman
dengan kandungan minyak atsiri tertinggi, sehingga secara ilmiah paling
relevan untuk proses destilasi.
Habitat
dan Kondisi Tumbuh
Kapulaga
Jawa tumbuh optimal pada:
- Iklim
tropis lembap
- Curah
hujan tinggi (≥ 2.000 mm/tahun)
- Tanah
gembur, kaya bahan organik
- Ketinggian
sekitar 200–1.200 mdpl
- Lingkungan
tumbuh ini berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kuantitas minyak
atsiri, sebagaimana dilaporkan dalam studi agronomi dan fitokimia tanaman
aromatik tropis.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Kapulaga
Jawa (Amomum cardamomum var. javanicum) telah lama dikenal dan
dimanfaatkan oleh masyarakat Asia Tenggara, khususnya di wilayah Nusantara,
jauh sebelum minyak atsirinya diproduksi secara terpisah. Dalam konteks sejarah
botani dan etnobotani, tanaman dari genus Amomum telah tercatat sebagai rempah
aromatik dan tanaman obat tradisional yang digunakan dalam berbagai sistem
pengobatan Asia, termasuk pengobatan tradisional Melayu, Jawa, serta praktik
etnomedisin di wilayah Thailand, Laos, dan Vietnam. Pada periode awal,
pemanfaatan kapulaga lebih difokuskan pada buah dan bijinya secara utuh,
baik sebagai bumbu masakan, bahan jamu, maupun campuran ramuan herbal.
Sejarah
penggunaan Cardamom Java Essential Oil sendiri tidak dapat dilepaskan
dari perkembangan teknik destilasi. Meskipun praktik destilasi sederhana telah
dikenal di Asia sejak berabad-abad lalu, produksi minyak atsiri dari kapulaga
secara sistematis baru berkembang pesat seiring kemajuan ilmu kimia dan farmasi
pada abad ke-18 hingga ke-19. Pada masa ini, peneliti dan farmakolog
mulai memisahkan minyak atsiri dari bahan tanaman untuk mempelajari komponen
volatil yang bertanggung jawab terhadap aroma dan aktivitas biologisnya.
Literatur farmakognosi klasik mencatat bahwa minyak atsiri kapulaga diperoleh
dari biji kering melalui destilasi uap dan digunakan sebagai bahan aromatik
serta agen karminatif.
Dalam
tradisi pengobatan Jawa dan Melayu, kapulaga dikenal sebagai bahan yang
bersifat menghangatkan, aromatik, dan mendukung fungsi pencernaan.
Ramuan berbasis kapulaga sering digunakan untuk mengatasi keluhan perut
kembung, rasa mual, serta sebagai tonikum ringan untuk meningkatkan stamina.
Seiring waktu, pemahaman empiris ini kemudian diperkuat oleh kajian ilmiah yang
menunjukkan bahwa senyawa volatil seperti 1,8-cineole, α-terpinyl acetate,
dan monoterpen lainnya memiliki efek fisiologis yang relevan dengan
penggunaan tradisional tersebut. Dengan demikian, minyak atsiri kapulaga mulai
dipandang sebagai bentuk ekstrak terkonsentrasi yang lebih stabil dan
terstandar.
Pada
awal abad ke-20, minyak atsiri dari berbagai spesies Amomum, termasuk
kapulaga Jawa, mulai masuk ke dalam farmakope dan literatur ilmiah Barat
sebagai bahan aromatik dan adjuvan dalam sediaan farmasi. Minyak ini digunakan
dalam formulasi obat tradisional modern, terutama sebagai carminative agent,
flavoring agent, dan fragrance component. Perkembangan metode analisis
seperti kromatografi gas (GC) dan spektrometri massa (MS) pada pertengahan abad
ke-20 memungkinkan identifikasi komponen kimia minyak kapulaga secara lebih
rinci, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaannya.
Dalam
konteks industri modern, Cardamom Java Essential Oil kemudian berkembang tidak
hanya sebagai bahan obat tradisional, tetapi juga sebagai bahan baku
industri aromaterapi, kosmetik, parfum, dan pangan fungsional. Studi
etnofarmakologi dan fitokimia kontemporer menunjukkan bahwa minyak atsiri
kapulaga dari genus Amomum memiliki aktivitas biologis yang mendukung
penggunaannya secara tradisional, termasuk aktivitas antimikroba, antioksidan,
dan stimulasi pencernaan ringan. Hal ini mendorong meningkatnya minat terhadap
kapulaga Jawa sebagai sumber minyak atsiri lokal Indonesia yang memiliki
nilai ekonomi dan ilmiah.
Dengan demikian, sejarah Cardamom Java Essential Oil dapat dipahami sebagai sebuah evolusi dari pemanfaatan tradisional berbasis empiris menuju penggunaan berbasis sains dan standarisasi modern. Minyak atsiri ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan etnobotani, perkembangan teknologi destilasi, serta validasi ilmiah melalui penelitian fitokimia dan farmakologi, yang menjadikannya relevan hingga saat ini dalam berbagai aplikasi berbasis bahan alam.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Biji/buah kering (seed pod) dari Amomum Cardamomum Var. Javanicum Asal: Jawa - Indonesia |
| Penanaman | Dipanen dan dibudidayakan di wilayah tropis Indonesia agar berkelanjutan |
| Isi | Terpenyl Acetate, 1,8 Cineole, Linalyl Acetate, Linalool, Alpha-Terpineol |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle note |
| Blend well | Bergamot, Sweet Orange, Cinnamon, Clove, Nutmeg, Cedarwood, Sandalwood, Lavender, Rosemary Oil |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya. |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




