IDE FORMULASI:

1) Face Oil Ringan (kulit kering/ sensitif)

  • Cottonseed oil: 88–90%
  • Squalane: 8–10% (opsional, bikin lebih silky)
  • Vitamin E (Tocopherol): 0,5% (antioksidan pelindung)
  • Essential oil: ≀1% (sesuai IFRA, opsional)

2) Body Lotion Ringan (emulsi O/W)

Fase Air

  • Aqua q.s. 100%
  • Glycerin 3–5%

Fase Minyak

  • Cottonseed oil 6–8%
  • Emulsifier (mis. Glyceryl Stearate Citrate) 2–3%
  • Co-emulsifier (Cetearyl Alcohol) 1–2% (opsional untuk body feel)

Pendinginan (≀40β€―Β°C)

  • Vitamin E 0,2–0,5%
  • Pengawet sesuai regulasi 0,5–1%
  • Parfum/EO sesuai IFRA (opsional)

3) Hair & Scalp Serum (leave‑on)

  • Cottonseed oil 90%
  • Ester ringan (Caprylic/Capric Triglyceride) 9,5%
  • Vitamin E 0,5%

4) Cleansing Oil (makeup remover)

  • Cottonseed oil 70%
  • Ester polar (Isoamyl Laurate/Isopropyl Myristate) 20%
  • PEG‑20 Glyceryl Triisostearate (emulsifier minyak‑air) 10%
  • Vitamin E 0,3%

5) Lip Balm / Salep Oklusif (anhidrous)

  • Cottonseed oil 45–50%
  • Beeswax 25–30%
  • Shea Butter 20–25%
  • Vitamin E 0,5%

6) Massage Oil (pijat – slip halus)

  • Cottonseed oil 60%
  • Sweet Almond/Apricot Kernel 30%
  • Fractionated Coconut (MCT) 9,5%
  • Vitamin E 0,5%

7) Sabun Cair/Lembut (saponifikasi KOH) β€” skema dasar

  • Cottonseed oil 50–70%
  • Coconut oil 30–50% (untuk busa/cleansing)
  • KOH (sesuai SAP value), air suling q.s., gliserin opsional

Tips Teknis & Keamanan (singkat)

  • Gunakan minyak refined/deodorized (food/cosmetic grade) untuk meminimalkan gossypol (senyawa alami pada cottonseed).
  • Antioksidan (Vitamin E 0,2–0,5%) dianjurkan untuk membantu ketahanan oksidatif.
  • Lakukan patch test, hindari kontak mata/mukosa; ikuti batasan IFRA untuk EO/fragrance. (Rujukan keamanan umum minyak nabati oleh CIR menyatakan minyak asam lemak tumbuhan aman sebagaimana digunakan di kosmetik). 

MANFAAT THERAPEUTIC:

Antioksidan, immunostimulatory, antibiotic, anticancer, angiotensin-converting enzyme inhibitory, dan anti inflamasi.

  • Kandungan asam lemak Cottonseed membantu memberikan kestabilan oksidatif pada minyak tersebut.
  • Kehadiran tokoferol (vitamin E) dalam minyak Cottonseed juga berkontribusi terhadap stabilitasnya dengan menghambat perkembangan ketengikan.
  • Titik asapnya yang tinggi cocok untuk proses penggorengan dan memasak.
  • Minyak biji kapas digunakan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit karena kandungan asam lemaknya yang tinggi, serta fitosterol dan tokoferol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
  • Kandungan linoleate pada Cottonseed membantu memperbaiki fungsi penghalang kulit dan meningkatkan hidrasi kulit.
  • Minyak ini dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuatan sabun dan film biodegradable yang ramah lingkungan.
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak Cottonseed memiliki potensi dalam pencegahan penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
  • Dalam industry minyak goreng, minyak Cottonseed biasa digunakan untuk minyak goreng dan bahan baku margarin.

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal: 15240067741220

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

COTTONSEED OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Nama produk: Cottonseed carrier oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

Kode produk: BB00812_CTN

Botanical produk:  Gossypium Herbaceum

INCI Name: Cotton Oil

HS Code: 15122100

CAS#: 8001-29-4

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Pressed

 

DESKRIPSI:

Minyak biji kapas dapat diekstraksi dari biji tanaman kapas dari berbagai spesies, terutama Gossypium hirsutum dan Gossypium herbaceum. Cottonseed Carrier Oil kami merupakan minyak nabati yang diekstraksi dari biji tanaman kapas Gossypium herbaceum yang diperoses dengan metode cold pressed tanpa pemanasan tinggi atau pelarut kimia. Minyak yang dihasilkan berupa cairan sedikit kental dengan aroma netral dan ringan, berwarna kuning pucat hingga kuning cerah, minyak ini kaya akan asam linoleate, palmitat, dan oleat. Kadar vitamin E dan antioksidan lainnya yang signifikan dapat meningkatkan kesehatan kulit, memperbaiki penampilan kulit, melembabkan kulit kering, dan membantu mencegah penuaan dini.

 

SEKILAS BOTANICAL:

Gossypium herbaceum L., dikenal sebagai kapas India atau kapas Levant, merupakan tanaman semak tahunan hingga dwitahunan yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Afrika. Tanaman ini tumbuh setinggi 1 hingga 2 meter, dengan batang yang berkayu dan ditutupi oleh rambut-rambut halus sederhana maupun stellata (berbentuk bintang). Daunnya bersifat palmatilobat dengan 5–7 lobus, pangkal daun berbentuk cordate (seperti hati), permukaan atas daun umumnya glabrescent (nyaris tidak berbulu), sementara permukaan bawahnya pubescent dengan rambut-rambut bintang. Bunga G. herbaceum muncul secara tunggal di ketiak daun (aksila), dengan mahkota berwarna kuning pucat dan dasar merah gelap, berukuran sekitar 2,5–4 cm. Epikalyks (kelopak tambahan) terdiri dari 3–5 segmen besar yang menyerupai kelopak sejati, berfungsi melindungi bunga dan bakal buah.

Buahnya berupa kapsul berbentuk ovoid (bulat telur), berukuran sekitar 2,5–3 cm, yang ketika matang akan terbuka untuk melepaskan biji-biji yang diselimuti oleh serat putih panjang (lint) serta rambut pendek berwarna abu-abu yang disebut fuzz. Biji inilah yang menjadi sumber utama minyak biji kapas serta serat tekstil. Karakteristik morfologi ini menjadi penting dalam seleksi varietas unggul, baik untuk kebutuhan industri tekstil maupun keperluan farmasetika dan kosmetika berbasis minyak nabati.

 

SEJARAH:

Minyak biji kapas (Gossypium herbaceum) memiliki sejarah panjang yang dimulai pada akhir abad ke-19 di Amerika Serikat. Awalnya dianggap sebagai limbah dari produksi kapas, biji kapas mulai dimanfaatkan secara ekonomis pada tahun 1890 oleh petani kapas di Pine Bluff, Arkansas. Sebelumnya, biji kapas dibuang ke sungai oleh pabrik pemintalan kapas, namun kemudian ditemukan bahwa biji kapas memiliki potensi sebagai sumber minyak yang bernilai.

Pada awalnya, biji kapas dihancurkan menggunakan tenaga hewan atau air untuk mengekstraksi minyak. Namun, seiring berjalannya waktu, industri pengolahan minyak biji kapas berkembang pesat. Pabrik minyak kapas pertama di Arkansas, yaitu Arkansas Cotton Oil Co.

Produksi minyak biji kapas tidak hanya terbatas pada konsumsi manusia, tetapi juga digunakan dalam pembuatan sabun, pupuk, pakan ternak, serta serat selulosa untuk produk tekstil seperti rayon dan nilon. Pada tahun 1977, Planters Cotton Oil Mill, Inc. didirikan di Pine Bluff sebagai fasilitas pengolahan minyak biji kapas, dan pada tahun 1998, perusahaan ini mengakuisisi divisi Whole Cottonseed dari Cargill, memperluas jangkauan pasarnya ke berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Seiring berjalannya waktu, minyak biji kapas telah mengalami berbagai inovasi dalam proses produksinya. Pada akhir abad ke-19, David Wesson, seorang ahli kimia, mengembangkan proses deodorisasi untuk menghilangkan bau dan warna minyak biji kapas, menjadikannya lebih diterima di pasar. Proses ini memungkinkan produksi minyak biji kapas yang lebih bersih dan lebih stabil, yang kemudian digunakan dalam pembuatan produk seperti Crisco, sebuah pengganti lemak hewani yang populer pada awal abad ke-20. Kini, minyak biji kapas digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan konsumsi, meskipun produksinya telah mengalami penurunan sejak pertengahan abad ke-20. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keberlanjutan, minyak biji kapas kembali mendapatkan perhatian sebagai alternatif minyak nabati yang lebih sehat dan ramah lingkungan.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji Kapas

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Linoleic Acid, Oleic Acid, Palmitic Acid, And Stearic Acid

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kuning cerah
  • Aroma: Aroma khas netral dengan sedikit kacang dan ringan
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu <β€―25β€―Β°C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan