MANFAAT THERAPEUTIC:

Minyak biji kapok memiliki senyawa bioaktif seperti fenol, flavonoid, alkaloid, tanin, dsb, yang memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan, antimikroba, dan potensi sebagai obat tradisional seperti gangguan peradangan, eksim, maupun diuretic.

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal: 15240067741220

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

IDE FORMULASI

A. Face Oil / Facial Serum

  • Kapok oil: 85–90% (sebagai basis pelembap ringan)
  • Squalane (opsional): 5–10% (meningkatkan kelembutan dan tekstur)
  • Vitamin E (Tokoferol): 0,5% (memberi perlindungan antioksidan)
  • Essential oil: ≀1%, sesuai regulasi keamanan

B. Body Oil / Body Serum

  • Kapok oil: 90–95%
  • Minyak ringan tambahan (mis. MCT): 4–5% (untuk meningkatkan spreadability)
  • Vitamin E: 0,5%

C. Lip Balm / Salep Pelindung

  • Kapok oil: 45–50%
  • Beeswax: 25–30% (memberi tekstur padat)
  • Shea butter: 20–25% (memberi sifat oklusif dan kandungan emolien)
  • Vitamin E: 0,5%

D. Lotion Ringan (Emulsi O/W)

  • Fase minyak: Kapok oil 5–8%
  • Emulsifier: Cukup untuk membentuk emulsi (contoh: glyceryl stearate citrate)
  • Air + humektan: Gliserin 3–5% untuk hidrasi tambahan
  • Vitamin E: 0,2–0,5%

Catatan Praktis (Safety & Storage)

  • Patch test direkomendasikan, terutama untuk kulit sensitif.
  • Penyimpanan: Simpan di botol gelap, sejuk, dan tertutup rapat untuk mencegah oksidasi.
  • Hindari penggunaan oralβ€”formulasi di atas hanya untuk pemakaian topikal.
  • Minyak Kapok dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan asam lemaknya yang sesuai untuk proses transesterifikasi.
  • Dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik ataupun sabun karena sifat amoliennya, kadar air rendah, dan pH aman untuk kulit.
  • Minyak ini secara tradisional digunakan untuk meredakan peradangan, pengaplikasiannya digunakan untuk salep.
  • Minyak kapok memiliki bioaktivitas antibakteri yang menghambat bakteri S. aureus dan E. coli.
  • Dalam penelitian, minyak ini memiliki manfaat untuk menurunkan kadar gula dan lemak darah.
  • Dapat membantu melindungi hati dari kerusakan akibat toksin seperti paracetamol.

KAPOK OIL

Merk: DDistillers

Nama produk: Kapok carrier oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

Kode produk: BB00811_CTS

Botanical produk:  Ceiba pentandra

INCI Name: Ceiba pentandra (Seed) Oil

Barcode: -

HS Code: 15159091

CAS#: NA

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Pressed

 

DESKRIPSI:

Minyak biji kapuk diekstraksi dari biji tanaman kapuk dari spesies Ceiba pentandra yang ditanam di Indonesia. Kapok Carrier Oil kami diproses dengan mengekstraksi biji tanaman kapuk setelah serat kapuk dihilangkan dengan metode cold pressed. Minyak biji kapuk kaya akan asam linoleate, asam oleat, asam palmitat, dan asam stearat. Minyak yang dihasilkan berupa cairan dengan warna kuning pucat hingga kuning keemasan dengan aroma yang sangat ringan dan netral, serta tekstur yang ringan dan mudah meresap ke dalam kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Kadar vitamin E dan antioksidan lainnya efektif digunakan dalam industry kosmetik maupun perawatan pribadi.

 

SEKILAS BOTANICAL:

Ceiba pentandra atau kapok randu adalah pohon tropis besar yang termasuk dalam keluarga Malvaceae. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter, dengan diameter batang yang bisa mencapai 1 hingga 3 meter. Batangnya tegak, bulat, dan sering kali dilapisi duri-duri kerucut yang mencolok. Kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan, memberikan karakteristik unik pada pohon ini. Akar pohon kapok randu sangat kuat dan dalam, dengan akar tunjang besar yang memberikan stabilitas pada pohon tinggi ini di tanah tropis. Daun Ceiba pentandra adalah daun majemuk yang memiliki 5 hingga 9 anak daun berbentuk elips atau lanset dengan ujung meruncing. Daun ini berwarna hijau tua di permukaan atas dan hijau muda di bagian bawah. Bunga kapok randu biasanya tumbuh soliter atau dalam kelompok kecil di ketiak daun, dengan warna putih kekuningan atau merah muda, dan berukuran sekitar 2 hingga 3 cm. Buah kapok berbentuk kapsul lonjong dengan panjang 10 hingga 20 cm, berwarna hijau saat muda dan berubah cokelat saat matang. Ketika buah matang, kapsul akan pecah dan mengeluarkan biji-biji kecil yang dibungkus dengan serat kapuk putih keabu-abuan yang ringan. Pohon ini, selain dikenal karena serat kapuknya, juga memiliki banyak manfaat lain, termasuk dalam bidang obat-obatan tradisional.

 

SEJARAH:

Sejarah perolehan minyak kapuk (Ceiba pentandra) berawal dari pemanfaatan biji kapuk yang secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Di Indonesia, pohon kapuk mulai dikenal dan dibudidayakan pada awal abad ke-20, khususnya di Pulau Jawa, selama masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, pohon kapuk ditanam untuk menghasilkan serat kapuk yang digunakan dalam industri tekstil dan pengisi kasur, serta untuk minyak yang diperoleh dari bijinya.

Minyak biji kapuk, yang dikenal sebagai kapokΓΆl dalam bahasa Jerman, diperoleh melalui proses pengepresan biji kapuk. Proses ini melibatkan pengepresan dingin (cold press) untuk mengekstrak minyak yang terkandung dalam biji tersebut. Minyak kapuk memiliki warna kuning terang hingga kuning keemasan, dan rasanya lembut dengan aroma yang khas. Meskipun kandungan minyaknya sekitar 25%, minyak kapuk ini memiliki sifat yang tidak mudah mengering (nilai iodin antara 85-100), tetapi mudah tengik jika terpapar udara terlalu lama. Karena sifatnya yang mudah tengik, minyak ini lebih sering digunakan dalam industri non-pangan, seperti pembuatan sabun, pelumas, dan bahkan sebagai bahan bakar alternatif.

Pada periode 1928 hingga 1936, Indonesia, khususnya Pulau Jawa, menjadi penghasil utama serat kapuk yang digunakan secara global, bahkan mencakup hingga 85% dari kebutuhan dunia. Ekspor kapuk menjadi sangat penting pada masa itu. Namun, dengan berjalannya waktu, penggunaan kapuk sebagai komoditas utama mulai menurun pada era 1990-an karena penurunan permintaan serat kapuk dan berkembangnya bahan sintetis lainnya.

Meskipun demikian, minyak biji kapuk tetap memiliki potensi yang besar dalam bidang energi terbarukan. Penelitian di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Universitas Serambi Mekkah, mengembangkan biodiesel dari minyak biji kapuk menggunakan katalis dari abu sekam padi dan kalsium oksida (CaO), yang menunjukkan bahwa minyak kapuk dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Saat ini, meskipun tidak lagi menjadi komoditas utama ekspor, pohon kapuk masih ditanam di berbagai daerah sebagai tanaman peneduh dan pencegah erosi, terutama di daerah pegunungan seperti di Pegunungan Muria, Jawa Tengah.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji Kapuk Randu

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam linoleate, asam oleat, asam palmitat, dan asam stearat

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kuning keemasan
  • Aroma: Khas aroma biji kapuk
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu <β€―25β€―Β°C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan