Rose Absolute Oil (Rosa spp.) merupakan bahan aromatik berkonsentrasi tinggi, sehingga dalam semua aplikasi harus digunakan dalam kadar rendah dan diencerkan. Literatur parfum dan aromaterapi menyebutkan bahwa konsentrasi penggunaan rose absolute umumnya berkisar antara 0,05–5%, tergantung tujuan formulasi (kosmetik, parfum, atau aromaterapi)


Formulasi Personal – Aromatherapy Roll-On (Relaksasi Emosional)

Tujuan Formulasi

Memberikan aroma floral hangat yang lembut untuk penggunaan personal, berbasis minyak pembawa, mudah diaplikasikan, dan stabil.

Komposisi Bahan

  • Rose Absolute Oil : 0,5%
  • Lavender Essential Oil (Lavandula angustifolia) : 1,0%
  • Bergamot Essential Oil (FCF) : 0,5%
  • Minyak Jojoba (carrier oil) : ad 100%

Konsentrasi total bahan aromatik: 2,0% (aman untuk penggunaan topikal dewasa menurut literatur aromaterapi).

Cara Pembuatan

  1. Timbang Rose Absolute Oil dengan akurat (disarankan menggunakan timbangan analitik).
  2. Campurkan dengan essential oil lain hingga homogen.
  3. Tambahkan minyak jojoba sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Masukkan ke dalam botol roll-on kaca gelap.
  5. Diamkan 24–48 jam untuk proses maturation aroma.

Cara Pemakaian

  • Oleskan pada pergelangan tangan atau belakang telinga.
  • Gunakan 1–2 kali sehari sesuai kebutuhan.

Pengamanan & Pengujian

  • Lakukan patch test 24 jam sebelum pemakaian.
  • Tidak dianjurkan untuk ibu hamil tanpa konsultasi profesional.
  • Simpan di tempat sejuk dan gelap.

Formulasi Personal–Profesional – Serum Wajah Berbasis Minyak

Tujuan Formulasi

Memberikan aroma alami yang menenangkan sekaligus mendukung kenyamanan sensorik dalam produk perawatan kulit non-air (anhydrous cosmetic).

Komposisi Bahan

  • Rose Absolute Oil : 0,2%
  • Frankincense Essential Oil (Boswellia carterii) : 0,3%
  • Vitamin E (Tocopherol) : 0,5%
  • Rosehip Seed Oil : ad 100%

Konsentrasi rose absolute ≤0,2% sesuai praktik kosmetik sensitif (Baser & Buchbauer).

Cara Pembuatan

  1. Campurkan essential oil dan absolute dalam wadah kaca steril.
  2. Tambahkan vitamin E sebagai antioksidan.
  3. Masukkan minyak rosehip, aduk hingga homogen.
  4. Isikan ke botol kaca amber dengan pipet.

Cara Pemakaian

  • Aplikasikan 2–3 tetes pada wajah bersih, malam hari.
  • Hindari area mata.

Pengamanan & Pengujian

  • Uji stabilitas sederhana (pengamatan bau, warna, dan kejernihan selama 30 hari).
  • Lakukan patch test.
  • Tidak digunakan pada kulit luka terbuka.

7.3. Formulasi Industri – Parfum Berbasis Alkohol (Fine Fragrance)

Tujuan Formulasi

Penggunaan Rose Absolute sebagai middle–base note dalam parfum alkohol, sesuai praktik industri parfum.

Contoh Formula Konsentrat Parfum

  • Rose Absolute Oil : 5–10%
  • Jasmine Absolute : 2%
  • Benzoin Resinoid : 3%
  • Linalool natural isolate : 1–2%
  • Ethanol 95% : ad 100%

Dalam industri, rose absolute sering digunakan sebagai key floral anchor karena stabilitas dan kompleksitas aromanya (Sell, 2019).

Cara Pembuatan

  1. Larutkan semua bahan aromatik dalam etanol.
  2. Aduk hingga homogen.
  3. Lakukan proses aging/maceration selama 2–6 minggu pada suhu stabil.
  4. Filtrasi bila diperlukan.
  5. Lakukan evaluasi sensorik.

Cara Pemakaian

  • Digunakan sebagai parfum semprot eksternal.
  • Konsentrasi akhir disesuaikan dengan tipe parfum (EDT, EDP, Extrait).

Pengamanan & Pengujian Industri

  • Uji stabilitas suhu (4°C, 25°C, 40°C).
  • Uji kejernihan & presipitasi.
  • Evaluasi IFRA compliance (untuk produk komersial).
  • Uji iritasi kulit (in vitro / patch test sukarela).

7.4. Catatan Keamanan Umum dalam Formulasi

  • Rose Absolute Oil tidak digunakan langsung tanpa pengenceran.
  • Konsentrasi rendah direkomendasikan karena kandungan senyawa aromatik aktif.
  • Produk akhir harus disesuaikan dengan regulasi lokal (kosmetik/parfum).
  • Minyak Rose Absolut bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.
  • Informasi ini bersifat edukatif dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
  • Penggunaan terapeutik belum diuji secara klinis pada manusia.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

A. Industrial Applications of Rose Absolute Oil

1. Perfume and Fragrance Industry (Fine Perfumery)

Rose Absolute Oil is one of the core raw materials in mid-range to premium perfumery.

Primary uses include:

  • serving as a middle-to-base floral note
  • providing depth, warmth, and naturality to fragrance compositions
  • acting as an aromatic anchor that binds other floral components

Scientifically, rose absolute is preferred over rose otto due to:

  • a more complex aromatic profile
  • higher content of aromatic esters and phenyl derivatives
  • superior stability in alcohol-based systems

2. Cosmetic and Personal Care Industry

Rose Absolute Oil is used in:

  • facial care products (serums, facial oils)
  • aromatic creams and balms
  • premium spa and wellness products

Its role is primarily:

  • sensorial (aroma and user experience)
  • as a natural fragrance ingredient
  • to support luxury natural cosmetic concepts

Usage is restricted to low concentrations due to potential irritation at excessive levels, in accordance with scientific cosmetic practices.


3. Professional Aromatherapy Industry

In professional aromatherapy, rose absolute is used:

  • as an aromatic material for relaxation sessions
  • in psychoaromatherapy formulations
  • as a supportive aroma for emotional well-being

Modern aromatherapy literature differentiates between aroma effects (sensory) and medical claims; therefore, rose absolute is used as a supportive wellness tool rather than a medicinal agent.


4. Traditional Pharmaceutical and Aromatic Herbal Industry

In non-clinical pharmaceutical contexts, rose absolute is:

  • used as a flavoring and aroma-masking agent
  • applied to enhance user compliance with herbal products

Such applications are technological and sensorial rather than directly therapeutic.


B. Non-Industrial (Personal and Educational) Uses

  • Natural room fragrancing (limited diffusion)
  • Personal aromatic oil
  • Educational media for botany, aroma chemistry, and aromatherapy
  • Home wellness products (roll-ons, balms)

1. Efek terhadap Regulasi Emosi & Mood

Penelitian menunjukkan bahwa aroma mawar:

  • memengaruhi sistem limbik (amygdala & hippocampus)
  • berasosiasi dengan penurunan respons stres
  • meningkatkan perasaan nyaman dan emosi positif

Studi neurofisiologis dan psikologis menunjukkan bahwa inhalasi aroma mawar dapat:

  • menurunkan aktivitas simpatis
  • meningkatkan perasaan relaksasi subjektif

2. Potensi Efek Anxiolytic (Anti-Kecemasan Ringan)

Beberapa penelitian eksperimental melaporkan bahwa senyawa aromatik mawar:

  • berhubungan dengan penurunan kecemasan ringan
  • memengaruhi gelombang otak dan denyut jantung secara tidak langsung

Efek ini bersifat:

  • psikologis & sensorik
  • bergantung pada persepsi individu
  • tidak bersifat farmakologis langsung

3. Dukungan Relaksasi & Kualitas Tidur

Aroma mawar dilaporkan:

  • membantu menciptakan suasana tenang
  • mendukung fase relaksasi sebelum tidur
  • digunakan sebagai aroma pendukung sleep hygiene

Studi inhalasi aroma menunjukkan korelasi antara aroma floral tertentu dan peningkatan kenyamanan tidur subjektif.


4. Potensi Aktivitas Anti-Inflamasi Ringan (Eksperimental)

Beberapa penelitian in vitro dan in vivo (non-klinis) menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak mawar:

  • memiliki aktivitas anti-inflamasi ringan
  • berhubungan dengan kandungan phenyl derivatives dan alkohol aromatik

5. Manfaat Sensorik pada Perawatan Kulit

Dalam kosmetik:

  • aroma rose absolute berkontribusi pada perceived soothing effect
  • meningkatkan pengalaman penggunaan produk
  • membantu relaksasi psikologis saat perawatan kulit

Manfaat ini bersifat sensorik-emosional, bukan penyembuhan dermatologis.

  1. Scent and Chemistry: The Molecular World of Odors – Günther Ohloff, Wilhelm Pickenhagen, Philip Kraft
  2. The Scent of Roses and Beyond: Molecular Structures, Analysis and Practical Applications of Odorants
  3. Advances in Rose Aroma Research and Applications
  4. Extraction and Chemical Profiling of Rose-Derived Natural Products
  5. Chemical Composition and Bioactivity of Rose Extracts
  6. Recent Advances in the Chemistry and Bioactivity of Rose-Derived Compounds
  7. Biological Activities of Rose Essential Oils and Absolutes
  8. Genomic and Metabolic Regulation of Rose Floral Scent
  9. Horticultural and Phytochemical Aspects of Rosa Species
  10.  Chemical Composition of Rosa hybrida Essential Oil as a Function of Location and Storage in Saudi Arabia
  11. Environmental and Agricultural Perspectives on Rose Cultivation
  12. Phytochemical and Biological Studies of Rosa Species
  13. Aromatic Compounds and Biological Properties of Roses
  14. Electron Microscopical Studies of Rose Petal Cells during Flower Maturation
  15. Molecular Mechanisms of Floral Scent Biosynthesis in Roses
  16. Rose Scent Genomics and Discovery of Floral Fragrance-Related Genes
  17. Encyclopedia of Rose Science
  18. Exploring Complex Ornamental Genomes: The Rose as a Model Plant
  19. Handbook of Essential Oils: Science, Technology, and Applications
  20. Historical and Scientific Perspectives on Rose Oils
  21. Perfume and Flavor Materials of Natural Origin – Steffen Arctander
  22. Rosa: The Story of the Rose
  23. The Story of the Rose – World of Flowering Plants
  24. A Brief History of the Rose
  25. Relaxing Effects of Rose Oil on Humans
  26. Physiological and Psychological Effects of Floral Aromas
  27. Volatile Oils: Chemistry, Pharmacology, and Applications
  28. Plant Volatile Compounds: Biosynthesis and Function
  29. Biochemistry of Plant Volatiles
  30. Chemical Composition and Biological Activities of the Essential Oils from Different Parts of Rosa bracteata
  31. Recent Advances in Rose Floral Scent Biosynthesis and Regulation

ROSE ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA MAWAR By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

INCI name: Rosa Hybrid Flower Extract

Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100

HS Code: 33012990

CAS#: -

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Ekstraksi pelarut


DESKRIPSI PRODUK:

Rose Absolute Oil merupakan bahan aromatik alami yang diperoleh dari bunga mawar (Rosa hybrida) melalui metode ekstraksi pelarut nonpolar (n-heksana), yang diikuti dengan proses pemurnian menggunakan alkohol untuk menghasilkan fraksi absolute. Dalam literatur ilmiah, metode ekstraksi pelarut diakui sebagai teknik yang paling efektif untuk mempertahankan senyawa aromatik berat dan sensitif panas, seperti ester aromatik dan fenil eter, yang sebagian besar akan terdegradasi atau hilang selama proses distilasi uap. Oleh karena itu, rose absolute secara sensorik dianggap memiliki aroma yang lebih kompleks, kaya, dan mendekati aroma bunga segar dibandingkan rose oil hasil distilasi (rose otto).

