IDE
FORMULASI:
1.
Serum Perawatan Kulit Kering &
Sensitif (30 mL)
Bahan:
- Minyak Sidr (macerated leaf oil): 6
mL (20%)
- Minyak jojoba: 18 mL (60%)
- Minyak argan: 4,5 mL (15%)
- Vitamin E (tokoferol): 0,3 mL (1%)
- Lavender essential oil: 3–4 tetes
(±0,5%)
Cara
membuat:
- Campur minyak jojoba, argan, dan
minyak sidr ke dalam botol kaca gelap.
- Tambahkan vitamin E dan minyak
esensial.
- Kocok perlahan hingga homogen.
Cara
pakai:
Teteskan
2–3 tetes ke kulit wajah atau area kering. Pijat lembut hingga meresap.
2.
Lotion Pelembap & Antioksidan (100 g)
Bahan:
- Fase minyak:
- Minyak Sidr: 3 g
(3%)
- Minyak almond
manis: 7 g (7%)
- Shea butter: 5 g
(5%)
- Emulsifier
(misalnya glyceryl stearate): 5 g (5%)
- Fase air:
- Aqua (air murni):
78 g (78%)
- Tambahan:
- Vitamin E: 0,5 g
(0,5%)
- Pengawet kosmetik
sesuai regulasi: 0,5 g (0,5%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak dan fase air
hingga ±70 °C secara terpisah.
- Tuangkan fase air ke fase minyak
sambil diaduk perlahan hingga emulsi terbentuk.
- Dinginkan hingga suhu kamar, lalu
tambahkan vitamin E dan pengawet.
Cara
pakai:
Oleskan
pada kulit setelah mandi atau sebelum tidur untuk hidrasi maksimal.
3.
Minyak Pijat Relaksasi (100 mL)
Bahan:
- Minyak Sidr: 10 mL (10%)
- Minyak kelapa fraksinasi: 85 mL (85%)
- Minyak esensial peppermint atau
lavender: 8–10 tetes (±1%)
- Vitamin E: 1 mL (1%)
Cara
membuat:
- Campur semua bahan dalam botol kaca
gelap.
- Kocok perlahan hingga tercampur
sempurna.
Cara
pakai:
Gunakan
untuk pijat ringan atau relaksasi tubuh setelah aktivitas.
4.
Masker Rambut & Kulit Kepala (50 g)
Bahan:
- Minyak Sidr: 5 g (10%)
- Minyak zaitun: 15 g (30%)
- Minyak kelapa: 25 g (50%)
- Minyak jarak (castor oil): 5 g (10%)
Cara
membuat:
- Campur semua minyak hingga rata dalam
wadah steril.
- Simpan dalam botol kaca gelap.
Cara
pakai:
Usapkan
ke kulit kepala dan rambut. Diamkan selama 30–60 menit sebelum keramas.
5.
Salep Herbal Luka Ringan (50 g)
Bahan:
- Minyak Sidr: 7,5 g (15%)
- Beeswax: 7,5 g (15%)
- Minyak zaitun: 30 g (60%)
- Vitamin E: 0,5 g (1%)
- (Opsional) Minyak esensial tea tree:
0,5 g (1%)
Cara
membuat:
- Lelehkan beeswax dan minyak zaitun
dalam wadah tahan panas.
- Tambahkan minyak sidr setelah agak
dingin (<45 °C).
- Masukkan vitamin E dan minyak
esensial, aduk rata.
- Tuang ke dalam pot salep, biarkan
mengeras.
Cara
pakai:
Oleskan
tipis pada kulit yang kering atau iritasi ringan.
Minyak
sidr hasil maserasi daun (atau minyak dari bijinya) mengandung asam lemak utama
seperti asam oleat, linoleat, palmitat, dan stearat. Kombinasi asam lemak
tersebut memberikan beragam manfaat praktis dan kosmetik:
- Perawatan
kulit (skin care)
- Asam
linoleat membantu memperkuat lapisan lipid kulit, meningkatkan hidrasi,
dan memperbaiki skin barrier.
- Asam
oleat memberikan efek emolien, melembutkan, dan menjaga elastisitas
kulit.
- Palmitat
dan stearat membantu mempertahankan kelembapan dengan membentuk lapisan
oklusif ringan.
- Perawatan
rambut & kulit kepala
- Minyak
sidr membantu melembapkan kulit kepala kering dan meningkatkan kilau
alami rambut berkat kandungan oleat dan linoleat.
- Kandungan
asam lemak mendukung kesehatan folikel rambut, mengurangi kekeringan dan kerusakan.
- Bahan
dasar (carrier oil) dalam formulasi kosmetik dan aromaterapi
- Tekstur
ringan dan stabil membuat minyak sidr cocok dicampur dengan minyak
esensial atau bahan aktif lainnya.
- Digunakan
sebagai basis dalam lotion, salep herbal, minyak pijat, dan serum
antioksidan.
- Potensi
pelindung terhadap radikal bebas
- Sinergi
antara asam lemak tak jenuh (linoleat & oleat) dengan senyawa fenolik
daun sidr mendukung perlindungan kulit terhadap stres oksidatif.
