IDE
FORMULASI:
1.
Coffee Rejuvenating Facial Oil
Tujuan:
Menutrisi kulit, memberikan perlindungan antioksidan, melembapkan.
Resep
Formulasi:
- Coffee Cold Press Oil : 30%
- Jojoba Oil : 25%
- Argan Oil : 20%
- Rosehip Oil : 15%
- Vitamin E (Tocopherol natural) : 5%
- Essential oil (Lavender /
Frankincense) : 5%
Cara
Aplikasi: Campur semua bahan dalam botol kaca gelap, kocok
perlahan hingga homogen. Gunakan 3–4 tetes pada wajah setelah membersihkan
wajah, pijat lembut.
2.
Coffee Hair Growth & Scalp Serum
Tujuan:
Merangsang pertumbuhan rambut, menutrisi kulit kepala, mengurangi kerontokan.
Resep
Formulasi:
- Coffee Cold Press Oil : 40%
- Castor Oil : 25%
- Coconut Oil (VCO) : 20%
- Rosemary Essential Oil : 3%
- Peppermint Essential Oil : 2%
- Vitamin E : 2%
- Grapeseed Oil : 8%
Cara
Aplikasi: Aplikasikan pada kulit kepala, pijat 5–10 menit,
biarkan 30 menit atau semalaman sebelum keramas.
3.
Coffee Body Butter (Antioksidan & Melembapkan)
Tujuan:
Melembapkan kulit kering, memberikan perlindungan dari radikal bebas,
menenangkan kulit.
Resep
Formulasi:
- Coffee Cold Press Oil : 20%
- Cocoa Butter : 25%
- Shea Butter : 25%
- Sweet Almond Oil : 20%
- Beeswax : 8%
- Vitamin E : 2%
Cara
Aplikasi:
Lelehkan
butter (cocoa, shea, beeswax) dengan metode double boiler pada
suhu rendah (< 70°C). Setelah agak dingin, campurkan carrier oil (coffee,
almond), tambahkan vitamin E. Dinginkan hingga setengah padat lalu kocok dengan
mixer hingga bertekstur lembut.
4.
Coffee Under-Eye Serum
Tujuan:
Mengurangi lingkar hitam & kantung mata, memberikan efek segar.
Resep
Formulasi:
- Coffee Cold Press Oil : 50%
- Sweet Almond Oil : 30%
- Rosehip Oil : 15%
- Vitamin E : 5%
Cara
Aplikasi: Gunakan roller botol kecil, aplikasikan tipis di
bawah mata sebelum tidur.
- Emolien
alami – menjaga kelembapan kulit dengan memperkuat lapisan
lipid epidermis, membuat kulit terasa lembut dan kenyal.
- Antioksidan
– kaya akan polifenol (terutama asam klorogenat) dan tokoferol, membantu
mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dan memperlambat tanda-tanda penuaan.
- Anti-inflamasi
– menenangkan kulit iritasi dan mengurangi kemerahan.
- Perlindungan
UV tambahan – meski tidak menggantikan tabir surya,
kandungan bioaktifnya membantu memberikan perlindungan terhadap kerusakan kulit
akibat sinar matahari.
- Perawatan
rambut – menutrisi kulit kepala, mengurangi kekeringan,
memperkuat helai rambut, dan mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
- Aromaterapi
– aroma khas kopi memberikan efek menyegarkan, meningkatkan kewaspadaan,
sekaligus menenangkan suasana hati.
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
Sertifikat Halal: 33110034666001125
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
- The Effect of Coffee Plantations on Soil and Environment – IOP Science
- Lipid Composition of Green Coffee Oil – Wiley Online Library
- The Lipids of Coffee – Wiley Online Library
- Coffee and Health: An Umbrella Review – PMC
- Bioactive Components of Coffee and Their Health Benefits – PMC
- Coffee Lipids and Health – PubMed
- Coffee – Britannica
- Sustainability in Coffee Production – Frontiers in Sustainability
- Formulation Guidelines for Carrier Oils – Humblebee & Me
- Pharmaceuticals: Coffee and Its Bioactive Compounds – MDPI
- Coffee By-Products in Food Applications – MDPI
- Coffee, Caffeine, and Health – ResearchGate
- Coffee Botany, Distribution, Diversity, and Management – ResearchGate
- Chlorogenic Acids and Caffeine from Coffee By-Products: Skincare Applications – ResearchGate
- Bioactive Diterpenes and Serotonin Amides in Cold-Pressed Green Coffee Oil – ResearchGate
- Morphological Characterization of Coffee (Coffea arabica L.) – ResearchGate
- Cocoa Butter as an Effective Moisturizer for Topical Cream – ResearchGate
- Research on Spent Coffee Grounds in Cosmetics – ResearchGate
- Cold-Pressed Coffee Oil and Its Bioactive Compounds – ScienceDirect
- Health Benefits of Coffee Lipids – ScienceDirect
- Coffea – ScienceDirect Topics
- Coffea canephora – ScienceDirect Topics
- Coffee Oil in Food Processing – Wiley Online Library
- Coffea canephora – Wikipedia
Asam
Linoleat
Membantu
menjaga fungsi sawar kulit, memperbaiki hidrasi kulit, dan mendukung
penyembuhan luka ringan.
Asam
Oleat
Berperan
sebagai penetration enhancer alami, membantu penyerapan bahan aktif lain
ke dalam kulit, serta mendukung regenerasi sel kulit.
Asam
Palmitat
Memiliki
sifat emolien dan membantu menstabilkan tekstur formulasi, juga melindungi
kulit dari kehilangan kelembapan.
Asam
Stearat
Berfungsi sebagai pelindung kulit dan agen pengental alami dalam formulasi kosmetik.
COFFEE
/ KOPI ROBUSTA CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Coffea canephora/C. robusta
INCI
name: Coffea robusta (Coffee) Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15159099
CAS#:
8001-67-0
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Press
DESKRIPSI
PRODUK:
Coffee
Robusta Carrier Oil, yang diperoleh dari ekstraksi cold-press biji kopi Coffea
canephora (var. robusta), adalah minyak nabati yang memiliki potensi tinggi
sebagai bahan kosmetik dan perawatan kulit. Karena proses cold-press dilakukan
tanpa pemanasan tinggi, minyak ini mampu mempertahankan sebagian besar komponen
bioaktif alami, termasuk fenolik (misalnya asam klorogenat), tokoferol, dan
asam lemak alami.
Secara
organoleptik, minyak Robusta cold-pressed memiliki warna yang agak gelap
dibanding versi green Arabika, terutama jika biji telah mengalami sedikit
proses sangrai/residu. Aroma kemungkinan kuat, dengan nuansa kopi robusta yang
spesifik: sedikit pahit/akar/peppery dibanding Arabika, mungkin sedikit aroma
tanin/fenolik. Teksturnya cair pada suhu kamar, mungkin sedikit lebih berat,
terasa agak lebih berisi (rich mouthfeel pada kulit) karena kandungan lemak dan
antioksidan. Minyak ini larut dalam ester kosmetik dan carrier oil lain, tidak
larut dalam air.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
Tanaman
kopi robusta (Coffea canephora) adalah spesies kopi dari famili Rubiaceae,
secara luas dikenal sebagai "Robusta". Asal dari daerah Afrika tengah
dan barat Sub-Sahara. Banyak dipilih karena ketahanan terhadap penyakit, sifat
pertumbuhan lebih toleran terhadap iklim panas dan kelembapan tinggi, dan hasil
produksi yang lebih tinggi dibanding Arabika.
Ciri
morfologi utama:
- Habitus
& ukuran:
Tanaman robusta
tumbuh sebagai pohon atau semak kuat (tree or bush), tinggi antara 3,5–8,5
meter pada kondisi kebun atau lahan produksi. Cabang muda biasanya licin
(glabrous), dengan kulit muda yang sedikit mengilap.
- Daun
(Leaf blade):
Daun bersifat
oblong-elliptic, kadang lebih lebar atau sedikit lanceolate, panjang daun
berkisar 12-31,5 cm, lebar 4,5-12 cm (beberapa bentuk kultivar
lebih besar) dengan ujung meruncing (acuminate), pangkal bisa tumpul atau
berbentuk wedge/cuneate. Permukaan atas daun mengilap, kadang bagian bawah
lembut/rambut halus (pubescent) di beberapa varietas. Margin daun bisa sedikit
bergelombang pada varietas budidaya.
- Batang
& akar:
Batang kuat, percabangan
rapat; sistem akar tidak sangat dalam tetapi menyebar secara lateral sehingga
toleran terhadap kondisi tanah yang kurang dalam.
- Bunga
dan Buah:
Bunga robusta
berwarna putih, biasanya muncul berkelompok di ketiak daun. Masa dari
pembungaan hingga buah matang relatif lebih lama dan dapat berlangsung beberapa
bulan (10-11 bulan) dalam banyak kasus robusta untuk mencapai kematangan buah.
Buah (berry/cherry) robusta biasanya lebih kecil dan lebih bulat dibanding
beberapa Arabika, dengan kulit buah tebal; setelah matang dapat menjadi merah
atau atau warna yang sesuai varietas.
- Biji
(seed / bean):
Setiap buah
biasanya mengandung dua biji kopi (kecuali varietas khusus), biji robusta
cenderung memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibanding Arabika, rasa
yang lebih pahit atau berat, kandungan gula yang lebih sedikit. Biji ini adalah
sumber potensial lemak/trigliserida bila diproses untuk minyak; kandungan lipid
di biji hijau robusta disebut sebagai cukup menjanjikan dalam studi‐studi green
coffee oil.
- Ekologi
& Kondisi Tumbuh:
Robusta tumbuh
baik di ketinggian lebih rendah dibanding Arabika, di daerah dengan kelembapan
tinggi dan suhu lebih panas. Spesies ini lebih toleran terhadap penyakit, lebih
toleran terhadap kondisi tanah yang kurang optimal, dan menghasilkan lebih
banyak panen per pohon.
SEJARAH
DAN PENGGUNAAN
Sejarah
minyak kopi (coffee cold-pressed carrier oil) tidak bisa dilepaskan dari
perjalanan panjang tanaman kopi Arabika (Coffea arabica L.) sebagai
komoditas global. Kopi pertama kali dibudidayakan di Ethiopia dan Yaman pada
abad ke-15, sebelum menyebar ke seluruh dunia melalui perdagangan Arab dan
kolonial Eropa. Namun, fokus awal pemanfaatannya adalah pada biji kopi yang
diseduh menjadi minuman, bukan minyaknya.
Pemanfaatan
lemak dan minyak dari biji kopi tercatat lebih belakangan. Secara kimiawi, biji
kopi mengandung sekitar 10–15% lipid, sebagian besar berupa trigliserida,
sterol, dan asam lemak esensial seperti linoleat, palmitat, dan oleat. Pada
awalnya, minyak kopi diperoleh secara tradisional melalui perebusan dan
pemanasan yang sederhana, tetapi metode ini cenderung merusak kandungan
bioaktif. Dengan berkembangnya teknologi cold press extraction pada abad ke-19
hingga 20, ekstraksi minyak kopi dengan tekanan mekanis tanpa panas tinggi
mulai diperkenalkan. Metode ini mempertahankan kandungan antioksidan
(polifenol, tokoferol) dan asam lemak tak jenuh yang penting untuk kesehatan
kulit.
Dalam
penggunaan tradisional, masyarakat Ethiopia dan Arab kuno memanfaatkan kopi
tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga bubuk kopi dan seduhan kental
digunakan untuk merawat kulit, mengurangi peradangan, dan sebagai ramuan
penyembuhan luka ringan. Minyak yang diperoleh dari biji kopi diyakini
memberikan manfaat serupa, meski masih terbatas dalam lingkup lokal.
Memasuki
abad ke-20, penelitian modern mulai mengungkap potensi minyak kopi sebagai
bahan kosmetik. Studi-studi menunjukkan bahwa minyak kopi kaya akan diterpen
(cafestol, kahweol), asam linoleat, serta senyawa fenolik yang berperan dalam
antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-aging. Hal ini membuat minyak kopi mulai
digunakan dalam formulasi kosmetik alami seperti cream, lotion, sabun, dan lip
balm.
Dalam
industri kontemporer, minyak kopi cold-pressed diakui sebagai salah satu
carrier oil premium dengan sifat emolien, pelembap, dan antioksidan. Selain
sebagai bahan kosmetik, minyak ini juga dimanfaatkan dalam aromaterapi karena
mengandung senyawa volatil yang memberikan aroma kopi khas, memberikan efek
stimulasi ringan pada indera penciuman.
KUNJUNGI TOKO ONLINE KAMI:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Biji kopi robusta Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam
linoleat, palmitat, oleat, stearat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|