Secara fisik, minyak rose absolute berbentuk cairan mobile dengan warna kuning transparan. Analisis kromatografi gas (GC) pada produk ini menunjukkan kandungan benzyl acetate serta phenyl ether, keduanya berada dalam rentang spesifikasi mutu yang dilaporkan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa benzyl acetate merupakan salah satu komponen utama pembentuk karakter aroma manis-floral dan segar pada mawar, serta berperan besar dalam kesan “petal-like” dan natural. Sementara itu, kelompok phenyl ether dan turunannya berkontribusi terhadap kedalaman aroma, nuansa powdery, serta kestabilan karakter wangi pada fase middle hingga base note.

Dari aspek kelarutan, Rose Absolute Oil ini larut dalam alkohol dan minyak, namun tidak larut dalam air, sesuai dengan sifat lipofilik senyawa aromatiknya. Karakteristik ini secara ilmiah menjadi dasar penggunaannya dalam parfum berbasis etanol, minyak aromaterapi, serta formulasi kosmetik non-aqueous.

Secara organoleptik, Rose Absolute Oil menunjukkan perkembangan aroma yang kompleks dan bertahap. Fase awal ditandai dengan kesan floral lembut dan manis, diikuti oleh karakter mawar yang kaya, hangat, dan sedikit honey-like pada fase tengah. Pada fase akhir, muncul nuansa resinous, balsamik ringan, dan powdery yang bertahan lama, mencerminkan keberadaan senyawa aromatik berat dengan volatilitas rendah. Profil sensorik ini konsisten dengan deskripsi organoleptik rose absolute dalam berbagai studi parfumologi dan analisis sensorik, yang menekankan tenacity tinggi serta kedalaman aroma sebagai ciri utama absolute mawar berkualitas.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Klasifikasi Botani

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Tracheophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Rosales
  • Famili: Rosaceae
  • Genus: Rosa L.
  • Kelompok: Rosa hybrida (kelompok hortikultura)

Rosa hybrida bukan satu spesies botani tunggal, melainkan kelompok hibrida kompleks hasil persilangan berbagai spesies Rosa (terutama R. chinensis, R. gallica, R. damascena, dan R. moschata). Dalam literatur ilmiah dan hortikultura, istilah Rosa hybrida digunakan untuk menggambarkan mawar budidaya modern dengan karakter bunga besar, aroma khas, dan keragaman warna yang luas.


Habit dan Struktur Tanaman

Rosa hybrida merupakan tanaman semak berkayu (woody shrub) dengan tinggi bervariasi antara 0,5 hingga 2,0 meter, tergantung kultivar dan sistem budidaya.

Ciri utama habitus tanaman:

  • Batang berkayu, bercabang, dan umumnya dilengkapi duri (prickles)
  • Sistem perakaran bersifat serabut–tunggang dangkal, adaptif terhadap tanah gembur
  • Pertumbuhan vegetatif aktif pada kondisi iklim sedang hingga subtropis, namun banyak kultivar aromatik dibudidayakan di daerah tropis dataran tinggi

Secara fisiologis, tanaman mawar menunjukkan aktivitas metabolisme sekunder yang tinggi pada fase pembungaan, khususnya dalam biosintesis senyawa volatil aromatik.


Morfologi Daun

Daun Rosa hybrida tersusun majemuk menyirip ganjil, terdiri dari:

  • 5–7 anak daun
  • Bentuk anak daun elips hingga oval
  • Tepi daun bergerigi (serrate)
  • Permukaan atas hijau tua mengilap, bagian bawah lebih pucat

Daun berperan penting dalam fotosintesis dan penyediaan prekursor biokimia (karbohidrat dan fenilalanin) yang diperlukan untuk pembentukan senyawa aromatik pada bunga, sebagaimana dilaporkan dalam studi metabolomik mawar.


Morfologi Bunga

Bunga merupakan organ terpenting dalam konteks produksi Rose Absolute Oil.

Karakteristik utama bunga Rosa hybrida:

  • Bunga bersifat hermafrodit
  • Diameter bunga bervariasi (5–12 cm)
  • Tersusun atas:
    • Kelopak (sepal): 5 helai, hijau
    • Mahkota (petal): berlapis-lapis, jumlahnya tinggi akibat seleksi hibrida
    • Benang sari (stamen): banyak
    • Putik (pistil): terletak di pusat bunga

Penelitian menunjukkan bahwa kelenjar penghasil senyawa volatil aromatik terutama terletak pada epidermis petal, khususnya pada sel-sel papila (papillate epidermal cells). Sel-sel ini aktif mensintesis dan melepaskan senyawa aroma selama fase bunga mekar penuh.


Jaringan Penghasil Aroma

Produksi aroma pada Rosa hybrida terjadi melalui:

  • Sel epidermis mahkota bunga (petal epidermis)
  • Aktivitas enzimatik jalur:
    • Fenilpropanoid
    • Shikimate
    • Terpenoid sekunder

Senyawa seperti benzyl alcohol, benzyl acetate, phenyl ethyl derivatives, dan phenyl ethers diproduksi dan dilepaskan secara volatil untuk fungsi ekologi, terutama menarik penyerbuk. Literatur molekuler menunjukkan bahwa ekspresi gen terkait aroma meningkat signifikan saat bunga mencapai puncak kemekaran.


Variabilitas Morfologi dan Pengaruh terhadap Aroma

Sebagai kelompok hibrida, Rosa hybrida menunjukkan variabilitas morfologi yang tinggi, meliputi:

  • Jumlah dan ketebalan petal
  • Kepadatan jaringan epidermis
  • Intensitas dan kualitas aroma

Studi komparatif menyatakan bahwa kultivar dengan petal lebih tebal dan berlapis banyak cenderung memiliki kandungan senyawa aromatik lebih tinggi, sehingga lebih disukai untuk produksi ekstrak aromatik seperti rose absolute.


SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Sejarah Awal Tanaman Mawar sebagai Tanaman Aromatik

Penggunaan mawar sebagai tanaman aromatik telah tercatat sejak ribuan tahun. Bukti arkeologis dan teks sejarah menunjukkan bahwa mawar telah dibudidayakan dan digunakan di Persia kuno, Mesir, Yunani, dan Romawi. Mawar dipakai sebagai bahan pengharum, kosmetik, ritual keagamaan, dan pengawet jasad. Di Mesir kuno, mawar dikaitkan dengan praktik pengharuman dan keindahan, sementara dalam tradisi Persia mawar menjadi simbol estetika dan spiritualitas.

Namun, pada periode ini, mawar belum diolah menjadi absolute. Bentuk pemanfaatan aromanya terutama melalui:

  • rendaman bunga,
  • salep aromatik,
  • infus minyak,
  • dan hydrosol hasil destilasi sederhana.

Perkembangan Teknologi Ekstraksi Minyak Mawar

Teknologi destilasi mawar berkembang signifikan pada masa Islamic Golden Age. Avicenna (Ibn Sina) pada abad ke-10–11 dikaitkan dengan penyempurnaan proses distilasi uap untuk mendapatkan rose water dan rose oil (rose otto).

Rose otto (minyak mawar hasil distilasi uap) menjadi produk bernilai tinggi di:

  • Turki
  • Bulgaria (Kazanlak Valley)
  • Iran

Produksi skala besar mulai berkembang pada abad ke-18 dan ke-19. Namun, metode distilasi uap memiliki keterbatasan, terutama hilangnya sebagian senyawa aromatik yang sensitif panas.


Munculnya Rose Absolute Oil

Rose Absolute Oil baru muncul setelah berkembangnya ekstraksi pelarut organik pada abad ke-19.

Perkembangan teknologi ini dimulai di Prancis melalui:

  • penggunaan pelarut lemak (enfleurage),
  • kemudian digantikan oleh pelarut volatil seperti n-heksana.

Tahapan dasar pembuatannya:

  1. bunga mawar diekstraksi menggunakan heksana → menghasilkan concrete
  2. concrete diekstraksi etanol → lilin terpisah
  3. diperoleh fraksi aromatik pekat → rose absolute

Inovasi ini memungkinkan diperolehnya:

  • rendemen lebih tinggi
  • profil aroma lebih kompleks
  • kandungan ester aromatik dan fenil eter lebih utuh dibanding rose otto

Karena keunggulan tersebut, rose absolute menjadi bahan utama pada fine perfumery Eropa pada abad ke-19 hingga sekarang.


Sejarah Penggunaan Rose Absolute dalam Parfum

Sejak abad ke-19, Rose Absolute digunakan sebagai:

  • komponen middle–base note parfum mewah
  • pengikat aroma floral lainnya (jasmine, ylang-ylang)
  • pembentuk akord klasik seperti floral, chypre, oriental

Rose Absolute menjadi bahan kunci dalam parfum ikonik dunia karena:

  • tenacity tinggi
  • aroma kompleks (floral–honey–resinous)
  • stabil dalam alcohol base

Dalam industri, rose absolute berasal terutama dari:

  • Bulgaria
  • Turki
  • Maroko
  • Prancis
  • India

Sejarah Penggunaan dalam Tradisi Kesehatan & Psikoaromaterapi

Sepanjang sejarah, bahan-bahan aromatik mawar digunakan dalam:

  • relaksasi
  • ritual spiritual
  • pengharum ruang
  • penanda status sosial

Dalam periode modern, kajian ilmiah menunjukkan bahwa aroma mawar:

  • memengaruhi sistem limbik
  • dikaitkan dengan regulasi emosi
  • serta pengalaman psikologis positif

Rose Absolute kemudian masuk dalam:

  • aromaterapi klinis modern
  • penelitian psikologis terhadap aroma
  • aplikasi wellness non-medis

Namun, penggunaan terapeutik formal tetap memerlukan evaluasi klinis yang ketat karenanya tidak diklaim sebagai obat dalam konteks edukasi publik.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Bunga segar (fresh rose petals) dari Rosa × hybrida.

Asal: Indonesia

Penanaman

Tanaman mawar hibrida dibudidayakan secara intensif sebagai tanaman hias dan aromatik, dengan pemanenan bunga dilakukan pada fase mekar optimal untuk menjaga kandungan senyawa volatil aromatik.

Isi

Benzyl Acetate, Phenyl ether, β-Citronellol, Geraniol, Nerol, Phenethyl Alcohol, Farnesol, Linalool

Organoleptik
  • Warna: Kuning keemasan hingga cokelat kemerahan
  • Aroma: Floral mawar yang kaya dan pekat, manis lembut, honey-like, hangat, sedikit spicy dan balsamic, dengan daya lekat aroma (tenacity) tinggi.
Solubility

Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air

Level of note

Middle note to Base note

Aplikasi produk hilir

Aromatherapy, Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya.

Umur Simpan

5 tahun

Instruksi penyimpanan
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan untuk menjaga kualitas aroma dan kestabilan minyak.
  • Suhu ideal penyimpanan: 15–25°C.
  • Hindari kontaminasi dengan air atau bahan kimia lain.
Alergi dan tindakan pencegahan umum
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian luas pada kulit: oleskan sedikit di area kecil selama 24 jam, perhatikan reaksi iritasi.
  • Hentikan pemakaian jika muncul ruam, gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar.
  • Tidak dianjurkan digunakan langsung pada kulit tanpa diencerkan (disarankan 1–5% dalam carrier oil atau formula parfum).
  • Hindari kontak dengan mata, membran mukosa, dan area sensitif.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi, anak-anak, wanita hamil, atau menyusui tanpa konsultasi profesional.
  • Simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Tulis ulasan