Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan

  • Digunakan secara tradisional sebagai karminatif, membantu mengurangi rasa kembung, rasa penuh di perut, dan ketidaknyamanan pencernaan ringan. Aktivitas ini dikaitkan dengan efek relaksasi otot polos saluran cerna oleh senyawa terpenoid.

Efek Relaksasi dan Keseimbangan Emosional

  • Aroma hangat, pedas, dan segar memberikan efek menenangkan, membantu meredakan stres ringan, ketegangan mental, dan kelelahan emosional melalui stimulasi sistem limbik.

Mendukung Fungsi Pernapasan (Aromatik)

  • Kandungan 1,8-cineole memberikan sensasi segar dan bersih pada saluran napas, membantu menciptakan perasaan napas lebih lega saat digunakan dalam aromaterapi atau inhalasi uap.

Efek Penghangat dan Relaksasi Otot Ringan

  • Digunakan secara topikal dalam bentuk terencerkan untuk membantu memberikan sensasi hangat dan mendukung relaksasi otot setelah aktivitas fisik.

Aktivitas Antimikroba Pendukung

  • Studi in vitro menunjukkan minyak atsiri dari genus Amomum memiliki aktivitas antimikroba terhadap beberapa mikroorganisme, sehingga mendukung penggunaannya dalam produk perawatan diri dan kebersihan berbasis bahan alam.

Aktivitas Antioksidan Alami

  • Senyawa bioaktif dalam minyak ini menunjukkan kemampuan menangkap radikal bebas, mendukung perlindungan sel secara tidak langsung dari stres oksidatif.

Stimulasi Sensorik dan Vitalitas

  • Aroma khas kapulaga memberikan efek menyegarkan yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan ringan dan rasa vitalitas.

Catatan Penting

  • Manfaat terapeutik di atas tidak dimaksudkan sebagai klaim medis
  • Berdasarkan penggunaan tradisional, studi fitokimia, dan penelitian in vitro
  • Penggunaan harus diencerkan dengan benar dan mengikuti pedoman keamanan minyak atsiri
  1. Analyzing Essential Oil Yield and 1,8-Cineole Content in Cardamom Leaf Essential Oil in Agroforestry Systems
  2. Identification of Essential Oil from Amomum compactum with GC-MS Analysis
  3. Chemical Compounds, Physicochemical Properties, and Antioxidant Activity of Amomum cardamomum Oils at Different Distillation Times
  4. Optimization of Cardamom Fruit (Amomum compactum) Extraction Focused on Total Terpenoid Extraction and Cytotoxic Activity Using Response Surface Methodology (PDF)
  5. Optimization of Cardamom Fruit (Amomum compactum) Extraction Focused on Total Terpenoid Extraction and Cytotoxic Activity Using Response Surface Methodology
  6. Addition of Amomum compactum Essential Oil on Ruminal Feed Fermentation In-Vitro
  7. Creating a Low-Cost Dryer for Javanese Cardamom (Amomum compactum) to Empower Farmers Group in Burno Village, Indonesia
  8. Propagation of Cardamom (Amomum compactum) Using Vitamin B1 and Indole Butyric Acid
  9. Nanoemulsion Formulation of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) and Its In Vitro Anti-Aging Activity
  10. The Optimization of Essential Oil Extraction from Java Cardamom
  11. Nephroprotective Effects of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) on Kidney Cells
  12. Effectiveness of Amomum compactum Essential Oil Nanoemulsion on Growth and Immunity (PDF)
  13. Antibacterial and ACE Inhibition Activities of Essential Oil from Java Cardamom (Amomum compactum) Fruit
  14. Qualitative Analysis of Amomum cardamomum Essential Oil Using GC-MS (PDF)
  15. Qualitative Analysis of Amomum cardamomum Essential Oil by GC-MS through Fragmentation and Retention Indices Calculation
  16. Composition of Metabolic Secondary Compounds in Standardized Javanese Cardamom (Amomum compactum) (PDF)
  17. Nanoemulsion Formulation of Cardamom Essential Oil (Amomum compactum) and Its In Vitro Anti-Aging Activity
  18. Effects of Methods and Durations of Extraction on Total Flavonoid and Phenolic Contents and Antioxidant Activity of Java Cardamom (Amomum compactum)
  19. Composition Comparison of Essential Oils Extracted by Hydrodistillation and Microwave-Assisted Hydrodistillation from Amomum kravanh and Amomum compactum
  20. Phytochemistry and Biological Activities of Amomum Species
  21. Evaluation of Essential Oils from Cardamom and Related Species in Food and Pharmaceutical Applications
  22. Bioactivity of Amomum compactum Soland ex Maton (Java Cardamom) as a Natural Antibacterial (PDF)

Kegunaan Cardamom Java Essential Oil mencakup aplikasi industri dan non-industri, yang keduanya didukung oleh karakter aromatik, volatilitas, dan komposisi kimia minyak atsiri dari genus Amomum.

A. Bidang Industri

  • Industri Flavor & Fragrance
    Digunakan sebagai bahan aromatik alami untuk memberikan karakter hangat, pedas, dan aromatik pada parfum, fragrance compound, dan flavor formulation. Minyak ini berperan sebagai middle note yang memberikan kedalaman dan keseimbangan aroma.
  • Industri Kosmetik & Personal Care
    Dimanfaatkan sebagai bahan aktif aromatik dalam sabun, body wash, lotion, balm, dan produk perawatan tubuh lainnya. Senyawa monoterpen dan ester terpenoid berkontribusi terhadap aroma serta potensi aktivitas antimikroba ringan.
  • Industri Aromaterapi & Wellness
    Digunakan dalam produk diffuser oil, massage oil, dan roll-on aromatherapy untuk menciptakan efek relaksasi dan kenyamanan sensorik.
  • Industri Farmasi Tradisional & Herbal
    Digunakan sebagai adjuvan aromatik dan karminatif dalam formulasi herbal untuk meningkatkan palatabilitas dan mendukung fungsi pencernaan.
  • Industri Home Care & Household Products
    Digunakan sebagai pewangi alami dalam produk pembersih, lilin aromatik, dan pengharum ruangan berbasis bahan alam.

B. Bidang Non-Industri (Tradisional & Penggunaan Langsung)

  • Penggunaan Tradisional & Etnomedisin
    Digunakan secara turun-temurun dalam ramuan herbal dan jamu sebagai bahan penghangat dan pendukung pencernaan.
  • Aromaterapi Personal
    Digunakan dalam diffuser atau inhalasi uap untuk memberikan efek segar, nyaman, dan menenangkan.
  • Perawatan Tubuh Rumahan (Topikal Terencerkan)
    Digunakan dalam minyak pijat atau balsem herbal untuk memberikan sensasi hangat dan relaksasi otot ringan.

A. Formulasi Minyak Pijat Aromaterapi (Topikal – Personal & UMKM)

Tujuan Formulasi

Memberikan efek relaksasi, penghangat ringan, dan kenyamanan otot, serta mendukung sensasi aromatik khas kapulaga.

Bahan

  • Cardamom Java Essential Oil : 0,5–1,0%
  • Carrier oil (Sweet Almond Oil / Jojoba Oil) : 99–99,5%
  • (Opsional) Vitamin E (Tocopherol) : 0,1% sebagai antioksidan

Konsentrasi ini sesuai dengan rekomendasi keamanan topikal minyak atsiri monoterpen dalam literatur aromaterapi ilmiah.

Cara Pembuatan

  1. Timbang carrier oil sesuai kebutuhan batch.
  2. Tambahkan Cardamom Java Essential Oil secara perlahan sambil diaduk homogen.
  3. Tambahkan vitamin E jika digunakan.
  4. Aduk hingga tercampur sempurna dan masukkan ke dalam botol kaca gelap.

Cara Pemakaian

  1. Oleskan secukupnya pada area tubuh yang diinginkan
  2. Gunakan 1–2 kali sehari
  3. Hindari area mata dan membran mukosa

Pengamanan & Pengujian

  1. Patch test pada kulit selama 24 jam sebelum penggunaan rutin
  2. Uji stabilitas aroma pada penyimpanan 30 hari
  3. Untuk industri: uji mikroba dasar dan uji stabilitas oksidatif

B. Formulasi Inhalasi Aromaterapi (Personal & Klinik Wellness)

Tujuan Formulasi

Memberikan efek aromatik segar, relaksasi mental ringan, dan kenyamanan pernapasan.

