KEGUNAAN
DAN MANFAAT:
TOPIKAL
(LANGSUNG PADA KULIT):
- Melembapkan
dan melembutkan kulit (emolien alami).
- Membantu
mengurangi hilangnya air dari kulit (TEWL).
- Mengandung
vitamin E & polifenol → antioksidan alami.
- Membantu
penghantaran bahan aktif ke kulit (karena asam oleat).
Catatan: pada bayi/dermatitis atopik, bisa mengganggu fungsi barier kulit → perlu hati-hati.
KOSMETIK:
- Digunakan
sebagai carrier oil untuk minyak atsiri (aromaterapi, massage oil).
- Bahan
dasar lotion, krim, dan sabun alami.
- Perawatan
rambut: masker atau serum untuk mengurangi kering dan kusam.
- Menambah
kelembapan dan kilau alami pada kulit dan rambut.
FARMASI:
- Dicantumkan
dalam farmakope (JP, EP, USP) sebagai eksipien.
- Basis
salep, krim, atau gel untuk obat topikal.
- Digunakan
dalam kapsul lunak atau larutan minyak untuk obat tertentu.
- Membantu
penghantaran obat melalui kulit (penetration enhancer).
AROMATERAPI
& MASSAGE:
- Minyak
pembawa (carrier) untuk mencampur minyak atsiri.
- Teksturnya
lembut, nyaman untuk pijat, sekaligus melembapkan kulit.
IDE
FORMULASI:
1.
MINYAK PIJAT RELAKSASI (ANHIDRAT / TANPA AIR)
Bahan-bahan:
- Olive Oil (cold pressed, extra
virgin) .......... 95 ml
- Vitamin E (Tokoferol)
.................................. 0,5 ml (≈ 0,5%)
- Essential Oil Lavender
................................ 4,5 ml (≈ 4,5%)
Cara
membuat:
- Masukkan Olive Oil ke dalam wadah
bersih.
- Tambahkan Vitamin E, aduk rata.
- Tambahkan Essential Oil terakhir,
aduk pelan sampai tercampur rata.
- Simpan di botol kaca gelap, rapat,
jauh dari cahaya & panas.
Kegunaan:
Minyak pijat yang menutrisi kulit, menenangkan aroma.
Catatan:
Jangan digunakan untuk bayi/anak <3 tahun (EO terlalu kuat).
2.
BODY LOTION EMOLIEN (O/W EMULSI)
Bahan-bahan:
- Olive Oil (cold pressed)
.................................. 15 g
- Cetyl Alcohol
.................................................. 2 g
- Emulsifier alami (misalnya Olivem
1000 / Cetearyl Olivate) ....... 3 g
- Gliserin
................................................................ 5 g
- Air matang/Distilled water
............................ 75 g
- Vitamin E (Tokoferol)
................................... 0,5 g
- Pengawet sesuai regulasi (mis.
Potassium Sorbate) ....... sesuai dosis
Cara
membuat:
- Panaskan fase minyak (Olive Oil,
Cetyl Alcohol, Emulsifier) ±70 °C.
- Panaskan fase air (Air + Gliserin)
±70 °C.
- Campurkan fase minyak ke fase air
sambil diaduk dengan mixer/hand blender hingga terbentuk krim.
- Saat suhu turun <40 °C, tambahkan
Vitamin E & pengawet.
- Aduk rata, lalu simpan dalam wadah
higienis.
Kegunaan:
Melembapkan kulit, tekstur ringan.
Catatan:
Harus ada uji stabilitas & pH (ideal pH 5–5,5).
3.
SALEP KULIT KERING (OLEAGINOUS OINTMENT)
Bahan-bahan:
- Olive Oil (cold pressed)
............................... 30 g
- Beeswax (lilin lebah)
................................... 20 g
- Shea Butter / Cocoa Butter
.......................... 50 g
- Vitamin E
.................................................... 0,5 g
Cara
membuat:
- Lelehkan Beeswax + Butter dengan
pemanasan lembut (double boiler).
- Tambahkan Olive Oil, aduk hingga
homogen.
- Angkat dari panas, biarkan agak
dingin.
- Masukkan Vitamin E, aduk rata.
- Tuang ke jar kaca, biarkan mengeras.
Kegunaan:
Untuk kulit sangat kering, sebagai salep emolien alami.
