Tuberose
Absolute Oil adalah bahan aromatik berkadar tinggi senyawa ester dan nitrogen
aromatik (mis. methyl anthranilate, benzyl acetate, methyl benzoate)
yang bersifat poten, lipofilik, dan sensitif oksidasi. Oleh karena itu,
dalam formulasi selalu digunakan dalam kadar rendah, dilarutkan dalam
carrier oil atau alkohol, dan mengikuti prinsip dermal safety &
stability sebagaimana direkomendasikan literatur aromaterapi ilmiah dan
kosmetik internasional.
A.
FORMULASI NON-INDUSTRI (PERSONAL USE)
1.
Roll-On Aromatherapy (Relaksasi & Emosi)
Tujuan
penggunaan: relaksasi psikologis, mood enhancer,
aromaterapi personal
Komposisi:
- Tuberose Absolute Oil: 0,5%
- Lavender Essential Oil (Lavandula
angustifolia): 1%
- Bergamot FCF Essential Oil: 1%
- Carrier Oil (Jojoba / Fractionated
Coconut Oil): 97,5%
Cara
pembuatan:
- Timbang essential oil & absolute
oil dengan timbangan presisi.
- Campurkan ke dalam carrier oil.
- Aduk perlahan hingga homogen.
- Simpan dalam botol roll-on kaca
gelap.
Cara
pemakaian:
- Oleskan pada pergelangan tangan atau
belakang telinga.
- Gunakan maksimal 2 kali sehari.
Catatan
ilmiah:
- Konsentrasi ini mengikuti rekomendasi
dermal safety untuk bahan aromatik dengan kandungan ester aromatik tinggi.
- Lavender dan bergamot berfungsi
sebagai modulator aroma sekaligus penyeimbang sistem saraf.
2.
Body Oil Sensorial (After Bath Oil)
Tujuan
penggunaan: perawatan kulit, efek sensorial &
aromatik
Komposisi:
- Tuberose Absolute Oil: 0,3%
- Sweet Almond Oil: 70%
- Jojoba Oil: 29%
- Vitamin E (Tocopherol): 0,7%
Cara
pembuatan:
- Campurkan semua bahan dalam wadah
kaca steril.
- Aduk hingga homogen.
- Botolkan dan beri label tanggal
pembuatan.
Cara
pemakaian:
- Aplikasikan pada kulit lembap setelah
mandi.
Alasan
formulasi:
- Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan
untuk mencegah oksidasi senyawa aromatik.
- Konsentrasi absolute oil dijaga
rendah untuk mencegah iritasi.
B.
FORMULASI INDUSTRI (KOSMETIK & PARFUMERI)
3.
Natural Fine Fragrance (Alcohol-Based Perfume)
Kategori:
Natural Perfumery
Komposisi
(contoh konsentrat parfum 10%):
- Tuberose Absolute Oil: 1,5%
- Jasmine Absolute / Sambac Absolute: 1%
- Ylang-Ylang Extra: 0,5%
- Sandalwood Oil: 0,5%
- Ethanol 95% (food/pharma grade): 96,5%
Proses
pembuatan:
- Larutkan semua bahan aromatik ke
dalam etanol.
- Aduk perlahan.
- Lakukan proses maceration 2–4
minggu di tempat gelap & sejuk.
- Saring jika diperlukan.
Aplikasi
industri:
- Natural perfume
- Luxury personal fragrance
- Artisan perfumery
4.
Krim Kosmetik Aromaterapi (Leave-on Product)
Kategori:
kosmetik alami
Kadar
maksimum Tuberose Absolute Oil: ≤0,2%
Catatan
penting:
- Wajib dilakukan stability test,
preservative efficacy test, dan patch test sebelum komersialisasi.
- Disarankan mengikuti standar ISO
16128 (natural cosmetic ingredients).
C.
PENGAMANAN, PENGUJIAN & KONTROL MUTU
1.
Pengamanan Formulasi
- Jangan digunakan tanpa pengenceran.
- Hindari pemakaian pada:
- Ibu hamil trimester
awal
- Anak < 6 tahun
- Kulit sensitif
tanpa uji tempel
2.
Pengujian yang Direkomendasikan
Untuk
industri:
- Patch test (Human Repeat Insult Patch
Test – HRIPT)
- Stability test (suhu, cahaya,
oksidasi)
- GC-MS profiling (konsistensi batch)
- Microbial test (untuk produk berbasis
air)
Untuk
personal use:
- Patch test 24 jam di lengan bagian
dalam
D.