Bahan

  • Cardamom Java Essential Oil : 2–3 tetes
  • Air hangat : ±250 ml
    atau
  • Diffuser aromaterapi (tanpa air panas)

Cara Pembuatan & Pemakaian

Metode uap:

  1. Teteskan minyak atsiri ke dalam air hangat
  2. Hirup uap aromatik selama 5–10 menit

Metode diffuser:

  1. Tambahkan 3–5 tetes ke diffuser
  2. Gunakan maksimal 30–60 menit per sesi

Pengamanan

  1. Tidak dianjurkan untuk penderita asma tanpa pengawasan
  2. Hentikan penggunaan jika muncul iritasi saluran napas

C. Formulasi Roll-On Aromaterapi (Personal & Retail)

Tujuan Formulasi

Aromaterapi praktis untuk relaksasi cepat dan stimulasi ringan.

Bahan

  • Cardamom Java Essential Oil : 1%
  • Fractionated Coconut Oil : 99%

Cara Pembuatan

  1. Campurkan minyak atsiri dan carrier oil
  2. Aduk hingga homogen
  3. Tuangkan ke botol roll-on steril

Cara Pemakaian

  1. Aplikasikan pada pergelangan tangan atau belakang telinga
  2. Gunakan saat dibutuhkan

Pengujian

  1. Uji iritasi kulit ringan
  2. Uji kestabilan visual dan aroma

D. Formulasi Industri – Bahan Aktif Kosmetik Aromatik

Tujuan Formulasi

Digunakan sebagai aromatic functional ingredient dalam produk kosmetik (sabun cair, body wash, balm).

Dosis Umum Industri

  • 0,1–0,5% dari total formula
    (Sesuai batas aman minyak atsiri monoterpen dalam kosmetik)

Aplikasi

  1. Ditambahkan pada fase akhir (cooling phase <40°C)
  2. Dicampur merata untuk menjaga stabilitas volatil

Pengamanan & Pengujian Industri

  1. Uji stabilitas fisik & kimia
  2. Uji iritasi kulit (HRIPT atau in vitro alternatif)
  3. Uji kompatibilitas kemasan
  4. Kepatuhan IFRA & standar kosmetik regional

E. Formulasi Flavor Aromatik (Industri Pangan – Konseptual)

Catatan: Untuk aplikasi pangan wajib mengikuti regulasi BPOM/EFSA/FDA.

Fungsi

Sebagai flavor enhancer alami dengan karakter hangat dan pedas.

Dosis Literatur

  • Digunakan dalam kadar sangat rendah (<0,01%)

Pengujian Wajib

  1. Uji toksikologi bahan
  2. Uji sensori
  3. Uji stabilitas termal

Catatan Keamanan Umum (Ilmiah)

  • Selalu gunakan dalam kondisi terencerkan
  • Tidak dianjurkan untuk bayi, ibu hamil, dan menyusui tanpa konsultasi profesional
  • Penyimpanan yang tepat mencegah oksidasi senyawa monoterpen yang dapat meningkatkan risiko iritasi

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
  • Minyak Cardamom Java esensial bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
  • Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
  • Penggunaan terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.

CARDAMOM JAVA ESSENTIAL OIL / MINYAK ATSIRI KAPULAGA JAWA By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Amomum Cardamomum Seed Oil

Kategori Produk: Single Essential oil, purity: 100

HS Code: 33012990

CAS#: -

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Destilasi uap


DESKRIPSI PRODUK:

Cardamom Java Essential Oil merupakan minyak atsiri alami yang diperoleh dari biji atau buah kering (seed pod) tanaman Kapulaga Jawa dengan nama ilmiah Amomum cardamomum var. javanicum, anggota famili Zingiberaceae. Minyak atsiri ini diekstraksi menggunakan metode destilasi uap (steam distillation), yaitu teknik standar dalam industri minyak atsiri yang bertujuan untuk mengekstraksi senyawa volatil aromatik tanpa merusak struktur kimia aktif akibat panas berlebih. Metode ini terbukti efektif untuk mempertahankan integritas senyawa monoterpen dan ester aromatik yang menjadi penentu utama aroma dan aktivitas biologis minyak kapulaga.

Secara ilmiah, minyak atsiri dari genus Amomum diketahui memiliki profil fitokimia khas yang didominasi oleh senyawa volatil seperti 1,8-cineole (eucalyptol), α-terpinyl acetate, limonene, linalool, dan sabinene. Amomum cardamomum memiliki karakter aromatik yang lebih hangat, pedas, dan herbal dibandingkan kapulaga hijau (Elettaria cardamomum), dengan intensitas balsamik yang lebih lembut namun tahan lama.

Dari sisi spesifikasi fisik, Cardamom Java Essential Oil umumnya berbentuk cairan jernih dengan warna tidak berwarna hingga kuning pucat, bergantung pada konsentrasi pigmen alami dan tingkat oksidasi minimal selama penyimpanan. Minyak ini bersifat mudah menguap, tidak larut dalam air, namun larut dalam etanol dan minyak nabati, sesuai dengan karakteristik umum minyak atsiri berbasis monoterpen. Sifat ini menjadikan Cardamom Java Essential Oil sesuai untuk diaplikasikan dalam formulasi aromaterapi, flavor, fragrance, serta produk kosmetik berbasis minyak.

Secara organoleptik, Cardamom Java Essential Oil memiliki aroma khas yang hangat, pedas, segar, dan sedikit manis, dengan nuansa herbal dan balsamik yang lembut. Aroma awal (top note) cenderung segar dan sedikit kamforaseus akibat kandungan 1,8-cineole, diikuti oleh aroma tengah (middle note) yang hangat dan aromatik dari ester terpenoid seperti α-terpinyl acetate. Pada fase akhir (base note), muncul kesan lembut, agak kayu, dan sedikit manis yang memberikan kedalaman aroma serta daya tahan volatil yang baik. Karakter sensorik ini menjadikan minyak atsiri Kapulaga Jawa bernilai tinggi sebagai bahan aromatik alami dan pembeda dari jenis kapulaga lain di pasar global.

Dari sudut pandang ilmiah dan industri, kombinasi antara profil kimia, kestabilan volatil, serta karakter aroma yang kompleks menjadikan Cardamom Java Essential Oil sebagai bahan baku yang potensial untuk aplikasi farmasi tradisional, aromaterapi modern, serta industri flavor dan fragrance berbasis bahan alam. Seluruh karakteristik deskriptif dan spesifikasi umum ini didukung oleh kajian fitokimia dan etnofarmakologi yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi dan dapat diakses secara terbuka.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Kapulaga Jawa merupakan tanaman aromatik dari famili Zingiberaceae, yang secara botani tergolong dalam genus Amomum. Spesies ini banyak tumbuh di wilayah tropis Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dan telah lama dibudidayakan maupun tumbuh semi-liar di hutan lembap. Dalam literatur botani, Amomum cardamomum var. javanicum dikenal sebagai salah satu sumber kapulaga lokal yang kaya minyak atsiri dan memiliki karakter morfologi khas dibandingkan kapulaga India (Elettaria cardamomum).

Klasifikasi Botani

  • Kingdom: Plantae
  • Divisio: Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
  • Kelas: Liliopsida (monokotil)
  • Ordo: Zingiberales
  • Famili: Zingiberaceae
  • Genus: Amomum
  • Spesies: Amomum cardamomum
  • Varietas: javanicum

Klasifikasi ini didukung oleh kajian taksonomi dan revisi sistematika Zingiberaceae yang banyak digunakan dalam publikasi botani tropis dan flora regional Asia Tenggara.

Morfologi Tanaman

1. Habitus dan Sistem Pertumbuhan
  • Kapulaga Jawa merupakan tanaman herba tahunan berumpun yang tumbuh dari rimpang (rhizome) bawah tanah. Tanaman ini dapat mencapai tinggi antara 1,5 hingga 3 meter, tergantung kondisi lingkungan. Seperti anggota Zingiberaceae lainnya, batang yang tampak di atas tanah sebenarnya adalah batang semu, yang terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus.

2. Rimpang (Rhizome)

  • Rimpang berwarna coklat muda hingga coklat kekuningan
  • Bersifat aromatik ketika dipotong atau diremas

Berfungsi sebagai organ penyimpanan dan titik tumbuh tunas baru
Rimpang inilah yang menjadi pusat metabolisme sekunder, termasuk pembentukan prekursor senyawa volatil yang kemudian terakumulasi pada buah dan biji.

3. Daun

  • Daun berbentuk lanset hingga lonjong memanjang
  • Panjang daun dapat mencapai 30–60 cm
  • Ujung daun meruncing, tepi rata
  • Permukaan daun berwarna hijau tua, bagian bawah lebih pucat
  • Memiliki aroma ringan khas kapulaga bila diremas
  • Struktur daun ini berperan dalam fotosintesis dan mendukung produksi metabolit sekunder melalui jalur biosintesis terpenoid.

4. Bunga

  • Bunga muncul dari pangkal rimpang atau dekat permukaan tanah
  • Tersusun dalam tandan atau malai pendek
  • Warna bunga bervariasi dari putih kekuningan hingga kemerahan
  • Memiliki struktur khas Zingiberaceae dengan labellum (bibir bunga) yang berkembang
  • Morfologi bunga ini penting dalam identifikasi taksonomi genus Amomum dan membedakannya dari genus kapulaga lain.

5. Buah (Kapsul)

  • Buah berbentuk bulat hingga lonjong
  • Kulit buah tebal dan kasar
  • Warna buah hijau saat muda dan berubah menjadi coklat keabu-abuan saat dikeringkan
  • Buah mengandung banyak biji kecil yang tersusun rapat
  • Buah inilah yang menjadi bahan baku utama untuk produksi Cardamom Java Essential Oil setelah melalui proses pengeringan.

6. Biji (Seed Pod Content)

  • Biji berukuran kecil, berwarna coklat kehitaman
  • Memiliki aroma kuat dan khas
  • Mengandung kelenjar minyak atsiri tempat terakumulasinya senyawa volatil
  • Berbagai studi mikroskopik dan fitokimia menunjukkan bahwa biji merupakan bagian tanaman dengan kandungan minyak atsiri tertinggi, sehingga secara ilmiah paling relevan untuk proses destilasi.

Habitat dan Kondisi Tumbuh

Kapulaga Jawa tumbuh optimal pada:

  • Iklim tropis lembap
  • Curah hujan tinggi (≥ 2.000 mm/tahun)
  • Tanah gembur, kaya bahan organik
  • Ketinggian sekitar 200–1.200 mdpl
  • Lingkungan tumbuh ini berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kuantitas minyak atsiri, sebagaimana dilaporkan dalam studi agronomi dan fitokimia tanaman aromatik tropis.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Kapulaga Jawa (Amomum cardamomum var. javanicum) telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Asia Tenggara, khususnya di wilayah Nusantara, jauh sebelum minyak atsirinya diproduksi secara terpisah. Dalam konteks sejarah botani dan etnobotani, tanaman dari genus Amomum telah tercatat sebagai rempah aromatik dan tanaman obat tradisional yang digunakan dalam berbagai sistem pengobatan Asia, termasuk pengobatan tradisional Melayu, Jawa, serta praktik etnomedisin di wilayah Thailand, Laos, dan Vietnam. Pada periode awal, pemanfaatan kapulaga lebih difokuskan pada buah dan bijinya secara utuh, baik sebagai bumbu masakan, bahan jamu, maupun campuran ramuan herbal.

Sejarah penggunaan Cardamom Java Essential Oil sendiri tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknik destilasi. Meskipun praktik destilasi sederhana telah dikenal di Asia sejak berabad-abad lalu, produksi minyak atsiri dari kapulaga secara sistematis baru berkembang pesat seiring kemajuan ilmu kimia dan farmasi pada abad ke-18 hingga ke-19. Pada masa ini, peneliti dan farmakolog mulai memisahkan minyak atsiri dari bahan tanaman untuk mempelajari komponen volatil yang bertanggung jawab terhadap aroma dan aktivitas biologisnya. Literatur farmakognosi klasik mencatat bahwa minyak atsiri kapulaga diperoleh dari biji kering melalui destilasi uap dan digunakan sebagai bahan aromatik serta agen karminatif.

