Sertifikat Halal: 15240067741220

Dokumen Pendukung untuk Ekspor

  • Certificate of Analysis (COA)
  • Material Safety Data Sheet (MSDS)
  • Phytosanitary Certificate
  • Sertifikat Halal 
  • Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)

Produk bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan bisa berbeda pada tiap individu.

MANFAAT TERAPEUTIK:

Kajian ilmiah modern membuktikan bahwa jojoba oil memiliki berbagai manfaat kesehatan dan terapi, di antaranya:

  • Antioksidan: Kandungan tokoferol membantu melawan radikal bebas dan melindungi kulit dari penuaan dini.
  • Antiinflamasi: Jojoba oil mampu menekan mediator peradangan seperti IL-6, IL-8, dan TNF-α, sehingga bermanfaat pada kulit sensitif, psoriasis, maupun jerawat.
  • Mendukung Regenerasi Kulit: Membantu meningkatkan produksi kolagen dan asam hialuronat, mempercepat penyembuhan luka dan luka bakar akibat sinar matahari.
  • Antimikroba: Memiliki aktivitas melawan bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus aureus) dan beberapa jamur.
  • Perawatan Rambut: Melembapkan kulit kepala, mengurangi ketombe, dan memperkuat batang rambut sehingga mengurangi kerontokan.

KEGUNAAN DAN MANFAAT:

Minyak jojoba memiliki banyak kegunaan, baik sebagai carrier oil maupun bahan aktif dalam kosmetik:

  1. Carrier Oil: Karena sifatnya ringan, tidak berbau, dan menyerupai sebum manusia, jojoba oil sangat cocok digunakan sebagai pembawa (carrier) untuk minyak esensial maupun bahan aktif topikal.
  2. Kosmetik & Perawatan Kulit: Banyak digunakan dalam lotion, krim, lipstik, dan sampo. Jojoba oil berperan sebagai pelembap alami, emolien, serta stabilizer.
  3. Industri: Stabilitas oksidatif yang tinggi membuatnya berguna juga sebagai pelumas ramah lingkungan.

IDE FORMULASI:

1. Lotion Pelembap Ringan untuk Kulit Kering

Tujuan: Melembapkan kulit, membuat kulit halus tanpa rasa lengket.
Bahan-bahan:

  • Jojoba oil: 80 ml
  • Air suling: 10 ml
  • Gliserin: 5 ml (pelembap alami/humektan)
  • Emulgator alami (mis. cetearyl alcohol, beeswax): 5 g

Cara Membuat:

  1. Panaskan jojoba oil + emulgator dengan metode double boiler hingga meleleh.
  2. Panaskan air suling + gliserin di wadah terpisah.
  3. Campur keduanya perlahan sambil diaduk hingga menjadi emulsi.
  4. Dinginkan, lalu simpan dalam botol steril.

Cara Pakai: Oleskan ke kulit setelah mandi.


2. Salep Antiinflamasi Alami

Tujuan: Meredakan kulit kemerahan, iritasi ringan, atau kering.
Bahan-bahan:

  • Jojoba oil: 90 ml
  • Panthenol (Pro-Vitamin B5): 5 g (menenangkan & regenerasi kulit)
  • Bisabolol: 5 g (antiinflamasi, ada pada chamomile)

Cara Membuat:

  1. Campurkan semua bahan ke dalam wadah steril.
  2. Aduk rata hingga homogen.
  3. Simpan di botol kaca gelap.

Cara Pakai: Oleskan tipis di area kulit kering/iritasi 1–2x sehari.


3. Minyak Pijat Aromaterapi

Tujuan: Relaksasi otot, menenangkan pikiran, melembapkan kulit.
Bahan-bahan:

  • Jojoba oil: 95 ml
  • Lavender essential oil: 3 ml (relaksasi, anti-stres)
  • Tea tree essential oil: 2 ml (antimikroba, bagus untuk kulit berjerawat)

Cara Membuat:

  1. Campurkan semua minyak dalam botol kaca gelap.
  2. Kocok perlahan hingga rata.

Cara Pakai: Gunakan sebagai minyak pijat tubuh atau body oil setelah mandi.


4. Masker Rambut Intensif

Tujuan: Mengatasi rambut kering, bercabang, atau rusak karena panas/pewarnaan.
Bahan-bahan:

  • Jojoba oil: 70 ml
  • Shea butter: 20 g (melembapkan & melembutkan rambut)
  • Madu: 10 ml (humektan alami, memberi kilau rambut)

Cara Membuat:

  1. Lelehkan shea butter dengan metode double boiler.
  2. Tambahkan jojoba oil, aduk rata.
  3. Setelah agak dingin, masukkan madu, aduk hingga homogen.
  4. Simpan dalam wadah bersih bertutup.

Cara Pakai: Oleskan pada rambut dari akar hingga ujung, diamkan 30 menit, lalu bilas dengan sampo ringan.


Catatan Penting

  • Gunakan wadah kaca gelap agar jojoba oil tidak cepat teroksidasi.
  • Semua formula di atas untuk pemakaian luar (topikal).
  • Lakukan uji tempel (patch test) sebelum pemakaian rutin.


JOJOBA CARRIER OIL By DDISTILLERS

Merk: DDistillers

Botanical name: Simmondsia chinensis (Link) C.K. Schneid

INCI name: Simmondsia chinensis (Jojoba) Seed Oil

Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%

HS Code: 15159011

CAS#: 61789-91-1; 90045-98-0

FEMA#: -

Metode ekstraksi: Cold Pressing


DESKRIPSI PRODUK:

Minyak biji jojoba atau jojoba oil merupakan cairan unik karena secara kimia adalah ester lilin (liquid wax ester), bukan minyak trigliserida biasa. Minyak ini diperoleh dari biji Simmondsia chinensis melalui metode cold pressing, karena metode ini mengekstrak minyak tanpa menggunakan panas berlebih ataupun pelarut kimia. Dengan cara ini, kandungan bioaktif di dalam minyak, seperti vitamin, sterol, dan antioksidan, tetap terjaga. Minyak yang dihasilkan dalam proses cold pressing berupa cairan berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan dengan aroma ringan, sedikit nutty (kacang), dan hampir tidak berbau.

Secara kimia, jojoba oil mengandung lebih dari 97% ester lilin, terutama asam lemak rantai panjang seperti eicosenoic acid (C20:1) dan erucic acid (C22:1). Selain itu, minyak ini kaya akan fitosterol (β-sitosterol, stigmasterol, campesterol), vitamin E (α-tokoferol), dan senyawa simmondsin. Komposisi ini menjadikannya sangat stabil terhadap oksidasi, bahkan lebih stabil dibandingkan banyak minyak nabati lain. Keunikan ini membuat jojoba oil sering disebut sebagai “cairan emas gurun”.


BOTANIKAL DAN MORFOLOGI:

Taksonomi dan Asal:

  • Nama ilmiah: Simmondsia chinensis (Link) C.K. Schen., satu-satunya anggota famili Simmondsiaceae.
  • Endemik di Gurun Sonoran (Amerika Serikat barat daya & Meksiko), kini dibudidayakan pula di daerah semi-arus seperti Argentina, Peru, Israel.

Morfologi:

  • Habitat: Semak tegak (shrub), tinggi sekitar 1–3 m, daun tebal glauk (abu-abu kekuningan), oval 2×1,5 cm, selalu hijau (evergreen) tapi mungkin gugur daun saat kekeringan ekstrim.
  • Reproduksi: Diois (tanaman jantan & betina terpisah), berbunga Maret–Mei (Belahan Utara), buah berupa kapsul segitiga mengandung biji ~54 % minyak.
  • Struktur anatomi biji: Embrio lurus, dengan hipokotil ditutupi selubung, radikula berbentuk kerucut, meristem apikal berbentuk tonjolan sel di antara kotiledon.
  • Adaptasi ékologi: Diois, anemofil (penyerbukan lewat angin); tanaman tahan kering dan salinitas

SEJARAH DAN PENGGUNAAN:

·         Sejarah penggunaan minyak jojoba telah ada sejak ratusan tahun lalu. Suku asli Amerika (termasuk suku O’odham dan Seri) memanfaatkan biji jojoba dengan cara digiling dan dipanaskan untuk menghasilkan minyak. Minyak ini digunakan sebagai obat luka, pelembut kulit, hingga untuk kondisi darurat sebagai bahan pangan.

·         Memasuki abad ke-20, minyak jojoba menarik perhatian dunia industri. Pada masa Perang Dunia II, minyak ini digunakan sebagai pelumas mesin dan senjata. Namun, peran terbesar jojoba oil dalam sejarah modern muncul pada awal 1970-an. Setelah adanya larangan perburuan paus dan penghentian penggunaan minyak spermaceti (yang diperoleh dari paus kepala sperma), jojoba oil dipandang sebagai alternatif nabati yang ramah lingkungan. Hingga kini, jojoba oil menjadi bahan penting dalam industri kosmetik, farmasi, hingga dermatologi.


VISIT OUR MARKETPLACE:

   
Spesifikasi
Sumber bahan baku

Sumber bahan: Biji Jojoba

Origin: Indonesia

Penanaman

Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan 

Isi

Asam eikosanoat, asam dokosanoat, asam oleat

Organoleptik
  • Warna: Kuning pucat hingga kuning keemasan
  • Aroma: Aroma ringan, sedikit nutty (kacang)
Solubility

Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air

Blend well

Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya

Aplikasi produk hilir

Cosmetics and Personal Care Formulation 

Umur Simpan

2 tahun

Instruksi penyimpanan

Cara Penyimpanan

  • Simpan di suhu < 25 °C, tempat gelap dan kering.
  • Gunakan wadah rapat dan higienis.
  • Setelah dibuka, idealnya dipakai dalam 6–12 bulan untuk menjaga kualitas.
Alergi dan tindakan pencegahan umum

Alergi & Tindakan Pencegahan

  • Uji patch kecil sebelum penggunaan.
  • Jangan terkena mata.
  • Hentikan jika ada kemerahan, gatal, atau iritasi.
  • Tidak untuk dikonsumsi tanpa pengawasan medis (karena aloin).

Tulis ulasan