DASAR ILMIAH & REFERENSI FORMULASI
Formulasi
di atas disusun berdasarkan:
- Prinsip aromaterapi klinis
- Literatur natural cosmetic
formulation
- Praktik perfumery tradisional
& modern
- Tuberose (Polianthes tuberosa L.): Botany, Cultivation and Uses (HORT 281 Lecture Notes)
- The Encyclopedia of Psychoactive Plants: Ethnopharmacology and Its Applications – Christian Rätsch
- The Genus Polianthes: Botanical and Historical Review
- Polianthes tuberosa – Botanical Overview
- A Review on Ethnomedicinal Properties of Polianthes tuberosa
- Polianthes Tuberose Breeding in Indonesia
- Handbook of Essential Oils: Science, Technology, and Applications
- Tuberose in Perfumery: Properties, Distillation, and History
- Biological Activities of Essential Oils and Their Components
- Olfactory Effects of Floral Aromatic Compounds on Mood and Emotion
- Neuropsychological and Physiological Effects of Odor-Evoked Memory
- Chemical Composition and Bioactivity of Floral Extracts
- Floriculture: Principles and Species
- Chemical Composition of Polianthes tuberosa Flower Extracts at Different Extraction Methods
- Volatile Constituents Emitted by Polianthes tuberosa Flowers
- Extraction Methods for Tuberose Oil and Their Chemical Components
- Volatile Releasing Patterns of Tuberose Flowers at Different Maturity Stages and Diurnal Times
- Mexican Geophytes I: The Genus Polianthes
- Breeding of Ornamentals: Tuberose (Polianthes tuberosa L.)
- Morphological, Physiological, and Ultrastructural Changes Explaining Scent Emission in Polianthes tuberosa
- Comparison of Volatile Compounds at Different Developmental Stages of Tuberose Flowers
- Studies on Floral Biology of Tuberose under Tarai Regions of Uttarakhand
- Tuberose (Polianthes tuberosa): Comprehensive Scientific Overview
- Essential Oil Safety (2nd Edition) – Robert Tisserand & Rodney Young
- Recent Advances in Floral Volatile Compounds Research
- Chemical Ecology of Floral Scents and Pollination
- Olfactory Processing and Emotional Response to Floral Odors
Sertifikat
Halal: 33110034666001125
Dokumen
Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet
(MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikasi CITES (permintaan
untuk ekspor spesies dilindungi)
- Minyak Tuberose Absolut bukan obat
dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau
mencegah penyakit apapun.
- Informasi ini bersifat edukatif
dan aromaterapi, bukan rekomendasi medis.
- Penggunaan terapeutik belum diuji
secara klinis pada manusia.
A.
Kegunaan dalam Bidang Industri
1.
Industri Parfum dan Fragrance
- Digunakan
sebagai bahan aroma alami bernilai tinggi dalam parfum fine fragrance dan
niche perfumery.
- Berperan
sebagai middle note hingga base note karena daya lekat dan
intensitas aromanya yang tinggi.
- Digunakan
dalam konsentrasi rendah untuk memberikan karakter floral putih yang kaya,
creamy, dan sensual.
- Literatur
parfum menyebutkan tuberose absolute sebagai bahan “impact aroma” yang
mampu memperkaya struktur parfum secara signifikan.
2.
Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh
- Digunakan
dalam formulasi krim, lotion, body oil, dan produk perawatan kulit
premium.
- Memberikan
aroma alami yang mewah serta meningkatkan nilai sensori produk.
- Absolute
oil dipilih karena aroma lebih stabil dan kompleks dibandingkan fragrance
sintetis tertentu.
- Digunakan
terutama pada produk leave-on dengan formulasi berbasis minyak atau
alkohol.
3.
Industri Personal Care dan Toiletries
- Digunakan
dalam sabun premium, body wash, dan produk mandi aromatik.
- Memberikan
pengalaman sensori yang menenangkan dan mewah.
- Cocok
untuk lini produk natural, artisan, dan luxury.
4.
Industri Aromatik Alami dan Flavor-Fragrance Research
- Digunakan
sebagai bahan referensi dalam riset kimia aroma dan formulasi fragrance
alami.
- Digunakan
untuk studi profil volatil bunga dan pengembangan aroma berbasis bahan
alam.
B.
Kegunaan dalam Bidang Non-Industri
1.
Aromaterapi Profesional
- Digunakan
oleh praktisi aromaterapi sebagai bahan aroma untuk pendekatan emosional
dan psikologis.
- Biasanya
diaplikasikan dalam diffuser, inhalasi tidak langsung, atau parfum terapi
(bukan aplikasi medis).
2.
Penggunaan Tradisional dan Budaya
- Aroma
bunga sedap malam secara historis digunakan dalam ritual, upacara adat,
dan kegiatan spiritual.
- Digunakan
untuk menciptakan suasana tenang, khusyuk, dan sakral.
3.
Produk Wellness dan Lifestyle
- Digunakan
dalam lilin aromaterapi, minyak pijat aromatik, dan produk relaksasi.
- Digunakan
sebagai aroma pendukung aktivitas relaksasi, meditasi, dan self-care.
Manfaat
Terapeutik yang Dilaporkan dalam Literatur
- Efek
relaksasi emosional
Aroma tuberose
diketahui memengaruhi sistem limbik melalui jalur penciuman, yang berperan
dalam pengaturan emosi dan suasana hati.
- Mendukung
penurunan stres psikologis
Senyawa aromatik
seperti ester dan senyawa nitrogen volatil dilaporkan memiliki efek menenangkan
pada sistem saraf pusat melalui stimulasi olfaktori.
- Meningkatkan
suasana hati (mood-enhancing)
Digunakan dalam
aromaterapi untuk membantu menciptakan perasaan nyaman, hangat, dan positif.
- Efek
anxiolytic ringan (non-medis)
Beberapa literatur
aromaterapi menyebutkan aroma floral intens seperti tuberose dapat membantu
meredakan ketegangan emosional ringan.
- Aphrodisiac
aromatik (psikologis & emosional)
Secara tradisional
dan aromaterapi modern, aroma tuberose dikaitkan dengan peningkatan sensualitas
dan koneksi emosional, bukan efek fisiologis langsung.
- Mendukung
kualitas relaksasi dan tidur (indirect effect)
Melalui efek
relaksasi emosional, aroma tuberose kadang digunakan sebagai aroma pendukung
lingkungan tidur yang tenang.
TUBEROSE
ABSOLUTE OIL / MINYAK ABSOLUT BUNGA SEDAP MALAM By DDISTILLERS
Merk: DDistillers
INCI
name: Polianthes Tuberosa Flower Extract
Kategori Produk: Single Absolute Oil, purity: 100
HS
Code: 33012990
CAS#:
8000-41-7
FEMA#: 3054
Metode ekstraksi: Ekstraksi pelarut
DESKRIPSI
PRODUK:
Tuberose
Absolute Oil adalah bahan aromatik alami yang diperoleh dari bunga sedap malam
(Polianthes tuberosa L.), sebuah tanaman berbunga putih yang dikenal
luas karena aromanya yang sangat kuat dan khas. Minyak ini diperoleh melalui
metode ekstraksi pelarut. Metode ini digunakan karena aroma bunga sedap malam
bersifat sensitif terhadap panas dan mengandung banyak senyawa aromatik berat
yang tidak dapat diekstraksi secara optimal dengan distilasi.
Dalam
proses ekstraksi, bunga sedap malam segar diekstraksi menggunakan pelarut
non-polar seperti heksana untuk menangkap senyawa aromatik alaminya. Hasil awal
dari proses ini disebut concrete, yang kemudian dimurnikan lebih lanjut untuk
menghasilkan absolute oil. Absolute oil dikenal memiliki aroma yang lebih
mendekati bunga aslinya karena mengandung spektrum senyawa aromatik yang lebih
lengkap dibandingkan minyak esensial hasil penyulingan uap.
Secara
umum, Tuberose Absolute Oil memiliki aroma floral yang sangat intens, manis,
creamy, dan sedikit hangat. Aroma ini sering digambarkan sebagai “rich” atau
“opulent” dalam literatur parfum. Karakter aroma tersebut berasal dari
kombinasi senyawa alami yang terdapat di dalam bunga sedap malam, terutama
kelompok ester aromatik dan senyawa aromatik nitrogen. Penelitian ilmiah
menunjukkan bahwa senyawa seperti methyl anthranilate, benzyl acetate, dan
methyl benzoate berperan besar dalam membentuk karakter aroma khas tuberose.
Tuberose
Absolute Oil berbentuk cair dengan warna kuning hingga oranye tua. Warna ini
merupakan karakter alami dari absolute oil hasil ekstraksi pelarut dan tidak
menunjukkan penurunan kualitas produk. Minyak ini memiliki densitas yang
relatif tinggi dibandingkan minyak esensial hasil distilasi, yang mencerminkan
kandungan senyawa aromatik kompleks dan berat molekul yang lebih besar.
Tuberose
Absolute Oil bersifat larut dalam alkohol dan minyak nabati, namun tidak larut
dalam air. Sifat ini menjadikannya cocok digunakan sebagai bahan aroma dalam
parfum, kosmetik, dan produk perawatan tubuh berbasis minyak atau alkohol.
Dari
sisi sensori atau organoleptik, aroma Tuberose Absolute Oil berkembang secara
bertahap. Pada awalnya tercium aroma floral manis yang kuat, kemudian berangsur
menjadi lebih creamy dan hangat dengan kesan yang bertahan lama. Karena
karakter aromanya yang kuat dan daya lekat yang tinggi, tuberose absolute
secara tradisional digunakan sebagai aroma tengah hingga dasar dalam formulasi
parfum. Dibandingkan dengan bunga putih lain seperti melati atau magnolia,
aroma tuberose cenderung lebih intens dan mendalam.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Sedap
malam (Polianthes tuberosa L.) adalah tanaman berbunga tahunan yang
terkenal karena bunganya yang sangat harum, terutama pada malam hari. Tanaman
ini berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Meksiko, namun telah lama
dibudidayakan secara luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Selatan
dan Asia Tenggara. Dalam literatur botani modern, Polianthes tuberosa
diklasifikasikan ke dalam famili Asparagaceae, subfamili Agavoideae,
setelah sebelumnya ditempatkan dalam famili Agavaceae.
Tanaman
ini dibudidayakan terutama sebagai tanaman hias dan tanaman penghasil aroma,
dengan bunga sebagai bagian tanaman yang paling bernilai secara ekonomi. Aroma
khas sedap malam berasal dari senyawa volatil yang diproduksi oleh jaringan
bunga dan dilepaskan secara intens pada fase bunga mekar penuh.
Klasifikasi
Botani
- Kingdom:
Plantae
- Divisi:
Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
- Kelas:
Liliopsida (monokotil)
- Ordo:
Asparagales
- Famili:
Asparagaceae
- Subfamili:
Agavoideae
- Genus:
Polianthes
- Spesies:
Polianthes tuberosa L.
Klasifikasi
ini didasarkan pada analisis morfologi dan filogenetik molekuler yang
menempatkan sedap malam lebih dekat dengan kelompok tanaman agave dan yucca
dibandingkan dengan lili sejati.
MORFOLOGI TANAMAN
Umbi
(Tuber)
- Sedap
malam memiliki organ penyimpanan berupa umbi berdaging (tuberous rhizome)
yang berfungsi sebagai cadangan nutrisi. Umbi ini memungkinkan tanaman bertahan
pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan dan mendukung pertumbuhan
kembali pada musim berikutnya. Dari umbi inilah tunas daun dan tangkai bunga
tumbuh.
Daun
- Daun
sedap malam berbentuk linear hingga lanset, memanjang, dan berwarna
hijau segar. Daun tumbuh dari pangkal tanaman dalam bentuk roset. Secara
morfologis, daun memiliki permukaan halus, ujung meruncing, dan tulang daun
sejajar, yang merupakan ciri khas tanaman monokotil. Daun berfungsi sebagai
organ fotosintesis utama dan mendukung pembentukan energi untuk pertumbuhan
bunga.
Batang
dan Tangkai Bunga
- Batang
sejati sedap malam relatif pendek, sedangkan tangkai bunga (scape)
tumbuh tegak, silindris, dan dapat mencapai tinggi antara 60 hingga 120 cm.
Tangkai bunga ini tidak berdaun dan berfungsi menopang rangkaian bunga.
Struktur tangkai yang kokoh memungkinkan bunga tersusun rapat dan tegak selama
masa pembungaan.
