Rose
Absolute Oil (Rosa spp.) merupakan bahan aromatik berkonsentrasi
tinggi, sehingga dalam semua aplikasi harus digunakan dalam kadar rendah
dan diencerkan. Literatur parfum dan aromaterapi menyebutkan bahwa
konsentrasi penggunaan rose absolute umumnya berkisar antara 0,05–5%,
tergantung tujuan formulasi (kosmetik, parfum, atau aromaterapi)
Formulasi
Personal – Aromatherapy Roll-On (Relaksasi Emosional)
Tujuan
Formulasi
Memberikan
aroma floral hangat yang lembut untuk penggunaan personal, berbasis minyak
pembawa, mudah diaplikasikan, dan stabil.
Komposisi
Bahan
- Rose Absolute Oil : 0,5%
- Lavender Essential Oil (Lavandula
angustifolia) : 1,0%
- Bergamot Essential Oil (FCF) : 0,5%
- Minyak Jojoba (carrier oil) : ad
100%
Konsentrasi
total bahan aromatik: 2,0% (aman untuk penggunaan topikal dewasa menurut
literatur aromaterapi).
Cara
Pembuatan
- Timbang Rose Absolute Oil dengan
akurat (disarankan menggunakan timbangan analitik).
- Campurkan dengan essential oil lain
hingga homogen.
- Tambahkan minyak jojoba sedikit demi
sedikit sambil diaduk perlahan.
- Masukkan ke dalam botol roll-on kaca
gelap.
- Diamkan 24–48 jam untuk proses maturation
aroma.
Cara
Pemakaian
- Oleskan pada pergelangan tangan atau
belakang telinga.
- Gunakan 1–2 kali sehari sesuai
kebutuhan.
Pengamanan
& Pengujian
- Lakukan patch test 24 jam
sebelum pemakaian.
- Tidak dianjurkan untuk ibu hamil
tanpa konsultasi profesional.
- Simpan di tempat sejuk dan gelap.
Formulasi
Personal–Profesional – Serum Wajah Berbasis Minyak
Tujuan
Formulasi
Memberikan
aroma alami yang menenangkan sekaligus mendukung kenyamanan sensorik dalam
produk perawatan kulit non-air (anhydrous cosmetic).
Komposisi
Bahan
- Rose Absolute Oil : 0,2%
- Frankincense Essential Oil (Boswellia
carterii) : 0,3%
- Vitamin E (Tocopherol) : 0,5%
- Rosehip Seed Oil : ad 100%
Konsentrasi
rose absolute ≤0,2% sesuai praktik kosmetik sensitif (Baser & Buchbauer).
Cara
Pembuatan
- Campurkan essential oil dan absolute
dalam wadah kaca steril.
- Tambahkan vitamin E sebagai
antioksidan.
- Masukkan minyak rosehip, aduk hingga
homogen.
- Isikan ke botol kaca amber dengan
pipet.
Cara
Pemakaian
- Aplikasikan 2–3 tetes pada wajah
bersih, malam hari.
- Hindari area mata.
Pengamanan
& Pengujian
- Uji stabilitas sederhana (pengamatan
bau, warna, dan kejernihan selama 30 hari).
- Lakukan patch test.
- Tidak digunakan pada kulit luka
terbuka.
7.3.
Formulasi Industri – Parfum Berbasis Alkohol (Fine Fragrance)
Tujuan
Formulasi
Penggunaan
Rose Absolute sebagai middle–base note dalam parfum alkohol, sesuai
praktik industri parfum.
Contoh
Formula Konsentrat Parfum
- Rose Absolute Oil : 5–10%
- Jasmine Absolute : 2%
- Benzoin Resinoid : 3%
- Linalool natural isolate : 1–2%
- Ethanol 95% : ad 100%
Dalam
industri, rose absolute sering digunakan sebagai key floral anchor
karena stabilitas dan kompleksitas aromanya (Sell, 2019).
Cara
Pembuatan
- Larutkan semua bahan aromatik dalam
etanol.
- Aduk hingga homogen.
- Lakukan proses aging/maceration
selama 2–6 minggu pada suhu stabil.
- Filtrasi bila diperlukan.
- Lakukan evaluasi sensorik.
Cara
Pemakaian
- Digunakan sebagai parfum semprot
eksternal.
- Konsentrasi akhir disesuaikan dengan
tipe parfum (EDT, EDP, Extrait).
Pengamanan
& Pengujian Industri
- Uji stabilitas suhu
(4°C, 25°C, 40°C).
- Uji kejernihan & presipitasi.
- Evaluasi IFRA compliance
(untuk produk komersial).
- Uji iritasi kulit (in vitro / patch
test sukarela).
7.4.
Catatan Keamanan Umum dalam Formulasi
- Rose Absolute Oil tidak digunakan
langsung tanpa pengenceran.
- Konsentrasi rendah direkomendasikan
karena kandungan senyawa aromatik aktif.
- Produk akhir harus disesuaikan dengan
regulasi lokal (kosmetik/parfum).
- Minyak Rose Absolut bukan obat
dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau
mencegah penyakit apapun.
- Informasi ini bersifat edukatif
dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
- Penggunaan terapeutik belum diuji
secara klinis pada manusia.
Sertifikat
Halal: 33110034666001125
Dokumen
Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet
(MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikasi CITES (permintaan
untuk ekspor spesies dilindungi)
A.
Industrial Applications of Rose Absolute Oil
1.
Perfume and Fragrance Industry (Fine Perfumery)
Rose
Absolute Oil is one of the core raw materials in mid-range to premium
perfumery.
Primary
uses include:
- serving as a middle-to-base floral
note
- providing depth, warmth, and
naturality to fragrance compositions
- acting as an aromatic anchor that
binds other floral components
Scientifically,
rose absolute is preferred over rose otto due to:
- a more complex aromatic profile
- higher content of aromatic esters and
phenyl derivatives
- superior stability in alcohol-based
systems
2.
Cosmetic and Personal Care Industry
Rose
Absolute Oil is used in:
- facial care products (serums, facial
oils)
- aromatic creams and balms
- premium spa and wellness products
Its
role is primarily:
- sensorial (aroma and user experience)
- as a natural fragrance ingredient
- to support luxury natural cosmetic
concepts
Usage
is restricted to low concentrations due to potential irritation at excessive
levels, in accordance with scientific cosmetic practices.
3.
Professional Aromatherapy Industry
In
professional aromatherapy, rose absolute is used:
- as an aromatic material for
relaxation sessions
- in psychoaromatherapy formulations
- as a supportive aroma for emotional
well-being
Modern
aromatherapy literature differentiates between aroma effects (sensory) and
medical claims; therefore, rose absolute is used as a supportive wellness tool
rather than a medicinal agent.
4.
Traditional Pharmaceutical and Aromatic Herbal Industry
In
non-clinical pharmaceutical contexts, rose absolute is:
- used as a flavoring and aroma-masking
agent
- applied to enhance user compliance
with herbal products
Such
applications are technological and sensorial rather than directly therapeutic.
B.
Non-Industrial (Personal and Educational) Uses
- Natural room fragrancing (limited
diffusion)
- Personal aromatic oil
- Educational media for botany, aroma
chemistry, and aromatherapy
- Home wellness products (roll-ons,
balms)
1.
Efek terhadap Regulasi Emosi & Mood
Penelitian
menunjukkan bahwa aroma mawar:
- memengaruhi
sistem limbik (amygdala & hippocampus)
- berasosiasi
dengan penurunan respons stres
- meningkatkan
perasaan nyaman dan emosi positif
Studi
neurofisiologis dan psikologis menunjukkan bahwa inhalasi aroma mawar dapat:
- menurunkan
aktivitas simpatis
- meningkatkan
perasaan relaksasi subjektif
2.
