Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- Chemi-Navi Formulation Database
- IJCRT – Cucumber Seed Oil Study (PDF)
- Kri Skin – Benefits of Cucumber Seed Oil
- Springer – Functional Foods from Cucumis sativus
- PubMed – Nutritional and Phytochemical Review
- TJNPR – Pharmacological Activities of Cucumber
- AT Formulation – Cucumber Seed Oil
- DKSH Discover – Personal Care Ingredients
- IntechOpen – Nutraceutical Role of Cucumis sativus
- MDPI – Bioactive Compounds in Cucumber
- MDPI – Cucumber Extracts in Cosmetics
- MDPI – Nutritional Properties of Cucumbers
- Qeios – Phytochemical & Medicinal Properties
- ResearchGate – Nutritional & Bioactive Composition
- ResearchGate – Plant Resources of Tropical Africa: Vegetables
- ResearchGate – Formulation Strategies for Skincare
- ResearchGate – Nutritional & Health Benefits of Cucumber
- ResearchGate – Overview of Traditional Use & Pharmacology
- ResearchGate – Bibliometric Analysis of Cucumber Research
- ResearchGate – Phytochemical & Nutritional Profile
- ResearchGate – Cucumber Seed Performance Study
- ScienceDirect – Vegetable Oils Properties
- ScienceDirect – Antioxidant Potential of Cucumber Extracts
- ScienceDirect – Oil Content and Fatty Acid Profile
- ScienceDirect – Green Extraction of Cucumber Seed Oil
- ScienceDirect – Agricultural Sciences: Cucumber
- ScienceDirect – Food Science: Cucumber
1.
Face Serum Anti-Aging (Night Use)
- Cucumber Seed Oil : 15 ml (carrier
oil utama, kaya asam linoleat & tokoferol)
- Rosehip Seed Oil : 10 ml (regenerasi
kulit, kaya vitamin A & C)
- Vitamin E alami (Tocopherol) : 0,5 ml
(antioksidan, memperpanjang shelf life)
- Lavender Essential Oil : 4–5 tetes
(relaksasi & regenerasi kulit)
Cara
buat: Campur semua bahan dalam botol kaca gelap 30 ml. Gunakan 2–3 tetes pada
malam hari sebelum tidur.
2.
Hair & Scalp Treatment Oil
- Cucumber Seed Oil : 20 ml
(melembutkan & melembapkan rambut kering)
- Argan Oil : 10 ml (menutrisi &
memperbaiki rambut rusak)
- Rosemary Essential Oil : 6–8 tetes
(stimulasi pertumbuhan rambut, anti ketombe)
Cara
buat: Aduk rata, pijatkan ke kulit kepala 2x seminggu, diamkan 30 menit sebelum
keramas.
3.
Moisturizing Body Lotion (Natural Emulsion)
- Aqueous Phase:
- Air murni : 65%
- Aloe vera gel : 5%
- Oil Phase:
- Cucumber Seed Oil :
10%
- Shea Butter : 5%
- Emulsifying wax :
7%
- Cool Down Phase:
- Vitamin E : 0,5%
- Essential oil
(opsional, mis. chamomile/lavender) : 0,5%
- Pengawet natural
(mis. potassium sorbate) : 1%
Cara
buat: Panaskan fase oil & fase aqueous terpisah ±70 °C, kemudian emulsikan
dengan blender homogenizer. Setelah dingin <40 °C tambahkan bahan fase cool
down.
4.
Soothing Eye Roll-On
- Cucumber Seed Oil : 10 ml
- Jojoba Oil : 5 ml
- Chamomile Essential Oil : 2 tetes
Cara
buat: Campurkan dalam botol roll-on 15 ml. Aplikasikan tipis di area bawah mata
pagi dan malam hari.
Asam
Linoleat
- Membantu
regenerasi kulit & memperbaiki skin barrier.
- Efektif
untuk kulit kering, iritasi, eksim, dan psoriasis.
- Memberikan
efek antiinflamasi pada kulit.
Asam
Oleat
- Memberikan
kelembutan dan meningkatkan penetrasi zat aktif ke kulit.
- Berperan
dalam pelembapan mendalam serta pemulihan jaringan.
Asam
Palmitat & Stearat
- Menambah
stabilitas minyak.
- Bekerja
sebagai pelindung kulit dari kehilangan air berlebih.
Tokoferol
(Vitamin E alami)
- Bertindak
sebagai antioksidan kuat, melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal
bebas.
- Mendukung
proses penyembuhan luka kecil dan mempercepat regenerasi kulit.
Fitosterol
- Menurunkan
inflamasi dan meningkatkan elastisitas kulit.
- Potensial
sebagai agen anti-aging alami.
Perawatan
Kulit Wajah
- Sebagai
pelembap alami karena kandungan asam linoleat tinggi.
- Membantu
mengurangi tanda penuaan dini (keriput, garis halus).
Perawatan
Rambut
- Digunakan
sebagai hair serum untuk melembutkan rambut kering & rusak.
- Menjaga
kesehatan kulit kepala dan mengurangi ketombe.
Formulasi
Kosmetik
- Banyak
digunakan dalam cream, lotion, sabun alami, sunscreen, dan serum
anti-aging.
- Bertindak
sebagai emolien alami untuk menjaga kelembutan kulit.
Aromaterapi
& Massage Oil
- Dapat
dicampurkan dengan essential oils lain sebagai carrier oil untuk pijat.
- Efek
menenangkan karena tekstur ringan dan cepat meresap.
Aplikasi
Pangan & Nutraceutical (Terbatas)
- Sumber
asam lemak esensial (omega-6, omega-9) yang bermanfaat bagi kesehatan
kardiovaskular.
- Potensial
digunakan sebagai bahan suplemen nutrisi alami.
CUCUMBER
SEED / BIJI MENTIMUN CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Cucumis sativus L.
INCI
name: Cucumis sativus seed Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
70955-25-8 ; 89998-01-6
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Press
DESKRIPSI
PRODUK:
Cucumber
Seed Oil adalah minyak nabati murni yang diperoleh melalui metode cold press
dari biji mentimun (Cucumis sativus L.) yang telah dikeringkan. Proses
ekstraksi mekanis tanpa penggunaan pelarut kimia ini mempertahankan kandungan
bioaktif utama seperti asam lemak tak jenuh (linoleat, oleat), tokoferol
(Vitamin E), dan fitosterol, sehingga menghasilkan minyak dengan stabilitas
oksidatif yang baik serta manfaat fungsional tinggi untuk perawatan kulit dan
formulasi kosmetik.
Secara
organoleptik, minyak biji mentimun memiliki warna kuning pucat hingga kuning
kehijauan dengan aroma ringan, segar, menyerupai biji-bijian, serta tekstur
yang ringan dan cepat meresap. Karakteristik ini menjadikannya pilihan populer
sebagai carrier oil dalam aromaterapi maupun sebagai bahan dasar formulasi
skincare modern.
Dari
sisi kelarutan, Cucumber Seed Oil larut dalam minyak nabati lain dan ester
kosmetik, namun tidak larut dalam air. Kandungan minyak biji mentimun dapat
mencapai 35–45% dari berat biji, dengan dominasi asam linoleat, asam oleat,
serta asam palmitat dan stearat dalam jumlah lebih kecil. Profil asam lemak ini
memberikan sifat emollient, menutrisi kulit, dan mendukung fungsi barrier
kulit.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Mentimun
(Cucumis sativus L.) merupakan tanaman semusim dari famili Cucurbitaceae
yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini berasal
dari wilayah Asia Selatan, khususnya India, dan saat ini menjadi salah satu
tanaman hortikultura yang paling luas dibudidayakan di dunia.
Morfologi
Utama:
- Tipe
Tanaman: Merupakan tanaman merambat (vine)
atau menjalar, dengan batang berbulu halus dan dapat tumbuh hingga 1–3
meter panjangnya.
- Akar:
Sistem akar tunggang dengan akar lateral yang banyak dan menyebar dangkal,
umumnya efektif menyerap air di lapisan tanah atas.
- Batang:
Batang berbentuk segi lima, berongga, dan dilengkapi dengan sulur
(tendril) yang membantu tanaman memanjat atau merambat.
- Daun:
Daun besar, tunggal, berbentuk palmat dengan 3–5 lobus, tepi bergerigi,
dan permukaan bertekstur kasar dengan trikoma.
- Bunga:
Mentimun bersifat monoecious (bunga jantan dan betina terdapat pada satu tanaman).
Bunga berwarna kuning cerah, berbentuk lonceng, dengan mahkota 5 kelopak.
Penyerbukan terutama dilakukan oleh serangga (entomofili), khususnya
lebah.
- Buah:
Buah berbentuk lonjong–silindris, bervariasi dalam ukuran dan warna (hijau
muda hingga hijau tua, dengan atau tanpa bercak). Buah muda biasanya
dikonsumsi segar, sedangkan biji tua digunakan untuk produksi minyak.
- Biji:
Biji berbentuk pipih memanjang, berwarna putih krem hingga kuning pucat,
mengandung sekitar 35–45% minyak nabati yang dapat diekstraksi melalui
metode cold press.
Siklus
Hidup & Agronomi:
- Habitat:
Tumbuh optimal pada iklim hangat dengan suhu 20–30 °C.
- Siklus
hidup: Tanaman semusim dengan umur panen
sekitar 2–3 bulan.
- Budidaya:
Membutuhkan tanah subur, gembur, dengan drainase baik; pH ideal 6–7.
- Reproduksi:
Biji merupakan organ reproduksi utama dan sumber utama minyak.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Tanaman
mentimun (Cucumis sativus L.) diperkirakan pertama kali dibudidayakan
lebih dari 3.000 tahun yang lalu di India bagian utara dan kemudian menyebar ke
Mesir kuno, Yunani, dan Romawi. Di Mesir kuno, mentimun dikenal sebagai tanaman
pangan sekaligus kosmetik alami, terutama karena kandungan airnya yang tinggi
dan efek menyegarkan. Catatan sejarah menyebutkan bahwa mentimun digunakan oleh
Cleopatra untuk perawatan kulit, yang kemudian menjadi dasar tradisi
penggunaannya dalam kosmetika.
Walaupun
buah mentimun telah lama digunakan, pemanfaatan bijinya sebagai sumber minyak
relatif lebih baru jika dibandingkan dengan minyak tradisional lain (misalnya
zaitun atau wijen). Biji mentimun diketahui memiliki kandungan minyak nabati
tinggi (35–45%), kaya akan asam linoleat, tokoferol, dan fitosterol, sehingga
mulai dikaji secara ilmiah sejak abad ke-20 untuk keperluan pangan, farmasi,
dan kosmetika.
Sejarah
Penggunaan Minyak Biji Mentimun
- Penggunaan
Tradisional (India & Timur Tengah):
- Bijinya
dikonsumsi sebagai camilan atau bahan obat tradisional untuk membantu
sistem pencernaan, menurunkan panas dalam, dan meningkatkan hidrasi
tubuh.
- Biji
kering sering diolah menjadi pasta atau bubuk untuk perawatan kulit
tradisional.
- Mesir
& Yunani Kuno:
- Mentimun
digunakan dalam ritual kecantikan sebagai bahan masker wajah alami untuk
mengurangi inflamasi dan mencerahkan kulit.
- Walaupun
belum ada catatan eksplisit tentang minyaknya, bijinya diduga sudah
digunakan dalam bentuk rendaman atau ekstraksi kasar.
- Perkembangan
Modern (Abad ke-20 – sekarang):
- Seiring
berkembangnya teknologi ekstraksi minyak nabati, terutama metode cold
press dan solvent extraction, minyak biji mentimun mulai diproduksi
secara komersial.
- Saat
ini minyak biji mentimun digunakan luas dalam:
- Kosmetik:
pelembap, anti-aging, serum wajah, perawatan rambut.
- Farmasi:
agen antioksidan alami, antiinflamasi, dan emolien.
- Pangan:
meskipun terbatas, minyak ini juga dieksplorasi sebagai sumber asam
lemak esensial dalam nutraceutical.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji mentimun kering Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam linoleat, oleat, palmitat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|