IDE
FORMULASI:
1.
Serum Penumbuh Rambut (30 mL)
Bahan:
- Shallot Cold-Pressed Carrier Oil: 6
mL (20%)
- Minyak jojoba: 18 mL (60%)
- Vitamin E: 0,3 mL (1%)
- Rosemary essential oil: 3–5 tetes
(±0,5%)
- Minyak argan: 5 mL (sekitar 17–18%)
Cara
membuat:
Campur
semua bahan dalam botol kaca gelap. Kocok perlahan hingga rata.
Cara
pakai:
Teteskan
2–3 tetes ke kulit kepala, pijat lembut selama 2–3 menit. Gunakan 1–2 kali
sehari.
2.
Lotion Pelembap & Antioksidan
(100 g)
Bahan:
- Fase minyak:
- Shallot
Cold-Pressed Oil: 2 g (2%)
- Minyak argan: 8 g
(8%)
- Shea butter: 5 g
(5%)
- Emulsifier
(misalnya glyceryl stearate): 5 g (5%)
- Fase air: Aqua 78 g (78%)
- Tambahan: Vitamin E 0,5 g (0,5%),
pengawet sesuai regulasi 0,5 g (0,5%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak dan air (±70
°C).
- Satukan sambil diaduk hingga homogen.
- Dinginkan hingga suhu kamar, lalu
masukkan vitamin E dan pengawet.
Cara
pakai:
Oleskan
tipis pada kulit setelah mandi atau sebelum tidur.
3.
Gel Anti-Jerawat (50 g)
Bahan:
- Basis gel (carbomer/hydrogel): 40 g
(80%)
- Shallot Cold-Pressed Carrier Oil: 2,5
g (5%)
- Ekstrak kulit bawang merah
(opsional): 1 g (2%)
- Gliserin: 2,5 g (5%)
- Pengawet sesuai regulasi: 0,25 g
(0,5%)
- Air suling hingga 50 g
Cara
membuat:
Campur
basis gel dengan gliserin, masukkan minyak bawang merah, kemudian pengawet.
Aduk hingga rata.
Cara
pakai:
Aplikasikan
tipis di area berjerawat, 1–2 kali sehari.
4.
Minyak Pijat Relaksasi (100 mL)
Bahan:
- Shallot Cold-Pressed Carrier Oil: 10
mL (10%)
- Minyak kelapa fraksinasi: 80 mL (80%)
- Lavender essential oil: 8–10 tetes
(±1%)
- Vitamin E: 1 mL (1%)
Cara
membuat:
Campur
semua bahan dalam botol kaca gelap, kocok hingga rata.
Cara
pakai:
Gunakan
saat pijat untuk melembapkan kulit sekaligus memberikan efek relaksasi.
Catatan
penting:
- Selalu lakukan patch test
sebelum pemakaian luas.
- Gunakan bahan tambahan (essential
oil, pengawet) sesuai batas aman yang dianjurkan dalam regulasi kosmetik.
- Simpan produk di botol kaca gelap, di
tempat sejuk dan kering.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Anti-Acne Gel Preparations of Shallot Skin Extract
- Shallot Extract Anti-Inflammation & Anti-Androgen Potential
- Antimicrobial Activity of Shallot Oil vs Food-borne Pathogens
- Morphological Diversity of Shallot Landraces (Semantics Scholar PDF)
- Chemical Composition & Bioactivity of Shallot Cultivars (PMC)
- Morphology & Biochemical Diversity of Shallot Landraces (PMC)
- Phytochemical & Hair Growth Potential of Shallot Extract (PMC)
- Therapeutic Uses & Pharmacological Properties of Shallot (PMC)
- Onion/Allium Juice RCT for Hair Growth – PubMed
- Traditional and Modern Uses of Allium Species – PubMed
- Genetic & Phenotypic Characterization of Shallot Genotypes (MDPI)
- Hair Growth Promotion & Anti-Inflammatory Extract Formula (MDPI)
- Antimicrobial/Antioxidant Activity – Diallyl Sulfide Context (ResearchGate)
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8542186/
KEGUNAAN
DAN MANFAAT:
Penggunaan
personal / topical:
- Carrier
oil (pada konsentrasi rendah) untuk pijat tradisional atau formulasi yang
menuntut sifat antimikroba ringan;
- Bahan
topikal untuk kulit (dipadukan dengan emollient lain) berpotensi
menenangkan peradangan ringan menurut bukti ekstrak;
- Dalam praktik rumahan: penggunaan bawang/onion juice untuk stimulasi rambut (beberapa studi menunjukkan efektivitas pada alopecia areata ketika menggunakan jus bawang mentah ini mendukung eksplorasi minyak shallot sebagai alternatif topikal, walau formulasi & keamanan berbeda).