Catatan:
Oklusif → jangan digunakan pada luka terbuka.
4.
SERUM WAJAH MINYAK (FACIAL OIL)
Bahan-bahan:
- Olive Oil (cold pressed, ringan)
..................... 80%
- Squalane (dari zaitun/tebu)
........................... 15%
- Vitamin E (Tokoferol)
..................................... 0,5–1%
- Essential Oil Chamomile (opsional)
............... 0,5–1%
Cara
membuat:
- Campur semua bahan dalam botol kaca
gelap.
- Aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Gunakan pipet untuk aplikasi wajah
(2–3 tetes).
Kegunaan:
Menutrisi kulit, melembapkan, antioksidan.
Catatan:
Patch test sebelum pemakaian, hindari area mata.
Instruksi
Umum Penyimpanan:
- Gunakan botol kaca gelap/amber.
- Simpan di tempat sejuk (13–25 °C).
- Hindari paparan cahaya langsung &
panas.
- Gunakan dalam 6–12 bulan setelah
dibuka.
MANFAAT
TERAPEUTIK:
- Kardiometabolik:
Asupan EVOO memperbaiki profil lipid, inflamasi & kejadian MACE dalam
populasi berisiko tinggi (PREDIMED).
- Anti-inflamasi:
senyawa oleokantal dalam EVOO menunjukkan aktivitas mirip
ibuprofen (inhibisi COX) pada konsentrasi organoleptik yang
memunculkan sensasi “pungent throat catch”. (Bukti in vitro/kimia —
bukan setara dosis klinis ibuprofen).
- Antioksidan
& proteksi LDL: Regulasi UE No. 432/2012
mengizinkan klaim bahwa polifenol minyak zaitun membantu proteksi
LDL dari kerusakan oksidatif jika asupan polifenol (hidroksitirosol
& turunannya) ≥5 mg/20 g.
- Kulit/topikal
(dewasa): sebagai emolien, olive oil dapat
mengurangi TEWL pada sebagian studi, namun data beragam; oleic acid
meningkatkan permeasi kulit (berguna pada penghantaran obat topikal),
namun pada dosis tinggi dapat mengganggu barrier. (Evidensi in vitro/in
vivo kecil).
- EFSA – Olive oil polyphenols and LDL oxidation
- Beauchamp et al. (Nature, 2005) – Ibuprofen-like activity in extra-virgin olive oil
- Review – Detection of rancidity and oxidative stability (PMC)
- Breton et al. (2009) – Olive domestication (C. R. Biologies)
- Olive oil and health benefits review (PMC)
- Olive domestication and genetics (PMC 2023)
- Japanese Pharmacopoeia – Olive Oil monograph (PDF)
- USP–NF Monograph: Olive Oil
- Verywell Health – Olive Oil for Eczema: Better Home Remedies
- Byrdie – How to Use Olive Oil for Glowing Skin
- PubMed – Efficacy and Safety of Olive Oil for Preventing Pressure Ulcers
- Comprehensive Review of Plant-Based Cosmetic Oils (PMC)
- Olives in Topical Application (PMC)
- Plant Oils for Skin Barrier Repair (PMC)
- Besnard et al. (2013) – Olive tree domestication (PMC)
- PREDIMED Study – NEJM (Mediterranean Diet & Cardiovascular Disease)
- Karagounis et al. (2018) – Natural oils for moisturization (Wiley)
- Diez et al. (2015) – Olive domestication & diversification (New Phytologist)
- Review – Olive oil oxidation and stability (Molecules, MDPI)
- Systematic Review – Essential and Carrier Oils (Pharmaceuticals, MDPI)
- IOC – Post-production storage guide (COI-BPS-Doc. No.1-2018)
- IOC – Trade Standard applying to Olive Oils and Olive-Pomace Oils
- IOC – Guide for the Best Preserving of Olive Oils
- Abbo et al. (2023) – History of olive cultivation (Frontiers in Plant Science)
- Jaya et al. (2023) – Olive oil and hydration (Jurnal Dermatologi Indonesia)
Sertifikat Halal: 15240067741220
Dokumen Pendukung untuk Ekspor
- Certificate of Analysis (COA)
- Material Safety Data Sheet (MSDS)
- Phytosanitary Certificate
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi CITES (permintaan untuk ekspor spesies dilindungi)
Produk
bukan obat. Tidak menggantikan diagnosa atau terapi medis. Hasil penggunaan
bisa berbeda pada tiap individu.
OLIVE
CARRIER OIL By DDISTILLERS
Merk:
DDistillers
Botanical
name: Olea europaea L.
INCI
name: Olea Europaea Fruit Oil
Kategori Produk: Single carrier oil, purity: 100%
HS
Code: 15099019
CAS#:
8001-25-0
FEMA#: -
Metode ekstraksi: Cold Pressing
DESKRIPSI
PRODUK:
Olive
Carrier Oil berasal dari buah Olea europaea L.
(zaitun) yang diekstrak dengan metode cold pressing, yaitu pemerasan
mekanis tanpa bahan kimia dan suhu tinggi sehingga kandungan alami tetap
terjaga.
Komposisinya
didominasi oleh asam oleat (omega-9), serta mengandung asam lemak
esensial lain dalam jumlah seimbang. Selain itu, minyak zaitun kaya akan polifenol
(hidroksitirosol, tirosol, oleokantal) yang berperan sebagai antioksidan, serta
vitamin E dan squalene yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan
daya tahan minyak.
Warna
minyak zaitun biasanya kuning kehijauan, dengan karakteristik rasa dan
aroma khas yang menjadi indikator kualitas. Dalam farmakope internasional,
olive oil juga diakui sebagai bahan pembawa (carrier oil) yang aman digunakan
dalam produk pangan, farmasi, maupun kosmetik.
BOTANIKAL
DAN MORFOLOGI:
- Tipe:
Pohon/payar evergreen, tajuk melebar; famili Oleaceae. Daun berhadapan,
elips-lanset, permukaan adaksial hijau keperakan, abaksial keabu-abuan
(berbulu halus), tepi rata.
- Bunga:
kecil, putih krem, dalam malai (panicle) aksiler; 4-meros; 2 benang
sari; stigma bifid.
- Buah:
drupe (berinti/pit), ukuran bervariasi; warna hijau →
ungu/kehitaman saat masak; mesokarp kaya trigliserida.
- Asal & sebaran:
spesies Mediterania–Barat Asia; dibudidayakan luas di zona iklim
Mediterania & subtropis kering. Riwayat domestikasi di Levant
& sebaran ke seluruh Mediterania.
SEJARAH DAN PENGGUNAAN:
- Minyak zaitun memiliki sejarah yang sangat panjang dan erat kaitannya dengan peradaban manusia. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa pohon zaitun pertama kali didomestikasi di kawasan Levant (wilayah Mediterania Timur) ribuan tahun lalu, dan sejak saat itu buahnya mulai diproses menjadi minyak. Pada masa peradaban kuno seperti Minoa, Yunani, dan Romawi, minyak zaitun tidak hanya menjadi bahan makanan, tetapi juga digunakan sebagai bahan bakar lampu, produk perawatan tubuh, hingga bagian penting dalam ritual keagamaan.
- Seiring berkembangnya perdagangan, minyak zaitun menjadi salah satu komoditas utama yang diperdagangkan di seluruh wilayah Mediterania. Amphora berisi minyak zaitun banyak ditemukan di situs arkeologi sebagai bukti peran pentingnya dalam ekonomi kuno. Hingga kini, minyak zaitun tetap menjadi simbol budaya Mediterania, tidak hanya sebagai makanan sehat, tetapi juga sebagai warisan tradisi yang terus bertahan selama ribuan tahun.
VISIT OUR MARKETPLACE:


| Spesifikasi | |
|---|---|
| Sumber bahan baku | Sumber bahan: Buah Zaitun Origin: Indonesia |
| Penanaman | Dipanen secara konvensional dan ditanam kembali secara berkala agar berkelanjutan |
| Isi | Asam oleat, palmitat, linoleat |
| Organoleptik |
|
| Solubility | Larut dalam ester kosmetik dan minyak, tidak larut dalam air |
| Blend well | Bisa dicampur dengan minyak esensial atau dengan minyak pembawa lainnya |
| Aplikasi produk hilir | Cosmetics and Personal Care Formulation |
| Umur Simpan | 2 tahun |
| Instruksi penyimpanan | Cara
Penyimpanan
|
| Alergi dan tindakan pencegahan umum | Alergi
& Tindakan Pencegahan
|