Potensi Efek Anxiolytic (Anti-Kecemasan Ringan)
Beberapa
penelitian eksperimental melaporkan bahwa senyawa aromatik mawar:
- berhubungan
dengan penurunan kecemasan ringan
- memengaruhi
gelombang otak dan denyut jantung secara tidak langsung
Efek
ini bersifat:
- psikologis
& sensorik
- bergantung
pada persepsi individu
- tidak
bersifat farmakologis langsung
3.
Dukungan Relaksasi & Kualitas Tidur
Aroma
mawar dilaporkan:
- membantu
menciptakan suasana tenang
- mendukung
fase relaksasi sebelum tidur
- digunakan
sebagai aroma pendukung sleep hygiene
Studi
inhalasi aroma menunjukkan korelasi antara aroma floral tertentu dan
peningkatan kenyamanan tidur subjektif.
4.
Potensi Aktivitas Anti-Inflamasi Ringan (Eksperimental)
Beberapa
penelitian in vitro dan in vivo (non-klinis) menunjukkan bahwa ekstrak dan
minyak mawar:
- memiliki
aktivitas anti-inflamasi ringan
- berhubungan
dengan kandungan phenyl derivatives dan alkohol aromatik
5.
Manfaat Sensorik pada Perawatan Kulit
Dalam
kosmetik:
- aroma
rose absolute berkontribusi pada perceived soothing effect
- meningkatkan
pengalaman penggunaan produk
- membantu
relaksasi psikologis saat perawatan kulit
Manfaat
ini bersifat sensorik-emosional, bukan penyembuhan dermatologis.
- Scent
and Chemistry: The Molecular World of Odors – Günther Ohloff, Wilhelm
Pickenhagen, Philip Kraft
- The
Scent of Roses and Beyond: Molecular Structures, Analysis and Practical
Applications of Odorants
- Advances
in Rose Aroma Research and Applications
- Extraction
and Chemical Profiling of Rose-Derived Natural Products
- Chemical
Composition and Bioactivity of Rose Extracts
- Recent
Advances in the Chemistry and Bioactivity of Rose-Derived Compounds
- Biological
Activities of Rose Essential Oils and Absolutes
- Genomic
and Metabolic Regulation of Rose Floral Scent
- Horticultural
and Phytochemical Aspects of Rosa Species
- Chemical
Composition of Rosa hybrida Essential Oil as a Function of Location and
Storage in Saudi Arabia
- Environmental
and Agricultural Perspectives on Rose Cultivation
- Phytochemical
and Biological Studies of Rosa Species
- Aromatic
Compounds and Biological Properties of Roses
- Electron
Microscopical Studies of Rose Petal Cells during Flower Maturation
- Molecular
Mechanisms of Floral Scent Biosynthesis in Roses
- Rose
Scent Genomics and Discovery of Floral Fragrance-Related Genes
- Encyclopedia
of Rose Science
- Exploring
Complex Ornamental Genomes: The Rose as a Model Plant
- Handbook
of Essential Oils: Science, Technology, and Applications
- Historical
and Scientific Perspectives on Rose Oils
- Perfume
and Flavor Materials of Natural Origin – Steffen Arctander
- Rosa:
The Story of the Rose
- The
Story of the Rose – World of Flowering Plants
- A
Brief History of the Rose
- Relaxing
Effects of Rose Oil on Humans
- Physiological
and Psychological Effects of Floral Aromas
- Volatile
Oils: Chemistry, Pharmacology, and Applications
- Plant
Volatile Compounds: Biosynthesis and Function
- Biochemistry
of Plant Volatiles
- Chemical Composition and Biological Activities of the Essential Oils from Different Parts of Rosa bracteata
- Recent
Advances in Rose Floral Scent Biosynthesis and Regulation
ROSE
ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA MAWAR By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI
name: Rosa Hybrid Flower Extract
Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100
HS
Code: 33012990
CAS#:
-
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Ekstraksi pelarut
DESKRIPSI
PRODUK:
Rose
Absolute Oil merupakan bahan aromatik alami yang diperoleh dari bunga mawar
(Rosa hybrida) melalui metode ekstraksi pelarut nonpolar (n-heksana),
yang diikuti dengan proses pemurnian menggunakan alkohol untuk menghasilkan
fraksi absolute. Dalam literatur ilmiah, metode ekstraksi pelarut diakui
sebagai teknik yang paling efektif untuk mempertahankan senyawa aromatik
berat dan sensitif panas, seperti ester aromatik dan fenil eter, yang
sebagian besar akan terdegradasi atau hilang selama proses distilasi uap. Oleh
karena itu, rose absolute secara sensorik dianggap memiliki aroma yang lebih
kompleks, kaya, dan mendekati aroma bunga segar dibandingkan rose oil hasil
distilasi (rose otto).
Secara
fisik, minyak rose absolute berbentuk cairan mobile dengan warna
kuning transparan. Analisis kromatografi gas (GC) pada produk ini
menunjukkan kandungan benzyl acetate serta phenyl ether, keduanya
berada dalam rentang spesifikasi mutu yang dilaporkan. Sejumlah penelitian
menyebutkan bahwa benzyl acetate merupakan salah satu komponen utama
pembentuk karakter aroma manis-floral dan segar pada mawar, serta berperan
besar dalam kesan “petal-like” dan natural. Sementara itu, kelompok phenyl
ether dan turunannya berkontribusi terhadap kedalaman aroma, nuansa powdery,
serta kestabilan karakter wangi pada fase middle hingga base note.
Dari
aspek kelarutan, Rose Absolute Oil ini larut dalam alkohol dan minyak,
namun tidak larut dalam air, sesuai dengan sifat lipofilik senyawa
aromatiknya. Karakteristik ini secara ilmiah menjadi dasar penggunaannya dalam
parfum berbasis etanol, minyak aromaterapi, serta formulasi kosmetik
non-aqueous.
Secara
organoleptik, Rose Absolute Oil menunjukkan perkembangan aroma yang kompleks
dan bertahap. Fase awal ditandai dengan kesan floral lembut dan manis, diikuti
oleh karakter mawar yang kaya, hangat, dan sedikit honey-like pada fase tengah.
Pada fase akhir, muncul nuansa resinous, balsamik ringan, dan powdery yang
bertahan lama, mencerminkan keberadaan senyawa aromatik berat dengan
volatilitas rendah. Profil sensorik ini konsisten dengan deskripsi organoleptik
rose absolute dalam berbagai studi parfumologi dan analisis sensorik, yang
menekankan tenacity tinggi serta kedalaman aroma sebagai ciri utama
absolute mawar berkualitas.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Klasifikasi
Botani
- Kingdom:
Plantae
- Divisi:
Tracheophyta
- Kelas:
Magnoliopsida
- Ordo:
Rosales
- Famili:
Rosaceae
- Genus:
Rosa L.
- Kelompok:
Rosa hybrida (kelompok hortikultura)
Rosa
hybrida bukan satu spesies botani tunggal, melainkan kelompok
hibrida kompleks hasil persilangan berbagai spesies Rosa (terutama R.
chinensis, R. gallica, R. damascena, dan R. moschata).
Dalam literatur ilmiah dan hortikultura, istilah Rosa hybrida digunakan
untuk menggambarkan mawar budidaya modern dengan karakter bunga besar, aroma
khas, dan keragaman warna yang luas.
Habit
dan Struktur Tanaman
Rosa
hybrida merupakan tanaman semak berkayu (woody shrub)
dengan tinggi bervariasi antara 0,5 hingga 2,0 meter, tergantung
kultivar dan sistem budidaya.
Ciri
utama habitus tanaman:
- Batang
berkayu, bercabang, dan umumnya dilengkapi duri (prickles)
- Sistem
perakaran bersifat serabut–tunggang dangkal, adaptif terhadap tanah
gembur
- Pertumbuhan
vegetatif aktif pada kondisi iklim sedang hingga subtropis, namun banyak
kultivar aromatik dibudidayakan di daerah tropis dataran tinggi
Secara
fisiologis, tanaman mawar menunjukkan aktivitas metabolisme sekunder yang
tinggi pada fase pembungaan, khususnya dalam biosintesis senyawa volatil
aromatik.
Morfologi
Daun
Daun
Rosa hybrida tersusun majemuk menyirip ganjil, terdiri dari:
- 5–7
anak daun
- Bentuk
anak daun elips hingga oval
- Tepi
daun bergerigi (serrate)
- Permukaan
atas hijau tua mengilap, bagian bawah lebih pucat
Daun
berperan penting dalam fotosintesis dan penyediaan prekursor biokimia
(karbohidrat dan fenilalanin) yang diperlukan untuk pembentukan senyawa
aromatik pada bunga, sebagaimana dilaporkan dalam studi metabolomik mawar.
Morfologi
Bunga
Bunga
merupakan organ terpenting dalam konteks produksi Rose Absolute Oil.
Karakteristik
utama bunga Rosa hybrida:
- Bunga
bersifat hermafrodit
- Diameter
bunga bervariasi (5–12 cm)
- Tersusun
atas:
- Kelopak
(sepal): 5 helai, hijau
- Mahkota
(petal): berlapis-lapis, jumlahnya tinggi
akibat seleksi hibrida
- Benang
sari (stamen): banyak
- Putik
(pistil): terletak di pusat bunga
Penelitian
menunjukkan bahwa kelenjar penghasil senyawa volatil aromatik terutama
terletak pada epidermis petal, khususnya pada sel-sel papila (papillate
epidermal cells). Sel-sel ini aktif mensintesis dan melepaskan senyawa aroma
selama fase bunga mekar penuh.
Jaringan
Penghasil Aroma
Produksi
aroma pada Rosa hybrida terjadi melalui:
- Sel
epidermis mahkota bunga (petal epidermis)
- Aktivitas
enzimatik jalur:
- Fenilpropanoid
- Shikimate
- Terpenoid
sekunder
Senyawa
seperti benzyl alcohol, benzyl acetate, phenyl ethyl derivatives, dan phenyl
ethers diproduksi dan dilepaskan secara volatil untuk fungsi ekologi,
terutama menarik penyerbuk. Literatur molekuler menunjukkan bahwa
ekspresi gen terkait aroma meningkat signifikan saat bunga mencapai puncak
kemekaran.
Variabilitas
Morfologi dan Pengaruh terhadap Aroma
Sebagai
kelompok hibrida, Rosa hybrida menunjukkan variabilitas morfologi
yang tinggi, meliputi:
- Jumlah
dan ketebalan petal
- Kepadatan
jaringan epidermis
- Intensitas
dan kualitas aroma
Studi
komparatif menyatakan bahwa kultivar dengan petal lebih tebal dan berlapis
banyak cenderung memiliki kandungan senyawa aromatik lebih tinggi, sehingga
lebih disukai untuk produksi ekstrak aromatik seperti rose absolute.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Sejarah
Awal Tanaman Mawar sebagai Tanaman Aromatik
Penggunaan
mawar sebagai tanaman aromatik telah tercatat sejak ribuan tahun. Bukti arkeologis
dan teks sejarah menunjukkan bahwa mawar telah dibudidayakan dan digunakan di Persia
kuno, Mesir, Yunani, dan Romawi. Mawar dipakai sebagai bahan pengharum,
kosmetik, ritual keagamaan, dan pengawet jasad. Di Mesir kuno, mawar
dikaitkan dengan praktik pengharuman dan keindahan, sementara dalam tradisi
Persia mawar menjadi simbol estetika dan spiritualitas.
Namun,
pada periode ini, mawar belum diolah menjadi absolute. Bentuk
pemanfaatan aromanya terutama melalui:
- rendaman
bunga,
- salep
aromatik,
- infus
minyak,
- dan
hydrosol hasil destilasi sederhana.
Perkembangan
Teknologi Ekstraksi Minyak Mawar
Teknologi
destilasi mawar berkembang signifikan pada masa Islamic Golden Age.
Avicenna (Ibn Sina) pada abad ke-10–11 dikaitkan dengan penyempurnaan proses distilasi
uap untuk mendapatkan rose water dan rose oil (rose otto).
Rose
otto (minyak mawar hasil distilasi uap) menjadi produk bernilai tinggi
di:
- Turki
- Bulgaria
(Kazanlak Valley)
- Iran
Produksi
skala besar mulai berkembang pada abad ke-18 dan ke-19. Namun, metode distilasi
uap memiliki keterbatasan, terutama hilangnya sebagian senyawa aromatik yang
sensitif panas.
Munculnya
Rose Absolute Oil
Rose
Absolute Oil baru muncul setelah berkembangnya ekstraksi
pelarut organik pada abad ke-19.
Perkembangan
teknologi ini dimulai di Prancis melalui:
- penggunaan
pelarut lemak (enfleurage),
- kemudian
digantikan oleh pelarut volatil seperti n-heksana.
Tahapan
dasar pembuatannya:
- bunga
mawar diekstraksi menggunakan heksana → menghasilkan concrete
- concrete
diekstraksi etanol → lilin terpisah
- diperoleh
fraksi aromatik pekat → rose absolute
Inovasi
ini memungkinkan diperolehnya:
- rendemen
lebih tinggi
- profil
aroma lebih kompleks
- kandungan
ester aromatik dan fenil eter lebih utuh dibanding rose otto
Karena
keunggulan tersebut, rose absolute menjadi bahan utama pada fine perfumery
Eropa pada abad ke-19 hingga sekarang.
Sejarah
Penggunaan Rose Absolute dalam Parfum
Sejak
abad ke-19, Rose Absolute digunakan sebagai:
- komponen
middle–base note parfum mewah
- pengikat
aroma floral lainnya (jasmine, ylang-ylang)
- pembentuk
akord klasik seperti floral, chypre, oriental
Rose
Absolute menjadi bahan kunci dalam parfum ikonik dunia karena:
- tenacity
tinggi
- aroma
kompleks (floral–honey–resinous)
- stabil
dalam alcohol base
Dalam
industri, rose absolute berasal terutama dari:
- Bulgaria
- Turki
- Maroko
- Prancis
- India
Sejarah
Penggunaan dalam Tradisi Kesehatan & Psikoaromaterapi
Sepanjang
sejarah, bahan-bahan aromatik mawar digunakan dalam:
- relaksasi
- ritual
spiritual
- pengharum
ruang
- penanda
status sosial
Dalam
periode modern, kajian ilmiah menunjukkan bahwa aroma mawar:
- memengaruhi
sistem limbik
- dikaitkan
dengan regulasi emosi
- serta
pengalaman psikologis positif
Rose
Absolute kemudian masuk dalam:
- aromaterapi
klinis modern
- penelitian
psikologis terhadap aroma
- aplikasi
wellness non-medis
Namun, penggunaan terapeutik formal tetap memerlukan evaluasi klinis yang ketat karenanya tidak diklaim sebagai obat dalam konteks edukasi publik.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga segar (fresh rose petals) dari Rosa × hybrida. Asal: Indonesia |
| Penanaman | Tanaman mawar hibrida dibudidayakan secara intensif sebagai tanaman hias dan aromatik, dengan pemanenan bunga dilakukan pada fase mekar optimal untuk menjaga kandungan senyawa volatil aromatik. |
| Isi | Benzyl Acetate, Phenyl ether, β-Citronellol, Geraniol, Nerol, Phenethyl Alcohol, Farnesol, Linalool |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle note to Base note |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya. |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