Morfologi
Bunga
Bunga
sedap malam tersusun dalam bentuk infloresens tipe spike (bulir), dengan
banyak kuntum bunga yang tersusun rapat sepanjang tangkai. Bunga bersifat hermafrodit
dan berwarna putih hingga putih krem.
Ciri
morfologi utama bunga meliputi:
- Bentuk
bunga tubular memanjang
- Terdiri
dari enam tepal (mahkota dan kelopak tidak terdiferensiasi)
- Memiliki
enam benang sari dan satu putik
- Panjang
tabung bunga relatif panjang, yang membantu memerangkap dan mempertahankan
senyawa aroma
Bunga
sedap malam dikenal sebagai night-blooming flower, di mana emisi aroma
meningkat secara signifikan pada sore hingga malam hari. Fenomena ini secara
ilmiah dikaitkan dengan ritme sirkadian tanaman dan aktivitas enzim pembentuk
senyawa volatil aroma.
Hubungan
Morfologi Bunga dengan Aroma
- Struktur
tubular bunga dan jaringan epidermis bunga sedap malam mengandung sel-sel
sekretori yang menghasilkan dan melepaskan senyawa volatil. Penelitian
menunjukkan bahwa produksi senyawa aroma tertinggi terjadi pada fase bunga
mekar penuh, terutama pada malam hari. Senyawa volatil ini berperan dalam
menarik penyerbuk alami dan sekaligus menjadi sumber utama bahan baku aromatik
untuk pembuatan tuberose absolute oil.
- Kepadatan
kuntum bunga dan panjang tabung bunga berkontribusi pada tingginya akumulasi
senyawa aromatik, sehingga secara botani sedap malam dikenal sebagai salah satu
bunga dengan intensitas aroma tertinggi di antara bunga putih lainnya.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Asal-usul
Tanaman dan Penggunaan Awal
Sejarah
minyak Tuberose Absolute tidak dapat dipisahkan dari sejarah tanaman sedap
malam (Polianthes tuberosa L.) itu sendiri. Tanaman ini berasal dari
wilayah Amerika Tengah, khususnya Meksiko, dan telah dikenal sejak masa
pra-Kolumbus. Dalam catatan etnobotani, masyarakat Aztec menyebut bunga sedap
malam sebagai Omixochitl, yang berarti “bunga tulang” atau “bunga putih
beraroma kuat”. Bunga ini digunakan dalam ritual keagamaan, upacara adat, serta
sebagai pengharum alami untuk ruang sakral dan persembahan.
Pada
masa tersebut, penggunaan sedap malam masih terbatas pada pemanfaatan bunga
segar, bukan dalam bentuk minyak atau ekstrak aromatik. Aroma kuat yang
dilepaskan terutama pada malam hari dianggap memiliki makna simbolis dan
spiritual, serta digunakan untuk menciptakan suasana khusyuk dan sakral dalam
kegiatan ritual.
Penyebaran
ke Eropa dan Asia
Pada
abad ke-16, sedap malam dibawa oleh bangsa Spanyol dari Meksiko ke Eropa
sebagai tanaman hias eksotis. Tanaman ini dengan cepat menarik perhatian
bangsawan Eropa karena aromanya yang intens dan berbeda dari bunga-bunga lokal.
Di Prancis, Italia, dan Spanyol, sedap malam mulai dibudidayakan secara
terbatas di rumah kaca dan kebun bangsawan.
Seiring
penyebarannya ke Asia Selatan dan Asia Tenggara melalui jalur perdagangan
kolonial, sedap malam juga diadopsi dalam budaya lokal. Di India, bunga sedap
malam digunakan secara luas dalam rangkaian bunga, upacara keagamaan, dan
tradisi budaya. Penggunaan bunga segar sebagai pengharum alami tetap
mendominasi pada periode ini, karena teknologi ekstraksi aroma masih terbatas.
Perkembangan
Teknik Ekstraksi Aroma
Minyak
Tuberose Absolute baru dikenal setelah berkembangnya teknik ekstraksi aroma
pada abad ke-18 dan ke-19. Awalnya, industri parfum Eropa menggunakan metode enfleurage,
yaitu teknik penyerapan aroma bunga segar menggunakan lemak hewani. Metode ini
memungkinkan aroma bunga yang sensitif terhadap panas, seperti sedap malam,
untuk ditangkap tanpa merusak senyawa volatilnya.
Namun,
enfleurage memerlukan waktu lama dan biaya tinggi. Dengan berkembangnya ilmu
kimia dan teknologi pelarut pada akhir abad ke-19, metode ekstraksi pelarut
menggunakan senyawa non-polar mulai menggantikan enfleurage. Dari sinilah
dikenal istilah tuberose concrete dan kemudian tuberose absolute,
yang dihasilkan melalui pemurnian concrete menggunakan alkohol. Perkembangan
ini menandai lahirnya Tuberose Absolute Oil sebagai bahan baku aromatik modern.
Tuberose
Absolute dalam Sejarah Perfumery
Sejak
akhir abad ke-19 hingga abad ke-20, Tuberose Absolute Oil menjadi salah satu
bahan paling berharga dalam dunia perfumery. Aroma tuberose dikenal sebagai
simbol kemewahan, sensualitas, dan keanggunan. Banyak parfum klasik Eropa
memasukkan tuberose absolute sebagai komponen utama atau aksen penting dalam
komposisi floral.
Literatur
parfum menyebutkan bahwa tuberose sering digunakan untuk menciptakan kesan
floral putih yang kaya dan berlapis, berbeda dengan aroma bunga ringan. Karena
aroma alaminya sangat kuat, tuberose absolute biasanya digunakan dalam
konsentrasi kecil, namun memiliki dampak aroma yang signifikan. Pada periode
ini, produksi tuberose absolute terpusat di Prancis dan India, yang hingga kini
masih menjadi wilayah penghasil utama.
Sejarah
Penggunaan dalam Aromaterapi dan Produk Modern
Dalam
konteks aromaterapi modern, penggunaan Tuberose Absolute Oil mulai berkembang
seiring meningkatnya minat terhadap bahan aromatik alami pada akhir abad ke-20.
Berbeda dengan minyak esensial yang lebih umum, tuberose absolute digunakan
secara selektif oleh praktisi aromaterapi profesional karena sifat aromanya
yang sangat kuat dan kompleks.
Secara
historis, aroma tuberose dikaitkan dengan efek emosional yang mendalam, seperti
relaksasi, peningkatan suasana hati, dan sensasi kenyamanan psikologis.
Meskipun penggunaan terapeutiknya lebih banyak didasarkan pada pendekatan
aromatik dan emosional daripada bukti klinis langsung, literatur aromaterapi
mengakui peran tuberose absolute sebagai aroma yang memengaruhi respons
emosional melalui sistem penciuman.
Saat ini, Tuberose Absolute Oil digunakan dalam berbagai aplikasi modern, termasuk parfum alami, kosmetik premium, produk perawatan tubuh, serta formulasi aromatik berbasis kesejahteraan. Penggunaannya tetap mempertahankan nilai historisnya sebagai bahan aromatik eksklusif, yang berasal dari tradisi panjang pemanfaatan bunga sedap malam lintas budaya dan zaman.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bunga segar sedap malam (Polianthes Tuberosa L.) Asal minyak: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen
dan dibudidayakan secara konvensional di Indonesia agar berkelanjutan. |
| Isi | Methyl anthranilate, Benzyl acetate, Hydroxycitronellal, Methyl benzoate |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam alcohol dan fixed oil, tidak larut dalam air |
| Level of note | Middle to Base Note |
| Blend well | Jasmine Absolute (Jasminum sambac atau Jasminum grandiflorum), Magnolia Absolute, Champaca Absolute (Magnolia champaca), Ylang-Ylang (Cananga odorata), Neroli (Citrus aurantium flower oil), Orange Blossom Absolute, Lavender (Lavandula angustifolia), Clary Sage (Salvia sclarea), Rose Absolute, Rose Otto, Sandalwood (Santalum album atau Santalum spicatum), Vanilla Absolute atau Vanilla CO₂ Extract, Benzoin Resinoid, Patchouli (Pogostemon cablin), Vetiver (Vetiveria zizanoides), Labdanum, Bergamot FCF, Sweet Orange (Citrus sinensis), dan Petitgrain (Citrus aurantium leaf oil). |
| Aplikasi produk hilir | Aromatherapy,
Natural Perfumery, Toiletries, Natural Cosmetics, Herbal Pharmacy, Body/Skin
Care, Personal Care, Home Care, dan produk turunan lainnya. |
| Umur Simpan | 5 tahun |
| Instruksi penyimpanan |
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum |
|