- Aplikasi
tradisional dan modern
- Dalam
pengobatan tradisional, daun sidr dikenal untuk membersihkan kulit,
membantu mengatasi iritasi, dan digunakan sebagai komponen dalam ramuan
pembersih atau lulur.
- Dalam
formulasi modern, minyak sidr digunakan sebagai bahan alami untuk hidrasi
dan perawatan kulit sensitif.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Morphological Diversity and Phylogeny of Ziziphus mauritiana
- Physico-Chemical Properties of Ziziphus mauritiana Seed Oil
- Phenolic Compounds and Seed Oil Composition of Ziziphus mauritiana Fruit
- Pharmacological Activities of Ziziphus mauritiana
- Nutritional and Phytochemical Profile of Ziziphus mauritiana
- Antioxidant and Anti-Inflammatory Effects of Ziziphus mauritiana Extracts
- Traditional Uses and Bioactive Constituents of Ziziphus mauritiana
- Potential Health Benefits of Ziziphus Species
- Bioactive Compounds and Functional Properties of Ziziphus mauritiana
- Phytochemical Composition and Medicinal Uses of Ziziphus mauritiana
- Antioxidant Activity of Ziziphus mauritiana Leaf Extracts
- Homemade Beauty Products with Sidr (Ziziphus) Leaves
- Cultivation and Uses of Ziziphus mauritiana
- Diversity and Conservation of Ziziphus Germplasm
- Ethnopharmacology and Phytochemistry of Ziziphus mauritiana
Berikut
manfaat terapeutik utama dari kandungan asam lemak pada minyak sidr, disajikan
dalam poin yang sistematis:
- Memperkuat
& Memperbaiki Skin Barrier
- Asam
linoleat berperan penting dalam sintesis ceramide epidermis, sehingga
membantu mencegah kehilangan air berlebih (TEWL) dan memperkuat
pertahanan alami kulit.
- Efek
Anti-inflamasi Ringan
- Asam
oleat mendukung penurunan mediator inflamasi, bermanfaat pada kulit yang
mengalami kemerahan, iritasi ringan, atau peradangan.
- Regenerasi
& Penyembuhan Luka
- Linoleat
mempercepat proses regenerasi jaringan kulit, membantu memperbaiki luka
ringan dan mempercepat perbaikan lapisan epidermis.
- Melembapkan
& Menjaga Elastisitas Kulit
- Oleat
dan palmitat bekerja sebagai emolien alami yang menjaga kelembutan kulit,
membuatnya lebih lentur dan sehat.
- Perlindungan
Antioksidan
- Kandungan
linoleat dan oleat bekerja sinergis dengan fenolik daun sidr untuk
melawan radikal bebas, menjaga sel kulit dari penuaan dini.
- Efek
Oklusif yang Lembut
- Asam
palmitat dan stearat membentuk lapisan tipis di permukaan kulit, membantu
mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari faktor
eksternal.
- Potensi
Kesehatan Metabolisme Lipid (lebih banyak
dilaporkan pada minyak biji)
- Asam
lemak tak jenuh tunggal (oleat) dan ganda (linoleat) dari biji sidr
menunjukkan potensi mendukung kesehatan kardiovaskular dan menurunkan
kadar kolesterol, meskipun penggunaannya sebagai carrier oil lebih
relevan untuk topikal.
SIDR
/ DAUN BIDARA CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Ziziphus mauritiana Lam.
INCI
name: Ziziphus Mauritiana Lam (Leaves) Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15151100
CAS#:
-
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Maserasi
DESKRIPSI
PRODUK:
Sidr
Carrier Oil (macerated Ziziphus mauritiana leaf oil) adalah minyak
pembawa yang diperoleh dengan metode maceration yaitu merendam daun
kering atau setengah-kering Ziziphus mauritiana (bidara/Indian jujube)
dalam minyak nabati netral pada suhu kamar atau pemanasan ringan selama jangka
waktu tertentu, sehingga senyawa larut lemak dari daun diekstraksi ke dalam
fase minyak. Metode maserasi mempertahankan banyak fitokimia sensitif yang larut
dalam minyak (polifenol lipofilik, triterpenoid, beberapa terpenoid) dan
memberikan produk akhir dengan profil bioaktif, aroma herbal lembut, serta sifat
antioksidan dan antimikroba tergantung bahan dan kondisi ekstraksi. Penggunaan
maceration untuk menghasilkan minyak terapeutik tradisional dan modern
terdokumentasi dalam literatur ekstraksi tumbuhan.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Bidara
(Ziziphus mauritiana Lam.), sering dikenal dengan nama Sidr,
adalah tanaman anggota famili Rhamnaceae yang banyak ditemukan di daerah
tropis dan subtropis. Tanaman ini dikenal karena ketahanannya terhadap kondisi
kering, serta memiliki nilai etnofarmakologis tinggi, terutama pada bagian daun
dan buahnya. Dalam tradisi Asia Selatan dan Timur Tengah, bidara sering
dimanfaatkan untuk pengobatan, kebersihan, maupun ritual keagamaan.
Taksonomi
Singkat
- Kingdom:
Plantae
- Divisi:
Magnoliophyta
- Kelas:
Magnoliopsida
- Ordo:
Rosales
- Famili:
Rhamnaceae
- Genus:
Ziziphus
- Spesies:
Ziziphus mauritiana Lam.
Ciri
Morfologi Utama
- Tipe
Tanaman: Pohon kecil atau perdu berduri yang
dapat tumbuh 5–12 m, dengan tajuk bulat hingga menyebar.
- Batang
& Cabang: Batangnya keras, berwarna cokelat
keabu-abuan; cabang sering berduri tunggal atau ganda yang kokoh.
- Daun:
- Bentuk
elips hingga bulat telur (ovate), panjang 2,5–6 cm.
- Permukaan
atas daun hijau mengkilap, bagian bawah lebih pucat dengan bulu halus
(pubescent).
- Tepi
daun biasanya bergelombang halus dengan tiga tulang utama yang jelas
(triveined).
- Bunga:
Kecil, berwarna hijau kekuningan, tersusun dalam kelompok di ketiak daun
(axillary cymes). Bunga bersifat harum dan menarik serangga penyerbuk.
- Buah:
Berbentuk bulat hingga oval, diameter 1,5–3 cm. Saat muda berwarna hijau,
kemudian berubah menjadi kuning, jingga, atau merah kecokelatan ketika
matang; daging buah manis dengan biji keras di tengah.
- Akar:
Sistem akar tunggang yang dalam, membuatnya tahan kekeringan dan membantu
menahan erosi tanah.
Habitat
dan Sebaran
- Tumbuh
baik pada daerah tropis kering hingga semi-gersang, dengan toleransi
tinggi terhadap tanah miskin nutrien.
- Asal
usulnya diyakini dari India dan wilayah sekitarnya, kemudian tersebar ke
Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Tanaman
Ziziphus mauritiana Lam., yang dikenal sebagai “jujube India” atau “ber”
dalam banyak bahasa lokal, telah dibudidayakan dan digunakan oleh masyarakat
selama berabad-abad, terutama di Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan
sebagian Afrika. Sejak zaman kuno, bagian tanaman seperti buah, daun, akar, dan
kulit batang telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai
tujuan: menyembuhkan luka, mengatasi diare, demam, gangguan pencernaan,
infeksi, dan sebagai tonik umum.
Dalam
budaya tradisional, daun bidara digunakan secara topikal: daun direbus atau
ditumbuk lalu digunakan sebagai kompres, pasta, atau dicampur dengan minyak
atau bahan lainnya untuk mengobati luka, gatal, infeksi kulit, dan untuk
merawat kulit kepala. Meskipun tradisi ini tersebar secara lisan dan
etnobotani, literatur modern mulai mendokumentasikan aktivitas antimikroba dan
antiinflamasi dari ekstrak daun dan penggunaan daun dalam formulasi infus.
Studi “Bioactive compounds, antioxidant and antimicrobial activities of
extracts from different plant parts of two Ziziphus species” melaporkan
bahwa daun Ziziphus efektif melawan bakteri dan sebagai antioksidan,
yang mendukung penggunaan tradisionalnya sebagai obat luar/topikal.
Penggunaan
“minyak sidr” secara spesifik yaitu minyak yang diperkaya dengan bahan daun
bidara (infused oil, macerated oil) tidak sangat luas terdokumentasi secara
ilmiah, tetapi ada indikasi dalam sumber budaya bahwa daun sidr dibuat menjadi
pasta atau infus dengan minyak atau lemak lokal, untuk perawatan kulit atau
rambut. Sebagai contoh, dalam budaya Oman dan wilayah Teluk Arab, daun sidr
sering digunakan dalam produk kecantikan tradisional seperti shampo, sabun
herbal, atau sebagai bahan campuran masker wajah. Artikel Times of Oman
menyebut bahwa pemakaian daun sidr sebagai bahan beauty tradisional telah
berlangsung selama berabad-abad dan dulu digunakan oleh wanita tua untuk
pembersihan kulit dan rambut.
Secara
kronologis, setelah era tradisional, penelitian modern sejak abad ke-20 ke atas
mulai meneliti sifat farmakologis dari Ziziphus mauritiana: kandungan
flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, aktivitas antioksidan, antimikroba, dan
potensi terapeutik lainnya. Misalnya, review “Health Promoting Effects of Ziziphus
mauritiana: An Overview” (IJRPS) menyebutkan bahwa berbagai bagian tanaman
telah diuji untuk efek anti-infeksi, anti-oksidan, anti-inflamasi, penyembuhan
luka, dan stimulasi pertumbuhan rambut.
Penggunaan
minyak atau infus daun bidara sebagai bagian formulasi kosmetik semakin
mendapat perhatian seiring meningkatnya permintaan untuk bahan alami dan produk
tradisional yang dikombinasikan dengan sains modern.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Daun bidara Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam oleat, linoleat, palmitat, stearat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|