Dalam tradisi pengobatan Jawa dan Melayu, kapulaga dikenal sebagai bahan yang bersifat menghangatkan, aromatik, dan mendukung fungsi pencernaan. Ramuan berbasis kapulaga sering digunakan untuk mengatasi keluhan perut kembung, rasa mual, serta sebagai tonikum ringan untuk meningkatkan stamina. Seiring waktu, pemahaman empiris ini kemudian diperkuat oleh kajian ilmiah yang menunjukkan bahwa senyawa volatil seperti 1,8-cineole, α-terpinyl acetate, dan monoterpen lainnya memiliki efek fisiologis yang relevan dengan penggunaan tradisional tersebut. Dengan demikian, minyak atsiri kapulaga mulai dipandang sebagai bentuk ekstrak terkonsentrasi yang lebih stabil dan terstandar.

Pada awal abad ke-20, minyak atsiri dari berbagai spesies Amomum, termasuk kapulaga Jawa, mulai masuk ke dalam farmakope dan literatur ilmiah Barat sebagai bahan aromatik dan adjuvan dalam sediaan farmasi. Minyak ini digunakan dalam formulasi obat tradisional modern, terutama sebagai carminative agent, flavoring agent, dan fragrance component. Perkembangan metode analisis seperti kromatografi gas (GC) dan spektrometri massa (MS) pada pertengahan abad ke-20 memungkinkan identifikasi komponen kimia minyak kapulaga secara lebih rinci, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaannya.

Dalam konteks industri modern, Cardamom Java Essential Oil kemudian berkembang tidak hanya sebagai bahan obat tradisional, tetapi juga sebagai bahan baku industri aromaterapi, kosmetik, parfum, dan pangan fungsional. Studi etnofarmakologi dan fitokimia kontemporer menunjukkan bahwa minyak atsiri kapulaga dari genus Amomum memiliki aktivitas biologis yang mendukung penggunaannya secara tradisional, termasuk aktivitas antimikroba, antioksidan, dan stimulasi pencernaan ringan. Hal ini mendorong meningkatnya minat terhadap kapulaga Jawa sebagai sumber minyak atsiri lokal Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan ilmiah.

Dengan demikian, sejarah Cardamom Java Essential Oil dapat dipahami sebagai sebuah evolusi dari pemanfaatan tradisional berbasis empiris menuju penggunaan berbasis sains dan standarisasi modern. Minyak atsiri ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan etnobotani, perkembangan teknologi destilasi, serta validasi ilmiah melalui penelitian fitokimia dan farmakologi, yang menjadikannya relevan hingga saat ini dalam berbagai aplikasi berbasis bahan alam.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Biji/buah kering (seed pod) dari Amomum Cardamomum Var. Javanicum

Asal: Jawa - Indonesia

Penanaman

Dipanen dan dibudidayakan di wilayah tropis Indonesia agar berkelanjutan

Isi

Terpenyl Acetate, 1,8 Cineole, Linalyl Acetate, Linalool, Alpha-Terpineol

Organoleptik
  • Warna: Tidak berwarna hingga kuning pucat
  • Aroma: Hangat, pedas, segar, aromatik, dengan nuansa herbal dan balsamik lembut
Solubility

Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air

Level of note

Middle note

Blend well

Bergamot, Sweet Orange, Cinnamon, Clove, Nutmeg, Cedarwood, Sandalwood, Lavender, Rosemary Oil

Aplikasi produk hilir

Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya.

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan untuk menjaga kualitas aroma dan kestabilan minyak.
  • Suhu ideal penyimpanan: 15–25°C.
  • Hindari kontaminasi dengan air atau bahan kimia lain.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian luas pada kulit: oleskan sedikit di area kecil selama 24 jam, perhatikan reaksi iritasi.
  • Hentikan pemakaian jika muncul ruam, gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar.
  • Tidak dianjurkan digunakan langsung pada kulit tanpa diencerkan (disarankan 1–5% dalam carrier oil atau formula parfum).
  • Hindari kontak dengan mata, membran mukosa, dan area sensitif.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi, anak-anak, wanita hamil, atau menyusui tanpa konsultasi profesional.
  • Simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Tulis ulasan