Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
- Sukardi Abbas β Studi Tentang Minyak Nyamplung
- Calophyllum inophyllum β Species Information (World Agroforestry)
- Tamanu Oil: A Review of Its Phytochemistry and Pharmacology (Sage Journals)
- Proses Produksi Minyak Nyamplung β Jurnal Rekayasa Proses UGM
- Aktivitas Farmakologi Minyak Nyamplung β Traditional Medicine Journal UGM (87488)
- Potensi Nyamplung Sebagai Bahan Obat Tradisional β Traditional Medicine Journal UGM (97146)
- Uji Aktivitas Minyak Nyamplung β JPSCR UNS
- Serba-serbi Pohon Nyamplung β Lindungi Hutan
- Pharmacological Potential of Calophyllum inophyllum (Pharmacia β Pensoft)
- Tamanu Oil in Dermatology β Review Article (PMC)
- Tamanu Oil: Chemical Composition and Bioactivity (PubMed 31238752)
- Tamanu Oil in Wound Healing and Anti-inflammatory Activity (PubMed 38256935)
- Pengembangan HTI Berbasis Nyamplung β Repository IPB
- Potensi Nyamplung Sebagai Biodiesel β Repository Pertanian
- Kajian Potensi Minyak Nyamplung β Repository Poltekkes Kaltim
- Tamanu Oil Technical Data β ABP Australia
- Tamanu Oil for Skin: Benefits and Uses (Byrdie)
- Calophyllum kamani β Technical Monograph (Doc DΓ©veloppement Durable)
- Tamanu Oil Benefits β Health.com
- Molecules Journal β Calophyllum inophyllum Phytochemistry (MDPI)
- Pharmaceuticals Journal β Biological Activities of Tamanu Oil (MDPI)
- Tamanu Oil Studies β Multidisciplines Journal 2024
- OCL Journal β Tamanu Oil in Cosmetics
- Preprints.org β Tamanu Oil Properties
- Tamanu Oil and Skin Active Properties: From Traditional to Modern Cosmetic Uses (ResearchGate)
- Tamanu Oil Promotes Wound Healing in Diabetic Rats and Its Fatty Acid Profile (ResearchGate)
- Tamanu Oil in Modern Applications β ScienceDirect 2025
- Tamanu Oil in Cosmetic Formulations β ScienceDirect
IDE
FORMULASI:
1.
Minyak Murni (Carrier Oil Dasar)
Bahan:
- 100% Minyak Tamanu Cold Press β 100
mL
Cara
membuat:
- Siapkan botol kaca berwarna gelap
yang sudah bersih.
- Tuangkan minyak tamanu menggunakan
corong.
- Tutup rapat, beri label tanggal dan
batch.
Catatan:
Bisa dipakai langsung di kulit atau sebagai bahan dasar campuran.
2.
Serum Anti-Scar (30 mL)
Bahan:
- Minyak Tamanu β 12 mL (40%)
- Minyak Rosehip β 9 mL (30%)
- Squalane β 6 mL (20%)
- Vitamin E β 0,15 mL (0,5%)
- Essential Oil Lavender β 0,15 mL
(0,5%)
Cara
membuat:
- Campurkan semua bahan dalam gelas
ukur bersih.
- Aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Masukkan ke botol kaca dropper 30 mL.
Catatan:
Digunakan malam hari pada area bekas luka atau stretch mark.
3.
Krim Ringan (50 g)
Bahan:
- Minyak Tamanu β 2,5 g (5%)
- Emulsifier (misalnya glyceryl
stearate) β 1,5 g (3%)
- Shea Butter β 4 g (8%)
- Air suling β 40 g (80%)
- Gliserin β 2,5 g (5%)
- Pengawet (Phenoxyethanol +
Ethylhexylglycerin) β 0,5 g (1%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak (tamanu,
emulsifier, shea butter) Β±70Β°C.
- Panaskan fase air (air suling +
gliserin) Β±70Β°C.
- Campurkan fase minyak ke fase air
sambil diaduk cepat.
- Biarkan dingin, lalu masukkan
pengawet.
- Kemas ke jar steril 50 g.
Catatan:
Krim ini teksturnya ringan dan tidak terlalu berminyak.
4.
Bigel Anti-Scar (50 g)
Bahan:
- Minyak Tamanu β 5 g (10%)
- Beeswax (atau organogelator) β 2,5 g
(5%)
- Minyak MCT (penambah tekstur) β 5 g
(10%)
- Gel Karbomer (air + karbomer 0,5% +
neutralizer) β 35 g (70%)
- Vitamin E β 0,5 g (1%)
- Pengawet β 2 g (4%)
Cara
membuat:
- Panaskan tamanu + beeswax sampai
larut β jadi organogel.
- Siapkan gel karbomer dengan pH 5,5β6.
- Masukkan organogel ke dalam gel
karbomer sedikit demi sedikit sambil diaduk.
- Aduk hingga konsistensi merata,
masukkan pengawet.
- Kemas ke dalam tube steril.
Catatan:
Tekstur lebih padat, cocok untuk salep luka ringan.
5.
Nanoemulsi Anti-Jerawat (100 mL)
Bahan:
- Minyak Tamanu β 3 g (3%)
- Tween 80 β 30 g (30%)
- PEG-400 β 15 g (15%)
- Air suling β 51,5 g (51,5%)
- Pengawet β 0,5 g (0,5%)
Cara
membuat:
- Campur tamanu, Tween 80, dan PEG-400.
- Tambahkan air sedikit demi sedikit
sambil dihomogenisasi.
- Gunakan homogenizer ultrasonik sampai
terbentuk nanoemulsi jernih.
- Masukkan pengawet, simpan di botol
spray steril.
Catatan:
Cocok untuk formulasi penelitian, bukan DIY sederhana karena butuh alat
homogenizer.
6.
Krim Polyherbal Anti-Bakteri (100 g)
Bahan:
- Minyak Tamanu β 5 g (5%)
- Shea Butter β 8 g (8%)
- Glyceryl Stearate β 4 g (4%)
- Air suling β 75 g (75%)
- Gliserin β 3 g (3%)
- Minyak esensial Tea Tree β 1 g (1%)
- Pengawet β 1 g (1%)
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak (tamanu, shea
butter, emulsifier).
- Panaskan fase air (air + gliserin).
- Campurkan fase minyak ke fase air
dengan pengadukan cepat.
- Biarkan dingin, lalu tambahkan tea
tree oil + pengawet.
- Kemas ke jar steril 100 g.
Catatan:
Cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat.
Asam
oleat
- Memberikan
sifat emolien dan meningkatkan penetrasi bahan aktif.
- Mendukung
regenerasi sel kulit.
Asam
linoleat
- Merupakan
omega-6 essential fatty acid penting untuk fungsi sawar kulit.
- Membantu
hidrasi, memperbaiki kulit berjerawat, dan mempercepat penyembuhan luka.
Asam
stearat
- Bersifat
occlusive, mempertahankan kelembapan dengan membentuk lapisan
Asam
palmitat
- Menambah
sifat emolien dan tekstur lembut pada minyak.
Senyawa
bioaktif tambahan (calophyllolide, inophyllum, resin)
- Calophyllolide
β antiinflamasi & mendukung penyembuhan luka.
- Inophyllum
β antibakteri & antivirus.
- Resin
β aktivitas tambahan terhadap perbaikan jaringan kulit.
Perawatan
kulit umum
- Melembapkan
kulit kering dan pecah-pecah.
- Membantu
mengurangi iritasi dan kemerahan.
- Menjaga
elastisitas dan kelembutan kulit.
Anti-aging
& regenerasi kulit
- Kandungan
antioksidan mendukung perlawanan terhadap radikal bebas.
- Membantu
mengurangi garis halus, kerutan, dan menjaga kekenyalan kulit.
Penyembuhan
luka & bekas luka
- Mempercepat
regenerasi jaringan.
- Bermanfaat
pada bekas jerawat, stretch marks, dan luka ringan.
Anti
jerawat & inflamasi
- Aktivitas
antibakteri mendukung perawatan jerawat.
- Mengurangi
peradangan kulit akibat akne atau dermatitis ringan.
Perawatan
rambut & kulit kepala
- Membantu
melembapkan kulit kepala kering.
- Dapat
mengurangi ketombe akibat iritasi.
TAMANU
/ NYAMPLUNG CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Calophyllum inophyllum L.
INCI
name: Calophyllum Inophyllum (Tamanu) Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
241148-25-4 ; 223748-12-7
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Press
DESKRIPSI
PRODUK:
Tamanu
Carrier Oil adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman
nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) melalui metode cold press atau
pemerasan dingin. Metode ini dilakukan tanpa pemanasan tinggi sehingga kualitas
minyak tetap terjaga, terutama kandungan asam lemak esensial, senyawa bioaktif
(seperti calophyllolide, calanolides, dan coumarins), serta resin alami yang
berperan penting dalam aktivitas biologisnya.
Secara
organoleptik, minyak tamanu memiliki ciri khas yang mudah dikenali:
- Warna: hijau kekuningan hingga hijau
tua, kadang sedikit kecokelatan.
- Aroma: khas, cukup kuat,
resinous-nutty, dengan sentuhan aroma herbal yang unik.
- Tekstur: kental, agak lengket, dengan
daya serap sedang hingga lambat pada kulit.
Dari
sisi komposisi kimia, minyak tamanu kaya akan asam lemak berupa oleic acid, linoleic
acid, stearic acid, dan palmitic acid. Profil asam lemak ini menjadikan tamanu
oil bersifat emolien, mampu menjaga kelembapan kulit, serta mendukung
regenerasi jaringan. Selain itu, adanya senyawa calophyllolide diketahui
berperan dalam efek anti-inflamasi dan penyembuhan luka, sementara coumarins
serta flavonoid mendukung aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Tamanu
Carrier Oil telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di kawasan Asia
Tenggara dan Pasifik sebagai minyak serba guna untuk kulit, khususnya untuk
membantu perawatan luka, bekas luka, kulit kering, hingga infeksi ringan. Kini,
berbagai penelitian modern mulai membuktikan dasar ilmiah dari manfaat
tradisional tersebut.
Dengan
karakteristiknya, minyak ini sangat berharga dalam dunia aromaterapi, kosmetik
alami, serta formulasi produk perawatan kulit seperti serum, salep, krim, dan
minyak pijat.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Tamanu,
yang di Indonesia dikenal sebagai nyamplung, memiliki nama ilmiah Calophyllum
inophyllum L. dan termasuk ke dalam famili Calophyllaceae. Tanaman ini
merupakan pohon tropis hijau abadi (evergreen tree) yang tumbuh alami di
wilayah pesisir Asia Tenggara, India, Pasifik, dan Afrika Timur, terutama di
daerah dengan iklim hangat dan lembap.
Ciri-ciri
botani
- Habitus:
pohon berukuran sedang hingga besar, dapat mencapai 8β20 meter, dan pada
kondisi optimal dapat melebihi 30 meter. Tajuknya lebat, bulat, dengan
cabang menyebar sehingga memberikan naungan yang luas.
- Batang
& kulit kayu: batang lurus, berdiameter bisa mencapai 1β2 meter. Kulit
kayu berwarna abu-abu kecokelatan, tebal, dan mengeluarkan getah resin
berwarna kekuningan hingga cokelat jika dilukai.
- Daun:
tunggal, tersusun berhadapan, berbentuk elips lonjong (panjang 10β20 cm,
lebar 5β8 cm), dengan permukaan mengkilap dan urat daun lateral sejajar
yang jelas terlihat. Daun berwarna hijau tua di bagian atas dan lebih
pucat di bagian bawah.
- Bunga:
berkelamin ganda (hermafrodit), berwarna putih hingga krem, harum, dan
tersusun dalam malai pendek. Tiap bunga memiliki 4 kelopak (sepal) dan 4
mahkota (petal). Mekar biasanya pada musim panas hingga awal musim hujan.
- Buah:
berupa drupa bulat berdiameter 2β4 cm, hijau saat muda dan berubah kuning
kecokelatan saat matang. Daging buah tipis menutupi biji keras (nut) di
dalamnya.
- Biji
(kernel): bagian yang menjadi sumber utama minyak tamanu. Kernel memiliki
kandungan lemak tinggi (50β73%), terutama setelah dikeringkan.
Ekologi
& distribusi
Tamanu
tumbuh subur di daerah pesisir dan dikenal sebagai pohon yang toleran terhadap
salinitas (air asin), sehingga sering ditemukan di dekat pantai, hutan bakau,
hingga tepi sungai. Akar pohon kuat dan membantu mencegah erosi tanah. Karena
sifatnya yang tahan terhadap angin laut dan tanah berpasir, nyamplung juga
digunakan sebagai tanaman peneduh jalan, penghijauan pesisir, dan sumber kayu
bernilai.
Peran
ekologis
Selain
sebagai penghasil minyak dari bijinya, tamanu juga memiliki nilai ekologis
tinggi:
- Menyediakan
habitat bagi satwa liar di kawasan pesisir.
- Akar
dalam dan kokoh membantu menahan abrasi pantai.
- Bunga
yang harum menjadi sumber nektar bagi lebah dan serangga penyerbuk.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Minyak
tamanu, yang diperoleh dari biji pohon Calophyllum inophyllum L. atau
yang dikenal di Indonesia sebagai pohon nyamplung, memiliki sejarah panjang
yang erat kaitannya dengan tradisi pengobatan alami di kawasan tropis. Selama
berabad-abad, masyarakat pesisir di Polinesia, Melanesia, Asia Tenggara, hingga
Afrika Timur telah memanfaatkan minyak ini sebagai ramuan tradisional untuk
kesehatan dan perawatan kulit. Dalam budaya Polinesia, minyak tamanu bahkan
dianggap sebagai minyak sakral karena khasiatnya yang luar biasa. Mereka
menggunakannya untuk merawat luka, luka bakar, gigitan serangga, nyeri saraf
(neuralgia), hingga berbagai penyakit kulit kronis. Di Asia Tenggara, termasuk
Indonesia, minyak nyamplung telah lama dikenal sebagai pelembap alami sekaligus
obat tradisional untuk mengatasi gatal dan iritasi kulit. Sementara di
Madagaskar dan wilayah Afrika Timur, minyak ini digunakan dalam pengobatan
tradisional untuk mengatasi peradangan, borok, dan infeksi kulit.
Jejak
sejarah penggunaan minyak tamanu mulai terdokumentasi secara tertulis pada masa
kolonial. Salah satu catatan penting berasal dari Fiji pada tahun 1920-an,
ketika para suster Katolik menggunakan minyak tamanu untuk membantu pasien
lepra yang mengalami neuritis atau peradangan saraf. Bukti ini menunjukkan
bagaimana pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun mulai
diperhatikan oleh pihak luar. Seiring berkembangnya ketertarikan terhadap
pengobatan tradisional, pada dekade 1930-an hingga 1950-an, peneliti Prancis
mulai melakukan kajian ilmiah terhadap minyak tamanu. Dari penelitian tersebut
teridentifikasi sejumlah senyawa bioaktif, seperti calophyllolide yang berperan
dalam penyembuhan luka dan peradangan, serta inophyllum yang memiliki aktivitas
antibakteri dan antivirus. Penemuan ini menjadi dasar ilmiah yang memperkuat
klaim khasiat minyak tamanu dalam praktik tradisional.
Memasuki
era modern, perhatian terhadap minyak tamanu semakin meningkat seiring tren
kembali ke bahan alami dalam kosmetik dan perawatan kesehatan. Metode ekstraksi
pun berkembang, di mana teknik cold press atau pengepresan dingin mulai
banyak digunakan karena mampu mempertahankan kandungan bioaktif minyak tanpa
kerusakan akibat panas. Sejumlah penelitian kontemporer menunjukkan bahwa
minyak tamanu memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, serta efek penyembuhan
luka yang signifikan, sehingga membuatnya populer sebagai carrier oil
dalam aromaterapi dan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami,
termasuk anti-aging, anti-acne, hingga formulasi penyembuhan luka ringan.
Dengan
demikian, sejarah minyak tamanu mencerminkan perjalanan panjang dari ramuan
tradisional masyarakat tropis menjadi komoditas kesehatan dan kosmetik yang
diakui secara ilmiah. Dari keyakinan sakral di Polinesia, dokumentasi kolonial
di Fiji, penelitian awal di Eropa, hingga penggunaannya yang meluas di industri
modern, minyak tamanu kini berdiri sebagai salah satu warisan alam yang
menjembatani kearifan lokal dan validasi ilmiah.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji Nyamplung Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam oleat, linoleat, stearat, palmitat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|