IDE
FORMULASI:
1.
Serum Antioksidan Vitamin C dengan Grapeseed Oil
Berdasarkan
riset emulsi vitamin C dalam minyak biji anggur.
Bahan-bahan:
- Minyak biji anggur (Grapeseed oil): 10
ml
- Vitamin C stabil (Ascorbyl Palmitate
atau Magnesium Ascorbyl Phosphate): 1 g
- Gliserin: 2 ml
- Emulsifier alami (misalnya:
Lecithin): 1 g
- Air suling: 15 ml
- Pengawet alami (misal sodium
benzoate): secukupnya
Cara
membuat:
- Campur vitamin C dengan gliserin
sampai larut.
- Panaskan minyak biji anggur (suhu
rendah ±40 °C) lalu masukkan lecithin.
- Campurkan fase air (air suling +
gliserin + vitamin C) dengan fase minyak, aduk cepat hingga terbentuk
emulsi.
- Dinginkan, lalu tambahkan pengawet.
- Simpan dalam botol kaca gelap.
Hasil:
Serum ringan, cepat menyerap, berfungsi sebagai antioksidan dan anti-aging.
2.
Gel Pelembap Grapeseed Oil dengan HPMC-Carbopol
Berdasarkan
penelitian kombinasi pengental (UGM, 2023).
Bahan-bahan:
- Grapeseed oil: 5 ml
- HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose):
1 g
- Carbopol 940: 0.5 g
- Gliserin: 2 ml
- Air suling: 40 ml
- Triethanolamine (TEA): beberapa tetes
(untuk menetralkan pH)
Cara
membuat:
- Larutkan HPMC dalam air suling,
diamkan hingga mengembang.
- Dispersikan Carbopol dalam sedikit
air, aduk hingga homogen.
- Campur kedua gel, tambahkan minyak
biji anggur dan gliserin.
- Aduk rata, sesuaikan pH dengan TEA
(pH ideal: 5–6).
- Simpan dalam wadah steril.
Hasil:
Gel pelembap lembut, tidak lengket, membantu melembapkan dan menutrisi kulit.
3.
Krim Tabir Surya dengan Minyak Biji Anggur
Berdasarkan
riset ASRJETS (2023) tentang peningkatan SPF.
Bahan-bahan:
- Grapeseed oil: 5 ml
- Oxybenzone: 2% dari total
formula
- Octyl Methoxycinnamate: 7.5%
dari total formula
- Beeswax (emulsifier + tekstur): 3
g
- Air suling: 30 ml
- Vitamin E (Tocopherol): beberapa
tetes
Cara
membuat:
- Lelehkan beeswax dengan grapeseed oil
pada suhu ±60 °C.
- Panaskan fase air (air suling)
terpisah.
- Campur fase minyak dan fase air
sambil diaduk cepat (membuat emulsi).
- Masukkan Oxybenzone dan Octyl
Methoxycinnamate saat campuran masih hangat.
- Tambahkan vitamin E, aduk hingga
homogen, dinginkan.
Hasil:
Krim tabir surya dengan efek tambahan antioksidan dan pelembap dari grapeseed
oil.
4.
Gel Microcapsule Grapeseed Oil
Berdasarkan
riset Surini dkk. (2018).
Bahan-bahan:
- Grapeseed oil: 5 ml
- Ethylcellulose: 20 g (rasio
1:4 terhadap minyak)
- Pelarut etanol: secukupnya
- Basis gel (misal Carbopol 940): 1
g
- Air suling: 40 ml
Cara
membuat:
- Larutkan ethylcellulose dalam etanol,
lalu masukkan grapeseed oil untuk membuat microcapsule (dapat menggunakan
teknik spray drying atau solvent evaporation).
- Campurkan microcapsule ke dalam gel
Carbopol.
- Sesuaikan viskositas dengan air
hingga konsistensi nyaman.
Hasil:
Gel pelembap dengan microcapsule yang memperlambat oksidasi minyak, membuat
manfaat lebih tahan lama.
Catatan
penting (Disclaimer):
- Semua formulasi di atas bersifat edukatif
berdasarkan jurnal ilmiah, bukan resep komersial siap edar.
- Untuk produksi komersial perlu uji
stabilitas, keamanan, pH, mikrobiologi, dan izin BPOM.
- Gunakan bahan berkualitas kosmetik/
farmasi, bukan bahan dapur.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 15240067741220
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Grape Seed Extract: Antioxidant and Health Effects – PMC
- Cold-pressed grape seed oil: Recent advances in composition and applications – Springer
- Chemical composition of cold pressed Brazilian grape seed oil – ResearchGate
- Grape Seeds: Composition, Extracts, and Uses – Springer Book Chapter
- Vitis vinifera – Wikipedia
- Grape Seed Oil and Cardiovascular Health – PMC
- Grapeseed Oil Composition and Health Benefits – MDPI Foods
- An Introduction to Grapeseed Oil – Sedona Aromatics
- Formulation of Stable Vitamin C Emulsion with Grapeseed Oil – UiTM Journal
- Gel Formulation Containing Microcapsules of Grape Seed Oil – JYoungPharm
- Gel Formulation Containing Microcapsules of Grape Seed Oil – Scholar UI
- Physical Properties and Stability of Grapeseed Oil Skincare Formula – ResearchGate
- Physical Properties and Stability of Grapeseed Oil Formula – Jurnal UGM
- Nanoemulgel with Grapeseed Oil for Anti-aging – Eurekaselect
- Nanoemulgel Formulation with Grapeseed Oil – RJSVD
- Effect of Grapeseed Oil Addition on Sunscreen SPF – ASRJETS
- Antioksidan
& Anti-inflamasi: Kandungan fenolik, vitamin E, fitosterol membantu
netralisasi ROS dan meredam radikal bebas
- Kardioprotektif:
Menghambat adhesi platelet, menurunkan LDL, antioksidan mereduksi peradangan
vaskular
- Antikanker
(Eksperimental): Proanthocyanidins dan resveratrol menunjukkan potensi
antiproliferatif, penghambatan angiogenesis, dan efek sinergis dengan
kemoterapi (5-FU) dalam kultur sel
- Neuroproteksi
& Hati: Dalam model hewan, melindungi sel, meningkatkan enzim antioksidan,
menurunkan ekspresi pro-inflamasi dan apoptotik setelah paparan CCl₄ dan
radiasi
- Metabolik
& Insomnia Inflamasi: Dalam studi 8 minggu pada wanita overweight/obese,
minyak biji anggur mengurangi us-CRP, TNF-α, dan insulin resistance (HOMA-IR)
lebih baik daripada minyak bunga matahari
- Perubahan
Lipid dan HDL: Konsumsi hingga 45 g/hari meningkatkan HDL ~13%, menurunkan LDL
~7%
- Catatan
Potensial Negatif: Dosis tinggi dapat menimbulkan efek prooksidatif dan
inflamasi melalui metabolisme PUFA menjadi eikosanoid pro-inflamasi; beberapa
studi hewan menunjukkan stres oksidatif dan efek negatif bila konsumsi
berlebihan
MANFAAT DAN KEGUNAAN:
- Dalam
aromaterapi: sebagai carrier oil yang ringan dan mudah
meresap.
- Dalam
kosmetik: bahan pelembap, anti-aging, dan pelindung kulit.
- Dalam
herbal: sumber antioksidan, pendukung kesehatan jantung, dan
agen anti-inflamasi alami.
GRAPESEED
CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Vitis vinifera L.
INCI
name: Vitis vinifera L. (Seed) Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
8024-22-4
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Pressing
DESKRIPSI
PRODUK:
Grapeseed oil adalah
minyak alami yang diekstrak dari biji buah anggur (Vitis vinifera L.) dengan
metode cold pressing (tekanan dingin). Metode ini tidak menggunakan panas
tinggi atau bahan kimia pelarut, sehingga nutrisi penting dalam minyak tetap
terjaga dan minyak lebih murni, aman, serta ramah lingkungan.
Minyak Grapeseed cold
press yang diperoleh berupa minyak yang berwarna kuning pucat hingga hijau
keemasan dengan aroma netral hingga ringan (sedikit fruity/kacang). Minyak
Grapeseed memiliki kandungan Omega-6 tinggi, vitamin E, fitosterol, dan
polifenol, menjadikannya bermanfaat untuk kulit, kesehatan jantung, dan pangan.
BOTANI DAN MORFOLOGI:
Tanaman anggur (Vitis
vinifera L.) adalah tanaman yang berasal dari wilayah Mediterania dan Asia
Barat dan masuk ke dalam keluarga Vitaceae. Tanaman ini termasuk kelompok
merambat atau memanjat dengan batang berkayu yang bisa tumbuh panjang hingga
12–15 meter jika tidak dipangkas. Untuk menopang tubuhnya, anggur menggunakan
sulur (tendrils) yang tumbuh dari batang sebagai pengait alami agar dapat
merambat ke penopang atau media rambatan.
Daun anggur khas
berbentuk jantung dengan 3–5 lekukan (lobus) dan pinggiran bergerigi. Bagian
atas daunnya berwarna hijau tua mengilap, sementara bagian bawah lebih muda dan
terkadang sedikit berbulu. Bunganya kecil, berwarna hijau kekuningan, dan
tumbuh bergerombol dalam rangkaian malai. Penyerbukan biasanya terjadi dengan
bantuan angin atau serangga.
Akar tanaman ini mampu
tumbuh sangat dalam, rata-rata 2–5 meter, bahkan hingga 15 meter pada tanah
kering. Inilah sebabnya anggur bisa tetap hidup di daerah dengan sedikit air.
Buah anggur berbentuk bulat atau oval dengan diameter 6–30 mm, memiliki warna
beragam mulai dari hijau, kuning, merah, ungu, hingga hampir hitam. Setiap buah
biasanya berisi 1–5 biji, dan biji inilah yang menjadi sumber utama grapeseed
oil (minyak biji anggur) yang bernilai tinggi dalam dunia pangan, kosmetik, dan
farmasi.
SEJARAH DAN
PENGGUNAANNYA:
Tanaman anggur (Vitis
vinifera L.) adalah salah satu tanaman buah yang paling lama dibudidayakan
manusia. Sejak ribuan tahun lalu, anggur telah menjadi bagian penting dari
peradaban Mediterania, Asia Barat, hingga Eropa, baik sebagai buah segar,
kismis, maupun minuman fermentasi seperti wine. Namun, bagian bijinya pada masa
lampau sering dianggap sebagai limbah setelah proses pengolahan buah.
Seiring berkembangnya
ilmu dan pengamatan, biji anggur mulai diketahui menyimpan minyak alami yang
kaya nutrisi. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke-14, di Spanyol,
seorang dokter Arab pernah memberikan minyak biji anggur kepada Raja Ferdinand
IV dari Castile. Minyak ini dipakai sebagai ramuan untuk kesehatan kulit, dan
karena penggunaannya di kalangan kerajaan, minyak tersebut mendapat julukan
“royal oil” atau “oil of the throne” — minyak kerajaan yang bernilai tinggi.
Pada masa-masa
berikutnya, pemanfaatan minyak biji anggur tidak berkembang secara luas karena
proses ekstraksinya yang sulit dan hasil minyak yang relatif sedikit. Baru pada
era modern, ketika industri wine menghasilkan limbah biji anggur dalam jumlah
besar, orang mulai melihat potensi besar dari biji anggur sebagai sumber
minyak. Teknologi ekstraksi kemudian memungkinkan minyak ini diproduksi lebih
efisien, sehingga menjadi produk sampingan bernilai tinggi dari pembuatan wine.
Dari titik inilah minyak
biji anggur mulai populer, tidak hanya sebagai bahan pangan tetapi juga dalam
dunia kesehatan dan kecantikan. Dalam bidang kuliner, minyak biji anggur
digunakan untuk memasak karena rasanya yang netral serta titik asapnya yang cukup
tinggi, sehingga cocok untuk menumis atau dijadikan dressing salad. Dalam
bidang kosmetik, minyak ini dipakai sebagai carrier oil dalam
aromaterapi, bahan dasar lotion, krim wajah, hingga minyak pijat, karena
sifatnya yang ringan, mudah menyerap, dan kaya vitamin E.
Selain itu, dalam
pengobatan tradisional, minyak biji anggur digunakan untuk merawat kulit,
menjaga kesehatan jantung, dan mempercepat penyembuhan luka. Kini, berbagai
penelitian modern semakin menguatkan manfaat minyak biji anggur, terutama
kandungan antioksidan, asam lemak esensial, serta polifenolnya yang mendukung
kesehatan. Tidak heran jika saat ini grapeseed oil digolongkan sebagai minyak
fungsional, yaitu minyak nabati yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber
energi, tetapi juga memberi manfaat tambahan bagi kesehatan dan kecantikan.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji anggur Origin: Chile |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam
linoleate, oleat, palmitat, stearat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|