- Kulit & Rambut: Menghidrasi, memperbaiki skin barrier, menenangkan iritasi, dan memberi kilau rambut.
- Anti-inflamasi ringan: Kandungan linoleat & sulfur organik membantu menurunkan mediator inflamasi pada kulit.
Penggunaan
industri:
- Kosmetik
/ cosmeceutical: pelengkap formula antioksidan /
antiinflamasi (sering sebagai ekstrak, bukan minyak tunggal), bahan
aromaterapi.
- Kesehatan
& nutraceutical R&D: pemanfaatan fraksi
lipid/komponen lipofilik dari shallot untuk suplemen atau bahan aktif.
- Antimikroba
& preservative adjunct (R&D): studi
menunjukkan senyawa diallyl memiliki aktivitas terhadap patogen makanan,
sehingga potensi aplikasi aditif keamanan pangan / farmasi sedang
diteliti.
MANFAAT
TERAPEUTIK:
Asam
Linoleat
- Membantu
memperbaiki skin barrier dengan meningkatkan sintesis ceramide di
lapisan epidermis.
- Efektif
mendukung hidrasi kulit, mengurangi TEWL (transepidermal water loss),
serta cocok untuk kulit kering atau sensitif.
- Studi
dermatologi menunjukkan linoleic acid dapat mempercepat perbaikan luka
ringan dan mengurangi inflamasi kulit
Asam
Oleat
- Berperan
sebagai emolien yang menjaga elastisitas kulit.
- Meningkatkan
penetrasi bahan aktif lain dalam formulasi topikal, menjadikannya dasar
ideal untuk kosmetik atau minyak pijat.
Asam
Palmitat & Stearat
- Memberi
sifat occlusive yang membantu mempertahankan kelembapan.
- Bersama
oleat, membantu tekstur minyak tetap stabil dan mudah diaplikasikan.
Antioksidan
alami
- Walau
jumlahnya kecil, fraksi tokoferol (vitamin E) dan senyawa sulfur khas
Allium bekerja sinergis dengan asam lemak untuk melawan radikal bebas,
melindungi membran sel, dan memperpanjang umur simpan minyak.
SHALLOT
/ BAWANG MERAH CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Allium ascalonicum L./Allium cepa var. aggregatum Don.
INCI
name: Allium ascalonicum L. (Shallot) Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
68917-45-3
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Press
DESKRIPSI
PRODUK:
Shallot
Cold-Pressed Carrier Oil adalah minyak nabati yang diperoleh dari umbi bawang
merah (Allium ascalonicum L. / Allium cepa var. aggregatum)
melalui proses pengepresan dingin. Metode ini menggunakan tekanan mekanis pada
suhu rendah sehingga kandungan alami bawang merah tetap terjaga tanpa
terdegradasi oleh panas atau bahan kimia. Minyak ini memuat komponen lipofilik
khas bawang merah, seperti asam lemak tak jenuh (terutama asam linoleat dan
oleat), sedikit asam palmitat, tokoferol alami, flavonoid (quercetin), dan
jejak senyawa organosulfur yang berperan sebagai antioksidan. Tidak seperti
minyak atsiri bawang merah yang diperoleh melalui distilasi uap, carrier oil
ini memiliki aroma lebih lembut dan tekstur lebih kaya, sehingga sesuai
digunakan sebagai bahan dasar (base oil) dalam kosmetik, pijat, dan perawatan
rambut.
Secara
fisik, Shallot Cold-Pressed Carrier Oil berwarna kuning muda hingga kuning
kecokelatan, tergantung kualitas bahan baku dan proses ekstraksi. Aromanya
lembut dan khas bawang merah, sedikit pedas namun tidak menyengat. Teksturnya
agak kental namun tetap mudah diratakan di kulit, dengan sensasi ringan yang
meninggalkan lapisan pelindung tipis. Minyak ini tidak larut dalam air, tetapi
larut dengan baik dalam minyak lain atau pelarut organik ringan. Stabilitasnya
cukup baik jika disimpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya langsung, dan
dalam wadah kaca gelap yang tertutup rapat. Berkat karakteristik tersebut,
minyak ini sering digunakan dalam formulasi perawatan kulit dan rambut, baik
secara murni dalam jumlah kecil maupun dicampur dengan carrier oil lain untuk
menyesuaikan aroma dan kenyamanan penggunaan.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Shallot
adalah bentuk bulbous dari genus Allium, sering direferensikan sebagai Allium
ascalonicum atau sebagai Allium cepa var. aggregatum
(grouping yang umum di literatur taksonomi/agronomi). Tanaman ini memiliki
sejarah domestikasi dan kultivar yang luas; secara morfologi mirip bawang tapi
membentuk klaster umbi kecil (bulbils) yang layak untuk pembiakan. Studi
karakterisasi morfologi modern mengelompokkan landrace shallot berdasarkan
ukuran bulb, jumlah bulb per rumpun, bentuk daun dan sifat pembungaan.
Poin-poin
morfologi utama:
- Taksonomi
singkat: Allium ascalonicum (nama
tradisional) / sering dimasukkan dalam Allium cepa var. aggregatum.
- Tipe
tanaman: Umbi/herbaceous bulbous, biasa
ditanam sebagai tanaman musiman di iklim tropis & subtropis.
- Akar
& batang: Sistem akar serabut; tunas tumbuh
dari umbi.
- Daun:
Berbentuk linear hingga tubular, hijau, beruas—mirip spesies Allium
lainnya.
- Bunga
& pembungaan: Umbi menghasilkan scape dan
payung (umbel) bunga kecil; sifat pembungaan dapat dipengaruhi
vernalization dan GA3.
- Umbi
(bulb): Berbentuk pipih/oval, sering muncul
dalam klaster (banyak umbi kecil per rumpun). Ukuran & warna kulit
umbi bervariasi menurut kultivar. Kandungan zat kering dan senyawa fenolik
tinggi pada kulitnya.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Shallot
(Allium ascalonicum L. atau Allium cepa var. aggregatum)
memiliki akar sejarah yang telah membentang ribuan tahun dalam budaya kuliner
dan pengobatan tradisional di Asia, Timur Tengah, dan Mediterania. Sebagai
tanaman bawang yang lebih halus aromanya dibandingkan bawang besar, shallot
sudah lama digunakan sebagai bumbu dapur karena rasanya yang manis-pedas dan
aroma khasnya. Di samping itu, masyarakat tradisional memanfaatkan shallot
dalam pengobatan rakyat: sebagai antiseptik alami, obat luka, penurun demam,
dan terapi untuk gangguan pencernaan.
Dalam
literatur kontemporer, ekstrak shallot telah dipelajari secara sistematis
sebagai sumber antioksidan kuat, agen antimikroba, antiinflamasi, dan pemberi
efek positif pada kesehatan metabolik.
Produksi
minyak shallot cold-pressed sebagai masker kandungan lipid / minyak bawang
merah adalah adaptasi modern dari penggunaan tradisional umbi bawang merah.
Meskipun literatur ilmiah yang secara eksplisit mencerminkan minyak
cold-pressed masih terbatas, aktivitas bioaktif dari ekstrak bawang merah
memberikan dasar kuat bahwa fraksi minyak (bagian lemak) juga kemungkinan
membawa manfaat terapeutik, terutama bila diproses dengan cara yang menjaga
integritas senyawa bioaktif.
Secara
kronologis, shallot pertama kali dibudidayakan dan digunakan sebagai bahan
makanan di kawasan Asia Barat dan Asia Tenggara; selanjutnya menyebar ke Timur
Tengah dan Mediterania. Pengobatan tradisional memanfaatkan shallot dalam
bentuk umbi fresh, bubuk, ramuan, dan kompres untuk luka, infeksi, dan demam.
Kemudian, penelitian modern mulai mengeksplorasi bentuk ekstrak dan essential
oil; penggunaan minyak cold-pressed muncul sebagai bentuk penerapan baru,
menyesuaikan dengan permintaan akan bahan alami yang minim pemrosesan.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Umbi bawang merah Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam linoleat, oleat, palmitat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|