Informasi ini hanya untuk keperluan pemakaian di luar/ topikal dan tidak
dimaksudkan untuk menggantikan obat yang diresepkan atau nasihat medis
profesional atau untuk mendiagnosis segala jenis kondisi kesehatan.
Jangan pernah menelan minyak atsiri dan ingat untuk mengencerkannya dengan minyak pembawa yang sesuai seperti minyak olive atau minyak kelapa. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa minyak atsiri organik dan murni adalah cairan yang sangat pekat dan penggunaan langsung minyak atsiri pada kulit dapat menyebabkan reaksi alergi. Kehati-hatian harus diambil jika Anda seorang ibu menyusui atau mengandung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Bicaralah dengan praktisi kesehatan Anda sebelum memilih minyak atsiri yang sesuai untuk keadaan kesehatan Anda dan konstitusi individu yang unik.
- Sifat antioksidan minyak kunyit membantu
menetralisir radikal bebas dan melindungi sel sel tubuh dari kerusakan
oksidatif yang berkontribusi dalam berbagai penyakit degenerative, penuaan
dini, obat alami jerawat, noda, dan kulit terbakar.
- Kandungan kurkumin dalam minyak atsiri kunyit
memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan yang
terkait dengan nyeri sendi, nyeri otot, radang saluran pencernaan, dan arthritis.
- Penelitian menunjukkan bahwa minyak kunyit
dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan mendorong apoptosis pada berbagai
jenis kanker.
- Ketika diencerkan dan dioleskan, Minyak
Kunyit juga dapat membantu kulit berminyak, melembabkan kulit kering,
mengurangi rasa gatal, melembutkan tumit pecah-pecah, dan meningkatkan
elastisitas kulit.
- Minyak kunyit dapat menghilangkan ketombe,
merawat kondisi kulit kepala (obat yang bagus untuk kulit kepala yang merah,
gatal, teriritasi yang disebabkan oleh infeksi jamur), dan menjaga kesehatan
rambut.
- Minyak Kunyit dapat membantu melawan gejala
pilek, meredakan hidung tersumbat, menangkal penyusup, dan meningkatkan sistem
kekebalan tubuh.
- Aroma minyak kunyit dapat membantu mengatasi depresi dan kecemasan dengan meningkatkan pikiran dan perasaan positif.
- Minyak kunyit memiliki efek melindungi
mukosa lambung, membantu dalam pencegahan dan penyembuhan tukak lambung[11,12,13,14,15,16,17].
Manfaat therapeuticnya meliputi anti-inflamasi,
hypocholestraemic, choleratic, antimikroba, antioksidan, penolak serangga,
antirematik, antifibrotik, antivenomous, antivirus, antidiabetes, analgesic,
antijamur, antialergi, gastroprotektif, antihepatotoksik serta anti-kanker[11,12,13,14,15,16,17].
[1]https://repository.ub.ac.id/id/eprint/223822/
[2]https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/20448?show=full
[3]https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/20448?show=full
[4]https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92752/
[5]https://repository.stikes-bhm.ac.id/1627/1/20180803.pdf
[6]https://erepository.uwks.ac.id/14977/3/BAB%20II.pdf
[7]https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-antikanker/k/kunyit/
[8]https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/essyajar/article/download/18151/11192
[9]https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/29/26
[10]https://www.essentially.com.au/pages/turmeric-essential-oil
[11]https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9414992/
[12]https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0753332222014056
[13]https://www.mdpi.com/1420-3049/29/17/4210
[14]https://jurnal.pkr.ac.id/index.php/JPK/article/view/733
[15]https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1934578X1400900224
[16]https://scindeks-clanci.ceon.rs/data/pdf/0455-6224/2015/0455-62241535003S.pdf
Dokumen ekspor: COO, COA, GCMS, MSDS, Phitosanitary, CITES
TURMERIC ESSENTIAL OIL
Merk: DDistillers
Nama produk: Turmeric essential oil
Kategori Produk: Single essential oil, purity: 100%
INCI Name: Curcuma Longa (Root) Oil
HS Code: 33019090
CAS#: 8024-37-1; 84775-52-0
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Destilasi Uap
DESKRIPSI:
Kunyit telah digunakan dalam pengobatan
tradisional untuk pengobatan penyakit kuning dan penyakit hati lainnya, bisul,
infeksi parasit, berbagai penyakit kulit, keseleo, radang sendi, gejala pilek
dan flu. Selain itu, kunyit juga digunakan untuk mengawetkan makanan sebagai
antimikroba.
Minyak kunyit kami diperoleh dari ekstraksi
rimpang kunyit (Curcuma Longa) dengan metode destilasi uap. Minyak yang
dihasilkan berupa cairan berwarna kuning cerah dengan aroma yang khas dan
herba. Minyak kunyit diketahui memiliki berbagai bioaktivitas seperti
antioksidan, antibakteri, antikanker, antiinflamasi, dan lainnya[1,2,3].
SEKILAS BOTANICAL:
Kunyit (Curcuma longa L.) adalah
tanaman herbal dari famili Zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai
rempah dan obat tradisional. Secara botani, kunyit berasal dari wilayah Asia
Selatan tropis, khususnya India, yang dianggap sebagai pusat asal dan
domestikasi tanaman ini. Persebaran kunyit dari India sudah masuk ke berbagai
wilayah tropis lainnya, termasuk Asia Tenggara, melalui jalur perdagangan dan
migrasi budaya.
Secara taksonomi, kunyit tergolong dalam
kelas Liliopsida dan ordo Zingiberales. Tanaman ini memiliki batang semu yang
tegak, bulat, dan berwarna hijau kekuningan. Daunnya tunggal berbentuk lanset
dengan panjang sekitar 30–60 cm. Bagian dorsal tulang daun tengah sering
berwarna ungu, yang memudar saat daun dewasa. Rimpang kunyit adalah bagian
utama yang dimanfaatkan, dengan ciri khas warna kuning hingga oranye dan aroma
khas. Tanaman ini juga menghasilkan bunga majemuk dengan kelopak berwarna putih
kekuningan dan mahkota bunga berwarna kuning.
Kunyit tumbuh optimal di daerah tropis
dengan ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini
memerlukan intensitas cahaya yang cukup, suhu hangat, dan kelembaban tinggi.
Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif seperti kurkumin dan minyak atsiri yang
berperan sebagai antioksidan, antibakteri, serta memiliki berbagai manfaat
kesehatan lainnya. Kajian etnobotani juga menunjukkan pemanfaatan kunyit dalam
pengobatan tradisional di berbagai daerah. Selain itu, penelitian terkait
karakter morfologi dan rendemen rimpang kunyit telah dilakukan untuk memahami
variasi pertumbuhan di lingkungan yang berbeda[4,5,6,7].
SEJARAH:
Minyak Kunyit berasal dari umbi rimpang (batang bawah tanah) tanaman Curcuma
longa, biasa dikenal dengan kunyit. Kunyit adalah ramuan abadi dalam keluarga
jahe atau Zingiberaceae. Berasal dari India selatan dan india, tanaman berbunga
ini banyak dibudidayakan di daratan dan pulau-pulau di Samudera Hindia.
Kekuatan terapi kunyit ditemukan sejak ribuan
tahun yang lalu. Kunyit digunakan dalam pengobatan Ayurveda sebagai sistem
penyembuhan holistik kuno yang dikembangkan lebih dari 3.000 tahun yang lalu di
India. Orang India menghargai kunyit karena kemampuannya memperkuat energi
tubuh secara keseluruhan, meredakan gas, menghilangkan cacing, memperbaiki
pencernaan, mendukung saluran udara bagian atas, mengatur menstruasi, dan
mengobati gangguan kulit. Kunyit diyakini mulai tersebar ke berbagai wilayah
dunia: mencapai Cina pada tahun 700 M, Afrika Timur pada tahun 800 M, Afrika
Barat pada tahun 1200 M, dan Jamaika pada abad ke-18.
Minyak atsiri yang diekstraksi dari rimpang
kunyit (Curcuma longa L.) telah digunakan secara tradisional dalam
berbagai budaya, terutama di Asia Selatan dan Tenggara, sebagai komponen
penting dalam pengobatan tradisional, kuliner, dan ritual keagamaan. Dalam
pengobatan tradisional, minyak kunyit dimanfaatkan untuk sifat antiinflamasi,
antimikroba, dan penyembuhan luka. Selain itu, minyak ini digunakan sebagai
pewarna alami dan penambah aroma dalam masakan, serta dalam upacara keagamaan
dan ritual budaya.
Penelitian ilmiah telah mengidentifikasi bahwa minyak atsiri kunyit mengandung senyawa seperti kurkumin dan minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan, antitumor, antikanker, antimikroba, dan antiracun.
Senyawa-senyawa ini memberikan dasar ilmiah bagi berbagai aplikasi tradisional minyak kunyit dalam kesehatan dan pengobatan. Selain itu, minyak atsiri kunyit telah diteliti untuk berbagai aplikasi farmakologis. Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang kunyit memiliki potensi dalam menghambat aktivitas enzim AChE pada tikus model demensia, yang menunjukkan kemungkinan manfaat dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif[8,9,10].
VISIT OUR MARKETPLACE:
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Rimpang / Akar |
| Penanaman | Rimpang kunyit dipanen secara konvensional dan ditanam secara berkelanjutan |
| Isi | Curcuminoids, Ar-Turmerone, Turmerone I,
Turmerone II |
| Organoleptik | Warna: Kuning cerah
Aroma: Aroma hangat, pedas, sedikit kayu |
| Solubility | Larut dalam alkohol dan minyak, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle to Top Note |
| Blend well | Bergamot, Cardamom, Cassie, Cistus, Clary Sage, Coriander, Frankincense, Ginger, Galangal, Helichrysum, Labdanum, Lavender, Mimosa, Neroli, Orange, Orris, Patchouli, Petitgrain, Sandalwood, Ylang Ylang |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetic, Pharmacy Herbal, Body/Skin Care, dan lainnya |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Simpan minyak atsiri dalam botol amber
(berwarna gelap). Jika kemasan yang
digunakan adalah botol aluminium maka pindahkan minyak atsiri dari botol
aluminium ke botol kaca gelap amber.
Simpan di tempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari. |
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | We recommend that you take the following
precautions: - Turmeric essential oil is concentrated in
nature so it is advisable not to use the oil without diluting it with a
suitable carrier oil. - Avoid using Turmeric essential oil on sensitive areas, eyes and mucous membranes. - Nursing mothers, young children and pregnant women should always consult a doctor before using this wonderful oil. |



