Sertifikat Halal: 15240067741220

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

MANFAAT TERAPEUTIK:

  1. Antioksidan & perlindungan terhadap oksidasi lipid — lignan (sesamin, sesamolin → sesamol) dan tokoferol memberikan aktivitas antioksidan yang dapat memperpanjang umur simpan minyak dan melindungi jaringan biologis dari oksidasi.
  2. Anti-inflamasi & kardioprotektif (data pra-klinikal dan klinis pendukung) — studi hewan & beberapa studi manusia menunjukan efek mengurangi markir inflamasi dan perbaikan profil lipid/metabolik.
  3. Penyembuhan luka & perawatan kulit (topikal) — bukti praklinis dan beberapa studi formulasi menunjukkan minyak wijen dan ekstraknya mendukung penyembuhan kulit, hidrasi, dan pengurangan iritasi.
  4. Efek hepatoprotektif & metabolik — ada bukti pendukung pada model hewan untuk perlindungan hati dan perbaikan parameter metabolik; diperlukan RCT lebih banyak pada manusia.

Catatan: meskipun bukti preklinis kuat, klaim terapeutik spesifik memerlukan studi klinis berkualitas lebih besar sebelum digunakan sebagai klaim kesehatan komersial. 

IDE FORMULASI:

1. Facial Oil untuk Kulit Kering

  • Bahan:
    • Minyak wijen cold-pressed: 70%
    • Minyak jojoba: 20%
    • Vitamin E (Tocopherol): 1%
    • Lavender essential oil: 2–3 tetes (opsional, untuk aroma)
  • Cara membuat: Campur semua bahan dalam botol kaca gelap, kocok perlahan hingga tercampur rata.
  • Cara pakai: Teteskan 2–3 tetes ke telapak tangan, aplikasikan ke wajah setelah membersihkan kulit.

2. Massage Oil Relaksasi

  • Bahan:
    • Minyak wijen cold-pressed: 80%
    • Minyak kelapa fraksinasi: 15%
    • Minyak esensial peppermint: 1%
    • Minyak esensial eucalyptus: 2%
  • Cara membuat: Campurkan semua bahan dalam wadah steril, simpan dalam botol tertutup rapat.
  • Cara pakai: Gunakan untuk pijat tubuh agar otot lebih rileks.

3. Hair Serum Anti-Rambut Rontok

  • Bahan:
    • Minyak wijen cold-pressed: 60%
    • Minyak argan: 30%
    • Rosemary essential oil: 1%
    • Vitamin E: 1%
  • Cara membuat: Aduk semua bahan dalam botol pump atau dropper.
  • Cara pakai: Oleskan beberapa tetes pada kulit kepala, pijat lembut, biarkan 30 menit lalu bilas.

4. Natural Sunscreen Oil (Pendukung)

  • Bahan:
    • Minyak wijen cold-pressed: 50%
    • Minyak kelapa virgin: 30%
    • Shea butter cair: 15%
    • Zinc oxide non-nano: 5%
  • Cara membuat: Lelehkan shea butter, campur dengan minyak dan zinc oxide hingga homogen.
  • Cara pakai: Aplikasikan tipis ke kulit sebelum aktivitas luar ruangan.
    Catatan: Tidak menggantikan sunscreen modern dengan SPF terstandar, hanya sebagai pelengkap.

Catatan Umum:

  • Semua formulasi wajib dibuat dalam kondisi higienis dengan wadah steril.
  • Gunakan botol kaca gelap untuk mencegah oksidasi.
  • Lakukan uji tempel (patch test) sebelum penggunaan luas untuk mencegah alergi.

KEGUNAAN DAN MANFAAT:

Penggunaan Personal (personal care):

  • Carrier oil untuk pijat dan aromaterapi; emolien pada kulit.
  • Pelembap kulit & minyak rambut (nutrisi, kilau).

Penggunaan Industri:

  • Kosmetik & personal care: lotion, krim, sabun, serum (sebagai oil phase, emollient, antioksidan alami).
  • Farmasi & nutraceuticals: sumber asam lemak & lignan untuk suplemen.
  • Industri lain: pelumas ringan, bahan baku kimia, bahan bakar tradisional. 

SESAME / WIJEN CARRIER OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Sesamum indicum L.

INCI name: Sesamum indicum (Sesame) Seed Oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

HS Code: 15155090

CAS#: 8008-74-0

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Press


DESKRIPSI PRODUK:

Sesame Cold-Pressed Carrier Oil adalah minyak nabati yang diperoleh dari biji Sesamum indicum L. melalui proses pengepresan dingin tanpa pemanasan berlebih maupun penggunaan pelarut kimia. Metode ini dipilih untuk mempertahankan kualitas alami minyak, termasuk komposisi asam lemak esensial dan senyawa bioaktif yang bernilai tinggi. Secara nutrisi, minyak wijen dikenal kaya akan asam lemak tak jenuh ganda (terutama asam linoleat/omega-6) dan asam oleat (omega-9), serta mengandung fraksi minor yang berperan penting seperti lignan (sesamin, sesamolin, sesamol), tokoferol (vitamin E), dan fitosterol. Kombinasi ini memberikan minyak wijen stabilitas oksidatif yang baik sekaligus aktivitas biologis bermanfaat seperti antioksidan alami.

Dari sisi spesifikasi, minyak wijen hasil cold press memiliki warna kuning pucat hingga keemasan, dengan aroma ringan yang khas menyerupai kacang atau biji-bijian. Teksturnya relatif ringan-sedang, mudah meresap pada kulit, tidak terlalu berminyak, sehingga nyaman digunakan sebagai carrier oil dalam aromaterapi maupun produk perawatan kulit.

Secara organoleptik, minyak ini ditandai oleh kejernihan warna kuning keemasan, aroma nutty yang lembut, dan tekstur halus yang tidak lengket. Karakteristik ini membuatnya sangat sesuai untuk formulasi kosmetik (seperti lotion, krim, serum wajah, minyak rambut) maupun aplikasi kesehatan (sebagai minyak pijat atau suplemen nabati). Kehadiran lignan yang unik (sesamin dan sesamolin) juga membedakan minyak wijen dari banyak carrier oil lainnya, karena memberikan ketahanan oksidatif yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati dengan profil serupa.

Dengan profil sensori dan kimia tersebut, Sesame Cold-Pressed Carrier Oil tidak hanya berfungsi sebagai bahan dasar yang stabil dalam formulasi, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa aktivitas antioksidan, sifat pelembap, serta kenyamanan sensorial yang sangat diapresiasi baik di tingkat personal care maupun industri.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Wijen (Sesamum indicum L.) adalah tanaman semusim (annual herb) dari famili Pedaliaceae yang dibudidayakan luas di wilayah tropis dan subtropis. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu tanaman penghasil minyak tertua di dunia, dengan bijinya yang kaya akan minyak (40–60%) serta protein nabati.

Secara botani, wijen merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena adaptif terhadap kondisi kering, dapat tumbuh di tanah berdrainase baik, dan memiliki ketahanan relatif terhadap hama dibanding tanaman minyak lainnya.


Taksonomi Dasar

  • Kingdom: Plantae
  • Ordo: Lamiales
  • Famili: Pedaliaceae
  • Genus: Sesamum
  • Spesies: Sesamum indicum L.

Morfologi Tanaman

  • Tipe Tanaman:
    • Terna semusim (annual herb), tegak, tinggi 50–150 cm tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
  • Batang:
    • Berbentuk segi empat pada bagian muda, berubah menjadi silindris ketika tua.
    • Tekstur batang berkayu lemah dengan cabang yang jarang.
  • Daun:
    • Bentuk bervariasi, dari lonjong (ovate) hingga lanset.
    • Panjang 4–14 cm, lebar 2–5 cm.
    • Susunan daun berhadapan di bagian bawah, dan bergantian di bagian atas batang.
  • Bunga:
    • Berbentuk tubular (tabung) menyerupai lonceng, panjang 3–5 cm.
    • Warna bervariasi: putih, merah muda, atau ungu pucat.
    • Bunga muncul di ketiak daun, tanaman bersifat self-pollinated meski kadang ada penyerbukan silang.
  • Buah:
    • Kapsul berbentuk lonjong, panjang 2–5 cm, dengan 4–8 ruang berbiji.
    • Ketika matang, kapsul mengering dan pecah (dehiscent), melepaskan biji.
  • Biji:
    • Berbentuk pipih, kecil, ukuran ±3–4 mm.
    • Warna bervariasi: putih, krem, cokelat, hingga hitam.
    • Kandungan minyak berkisar 40–60% tergantung varietas.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN:

Minyak dari biji wijen (Sesamum indicum L.) adalah salah satu minyak nabati tertua yang dikenal manusia, dengan jejak domestikasi yang terbukti dari lebih dari 5.000 tahun lalu. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa wijen telah dibudidayakan sejak peradaban Lembah Indus pada kira-kira 3.500 SM, dan mungkin telah diekspor ke Mesopotamia pada sekitar 2.500 SM.

Herodotus menyebutkan bahwa di Babilonia kuno, wijen merupakan satu-satunya sumber minyak yang digunakan. Bukti tekstual dan botani mendukung keberadaan minyak wijen dalam praktik pertanian dan kuliner kuno Mesopotamia, Yunani, dan Roma.

Di Mesir kuno, minyak wijen juga digunakan: disebut dalam Papirus Ebers (~1550 SM) sebagai salah satu obat herbal penting, serta ditemukan dalam makam Raja Tutankhamen, menunjukkan nilai pentingnya dalam kebudayaan dan religi pada abad ke-14 SM.

Dalam pengobatan tradisional Ayurveda di India, minyak wijen diolah dengan cara pemanasan ringan atau pengepresan, digunakan sebagai ramuan pijat (abhyanga), membantu kulit, dan memiliki sifat terapeutik yang melembapkan dan menenangkan.

Pada era modern, minyak wijen diekstrak melalui metode pengepresan dingin (cold-press) untuk menjaga profil nutrisi dan aktivitas biologis, dan diakui secara luas sebagai carrier oil bernilai tinggi dalam kosmetik, kesehatan, serta industri makanan dan obat-obatan.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Wijen

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam oleat, linoleat, palmitat

Organoleptik
  • Warna: Cairan berminyak kuning pucat hingga keemasan
  • Aroma: Bau seperti biji-bijian yang sangat lembut dan menyenangkan
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu < 25 °C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan