Sertifikat Halal: 15240067741220
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
KEGUNAAN
DAN MANFAAT:
Minyak
bekatul (Rice Bran Oil) banyak digunakan dalam kosmetik dan perawatan
kulit karena sifat fisik dan kandungan bioaktifnya.
Manfaat
topikal utama:
- Carrier
oil alami: sering dijadikan basis dalam aromaterapi dan minyak pijat
karena teksturnya ringan, mudah meresap, dan tidak lengket.
- Pelembap
kulit: kandungan asam lemak esensial membantu memperbaiki skin barrier dan
menjaga kelembapan.
- Antioksidan
kulit: kaya γ-oryzanol, tokoferol, dan tokotrienol yang melindungi kulit
dari radikal bebas.
- Anti-aging:
membantu mengurangi tanda penuaan dini akibat oksidasi dan paparan sinar
UV.
- Proteksi
ringan terhadap sinar UV: γ-oryzanol diketahui dapat menyerap sebagian
radiasi UV, sehingga sering digunakan dalam sunscreen alami dan krim
pelindung kulit.
IDE
FORMULASI:
1.
Minyak Pijat / Carrier Oil
- Rice Bran Oil (hexane-extracted)
— 97%
- Essential Oil
(misal lavender, cajuput, eucalyptus) — 2%
- Vitamin E (tocopherol)
— 0.5%
- Fragrance (opsional)
— 0.5%
Cara
pakai: campur semua bahan, aduk rata, simpan dalam botol
gelas gelap. Digunakan untuk pijat atau aromaterapi.
2.
Serum Wajah Ringan (Oil Serum)
- Rice Bran Oil
— 70%
- Caprylic/Capric Triglyceride
— 15% (untuk tekstur lebih ringan)
- Squalane (opsional)
— 5%
- Vitamin E (tocopherol)
— 0.5%
- Essential Oil / Active ingredient
(misal 1% retinol atau 1% niacinamide oil-soluble) — 1%
- Preservative
(sesuai regulasi) — 0.5–1%
Cara
pakai: campur bahan minyak, tambahkan active dan
preservative di suhu <40°C. Gunakan sebagai serum wajah harian.
3.
Lotion / Krim Emulsi (Oil-in-Water)
Fase
Minyak (20% total):
- Rice Bran Oil — 12%
- Shea Butter / Cetyl Alcohol — 5%
- Emulsifier (misal Glyceryl Stearate)
— 3%
Fase
Air (78% total):
- Air Terdeionisasi — 77%
- Glycerin — 3%
Additives
(2% total):
- Vitamin E — 0.5%
- Preservative — 0.5–1%
- Essential Oil / Fragrance — 0.1–0.5%
Cara
pakai: panaskan fase minyak & air hingga ~70°C,
gabungkan sambil homogen, sejukkan sambil mengaduk, tambahkan additive di
<40°C. Cocok untuk lotion pelembap kulit.
4.
Minyak Nutraseutikal / Suplementasi (R&D, non-komersial tanpa regulasi)
- Rice Bran Oil (refined, residu
heksana sesuai standar) — 90%
- Minyak ikan / omega-3 concentrate —
9%
- Gamma-oryzanol standardized extract —
1%
Catatan:
harus diuji residu pelarut, stabilitas, dan mikrobiologi. Konsumsi hanya jika
sesuai regulasi dan standar keamanan pangan.
- Rice bran oil: a review of its chemical, nutritional, and functional properties – CORE
- Rice Bran Oil in Cosmetic Formulations: Emolliency, Safety and Regulatory Notes for Developers – PatSnap Eureka
- A short review of green extraction technologies for rice bran oil – Biomass Conversion and Biorefinery (Springer, 2020)
- Rice Bran and Rice Bran Oil: A review of its health benefits and use in cosmetics – Frontiers in Pharmacology (PMC7935796, 2021)
- Rice bran oil: Nutritional and health aspects – PubMed (PMID: 16190632, 2005)
- Amended final report on the safety assessment of Oryza sativa (Rice) Bran Oil and related ingredients – International Journal of Toxicology (PubMed PMID: 17090480, 2006)
- Dietary rice bran oil reduces oxidative stress and hyperglycemia in diabetic rats – PubMed (PMID: 17430177, 2007)
- Anti-aging efficacy of topical formulations containing rice bran bioactive compounds – Pharmaceutical Biology (PubMed PMID: 22235888, 2012)
- Gamma-Oryzanol from Rice Bran Oil – A Review – Journal of Scientific & Industrial Research (ResearchGate, 2004)
- Rice bran oil and its applications: A review – Journal of Integrative Agriculture (ScienceDirect, 2021)
MANFAAT
TERAPEUTIK:
- Hipokolesterolemik:
studi klinis menunjukkan konsumsi minyak bekatul menurunkan kolesterol total
dan LDL serta meningkatkan HDL. Efek ini terkait kandungan γ-oryzanol dan
fitosterol.
- Antioksidan
kuat:
γ-oryzanol, tokoferol, dan tokotrienol menetralkan radikal bebas, mengurangi
stres oksidatif, dan berpotensi menurunkan risiko penyakit degeneratif.
- Anti-inflamasi:
penelitian praklinis menunjukkan minyak bekatul mampu menghambat mediator
inflamasi, mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.
- Potensi antidiabetik: beberapa studi hewan menunjukkan efek positif pada regulasi glukosa darah dan sensitivitas insulin, meski bukti klinis manusia masih terbatas.
- Dermatologis:
aplikasi topikal membantu memperbaiki elastisitas kulit, menunda penuaan dini,
dan melindungi dari kerusakan akibat UV.
RICE
BRAN CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Oryza Sativa L.
INCI
name: Oryza Sativa (Rice) Bran Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159091
CAS#:
68553-81-1
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Ekstraksi Pelarut
DESKRIPSI
PRODUK:
Minyak
bekatul (Rice Bran Oil) merupakan minyak nabati yang diperoleh dari bagian
luar biji padi (Oryza sativa L.) yang dikenal sebagai bekatul atau rice
bran. Bagian ini merupakan lapisan tipis yang terletak di antara kulit sekam
(hull) dan endosperma beras, kaya akan komponen bioaktif seperti asam lemak
esensial, γ-oryzanol, tokoferol, tokotrienol, dan fitosterol.
Untuk
menghasilkan minyak dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi, industri banyak
menggunakan metode ekstraksi pelarut (solvent extraction) dengan n-heksana.
Metode ini dipilih karena mampu mengekstrak minyak dari bekatul dengan yield
yang tinggi dan biaya produksi yang relatif rendah dibandingkan metode
pengepresan mekanis.
Secara
organoleptik, minyak bekatul hasil ekstraksi heksana umumnya berwarna kuning
keemasan hingga cokelat muda, dengan aroma khas yang sedikit nutty atau earthy.
Kandungan utamanya berupa asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, terutama asam
oleat (~37–47%) dan linoleat (~30–40%), yang memberi profil gizi serupa dengan
minyak nabati bernilai tinggi lainnya. Selain itu, keberadaan γ-oryzanol dan
vitamin E menjadikan minyak ini tidak hanya berperan sebagai sumber energi,
tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai bahan antioksidan alami yang
bermanfaat untuk kesehatan maupun formulasi kosmetik.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Padi
(Oryza sativa L.) merupakan tanaman serealia anggota famili Poaceae,
yang menjadi sumber utama beras sebagai makanan pokok lebih dari separuh
populasi dunia. Tanaman ini memiliki morfologi khas rumput-rumputan dengan
sistem perakaran serabut yang kuat, batang beruas-ruas, daun berbentuk pita
dengan urat sejajar, serta malai sebagai bentuk perbungaan. Dari struktur biji
padi inilah diperoleh bekatul (rice bran), lapisan luar beras yang
menjadi sumber minyak bekatul.
Karakteristik
botanikal dan morfologi utama:
- Akar:
- Sistem
akar serabut, bercabang luas, mampu tumbuh dalam kondisi tergenang.
- Memiliki
jaringan aerenchyma yang membantu pertukaran gas di lingkungan berair.
- Batang
(culm):
- Berbentuk
silindris, beruas (nodus) dan ruas (internodus) jelas.
- Tinggi
bervariasi antara 60–150 cm tergantung varietas.
- Daun:
- Berbentuk
pita panjang dengan urat daun sejajar.
- Terdapat
ligula (selaput tipis di pertemuan daun dan batang) serta aurikula kecil
khas tanaman padi.
- Bunga
/ Infloresensi:
- Berbentuk
malai (panicle) yang membawa banyak spikelet.
- Setiap
spikelet menghasilkan satu bulir padi yang diselubungi lemma dan palea.
- Biji
(grain):
- Terdiri
dari sekam (hull), lapisan bekatul (pericarp, testa, aleuron), dan
endosperma.
- Bekatul
kaya minyak, protein, serat, vitamin, dan mineral — bagian inilah yang
diekstraksi menjadi rice bran oil.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN:
Minyak bekatul berasal
dari lapisan luar beras yang sebelumnya dianggap limbah penggilingan. Di Asia
Timur, khususnya Jepang dan India, pemanfaatan bekatul sebagai sumber minyak
mulai diperhatikan pada awal abad ke-20, ketika peneliti menemukan kandungan γ-oryzanol
dan vitamin E yang tinggi. Pada masa itu, teknologi ekstraksi masih sederhana
sehingga produksi terbatas dan kualitas minyak kurang stabil karena mudah
teroksidasi.
Seiring berkembangnya
teknologi pangan, pada pertengahan abad ke-20 industri mulai menggunakan ekstraksi
pelarut dengan n-heksana untuk meningkatkan rendemen minyak dari bekatul.
Metode ini memungkinkan produksi skala besar dan menjadikan minyak bekatul
semakin dikenal sebagai minyak pangan alternatif yang sehat, terutama di
Jepang, India, dan kemudian menyebar ke negara lain.
Penelitian lebih lanjut
menunjukkan bahwa kandungan γ-oryzanol, tokoferol, dan fitosterol dalam minyak
bekatul memberikan manfaat potensial untuk kesehatan kardiovaskular dan
perlindungan antioksidan. Hal ini mendorong penggunaannya tidak hanya dalam industri
pangan, tetapi juga kosmetik dan farmasi. Pada akhir abad ke-20 hingga kini,
perhatian juga tertuju pada metode ekstraksi ramah lingkungan (misalnya
supercritical CO₂) untuk menggantikan heksana, seiring meningkatnya permintaan
konsumen akan produk alami dan berkelanjutan.
Dengan demikian,
perjalanan minyak bekatul berawal dari bahan samping yang terabaikan, menjadi
komoditas bernilai tinggi di berbagai bidang — pangan, kosmetik, hingga
nutraseutikal.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Bekatul Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Oleic acid, linoleic acid, palmitic acid, stearic acid |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|