IDE FORMULASI:

RESEP 1 – GEL NEEM UNTUK JERAWAT & LUKA KECIL

Tujuan: Mengurangi jerawat, radang kulit ringan, membantu penyembuhan luka.

Sumber ilmiah: formulasi liquid crystal gel neem terbukti antimikroba & mempercepat penyembuhan luka.

Bahan-bahan:

  • Neem oil (minyak biji mimba) → 7 sendok teh
  • Gliserin (pelembap) → 3 sendok teh
  • Air matang → 80 ml
  • Tween-80 (emulsifier) → 8 sendok teh
  • Span-60 (emulsifier tambahan, opsional) → 2 sendok teh
  • Gel pembentuk (Carbomer / HPMC) → secukupnya
  • Soda kue / larutan basa ringan → sedikit (untuk menyeimbangkan pH jadi 5,5–6)

Cara membuat:

  1. Campur neem oil + Tween-80 (+ Span-60 jika ada).
  2. Panaskan air + gliserin sampai hangat.
  3. Tuang campuran neem ke air sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat.
  4. Masukkan bubuk gel (Carbomer/HPMC), aduk sampai kental.
  5. Sesuaikan pH dengan sedikit soda kue sampai mendekati netral.
  6. Simpan di wadah bersih & tertutup.

RESEP 2 – LOSION NEEM ANTI NYAMUK

Tujuan: Mencegah gigitan nyamuk.

Sumber ilmiah: neem oil pada konsentrasi 8–10% efektif sebagai repelen nyamuk.

Bahan-bahan:

  • Neem oil → 10 ml
  • Emulsifier (Tween-80 / PEG-stearate) → 2 ml
  • Propilen glikol (pelembap + pelarut) → 3 ml
  • Air matang → 85 ml
  • Minyak esensial lavender atau citronella → 3–4 tetes (opsional, aroma & sinergi repelen)

Cara membuat:

  1. Campurkan neem oil dengan emulsifier.
  2. Masukkan propilen glikol, aduk rata.
  3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk.
  4. Tambahkan minyak esensial opsional.
  5. Kocok sampai tercampur rata, simpan dalam botol semprot.

RESEP 3 – SHAMPOO HERBAL NEEM ANTI KETOMBE

Tujuan: Membantu melawan jamur penyebab ketombe (Malassezia).

Sumber ilmiah: kombinasi rosemary + neem efektif lawan Malassezia.

Bahan-bahan:

  • Base shampoo cair (SLES atau sabun cair lembut) → 90 ml
  • Neem oil → 2 ml
  • Ekstrak rosemary cair (opsional) → 2 ml
  • Gliserin → 3 ml
  • Air matang → secukupnya
  • Minyak esensial tea tree (opsional) → 2–3 tetes

Cara membuat:

  1. Campurkan base shampoo + gliserin + air.
  2. Tambahkan neem oil (bisa dicampur dulu dengan sedikit Tween-20 supaya rata).
  3. Masukkan ekstrak rosemary + tea tree.
  4. Aduk perlahan sampai homogen.
  5. Simpan dalam botol shampoo.

RESEP 4 – SALEP NEEM UNTUK LUKA RINGAN

Tujuan: Membantu penyembuhan luka & mencegah infeksi.

Sumber ilmiah: neem oil dalam hidrogel & salep terbukti mempercepat regenerasi kulit.

Bahan-bahan:

  • Neem oil → 5 sendok teh
  • Beeswax (lilin lebah) → 3 sendok teh
  • Minyak zaitun → 7 sendok teh
  • Vitamin E oil → 5 tetes

Cara membuat:

  1. Panaskan beeswax + minyak zaitun dengan api kecil sampai meleleh.
  2. Angkat, biarkan agak dingin, masukkan neem oil.
  3. Aduk rata, tambahkan vitamin E oil.
  4. Tuang ke jar kaca kecil, tunggu mengeras.

Catatan Umum

  • Uji alergi: coba dulu sedikit di kulit lengan (24 jam), jika ada reaksi → hentikan.
  • Simpan: di wadah gelap, suhu sejuk (20–25 °C), jauh dari sinar matahari.
  • Hindari: penggunaan pada bayi, ibu hamil, ibu menyusui, atau konsumsi oral (minyak neem bisa beracun bila diminum).
  • Higienitas: selalu gunakan alat bersih & wadah steril.

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal: 15240067741220

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

KEGUNAAN DAN MANFAAT:

Minyak biji mimba banyak diaplikasikan pada kulit dan rambut karena kandungan asam lemak dan senyawa bioaktif (nimbidin, azadirachtin, nimbolide):

  • Perawatan kulit: mengurangi jerawat, eksim, psoriasis, dan kulit kering; berfungsi sebagai emolien dan agen antimikroba alami.
  • Antijamur: efektif melawan Candida albicans dan dermatofita penyebab kurap serta ketombe.
  • Penyembuhan luka: formulasi gel berbasis neem oil mempercepat regenerasi jaringan kulit dan melawan Staphylococcus aureus (termasuk MRSA).
  • Kesehatan rambut: dipakai dalam sampo untuk mengurangi ketombe, kutu rambut, dan menjaga kelembapan kulit kepala. 
  • Produk rumah tangga: dipakai dalam sabun, lotion, pasta gigi herbal, dan produk kebersihan alami.

MANFAAT TERAPEUTIK:

Antimikroba luas (antibakteri, antijamur, antivirus)

Senyawa azadirachtin, nimbin, nimbidin terbukti menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan negatif, jamur patogen, serta beberapa virus.

Anti-inflamasi

Nimbidin menghambat pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrien, sehingga efektif menurunkan peradangan kulit dan sendi.

Antioksidan

Nimbolide dan flavonoid neem oil memiliki kemampuan menangkap radikal bebas, sehingga melindungi sel dari stres oksidatif.

Antikanker

Studi in vitro dan in vivo menunjukkan neem oil dan ekstraknya dapat menginduksi apoptosis sel kanker melalui jalur p53, NF-κB, dan Bcl-2/Bax.

Antidiabetik & kardioprotektif

Ekstrak neem (termasuk minyak) membantu menurunkan glukosa darah, HbA1c, serta meningkatkan status antioksidan dan fungsi endotel pada model diabetes.

Penyembuhan luka

Aplikasi topikal minyak neem meningkatkan angiogenesis, kolagenisasi, dan regenerasi jaringan kulit pada luka infeksi kronis.

NEEM CARRIER OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Azadirachta indica A. Juss

INCI name: Melia Azadirachta (Neem) Seed Oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

HS Code: 15159099

CAS#: 8002-65-1 ; 90063-92-6

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Pressing


DESKRIPSI PRODUK:

Minyak biji mimba atau Neem Seed Carrier Oil merupakan minyak nabati yang diperoleh dari proses pengepresan dingin (cold pressing) biji tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss), anggota famili Meliaceae yang berasal dari Asia Selatan namun kini tumbuh luas di kawasan tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Proses ekstraksi dengan metode cold pressing bertujuan mempertahankan komponen bioaktif alami agar tetap stabil dan tidak rusak oleh panas. Kandungan minyak dalam biji mimba berkisar rata-rata 23% dari berat biji kering.

Secara organoleptik, minyak biji mimba yang dihasilkan berwarna kuning keemasan hingga coklat kemerahan, dengan aroma herba dan pahit. Dari sisi komposisi kimia, minyak ini kaya akan asam lemak tak jenuh, terutama oleat, linoleate, palmitat, serta stearate.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

·          Azadirachta indica (mimba/neem) termasuk famili Meliaceae, asli anak benua India dan Asia Tenggara, namun kini tersebar luas di banyak daerah tropis/subtropic.

·          Pohon ini tumbuh cepat, tinggi 15–20 m (bisa hingga 35–40 m), daun pinnate panjang 20–40 cm dengan 20–30 foliola, bunga putih harum dalam perbungaan hingga 25 cm, dan buah drupe oval hingga 28 mm dengan satu inti biji.

·          Tahan kondisi kering, berkembang baik di pH tanah 4–10, membantu konservasi tanah & penghijauan


SEJARAH DAN PENGGUNAAN:

Asal usul dalam tradisi kuno

Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss.) telah digunakan sejak ribuan tahun lalu di anak benua India. Naskah kuno Ayurveda, salah satu sistem pengobatan tertua di dunia, menyebutkan penggunaan mimba lebih dari 4000 tahun yang lalu untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari gangguan kulit, infeksi, hingga gangguan saluran cerna. Bagian tanaman yang digunakan meliputi daun, kulit batang, bunga, dan terutama bijinya yang menghasilkan minyak.

Minyak biji mimba diperoleh dengan cara tradisional melalui penghancuran dan pengepresan biji. Minyak ini dikenal memiliki rasa pahit dan bau yang khas. Dalam praktik pengobatan tradisional India dan Burma, minyak tersebut digunakan sebagai antiseptik alami, obat kulit, dan kontrasepsi tradisional.


Penggunaan dalam Ayurveda dan Sistem Pengobatan Timur

Dalam Ayurveda, neem oil digolongkan sebagai "sarva roga nivarini" atau “penyembuh segala penyakit” karena spektrum penggunaannya yang luas. Ia dipakai untuk:

  • Topikal: merawat luka, borok, kudis, ketombe, dan jerawat.
  • Oral (terbatas, dengan kontrol): sebagai antiparasit, penurun demam, dan untuk gangguan pencernaan.
  • Ritual kesehatan: daun dan minyak mimba juga digunakan dalam ritual kebersihan dan pencegahan penyakit menular di desa-desa India kuno.

Periode Modern: Penemuan Senyawa Bioaktif

Pada abad ke-20, penelitian ilmiah mulai mendalami minyak biji mimba. Salimuzzaman Siddiqui (1942) berhasil mengisolasi komponen bioaktif utama dari neem, yakni nimbin, nimbinin, dan nimbidin. Nimbidin terutama diidentifikasi sebagai senyawa dengan aktivitas antibakteri dan antiinflamasi yang menonjol. Penemuan ini menjadi titik awal integrasi minyak neem ke dalam penelitian farmakologi modern.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji mimba

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam oleat, palmitat, stearat, linoleat

Organoleptik
  • Warna: Cairan berwarna kuning keemasan hingga coklat kemerahan
  • Aroma: Bau khas herba, pahit
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu < 25 °C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan