Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

Sertifikat Halal:  33110034666001125

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

1. Face Serum Anti-Aging (Night Use)

  • Cucumber Seed Oil : 15 ml (carrier oil utama, kaya asam linoleat & tokoferol)
  • Rosehip Seed Oil : 10 ml (regenerasi kulit, kaya vitamin A & C)
  • Vitamin E alami (Tocopherol) : 0,5 ml (antioksidan, memperpanjang shelf life)
  • Lavender Essential Oil : 4–5 tetes (relaksasi & regenerasi kulit)

Cara buat: Campur semua bahan dalam botol kaca gelap 30 ml. Gunakan 2–3 tetes pada malam hari sebelum tidur.


2. Hair & Scalp Treatment Oil

  • Cucumber Seed Oil : 20 ml (melembutkan & melembapkan rambut kering)
  • Argan Oil : 10 ml (menutrisi & memperbaiki rambut rusak)
  • Rosemary Essential Oil : 6–8 tetes (stimulasi pertumbuhan rambut, anti ketombe)

Cara buat: Aduk rata, pijatkan ke kulit kepala 2x seminggu, diamkan 30 menit sebelum keramas.


3. Moisturizing Body Lotion (Natural Emulsion)

  • Aqueous Phase:
    • Air murni : 65%
    • Aloe vera gel : 5%
  • Oil Phase:
    • Cucumber Seed Oil : 10%
    • Shea Butter : 5%
    • Emulsifying wax : 7%
  • Cool Down Phase:
    • Vitamin E : 0,5%
    • Essential oil (opsional, mis. chamomile/lavender) : 0,5%
    • Pengawet natural (mis. potassium sorbate) : 1%

Cara buat: Panaskan fase oil & fase aqueous terpisah ±70 °C, kemudian emulsikan dengan blender homogenizer. Setelah dingin <40 °C tambahkan bahan fase cool down.


4. Soothing Eye Roll-On

  • Cucumber Seed Oil : 10 ml
  • Jojoba Oil : 5 ml
  • Chamomile Essential Oil : 2 tetes

Cara buat: Campurkan dalam botol roll-on 15 ml. Aplikasikan tipis di area bawah mata pagi dan malam hari.

Asam Linoleat

  • Membantu regenerasi kulit & memperbaiki skin barrier.
  • Efektif untuk kulit kering, iritasi, eksim, dan psoriasis.
  • Memberikan efek antiinflamasi pada kulit.

Asam Oleat

  • Memberikan kelembutan dan meningkatkan penetrasi zat aktif ke kulit.
  • Berperan dalam pelembapan mendalam serta pemulihan jaringan.

Asam Palmitat & Stearat

  • Menambah stabilitas minyak.
  • Bekerja sebagai pelindung kulit dari kehilangan air berlebih.

Tokoferol (Vitamin E alami)

  • Bertindak sebagai antioksidan kuat, melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Mendukung proses penyembuhan luka kecil dan mempercepat regenerasi kulit.

Fitosterol

  • Menurunkan inflamasi dan meningkatkan elastisitas kulit.
  • Potensial sebagai agen anti-aging alami.

Perawatan Kulit Wajah

  • Sebagai pelembap alami karena kandungan asam linoleat tinggi.
  • Membantu mengurangi tanda penuaan dini (keriput, garis halus).

Perawatan Rambut

  • Digunakan sebagai hair serum untuk melembutkan rambut kering & rusak.
  • Menjaga kesehatan kulit kepala dan mengurangi ketombe.

Formulasi Kosmetik

  • Banyak digunakan dalam cream, lotion, sabun alami, sunscreen, dan serum anti-aging.
  • Bertindak sebagai emolien alami untuk menjaga kelembutan kulit.

Aromaterapi & Massage Oil

  • Dapat dicampurkan dengan essential oils lain sebagai carrier oil untuk pijat.
  • Efek menenangkan karena tekstur ringan dan cepat meresap.

Aplikasi Pangan & Nutraceutical (Terbatas)

  • Sumber asam lemak esensial (omega-6, omega-9) yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.
  • Potensial digunakan sebagai bahan suplemen nutrisi alami.

CUCUMBER SEED / BIJI MENTIMUN CARRIER OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Cucumis sativus L.

INCI name: Cucumis sativus seed Oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

HS Code: 15159099

CAS#: 70955-25-8 ; 89998-01-6

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Press


DESKRIPSI PRODUK:

Cucumber Seed Oil adalah minyak nabati murni yang diperoleh melalui metode cold press dari biji mentimun (Cucumis sativus L.) yang telah dikeringkan. Proses ekstraksi mekanis tanpa penggunaan pelarut kimia ini mempertahankan kandungan bioaktif utama seperti asam lemak tak jenuh (linoleat, oleat), tokoferol (Vitamin E), dan fitosterol, sehingga menghasilkan minyak dengan stabilitas oksidatif yang baik serta manfaat fungsional tinggi untuk perawatan kulit dan formulasi kosmetik.

Secara organoleptik, minyak biji mentimun memiliki warna kuning pucat hingga kuning kehijauan dengan aroma ringan, segar, menyerupai biji-bijian, serta tekstur yang ringan dan cepat meresap. Karakteristik ini menjadikannya pilihan populer sebagai carrier oil dalam aromaterapi maupun sebagai bahan dasar formulasi skincare modern.

Dari sisi kelarutan, Cucumber Seed Oil larut dalam minyak nabati lain dan ester kosmetik, namun tidak larut dalam air. Kandungan minyak biji mentimun dapat mencapai 35–45% dari berat biji, dengan dominasi asam linoleat, asam oleat, serta asam palmitat dan stearat dalam jumlah lebih kecil. Profil asam lemak ini memberikan sifat emollient, menutrisi kulit, dan mendukung fungsi barrier kulit.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman semusim dari famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Selatan, khususnya India, dan saat ini menjadi salah satu tanaman hortikultura yang paling luas dibudidayakan di dunia.

Morfologi Utama:

  • Tipe Tanaman: Merupakan tanaman merambat (vine) atau menjalar, dengan batang berbulu halus dan dapat tumbuh hingga 1–3 meter panjangnya.
  • Akar: Sistem akar tunggang dengan akar lateral yang banyak dan menyebar dangkal, umumnya efektif menyerap air di lapisan tanah atas.
  • Batang: Batang berbentuk segi lima, berongga, dan dilengkapi dengan sulur (tendril) yang membantu tanaman memanjat atau merambat.
  • Daun: Daun besar, tunggal, berbentuk palmat dengan 3–5 lobus, tepi bergerigi, dan permukaan bertekstur kasar dengan trikoma.
  • Bunga: Mentimun bersifat monoecious (bunga jantan dan betina terdapat pada satu tanaman). Bunga berwarna kuning cerah, berbentuk lonceng, dengan mahkota 5 kelopak. Penyerbukan terutama dilakukan oleh serangga (entomofili), khususnya lebah.
  • Buah: Buah berbentuk lonjong–silindris, bervariasi dalam ukuran dan warna (hijau muda hingga hijau tua, dengan atau tanpa bercak). Buah muda biasanya dikonsumsi segar, sedangkan biji tua digunakan untuk produksi minyak.
  • Biji: Biji berbentuk pipih memanjang, berwarna putih krem hingga kuning pucat, mengandung sekitar 35–45% minyak nabati yang dapat diekstraksi melalui metode cold press.

Siklus Hidup & Agronomi:

  • Habitat: Tumbuh optimal pada iklim hangat dengan suhu 20–30 °C.
  • Siklus hidup: Tanaman semusim dengan umur panen sekitar 2–3 bulan.
  • Budidaya: Membutuhkan tanah subur, gembur, dengan drainase baik; pH ideal 6–7.
  • Reproduksi: Biji merupakan organ reproduksi utama dan sumber utama minyak.

SEJARAH DAN PENGGUNAAN

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) diperkirakan pertama kali dibudidayakan lebih dari 3.000 tahun yang lalu di India bagian utara dan kemudian menyebar ke Mesir kuno, Yunani, dan Romawi. Di Mesir kuno, mentimun dikenal sebagai tanaman pangan sekaligus kosmetik alami, terutama karena kandungan airnya yang tinggi dan efek menyegarkan. Catatan sejarah menyebutkan bahwa mentimun digunakan oleh Cleopatra untuk perawatan kulit, yang kemudian menjadi dasar tradisi penggunaannya dalam kosmetika.

Walaupun buah mentimun telah lama digunakan, pemanfaatan bijinya sebagai sumber minyak relatif lebih baru jika dibandingkan dengan minyak tradisional lain (misalnya zaitun atau wijen). Biji mentimun diketahui memiliki kandungan minyak nabati tinggi (35–45%), kaya akan asam linoleat, tokoferol, dan fitosterol, sehingga mulai dikaji secara ilmiah sejak abad ke-20 untuk keperluan pangan, farmasi, dan kosmetika.


Sejarah Penggunaan Minyak Biji Mentimun

  1. Penggunaan Tradisional (India & Timur Tengah):
    • Bijinya dikonsumsi sebagai camilan atau bahan obat tradisional untuk membantu sistem pencernaan, menurunkan panas dalam, dan meningkatkan hidrasi tubuh.
    • Biji kering sering diolah menjadi pasta atau bubuk untuk perawatan kulit tradisional.
  2. Mesir & Yunani Kuno:
    • Mentimun digunakan dalam ritual kecantikan sebagai bahan masker wajah alami untuk mengurangi inflamasi dan mencerahkan kulit.
    • Walaupun belum ada catatan eksplisit tentang minyaknya, bijinya diduga sudah digunakan dalam bentuk rendaman atau ekstraksi kasar.
  3. Perkembangan Modern (Abad ke-20 – sekarang):
    • Seiring berkembangnya teknologi ekstraksi minyak nabati, terutama metode cold press dan solvent extraction, minyak biji mentimun mulai diproduksi secara komersial.
    • Saat ini minyak biji mentimun digunakan luas dalam:
      • Kosmetik: pelembap, anti-aging, serum wajah, perawatan rambut.
      • Farmasi: agen antioksidan alami, antiinflamasi, dan emolien.
      • Pangan: meskipun terbatas, minyak ini juga dieksplorasi sebagai sumber asam lemak esensial dalam nutraceutical.


KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji mentimun kering

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam linoleat, oleat, palmitat

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat
  • Aroma: Bau khas yang ringan dan menyenangkan
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu < 25 °C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 12-18 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan