Sertifikat Halal: 15240067741220
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
- Wikipedia – Jojoba
- Wikipedia – Jojoba ester
- Wikipedia – Jojoba oil
- Cleveland Clinic – Jojoba Oil Benefits
- Wikipedia (IT) – Simmondsia chinensis
- Springer – Seed Morphology of Jojoba
- PubMed Central – Jojoba Oil Review
- UCNRS – Plant Morphology and Behavior of Simmondsia chinensis
- Cosmetics & Toiletries – Jojoba Oil Skin Barrier Study
- Frontiers in Pharmacology – Anti-inflammatory Effects of Jojoba Oil (2024)
- Health.com – Jojoba Oil Benefits
- Healthline – Jojoba Oil for Face
- IOMC World – Study of Jojoba Oil by Gas Chromatography
- Jojoba Naturals – Jojoba Story
- Liebert Pub – Jojoba Oil in Functional Foods
- MDPI – Plant-Based Cosmetic Oils Review
- Painful Pleasures – Jojoba Oil MSDS
- ResearchGate – Jojoba Oil Comprehensive Review (2021)
- ResearchGate – Review of Plant-Based Cosmetic Oils
- ScienceDirect – Salinity Adaptation of Jojoba
- ScienceDirect Topics – Jojoba
MANFAAT
TERAPEUTIK:
Kajian
ilmiah modern membuktikan bahwa jojoba oil memiliki berbagai manfaat kesehatan
dan terapi, di antaranya:
- Antioksidan:
Kandungan tokoferol membantu melawan radikal bebas dan melindungi kulit
dari penuaan dini.
- Antiinflamasi:
Jojoba oil mampu menekan mediator peradangan seperti IL-6, IL-8, dan
TNF-α, sehingga bermanfaat pada kulit sensitif, psoriasis, maupun jerawat.
- Mendukung
Regenerasi Kulit: Membantu meningkatkan produksi kolagen dan asam
hialuronat, mempercepat penyembuhan luka dan luka bakar akibat sinar
matahari.
- Antimikroba:
Memiliki aktivitas melawan bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus
aureus) dan beberapa jamur.
- Perawatan
Rambut: Melembapkan kulit kepala, mengurangi ketombe, dan memperkuat
batang rambut sehingga mengurangi kerontokan.
KEGUNAAN
DAN MANFAAT:
Minyak
jojoba memiliki banyak kegunaan, baik sebagai carrier oil maupun bahan aktif
dalam kosmetik:
- Carrier
Oil: Karena sifatnya ringan, tidak berbau, dan menyerupai sebum manusia,
jojoba oil sangat cocok digunakan sebagai pembawa (carrier) untuk minyak
esensial maupun bahan aktif topikal.
- Kosmetik
& Perawatan Kulit: Banyak digunakan dalam lotion, krim, lipstik, dan
sampo. Jojoba oil berperan sebagai pelembap alami, emolien, serta
stabilizer.
- Industri:
Stabilitas oksidatif yang tinggi membuatnya berguna juga sebagai pelumas
ramah lingkungan.
IDE
FORMULASI:
1.
Lotion Pelembap Ringan untuk Kulit Kering
Tujuan:
Melembapkan kulit, membuat kulit halus tanpa rasa lengket.
Bahan-bahan:
- Jojoba oil: 80 ml
- Air suling: 10 ml
- Gliserin: 5 ml (pelembap
alami/humektan)
- Emulgator alami (mis. cetearyl
alcohol, beeswax): 5 g
Cara
Membuat:
- Panaskan jojoba oil + emulgator
dengan metode double boiler hingga meleleh.
- Panaskan air suling + gliserin di
wadah terpisah.
- Campur keduanya perlahan sambil
diaduk hingga menjadi emulsi.
- Dinginkan, lalu simpan dalam botol
steril.
Cara
Pakai: Oleskan ke kulit setelah mandi.
2.
Salep Antiinflamasi Alami
Tujuan:
Meredakan kulit kemerahan, iritasi ringan, atau kering.
Bahan-bahan:
- Jojoba oil: 90 ml
- Panthenol (Pro-Vitamin B5): 5 g
(menenangkan & regenerasi kulit)
- Bisabolol: 5 g (antiinflamasi,
ada pada chamomile)
Cara
Membuat:
- Campurkan semua bahan ke dalam wadah
steril.
- Aduk rata hingga homogen.
- Simpan di botol kaca gelap.
Cara
Pakai: Oleskan tipis di area kulit kering/iritasi 1–2x
sehari.
3.
Minyak Pijat Aromaterapi
Tujuan:
Relaksasi otot, menenangkan pikiran, melembapkan kulit.
Bahan-bahan:
- Jojoba oil: 95 ml
- Lavender essential oil: 3 ml
(relaksasi, anti-stres)
- Tea tree essential oil: 2 ml
(antimikroba, bagus untuk kulit berjerawat)
Cara
Membuat:
- Campurkan semua minyak dalam botol
kaca gelap.
- Kocok perlahan hingga rata.
Cara
Pakai: Gunakan sebagai minyak pijat tubuh atau body oil
setelah mandi.
4.
Masker Rambut Intensif
Tujuan:
Mengatasi rambut kering, bercabang, atau rusak karena panas/pewarnaan.
Bahan-bahan:
- Jojoba oil: 70 ml
- Shea butter: 20 g (melembapkan
& melembutkan rambut)
- Madu: 10 ml (humektan alami, memberi
kilau rambut)
Cara
Membuat:
- Lelehkan shea butter dengan metode double
boiler.
- Tambahkan jojoba oil, aduk rata.
- Setelah agak dingin, masukkan madu,
aduk hingga homogen.
- Simpan dalam wadah bersih bertutup.
Cara
Pakai: Oleskan pada rambut dari akar hingga ujung, diamkan
30 menit, lalu bilas dengan sampo ringan.
Catatan
Penting
- Gunakan wadah kaca gelap agar
jojoba oil tidak cepat teroksidasi.
- Semua formula di atas untuk
pemakaian luar (topikal).
- Lakukan uji tempel (patch test)
sebelum pemakaian rutin.
JOJOBA
CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Simmondsia chinensis (Link) C.K. Schneid
INCI
name: Simmondsia chinensis (Jojoba) Seed Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159011
CAS#:
61789-91-1; 90045-98-0
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Pressing
DESKRIPSI
PRODUK:
Minyak
biji jojoba atau jojoba oil merupakan cairan unik karena secara kimia
adalah ester lilin (liquid wax ester), bukan minyak trigliserida biasa.
Minyak ini diperoleh dari biji Simmondsia chinensis melalui metode
cold pressing, karena metode ini mengekstrak minyak tanpa menggunakan panas
berlebih ataupun pelarut kimia. Dengan cara ini, kandungan bioaktif di dalam
minyak, seperti vitamin, sterol, dan antioksidan, tetap terjaga. Minyak yang
dihasilkan dalam proses cold pressing berupa cairan berwarna kuning pucat
hingga kuning keemasan dengan aroma ringan, sedikit nutty (kacang), dan hampir
tidak berbau.
Secara
kimia, jojoba oil mengandung lebih dari 97% ester lilin,
terutama asam lemak rantai panjang seperti eicosenoic acid (C20:1)
dan erucic acid (C22:1). Selain itu, minyak ini kaya akan fitosterol
(β-sitosterol, stigmasterol, campesterol), vitamin E (α-tokoferol), dan senyawa
simmondsin. Komposisi ini menjadikannya sangat stabil terhadap
oksidasi, bahkan lebih stabil dibandingkan banyak minyak nabati lain. Keunikan
ini membuat jojoba oil sering disebut sebagai “cairan emas gurun”.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Taksonomi
dan Asal:
- Nama
ilmiah: Simmondsia chinensis (Link) C.K. Schen., satu-satunya
anggota famili Simmondsiaceae.
- Endemik
di Gurun Sonoran (Amerika Serikat barat daya & Meksiko), kini dibudidayakan
pula di daerah semi-arus seperti Argentina, Peru, Israel.
Morfologi:
- Habitat:
Semak tegak (shrub), tinggi sekitar 1–3 m, daun tebal glauk (abu-abu
kekuningan), oval 2×1,5 cm, selalu hijau (evergreen) tapi mungkin gugur
daun saat kekeringan ekstrim.
- Reproduksi:
Diois (tanaman jantan & betina terpisah), berbunga Maret–Mei (Belahan
Utara), buah berupa kapsul segitiga mengandung biji ~54 % minyak.
- Struktur
anatomi biji: Embrio lurus, dengan hipokotil ditutupi selubung, radikula
berbentuk kerucut, meristem apikal berbentuk tonjolan sel di antara
kotiledon.
- Adaptasi
ékologi: Diois, anemofil (penyerbukan lewat angin); tanaman tahan kering
dan salinitas
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN:
·
Sejarah penggunaan minyak jojoba telah ada
sejak ratusan tahun lalu. Suku asli Amerika (termasuk suku O’odham dan Seri)
memanfaatkan biji jojoba dengan cara digiling dan dipanaskan untuk menghasilkan
minyak. Minyak ini digunakan sebagai obat luka, pelembut kulit, hingga untuk
kondisi darurat sebagai bahan pangan.
·
Memasuki abad ke-20, minyak jojoba menarik
perhatian dunia industri. Pada masa Perang Dunia II, minyak ini digunakan
sebagai pelumas mesin dan senjata. Namun, peran terbesar jojoba oil dalam
sejarah modern muncul pada awal 1970-an. Setelah adanya larangan perburuan paus
dan penghentian penggunaan minyak spermaceti (yang diperoleh dari paus kepala
sperma), jojoba oil dipandang sebagai alternatif nabati yang ramah lingkungan.
Hingga kini, jojoba oil menjadi bahan penting dalam industri kosmetik, farmasi,
hingga dermatologi.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji Jojoba Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam eikosanoat, asam dokosanoat, asam oleat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|